8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Kabut Hitam.


__ADS_3

Bab 26. Kabut Hitam Di Malam Hari.


Fang Yin dan timnya telah berkumpul dengan para guru di Desa Bunga. Saat baru tiba, ia dan timnya melihat banyak prajurit kelelawar yang sudah ditumbangkan, sudah dipastikan jika Raja Kelelawar dipukul mundur oleh para guru.


Kemudian, Fang Yin dan timnya menceritakan apa yang terjadi sebelum berpisah dengan Cao Tian Jun. Guru Senior Dong Jian sangat sedih mengetahui Cao Tian Jun yang polos berinisiatif untuk menyelamatkan timnya.


Guru Junior Chu Sying Chun juga ikut bersedih mendengarnya. Ia ingin memarahi Xue Yue karena tidak melindungi seorang juniornya, malahan tidak berinisiatif untuk mencari jalan lain yang lebih aman.


Akhirnya semua guru dari Akademi Merpati Putih kelas dua memutuskan untuk menyusul Cao Tian Jun. Guru Senior jelas tidak ingin mendapatkan murka pemimpin akademi karena lalai dalam menjalankan tugas melindungi murid andalan. Apalagi Cao Tian Jun merupakan aset berharga untuk mengangkat popularitas akademi.


"Kalian tetap berada di kapal angkasa, dan jangan keluar dari wilayah Desa Bunga sampai kita semua kembali. Junior Chun, kamu jaga mereka di saat kita mencari Cao Tian Jun!" perintah Guru Senior Dong Jian kepada semua muridnya dan Guru Junior Chu Sying Chun.


"Baik, Guru."


Semua murid menjawab dengan serempak, dan Guru Junior Chu Sying Chun hanya mengangguk paham sebagai jawaban. Kemudian Guru Senior dan Junior turun dari kapal angkasa.


Saat baru turun dari kapal, semua orang melihat Cao Tian Jun dengan santainya jalan sambil memakan seekor ayam panggang.


Melihat kondisi Cao Tian Jun yang baik-baik saja, membuat Fang Yin dan Chu Sying kegirangan. Mereka segera menghampirinya. Guru Senior Dong Jian yang terlebih dahulu menyusul Cao Tian Jun.


Akan tetapi, tidak semua orang senang melihat Cao Tian Jun yang baik-baik saja, mereka adalah murid pria yang membencinya. Keberadaan Cao Tian Jun di akademi jelas menyulitkan murid pria untuk mendekati wanita idola akademi.


"Kamu membuat kita sangat khawatir!" tegur Guru Senior Dong Jian sambil memeriksa sekujur tubuh Cao Tian Jun.


Cao Tian Jun mengusap bibirnya yang belepotan setelah makan ayam panggang. Kemudian dia berkata, "bagaimana mungkin mereka bisa menangkapku, kan aku menggunakan Teknik Langkah Bayangan untuk menipu mereka!"


Guru Senior Dong Jian tertawa bangga karena muridnya mampu menggunakan Teknik Langkah Bayangan Merpati untuk mengelabuhi lawan. Setelah itu, Fang Yin dan timnya banyak bertanya bagaimana Cao Tian Jun menipu Sang Jenderal.


Cao Tian Jun menceritakan, bagaimana dia juga dikepung oleh Suku Ular. Mengetahui jika Suku Ular mengincarnya, membuat para guru khawatir, sebab Suku Ular terkenal mampu menculik seseorang tanpa diketahui oleh siapapun.


"Kamu harus waspada dengan sekelilingmu. Suku Ular sudah mengenali wajahmu, dan juga Desa Bunga sedang dalam pengawasan mereka!" peringatan Guru Senior Dong Jian.


Desa Bunga terlindungi oleh sungai yang dalam sebagai pemisah wilayah Black Dessert. Oleh sebab itu, Suku Ular tidak bisa bebas memasuki wilayah Desa Bunga. Walaupun begitu, tidak berarti Suku Ular tidak bisa memasuki wilayah Desa Bunga, sering kali satu atau dua ular terlihat keluar dari dalam sungai untuk memata-matai Desa Bunga.


"Jika begitu... Misi kita telah terselesaikan, apakah tidak lebih baik kembali ke akademi?" tanya Cao Tian Jun setelah mengangguk paham karena diberi peringatan.

__ADS_1


"Ya, misi kalian sudah selesai. Tapi, dikarenakan kondisi Desa Bunga setelah serangan hari ini, kita akan menjaganya sampai dinding perlindungan dibangun kembali. Jika binatang mistik menyerang lagi, itu juga keuntungan kalian untuk menambah perolehan inti binatang yang bisa ditukarkan dengan poin kontribusi!" terang Guru Senior Zhan Bowen mewakili para guru.


Akhirnya, semua orang mengikuti pengaturan Guru Senior, di mana setiap tim bergiliran berpatroli di sekitar Desa Bunga, dan berganti dengan tim lainnya setiap 12 batang dupa (6 jam). Tim Phoenix dan beberapa tim lainnya yang pertama berisitirahat.


Karena hari tengah malam, maka Cao Tian Jun dan timnya memutuskan untuk kembali ke dalam kamarnya yang berada di kapal angkasa...


Suasana malam hari ini begitu mencekam, sebab masih tercium aroma darah segera. Selain itu, sebagai penduduk Desa Bunga memasak daging Kerbau Emas yang berhasil dikalahkan, menambah aroma daging yang bisa mengundang binatang mistik lainnya.


Guru lainnya juga mengatur muridnya untuk berpatroli di sekitar Desa Bunga. Setiap kali berpapasan dengan tim dari Akademi Merpati Putih kelas dua, selalu saja beradu mulut. Walaupun begitu, tidak sampai bertukar pukulan karena memiliki misi yang sama, sama-sama melindungi Desa Bunga.


...****************...


Di kerajaan Kelelawar. Sang Jenderal Kelelawar melapor kepada Raja Kelelawar, di mana dirinya telah ditipu oleh Cao Tian Jun sehingga tidak berhasil menangkapnya.


Raja Kelelawar jelas murka, dia memerintahkan untuk menculik salah satu murid yang rencananya dijadikan sandera, tetapi tetap target utamanya adalah Cao Tian Jun. Raja Kelelawar juga meminta bantuan kepada Suku Ular untuk menculik murid lainnya selain Cao Tian Jun.


Malam itu, di luar perbatasan wilayah Desa Bunga, banyak sekali ular dan kelelawar sedang mencari targetnya yang layak, layak dijadikan sandera untuk bertukar dengan Putri Su.


Namun, tiba-tiba kabut tebal muncul di luar Desa Bunga. Jika dilihat pada siang hari, maka kabut tersebut berwarna hitam. Jadi, malam yang sudah gelap menjadi makin gelap, dan membuat pandangan terhalang. Mata biasa hanya mampu melihat sejauh dua meter, lebih dari itu seakan-akan mata terhalang dinding hitam.


Dan, seketika tubuhnya tidak mampu dikendalikan. Setelah itu, fisik mereka berubah menjadi menyeramkan, di mana kedua mata menjadi hitam, sayapnya juga berubah menjadi seperti kabut.


Demikian juga dengan pasukan dari Suku Ular, mereka juga berubah menjadi wujud yang aneh. Sebelumnya tubuh mereka setengah manusia setengah ular, kini setelah menghirup kabut wujudnya juga berubah.


Setelah itu, mereka seperti ada yang mengendalikannya. Kemudian, mereka bergerak ke Desa Bunga dan menyerang para murid dan penjaganya.


Sontak keributan itu mengundang perhatian banyak orang yang sedang beristirahat, termasuk Cao Tian Jun yang belum tidur dan sedang berdiskusi dengan Fang Yin.


"Ada apa?" tanya Cao Tian Jun yang enggan menggunakan kelebihan matanya.


Ya, Cao Tian Jun memiliki kelebihan dari bawaan lahir, yaitu memiliki Mata Surgawi. Mata Surgawi ini mampu melihat apapun, dan bisa dikatakan pengelihatan tanpa batas. Jenis ilusi jenis apapun bisa diketahui hanya dengan sekali lihat, dan dinding maupun penghalang yang tebal mampu ditembusnya.


"Kita keluar dan melihatnya!" ajak Chu Sying yang segera beranjak dari tempat tidur.


Saat berada di dek kapal, Cao Tian Jun melihat banyak orang yang berkumpul. Mereka melihat apa yang sedang terjadi di luar Desa Bunga. Melihat kelelawar dan ular dengan wujud yang menyeramkan, sontak membuat semua orang bergidik ngeri. Selain itu, jarak pandang mereka juga menjadi terbatas, dan merasakan pedih pada matanya.

__ADS_1


"Ayo, kita musnahkan mereka! Jangan sampai terpisah satu dengan yang lainnya!" perintah Guru Senior Zhan Bowen kepada semua anggotanya.


Namun, Cao Tian Jun merasakan keanehan pada kabut tersebut saat melihatnya. Sebelum Guru Senior Zhan Bowen keluar dari kapal angkasa bersama semua orang, dia segera memberikan peringatan.


"Tunggu! Tutupi hidung dengan kain basah, dan jangan sekali-kali menghirup kabut di luar Desa Bunga!"


Semua orang kembali mengamati kabut tebal, lalu melihat tim dari akademinya yang bertarung dengan pasukan Kelelawar. Saat kabut hitam mengenainya, seketika tubuhnya tidak bisa digerakkan. Setelah beberapa saat, murid-murid tersebut saling menyerang, dan tidak menyerang pasukan Kelelawar dan ular yang telah dikendalikan oleh kabut hitam.


"Mengerikan! Untungnya kamu sangat jeli!" ujar Fang Yin yang tidak ingin menjadi seperti tim lain, yang terpengaruh oleh kabut hitam.


Semua orang menatap Cao Tian Jun, entah apa mereka pikirkan. Seandainya tidak di peringatan, kemungkinan nasib mereka akan sama seperti tim patroli.


"Ikuti sarannya!" perintah Guru Senior Dong Jian.


Semua orang mengikuti saran Cao Tian Jun, mereka mengeluarkan kain basah untuk menutupi hidung seperti masker. Kemudian, Guru Senior Zhan Bowen memimpin anggotanya untuk menyelamatkan. Termasuk Tim Phoenix yang masih dipimpin oleh Xue Yue, mereka mengikuti Guru Junior Chu Sying Chun sebagai pelindungnya.


Tanpa mereka sadari, hanya Cao Tian Jun yang justru tidak menggunakan kain basah untuk melindungi hidung. Cao Tian Jun mengeluarkan Teknik Langkah Bayangan Merpati jurus ketiga, yaitu Tubuh Replika.


Tubuh Replika yang justru menggunakan kain basah untuk melindungi hidung. Dan bergabung dengan Tim Phoenix melawan pasukan Kelelawar dan Ular.


Sedangkan Cao Tian Jun yang asli saat ini berada di dalam kamar, dia menggunakan topeng sebagai penyamaran. Kesempatan ini adalah waktunya untuk menyelesaikan misi pribadi dari gurunya, yaitu menyelamatkan jiwa sebanyak 3.999.


Yan Yan yang sedari tadi melihat Cao Tian Jun, ia tidak hanya bisa bengong. Namun sebelumya, Cao Tian Jun sudah meminta Yan Yan agar merahasiakan identitas aslinya, dan Yan Yan pun menyanggupinya. Oleh sebab itu, Cao Tian Jun tidak lagi khawatir menggunakan kemampuan aslinya.


Saat ini, Cao Tian Jun berdiri di atas pepohonan yang tinggi, dia menunggu kesempatan untuk beraksi. Dia melihat Tabib Tao pemimpin Desa Bunga juga ikut membantu melawan pasukan Kelelawar dan Ular yang seperti kesurupan.


"Jadi karena kabut hitam itu yang membuat binatang mistik semakin brutal?" gumam Cao Tian Jun yang akhirnya tahu penyebab binatang mistik menjadi bringas.


"Pemikiranmu sama sepertiku! Aku juga menduga jika binatang mistik pasti terpengaruh oleh sesuatu, itu terbukti dari inti binatang yang berubah menjadi warna hitam!" sahut Yan Yan yang kini berubah menjadi wujud aslinya sebagai seorang wanita cantik dan berdiri di sisi Cao Tian Jun.


Yan Yan tidak lagi khawatir tanpa kehadiran Raja Kelelawar dan jenderalnya, apalagi mengetahui pasukan Kelelawar yang tidak lagi memiliki pikirannya sendiri. Akan tetapi, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga, Yan Yan menggunakan topeng untuk menyamarkan identitasnya.


Pasukan Kelelawar dan Ular yang dirasuki oleh kabut hitam semakin brutal dan juga memiliki kekuatan yang melebihi sebelumnya. Karena kondisi tersebut, membuat kewalahan para guru dan muridnya bahkan banyak kultivator yang tumbang, dan sebagian telah dikendalikan oleh kabut hitam.


Bahkan, tubuh Replika juga kewalahan menghadapi pasukan Kelelawar Penghisap Darah dan Pasukan Ular, di mana jurus pertama hingga ketiga dari Kitab Halilintar Ungu tidak sanggup menahan gempuran kedua pasukan tersebut.

__ADS_1


"Waktunya kita membantu mereka!" ucap Cao Tian Jun yang melihat para guru, murid dan yang lainnya mundur ke Desa Bunga.


__ADS_2