
Bab 58. Terjebak.
Cao Tian Jun membuka mata karena suara ketukan pintu, lalu terdengar suara Nuwa Kecil memanggilnya. Dia tidak sedikitpun marah karena kultivasinya terganggu, sebab kebetulan telah selesai menstabilkan pondasi setelah terobosan.
Saat ini, kekuatannya telah berada di tingkat True God level 1, pencapaian yang luar biasa sebelum di usia 18 tahun, dalam tiga bulan lagi. Dia segera berdiri dan menuju pintu. Saat membuka pintu, dia melihat Nuwa Kecil yang sedang cemberut.
"Kakak, Nuwa Kecil lapar," ucap Nuwa Kecil sambil mengelus perutnya yang keroncongan.
Cao Tian Jun tersenyum manis, sambil jongkok dan memeluk Nuwa Kecil, dia berbicara, "Kakak akan panggang daging kesukaanmu sebanyak-banyaknya sampai kamu puas."
Wajah Nuwa Kecil yang cemberut seketika menguap dan berganti senyuman. Lalu ia menarik pergelangan tangan Cao Tian Jun menuju ke tempat kurungan binatang mistik.
Sesampainya di kurungan binatang mistik, Nuwa Kecil memiliki seekor Trenggiling dan binatang Rusa. Dengan mudah Cao Tian Jun membuat kedua binatang itu meregang nyawa. Kemudian dia menyeret kedua binatang itu ke dapur.
Cao Tian Jun membakar bulu-bulu Rusa, lalu membersihkan cangkang keras di tubuh binatang Trenggiling. Setelah selesai membersihkan dua binatang itu, dia segera memanggangnya.
Nuwa Kecil selalu mendampinginya tanpa sedikitpun membantu, lalu dia bertanya, "Kak, sewaktu di Pagoda Emas, apa yang terjadi sehingga membuat kekuatan Kakak melejit?"
Cao Tian Jun melihat Nuwa Kecil yang mampu mengetahui kekuatan, lalu sambil melihat kembali daging yang sedang dipanggang dia menjawab, "itu karena Crown Stone yang memberikan kekuatan. Katanya, aku adalah orang pilihannya, sedangkan berita yang beredar hanyalah sebuah kebohongan!"
"Kakak benar-benar beruntung!" seruan Nuwa Kecil sambil mencubit daging yang setengah matang, "karena tidak ada kakak perempuan, lebih baik Kakak ke Pagoda Emas yang lainnya agar mendapatkan kekuatan lagi."
Cao Tian Jun merenungi saran Nuwa Kecil. Memang tujuannya berpetualang sendiri karena lebih bebas. Dia pun memutuskan untuk mendapatkan Batu Keabadian yang lain.
"Menurutmu, ke mana kita harus memulainya?" tanya Cao Tian Jun yang ingin tahu pendapat dari Nuwa Kecil.
Nuwa Kecil menyilangkan tangan kiri di perutnya sebagai tumpuan untuk siku tangan kanan, sambil menyentuh dagu dengan jari telunjuk dia berpikir seperti orang dewasa.
"Semua Pagoda Emas yang aku tahu dari kedua orang tuaku, penjagaan yang paling lemah ada di Perguruan Mata Dewa. Walaupun lokasinya sangat jauh, itu tidak akan menyulitkan Kakak jika ingin cepat meningkatkan kekuatan!" saran Nuwa Kecil.
Cao Tian Jun mengernyitkan dahinya karena tidak tahu dimana lokasi Perguruan Mata Dewa, dia pun bertanya, "wilayah mana itu?"
"Banyak-banyaklah membaca dan bertanya tentang Benua Timur!" sindiran Nuwa Kecil dan membuat Cao Tian Jun tertawa, "tempatnya berada di Daratan Benua Timur Tengah, sisi barat dari Kerajaan Bintang Laut. Jadi, Kakak harus menyebrangi Black Vortex Sea, setelah itu bergerak menuju ke Gunung Kapur. Baru setelah itu memasuki wilayah Perguruan Mata Dewa." Lanjutnya.
"Apakah jauh dan berapa hari perjalanannya?" tanya Cao Tian Jun yang memang tidak tahu.
"Payah!" gerutu Nuwa Kecil dan melihat daging Rusa dan Trenggiling telah matang, "dengan kekuatan Kakak saat ini, perjalanan terbang dengan kecepatan penuh bisa ditempuh dalam waktu 2 hari. Tapi jika itu tidak ada kendala di Black Vortex Sea!" imbuhnya dengan berjalan ke meja makan, ia sudah tidak sabar ingin makan sepuasnya.
__ADS_1
"Ada bahaya apa di Black Vortex Sea?" Cao Tian Jun kembali bertanya sambil meletakkan dua daging panggang di meja makan, dia segera duduk sambil menunggu jawaban.
Nuwa Kecil mengambil potongan paha daging Rusa, lalu menggigitnya dengan tidak sabaran. Dengan mulutnya yang penuh, dia menjawab, "ada pusaran air yang mampu menghisap apapun disekitarnya. Konon katanya, di dasar laut ada empat ekor Naga, mereka dijuluki sebagai Empat Raja Laut."
"Wow! Bahaya juga itu!" sahut Cao Tian Jun.
Tapi anehnya, dari nada bicaranya tidak sedikitpun ada rasa takut dengan Empat Raja Laut. Ya, hal itu dikarenakan dirinya juga memiliki garis darah Naga.
"Tentu bahaya! Tetapi, tidak setiap hari muncul pusaran air, hanya muncul di hari-hari tertentu!" jelas Nuwa Kecil setelah mengunyah daging panggang.
"Kita makan dulu. Nanti baru kita bicarakan lagi," kata Cao Tian Jun.
Mereka berdua dengan lahap memakan dua daging panggang. Sambil makan, Cao Tian Jun berpikir, dia tidak bisa berpetualang begitu saja tanpa memberikan kabar ke pihak Akademi Merpati Putih. Jadi, dia memutuskan untuk memberikan pesan terlebih dahulu sebelum berpetualang.
Setelah selesai makan, Nuwa Kecil yang kekenyangan menjadi mengantuk, ia pun segera pergi ke kamarnya. Cao Tian Jun tersenyum melihat adiknya.
"Apakah Pagoda Emas selain di Perguruan Mata Dewa jauh lebih ketat penjaganya?" tanya Cao Tian Jun ketika Nuwa Kecil baru berjalan beberapa langkah.
"Ada Formasi Perlindungan dan juga dijaga oleh kultivator yang memiliki kekuatan di atas Kakak!" jawab Nuwa Kecil tanpa berhenti berjalan.
Cao Tian Jun mengunci alis karena merasa heran bagaimana Nuwa Kecil bisa mengetahuinya segalanya, seperti Yan Yan yang serba tahu tentang Benua Timur.
Jika benar, satu hal yang membuatnya bertanya-tanya, apa motif Yan Yan yang menyamar sebagai Nuwa Kecil? Apakah ada kaitannya dengan Ular Langit Tujuh Warna?
"Nuwa Kecil atau Yan Yan, kamu akan selalu ada di hatiku, entah sebagai adik atau kekasih," gumam Cao Tian Jun sambil melihat kondisi di luar Cincin Dimensi.
Di luar terlihat sangat sepi, tidak ada satupun seekor binatang yang berkeliaran. Dia melihat puncak gunung tertinggi telah porak-poranda akibat Kesengsaraan Petir Air Danau.
Cao Tian Jun berpikir jika binatang mistik telah pindah tempat. Setelah kondisi di luar aman, dia segera berubah wujud menjadi angin dan keluar dari Cincin Dimensi. Dia langsung terbang menuju ke arah Akademi Merpati Putih.
Ketika baru terbang sejauh 500 meter, tiba-tiba tubuhnya menjadi berat dan melambat. Dia segera waspada dengan melihat sekitarnya, tampak tenang dan tidak ada sesuatu apapun yang mencurigakan.
"Ada apa dengan tubuhku yang menjadi berat?" Cao Tian Jun kebingungan, dia berusaha meningkatkan kekuatan.
Namun usahanya makin membuat tubuh menjadi sulit untuk terbang. Dia pun segera turun dan mendarat di tanah. Baru saja telapak kaki menyentuh tanah, Cao Tian Jun terkejut bukan main saat melihat tongkat raksasa melesat ke arahnya.
Dia segera berteleportasi untuk menghindari serangan mendadak. Namun tubuhnya membentur dinding tak kasat mata, dan segera mundur untuk menggunakan tekniknya sekali lagi. Sayangnya...
__ADS_1
Boom...
Punggung Cao Tian Jun terlebih dahulu terkena serangan tongkat raksasa hingga membentur dinding tak kasat mata. Keluar darah segar dari sudut bibirnya, dia menahan rasa sakit sambil melihat siapa yang menyerangnya.
Terlihat seekor Kera sambil memikul senjata tongkat di bahunya yang telah berubah menjadi kecil, dia adalah Raja Kera. Raja Kera tertawa puas melihat orang yang telah mencuri Buah Suci Leaping Toadstool akhirnya terjebak dalam Formasi Array.
"Aku sudah bermimpi seperti ini. Akhirnya mimpiku tercapai juga," kata Raja Kera.
Cao Tian Jun segera bangkit dan kali ini siapa untuk bertarung. Dia juga akhirnya tahu jika telah masuk ke dalam jebakan Formasi Array, Formasi yang mampu menunjukkan wujudnya, dan juga memblokir jalan kabur.
"Serahkan Buah Suci Leaping Toadstool yang kamu curi. Kami janji tidak akan membunuhmu, hanya saja akan menjadi budak kami selama 100 tahun."
Cao Tian Jun melihat ke arah langit, dia melihat Raja Gale yang melayang dengan kedua tangan bersilang dada. Lalu dia melihat banyak Kera dan Elang Emas yang telah mengepungnya.
Selain mereka, dia juga melihat Ratu Kumbang Api yang mengeluarkan dengungan, dengungan kemarahan, dia juga membawa banyak prajurit Kumbang Api.
"Bagaimana kalian bisa tahu aku masih ada di sini?" selidik Cao Tian Jun, dia keheranan karena wujudnya yang menjadi angin bisa diketahui dan juga arah tujuannya.
"Itu karena aku!" jawaban dari seorang wanita tua yang tidak terlihat wujudnya.
Tiba-tiba muncul asap hitam, lalu membentuk seorang wanita tua yang tinggal kulitnya saja, dia tidak lain adalah The Witcher Dark. Kemunculan The Witcher Dark jelas mengangetkan Cao Tian Jun, dia tidak menduga perbuatannya membuahkan permusuhan.
"Kembalikan milik kami!" pinta The Witcher Dark sambil berjalan mendekati Cao Tian Jun.
Raja Kera, Raja Gale, Ratu Kumbang Api dan semua binatang juga mendekatinya. Cao Tian Jun yang tersudut segera memikirkan cara untuk kabur, dia menepis pikiran tentang cara mereka bisa mengetahuinya.
Teknik Teleportasi tidak bisa digunakan karena adanya Formasi Array yang diperkuat dengan sihir. Jika menggunakan Teknik Langkah Bayangan Merpati, itu tidak akan berguna ketika berhadapan dengan The Witcher Dark.
"Berhenti, aku akan berikan!" pinta Cao Tian Jun yang ingin mengulur waktu. The Witcher Dark dan yang lainnya langsung berhenti, mereka menunggu Cao Tian Jun memberikan apa yang telah diambil.
Di kejauhan, ada beberapa wanita sedang melihat apa yang dialami oleh Cao Tian Jun, mereka adalah Ketua Yin Jiali, Yin Meili dan beberapa anggota Sekte Yin, termasuk prajurit wanita terbaik.
Mereka bisa berada di Pengunungan Lima Jari karena mengikuti jejak aura Cao Tian Jun. Namun di saat baru tiba, mereka melihat targetnya telah terjebak dan terkepung.
"Jadi dia murid Akademi Merpati Putih kelas dua. Berani-beraninya menyusup ke wilayah kita!" geram Ketua Yin Jiali saat melihat seragam yang dikenakan oleh Cao Tian Jun.
"Tapi dia sangat kuat mampu menahan pukulan tongkat Raja Kera! Sejak kapan Akademi Merpati Putih kelas dua memiliki seorang murid yang berbakat?" pujian salah satu murid inti, dia dan semua wanita melihat Cao Tian Jun yang punggungnya terkena pukulan tongkat.
__ADS_1
"Tidak penting dia berbakat atau tidak. Karena dia telah mengacaukan hari perayaan Leluhur Yin, maka dia harus menerima hukuman!" sahut Yin Meili yang tidak suka tersaingi.
"Kita tunggu apa yang akan dilakukannya untuk menghadapi situasinya. Jika tidak mampu, baru kita turun tangan!" rencana Ketua Yin Jiali, ia ingin tahu seberapa besar kemampuan Cao Tian Jun.