
Bab 121. Kota Jianming, She Shimo.
Pilih yang sangat sulit bagi Cao Tian Jun jika berhadapan dengan musuh kuat. Dia melihat Tian Sun yang masih dengan sabar menunggu jawabannya.
"Apakah Anda berencana untuk menguasai Benua Timur?" tanya Cao Tian Jun.
"Benar! Selama kamu menjadi muridku, siapapun orang yang berhubungan denganmu, kupastikan mereka tetap hidup. Anggap saja ini sebagai bukti ketulusanku! Bagaimana?" jawab Tian Sun dengan nada penekanan agar Cao Tian Jun mau menjadi muridnya.
"Sejujurnya, saya memiliki prinsip, yang mana tidak akan berlutut kepada pihak lain selain kepada kedua orang tua. Jika saya menerima Anda sebagai guru, apakah harus berlutut sebagai bentuk penghormatan?"
Ucapan Cao Tian Jun membuat Tian Sun terharu karena dirinya juga seorang ayah, apalagi melihat wajahnya yang mirip sewaktu masih muda dulu.
"Tidak perlu berlutut. Tetapi, selain menjadi muridku, kamu harus mengakuiku sebagai seorang Ayah!" jawab Tian Sun sambil berjalan mendekati Cao Tian Jun, dan berhenti ketika jaraknya terpaut 3 meter.
Cao Tian Jun menangkupkan kedua tangannya dengan badan sedikit membungkuk, lalu berkata, "saya Cao Tian Jun, menerima Anda sebagai Guru dan sekaligus Ayah angkat. Terimalah penghormatan ini!"
Spontan Tian Sun tertawa terbahak-bahak karena hatinya sangat bahagia. Akhirnya, dia mendapatkan seorang murid yang wajahnya mirip dengan putra kesayangannya.
Swosh...
Melesat serangan dari arah samping mereka berdua. Nalurinya sebagai seorang ayah yang melindungi anak dari marabahaya, spontan membuat Tian Sun segera mendorong tubuh Cao Tian Jun dengan kekuatan supranatural agar tidak terkena serangan menyelinap itu.
Boom...
Ledakan hebat ketika serangan itu mengenai tanah. Cao Tian Jun yang terdorong ke belakang dengan berguling-guling di tanah. Tian Sun juga terdorong ke samping karena terlalu kuatnya serangan itu.
"Ratu Ular Surgawi!" seruan Tian Sun yang tercengang saat tahu siapa orang yang menyerangnya.
Lalu, dia melihat Cao Tian Jun yang sudah bangkit dan bersembunyi di balik pepohonan. Hatinya lega karena anak angkatnya baik-baik saja. Dan kembali melihat Ratu Ular Surgawi yang melayang di udara.
"Kenapa kau menyerangku?!" bentakan keras dari Tian Sun.
"Dia milikku! Dia menerimamu menjadi seorang guru karena takut!" ungkap Ratu Ular Surgawi sambil melihat Cao Tian Jun.
Selama pembicaraan Cao Tian Jun dan Tian Sun, Ratu Ular Surgawi dengan jelas mendengarnya. Dia sangat senang karena nalurinya tidak salah untuk terus mengejar orang yang dicari-cari selama ini.
"Apa hakmu mengklaimnya! Dia sudah menerimaku sebagai guru dan juga ayah angkatnya!?"
"Dia adalah suamiku!" ungkap Ratu Ular Surgawi tanpa rasa malu.
Cao Tian Jun yang mendengarnya, jelas tercengang karena tidak pernah merasa memiliki seorang istri lain selain ketiga istrinya yang berada di Kerajaan Bintang Laut.
"Sejak kapan? Jangan mengada-ada!?" Tian Sun jelas tidak terima.
Swosh...
Tian Sun segera menyerang Ratu Ular Surgawi. Demikian juga dengan Ratu Ular Surgawi yang melepaskan pukulan berenergi.
Boom boom...
__ADS_1
Benturan energi supranatural membuat Cao Tian Jun melarikan diri sebelum terkenal gelombang kejut energi. Di kejauhan, dia melihat pertarungan The King Of Dark Matter dan Ratu Ular Surgawi yang sangat dahsyat.
Pegunungan Kunlun porak-poranda akibat pertempuran mereka. Ledakan energi supranatural dirasakan dan juga didengar oleh banyak kultivator di luar wilayah itu.
Namun yang mengejutkan Cao Tian Jun, Tian Sun dengan mudah disudutkan oleh Ratu Ular Surgawi. Buru-buru dia kabur sebelum kedua Ratu Ular Surgawi mengalahkan Tian Sun.
Boom...
Ledakan energi supranatural kembali mengguncang Pegunungan Kunlun. Tian Sun segera mundur sebelum Ratu Ular Surgawi menyerangnya.
"Ingat, aku mundur bukan berarti kalah! Suatu hari nanti, kau dan seluruh Benua Selatan akan jatuh ke dalam tanganku!" ancaman Tian Sun yang langsung berubah menjadi kabut hitam dan masuk ke dalam tanah.
Tenyata, Ratu Ular Surgawi adalah penguasa Benua Selatan, tidak hanya menguasai Black Dessert saja. Tujuannya tidak jauh berbeda dengan Tian Sun yang ingin menguasai wilayah Benua Timur.
Ratu Ular Surgawi tidak mengejar Tian Sun, sebab tujuannya hanyalah ingin menangkap Cao Tian Jun untuk dijadikan suaminya. Ia cemberut karena tidak melihatnya. Karena kesal, ia melepaskan pukulan berenergi ke arah lokasi Tian Sun yang kabur.
Kemudian, Ratu Ular Surgawi segera mengejar Cao Tian Jun, ia tahu kemana tujuannya...
Cao Tian Jun segera berteleportasi secara acak dan muncul di tempat yang tidak pernah dikunjunginya. Dia mengembangkan senyuman bahagia karena sudah berada di wilayah Perguruan Sembilan Kematian.
Setelah merubah penampilan barunya, dia segera menuju ke kota terdekat dengannya, Kota Jianming. Penampilannya saat ini menjadi seorang pria muda usia 20 tahun, wajahnya penuh jerawat agar tidak menarik perhatian.
Cao Tian Jun masuk ke Kota Jianming setelah membayar 2 koin emas. Dia keheranan karena melihat di kota tidak ada wanita, semuanya adalah pria. Lalu dia menjadi jijik saat melihat dua pria saling berciuman.
"Memuakkan!" batin Cao Tian Jun yang melihat sesama jenis yang tidak normal, dia memalingkan wajah dan melihat toko senjata, Toko Spirit Armament.
Perguruan Sembilan Kematian terkenal dengan keahlian dalam membuat senjata, dan Toko Spirit Armament salah satu dari aset perguruan. Cao Tian Jun ingin membeli Artefak Bintang 1 jika ada, sebab dia tidak memilikinya. Sekaligus menjual senjatanya yang dibuat sewaktu kecil.
"Aku ingin menjual senjata!" jawab Cao Tian Jun dengan nada ketus karena tidak suka melihat pria berprilaku layaknya wanita.
"Apakah Anda anggota dari Guild Smelting?" tanya si pria itu.
"Apa itu?" tanya Cao Tian Jun yang tidak tahu-menahu tentang Guild Smelting.
Guild Smelting salah satu organisasi yang dibentuk oleh para ahli Pandai Besi di seluruh Continent Twins Moon, bertujuan untuk mengatur penjualan, membatasi kelebihan persenjataan jenis apapun.
Tidak hanya Pandai Besi saja yang memiliki organisasi ini, para ahli Alkemis, Beast Tamer, dan Formasi juga memiliki organisasi. Salah satunya adalah Guild Teratai Biru yang memiliki cabang di seluruh wilayah Benua Timur.
Pegawai itu menjelaskan tentang aturan penjualan senjata kepada Cao Tian Jun, yang mana tidak bisa menjual senjata apapun tanpa memiliki keanggotaan Guild Smelting. Kecuali, jika berada di dalam salah satu institusi pendidikan, maka sebagai murid atau guru bisa menjual senjata di tempat pendidikan dimana pun.
"... Jika Anda seorang murid, entah murid dari institusi pendidikan di manapun, bisa menjual atas nama akademisnya, bahkan bisa menggunakan kartu platinum sebagai alat pembayaran. Kalau boleh tahu, Anda berasal dari perguruan mana?" tanya pegawai setelah panjang lebar menjelaskan.
Cao Tian Jun yang baru tahu adanya aturan seperti ini hanya bisa garuk-garuk kepala, dia jelas tidak mungkin mengungkapkan bahwa dirinya adalah murid dari Akademi Merpati Putih kelas dua.
"Aku kultivator bebas. Bisakah aku menjadi anggota Guild Smelting?" jawab Cao Tian Jun dan bertanya balik.
Si pegawai tampak senang, lalu segera menjawab, "tentu saja bisa, asal membayar sebesar 2 juta koin emas!'
"Mahal sekali!" gerutu Cao Tian Jun karena tidak memiliki koin emas di tangannya, dia memiliki koin emas jika menggunakan kartu platinum yang jumlahnya mencapai 100 juta, kekayaan yang diberi oleh pihak akademinya dan dari Kekaisaran Xia.
__ADS_1
Jika dia menggunakan kartu platinum, sudah pasti pihak akademinya akan mengetahui keberadaannya, hal yang tidak diinginkan oleh Cao Tian Jun. Sedangkan koin emas yang dibawa, tidak kurang dari 10 ribu koin emas. Oleh karena itu, dia ingin menjual senjatanya.
"Maaf, aku tidak memiliki koin emas sebanyak itu!" ucap Cao Tian Jun dan segera keluar dari Toko Spirit Armament karena malu.
"Sialan, membuang waktuku saja!" umpatan pegawai toko karena merasa dipermainkan, dia melihat kepergian Cao Tian Jun.
Seandainya tahu ada aturan seperti ini, Cao Tian Jun jelas terlebih dahulu mencairkan kartu platinum agar memiliki banyak koin emas sebagai modal perjalanannya. Dia pikir, koin emas yang dipegangnya sudah merupakan angka yang besar. Nyatanya, tidak sesuai dengan pemikirannya.
Seorang pria tampan datang menghampiri Cao Tian Jun yang akan menuju ke Perguruan Sembilan Kematian. Cao Tian Jun segera menjauhi pria itu saat sejajar dengannya.
"Apakah kamu akan menjual senjata?" tanya pria itu yang tidak sedikitpun tersinggung dengan sikap Cao Tian Jun.
"Iya. Mau membelinya?" jawab Cao Tian Jun dan bertanya balik.
"Jelas mau!" jawab pria itu dan memperkenalkan dirinya, "namaku She Shimo, panggil saja Shimo. Berapa banyak senjata yang kamu miliki?"
Cao Tian Jun langsung berhenti berjalan karena merasakan nama Shimo begitu familiar. Dia berusaha mengingat-ingat pria ini yang baru dikenalnya. Tinggi badannya 180 cm, dengan tubuh langsing seperti wanita.
"Shimo!" gumam Cao Tian Jun yang berusaha keras untuk mengingat nama itu, dia melihat pria itu dari ujung kaki hingga kepala.
Seandainya, ingatan Cao Tian Jun tidak disegel oleh Tian Long, sudah pasti akan mengetahui siapa jati dirinya. Namanya adalah Tian Zhi Shimo si Dewa Abadi.
"Siapa namamu?" tanya She Shimo.
"Jun Tian!" jawab Cao Tian Jun yang membalikkan namanya, dia kembali berjalan karena tidak mengingat pernah bertemu dengan She Shimo. Dipikirannya, mungkin ada banyak orang yang memiliki nama Shimo.
She Shimo tidak tersinggung karena Cao Tian Jun mengabaikannya, dia kembali ikut berjalan beriringan. "Berapa banyak senjatamu?" tanyanya sekali lagi.
"Kita transaksi di tempat yang nyaman!" pinta Cao Tian Jun.
"Ikuti aku!" ajak She Shimo.
Cao Tian Jun mengikutinya yang menuju ke rumah besar berlantai tiga, tidak jauh dari tempat saat ini. Setelah tiba di rumah itu, beberapa penjaga segera membungkuk sebagai penghormatan kepada She Shimo.
Cao Tian Jun segera membalikkan badan karena pintu rumah ditutup oleh penjaga.
"Jangan khawatir! Perlakuan mereka hanya formalitas saja," kata She Shimo yang sudah duduk di kursi tamu, "silakan duduk!"
Cao Tian Jun duduk, lalu segera mengeluarkan semua senjatanya, dari tingkat Armament Grade Beast hingga Grade Fairy. Saking banyaknya senjata, dia meletakkan di lantai. She Shimo tersenyum melihat Cao Tian Jun.
"Total semuanya ada 245 senjata berbagai peringkat. Kira-kira, berapa koin emas yang kudapatkan?" tanyanya.
She Shimo berdiri dan berjongkok di depan senjata. Dia mengangguk berulang-ulang setiap kali memeriksa senjata yang dibuat dengan baik dan teliti.
"Kamu membutuhkan berapa banyak koin emas?" tanya She Shimo sambil tetap memeriksa senjata.
Cao Tian Jun garuk-garuk kepala karena tidak tahu harga pasaran dari setiap Armament.
"100 juta!" jawab Cao Tian Jun yang asal.
__ADS_1
She Shimo tertawa mendengar permintaan Cao Tian Jun, lalu dia melihatnya dan berbicara, "semua senjata ini lebih dari itu... Aku beri 200 juta koin emas."
Cao Tian Jun melongo mendengar permintaannya dinaikkan. Akhirnya, tanpa banyak berpikir, dia segera menerima tawaran dari She Shimo. She Shimo memberikan cincin dimensi tingkat rendah yang berisi koin emas...