
Bab 154. Menargetkan Dua Putra Mahkota Kekaisaran Cao.
Saat ini, di malam hari setelah Cao Tian Jun membuat pihak Kuil Tangan Setan merugi.
Lima orang yang diutus untuk membunuh Cao Tian Jun telah berada di depan perkemahan Kekaisaran Xia. Kedatangan mereka yang mengejutkan membuat semua orang waspada dan ketakutan, sebab mereka telah membunuh banyak prajurit Kekaisaran Xia.
"Serahkan bocah itu, atau nyawa kalian yang berikutnya!?" ancaman salah satu utusan itu, dia menggunakan topeng hitam dengan penampilan yang menyeramkan, dia dijuluki sebagai si Tangan Jail.
Keempat rekannya adalah si Tangan Panjang, Tangan Bercabang, Tangan Berkuku, dan Tangan Darah. Penampilan mereka yang sama, membuat siapapun akan kesulitan untuk membedakan mereka. Hanya tinggi badan mereka yang membedakannya.
Ancaman si Tangan Jail bukan hanya gertak sambal saja, karena sudah ada sepuluh prajurit yang meregang nyawa di hadapan semua orang. Semua orang tidak berani menyerang karena kekuatan kelima utusan itu yang ditakuti.
"Bocah yang mana, yang kalian maksudkan?"
Tiba-tiba datang dari belakang rombongan Leluhur Xia dan banyak orang. Orang yang bertanya adalah Leluhur Xia. Semua orang memang tidak tahu siapa yang dicari oleh kelima utusan itu.
Di balik topeng, kelima utusan itu tersenyum tipis karena mengenal Leluhur Xia. Setelah Leluhur Xia berdiri di belakang semua orang, dia melihat para prajurit yang terbunuh.
Kemudian, si Tangan Jail mengeluarkan sebuah gulungan kertas. Ketika dibuka, semua orang terkejut karena di lukisan itu adalah Cao Tian Jun.
"Bukankah dia sudah tewas saat menjalani Kesengsaraan Petir waktu itu?"
Semua orang keheranan melihat lukisan Cao Tian Jun. Suara bertanya-tanya dengan jelas terdengar. Mereka semakin heran dan kebingungan karena kelima utusan itu mencari orang yang telah tewas.
Di pihak Akademi Merpati Putih kelas dua, jelas yang paling terkejut karena tujuan utusan itu yang mencari Cao Tian Jun. Bai Guan dan Chu Xing-fu segera memberikan kode agar semua anggotanya diam saja.
"Dia sudah tewas sebulan yang lalu, dan aku melihat dengan mata kepala!" ungkap Leluhur Xia sambil melihat penampilan mereka untuk dikenali, namun ia tidak menemukan petunjuk apapun dari utusan itu.
Kelima utusan itu menggunakan jubah penyamaran yang sama dan berwarna hitam polos, demikian juga dengan topengnya. Ketika bertemu dengan sesama anggota di jalan, mereka akan menggunakan kode suara dan nama sebagai komunikasi.
"Jangan membual!? Kami jelas-jelas melihatnya semalam?!" bentakan si Tangan Jail yang tidak percaya.
"Kalian bisa tanya semua orang di sini," kata Leluhur Xia.
Kelima utusan itu dengan sorot mata tajam melihat semua orang di belakang Leluhur Xia mengangguk sebagai jawaban.
"Mungkin orang lain yang menggunakan wajahnya untuk melakukan kejahatan! Saya Bai Guan guru dari orang yang Anda cari. Memang muridku itu telah tewas saat menjalani Kesengsaraan Petir yang awan hitamnya mengeluarkan api. Anda sudah pasti mengetahuinya!" Bai Guan sengaja membuka suara untuk meyakinkan kelima utusan itu agar percaya dengan perkataan Leluhur Xia.
Kelima utusan itu saling berpandangan karena memang melihat awan hitam api di atas Pegunungan Lima Jari. Walaupun wilayah Mystical Beast Mountain dan Benua Timur sangatlah jauh, fenomena itu dengan jelas dilihat dari kejauhan.
Selain si Tangan Jail, keempat rekannya mengeluarkan lukisan yang lain, lalu membukanya di hadapan semua orang. Seketika semua orang terkejut melihat wajah-wajah Tim Phoenix. Bai Guan, Chu Xing-fu dan semua guru menjadi panik.
"Darimana Anda, dan apa yang telah dilakukan mereka?" selidik Leluhur Xia, ia tahu siapa wanita-wanita di lukisan itu.
"Tidak perlu tahu darimana kami! Yang pasti, anak-anak muda di lukisan ini telah merugikan kita!" sahut si Tangan Jail yang jelas tidak akan mengungkapkan identitas diri sebagai utusan dari Kuil Tangan Setan.
Leluhur Xia tersenyum sinis karena tahu tujuan mereka yang mengincar generasi muda berbakat. Walaupun tidak tahu tujuan mereka yang sebenarnya, melihat sikap dan tindakannya sudah pasti dengan sengaja berniat buruk.
"Biarkan kami memeriksa seluruh tenda dan kapal angkasa, dan juga mencocokkan wajah kalian semua dengan lukisan ini!" pinta si Tangan Berkuku yang masih belum percaya jika Cao Tian Jun telah tewas.
"Selangkah lagi, kalian semua tidak akan bisa keluar dari sini hidup-hidup!?" gertakan Leluhur Xia ketika si Tangan Berkuku baru berjalan selangkah.
Semua orang segera mengeluarkan senjata dan aura kekuatannya, siap untuk melawan kelima utusan itu. Tindakan mereka jelas sudah kelewatan batas kesabarannya. Leluhur Xia telah menahan emosi melihat prajuritnya terbunuh, tetapi tindakan mereka sudah tidak menghormati Kekaisaran Xia.
__ADS_1
"Kita mundur!" perintah si Tangan Jail karena tidak mungkin melawan ribuan kultivator.
Kelima utusan menghilang dari hadapan semua orang, hanya orang yang memiliki kekuatan setara dengan mereka yang bisa melihat kepergiannya. Kelima utusan itu terbang sangat cepat ke arah Sekte 5 Dewa.
"Mereka lagi!" tebakan Leluhur Xia yang menduga kelima utusan itu dari Sekte 5 Dewa yang memang mencari bakat-bakat muda.
Melihat pandangan mata Leluhur Xia yang tertuju ke arah Timur, Bai Guan dan anggotanya semakin gelisah karena Cao Tian Jun dan Tim Phoenix menjadi incaran Sekte 5 Dewa.
"Kalian harus menjaga murid kalian agar tidak diculik oleh mereka!" peringatan Leluhur Xia kepada Bai Guan yang mengangguk sebagai jawabannya.
"Leluhur, apakah kita tidak membuat perhitungan atas tindakan mereka?" tanya Pangeran Anming yang tidak terima dengan kejadian malam ini.
Leluhur Xia menghela nafas panjang karena tahu Sekte 5 Dewa dihuni oleh orang-orang kuat dan misterius, dia jelas tidak ingin meminta pertanggung jawaban mereka.
"Lebih baik kalian jangan keluar dari wilayah ini sebelum perburuan dimulai. Kremasi jenazah mereka dan berikan kompensasi kepada keluarganya!" perintah Leluhur Xia kepada bawahannya. Lalu, ia kembali ke kapal angkasa untuk melihat kondisi cucunya.
"Baik, Leluhur!" jawaban semua orang yang tidak ingin mencari masalah sebelum mendapatkan apapun dalam perburuan ini.
Bai Guan, Chu Xing-fu dan semua guru segera menemui Cao Tian Jun dan Tim Phoenix...
Cao Tian Jun melihat kejadian ini di atas dek kapal angkasa milik Ao Zhen Juan. Niatnya ingin masuk ke Hutan Lingkaran Bulan, saat ini diurungkan karena dirinya telah membuat kesalahan besar yang tidak menggunakan penyamaran saat berburu harta. Dia juga telah membuat kekasihnya dalam bahaya.
Seandainya tahu jika di wilayah Mystical Beast Mountain tersembunyi orang-orang kuat, dia jelas tidak akan bertindak ceroboh dengan mengeluarkan Tim Phoenix, dan jelas akan menggunakan wajah samaran.
"Maaf!" ucap Cao Tian Jun kepada Tim Phoenix yang juga melihat kejadian ini.
"Ini dunia kultivator, sewaktu-waktu kehilangan nyawa adalah resiko, apapun alasannya!" ucap Xia Junsu yang tidak ingin putranya merasa bersalah karena kejadian ini.
"Perkiraan besok, entah itu siang hari atau malam, dinding energi Wall Moon akan menghilang. Lebih baik kita persiapkan diri!" ucap Bai Guan kepada Cao Tian Jun dan Tim Phoenix.
Cao Tian Jun mengangguk paham, lalu kembali menuju ke dalam kapal angkasa dan diikuti oleh Tim Phoenix. Matriark Yin An dan Tim Yin Meili juga mengikutinya.
Setelah berada di dalam kamar, Cao Tian Jun membaringkan tubuhnya sambil berpikir tentang kejadian ini.
"Kita tidak bisa lagi berburu harta!" sesal Chu Sying yang kecewa gara-gara lima utusan dari Kuil Tangan Setan.
"Kata siapa tidak bisa? Tengah malam, kita akan kembali ke sana sesuai rencana!" sahut Cao Tian Jun.
"Nasi sudah menjadi bubur, sekalian saja masuk ke dalam lumpur!" ucap Matriark Yin An yang ingin ikut. Karena Yin Meili menceritakan tentang perbuatan Cao Tian Jun di Hutan Lingkaran Bulan, ia menjadi penasaran dan ingin ikut.
Cao Tian Jun segera beranjak dari tempat tidurnya. "Ayo, kalian masuk. Kali ini, aku tidak akan ceroboh seperti sebelumnya!" tekadnya yang ingin menguras harta langka di wilayah Mystical Beast Mountain.
"Katamu tengah malam?" Xia Junsu keheranan karena tidak sesuai dengan ucapannya sesaat lalu.
"Ada sesuatu yang harus kulakukan sebelum ke sana!" jawaban Cao Tian Jun yang penuh misterius.
"Apa itu?" tanya Matriark Yin An.
"Nanti kalian akan tahu!!" sekali lagi jawaban Cao Tian Jun membuat Tim Phoenix semakin penasaran dan juga berdebar-debar, sebab apa yang akan dilakukan olehnya nanti pasti akan membuat kehebohan.
Sebelum Tim Phoenix banyak bertanya, Cao Tian Jun melambaikan tangan kanannya yang mengeluarkan energi Kekuatan Jiwanya. Dalam sekejap mata, Tim Phoenix telah berada di dalam cincin dimensinya.
"Hati-hati, jangan ceroboh!" peringatan Xia Junsu dengan tegas.
__ADS_1
Cao Tian Jun tidak membalas ucapan Xia Junsu, dia merubah penampilannya menjadi seorang pria usia 37 tahun, rambut sebahu berwarna hitam. Kemudian, dia berteleportasi dan muncul di tempat yang dijadikan arena pertandingan sementara.
Dengan wujud menjadi udara, dia melesat ke arah base camp Dinasti Cao. Tujuannya, mengeliminasi Pangeran Shi dan Pangeran Yang. Dua orang itu harus mati malam ini. Kemudian setelah itu, dia akan menggunakan wajah Pangeran Shi saat memasuki Hutan Lingkaran Bulan...
Setelah kepergian Cao Tian Jun, di dalam kamarnya muncul lima orang. Mereka adalah utusan dari Kuil Tangan Setan. Sayangnya, target mereka tidak ada di dalam kamar. Dengan skill kamuflase, mereka menyebar mencari target di setiap kamar yang ada di dalam kapal...
Saat ini, Cao Tian Jun telah berada di dekat dengan perkemahan Kekaisaran Cao, berdiri di atas puncak pohon. Dia melihat banyak prajurit yang menjaga perbatasan base camp. Jumlah pemburu harta lebih banyak dari pihak Benua Timur, tiga kali lipat.
Dengan Mata Surgawi, ia mencari keberadaan Pangeran Shi dan Pangeran Yang. Tidak berselang lama, dia menemukan targetnya yang berada di dalam tenda utama berukuran besar. Mereka berkumpul dengan Kaisar Cao dan banyak orang-orang penting.
Karena tidak tahu apa yang mereka diskusikan, Cao Tian Jun bergegas menuju ke tenda utama. Karena wujudnya menjadi udara, setiap orang yang dilewati tidak mengetahuinya. Apalagi dengan adanya hembusan angin laut, justru membuat kemampuan Cao Tian Jun semakin sulit untuk diketahui maupun dirasakan oleh siapapun.
Mengetahui tujuan Cao Tian Jun, Tim Phoenix jelas tercengang melihatnya. Mereka segera memberikan peringatan kepada kekasihnya agar segera meninggalkan base camp Kekaisaran Cao. Sayangnya, Cao Tian Jun tidak mengindahkan peringatan mereka.
Setelah berada di dalam tenda pertemuan Dinasti Cao, Cao Tian Jun menguping pembicaraan mereka. Ternyata, Kaisar Cao memerintahkan semua orang untuk mengeliminasi siapapun orangnya yang ikut dalam perburuan. Dia ingin menguasai Mystical Beast Mountain, dan tujuan utamanya jelas Hidden Palace.
Keberanian Kaisar Cao memberikan perintah itu dikarenakan Ratu Shima tidak ikut dalam perburuan kali ini. Kesempatan ini, jelas tidak mungkin dilewatkan oleh penguasa Dinasti Cao. Akan tetapi, dia melarang siapapun untuk memprovokasi pihak Kekaisaran Shima.
Lawan dari Dinasti Cao adalah Kekaisaran Xia, Kekaisaran Dao, Kekaisaran Yao, Klan Fang dan Sekte Es. Paviliun Bunga Kematian dan Sekte 5 Dewa adalah sekutunya. Dengan kata lain, Dinasti Cao di bawah naungan dua kelompok itu (Sekte 5 Dewa dan Paviliun Bunga Kematian).
Kaisar Cao tidak tahu bawah pendukungnya dalam kekuasaan Kuil Tangan Setan. Keberaniannya ini juga berkat dukungan dari sekutunya itu.
"Perkiraan, besok siang atau malam, Wall Moon akan terbuka. Ingat, hindari seminim mungkin untuk tidak bentrok dengan pihak Kekaisaran Shima! Persiapkan diri kalian!"
Akhirnya, Kaisar Cao membubarkan pertemuan ini. Setelah semua orang keluar dari tenda pertemuan, tersisa kedua putranya, dan beberapa orang berjubah hitam yang berasal dari Paviliun Bunga Kematian.
"Pria yang mengalahkan kalian, biarkan diurus oleh Paviliun Bunga Kematian. Fokus kalian untuk mengeliminasi generasi muda mereka!" ucap Kaisar Cao kepada putranya, lalu melambaikan tangan kanannya agar kedua putranya untuk kembali ke tempatnya.
Pangeran Shi dan Pangeran Yang segera keluar dari tenda pertemuan. Setelah tidak ada orang lain di dalam tenda, orang-orang dari Paviliun Bunga Kematian membuka penutup kepala dan topengnya.
Matriark Yin An, Xia Junsu dan Ao Zhen Juan terbelalak melihat salah satu dari anggota itu. Mereka melihat Conglin pemimpin Paviliun Bunga. Xia Junsu segera memerintahkan kepada putranya agar meninggalkan tempat ini, sebab kekuatan Conglin dikabarkan setara dengan Ratu Ular Surgawi.
Buru-buru Cao Tian Jun meninggalkan tenda pertemuan, dia mengikuti Pangeran Shi dan Pangeran Yang yang menuju ke satu arah. Tindakannya membuat Tim Phoenix kesal karena tidak segera keluar dari wilayah ini.
Cao Tian Jun melihat Pangeran Yang menuju ke tenda yang bersebelahan dengan Pangeran Shi. Dia segera masuk ke dalam tenda Pangeran Yang sebelum targetnya.
Ketika berada di dalam tenda, dia melihat dua wanita muda diikat kedua kaki dan tangannya dengan mulut disumpal kain. Kedua wanita muda itu dalam keadaan pingsan. Tampaknya kedua wanita itu diculik oleh Pangeran Yang untuk dijadikan tempat pelampiasan nafsu.
Tanpa basa-basi, Cao Tian Jun memasukkan kedua wanita itu ke dalam Cincin Dimensinya, dan langsung ditangani oleh Tim Phoenix yang merawat mereka. Lalu, dia mematikan pencahayaan di dalam tenda.
Ketika Pangeran Yang baru masuk ke dalam tendanya, jelas ia kesal karena tenda gelap gulita. Namun, sebelum dia menyalakan api, tiba-tiba tengkuknya dipukul oleh seseorang dari belakang. Seketika dia pingsan.
Sebelum tubuh Pangeran Yang jatuh, Cao Tian Jun segera memegangnya. Lalu dia memasukkan targetnya ini ke dalam Dunia Jiwanya, di masukkan ke dalam Pagoda Penjara. Dia akan membunuhnya setelah perburuan berakhir.
Jika dibunuh sekarang, dia khawatir akan diketahui oleh musuhnya melalui bola kristal kehidupan milik Pangeran Yang. Kemudian, Cao Tian Jun meletakkan Bunga Mawar hitam di ranjang milik Pangeran Shi. Rencananya, dia ingin menghancurkan koalisi musuhnya, dan mawar hitam merupakan ciri khas Paviliun Bunga Kematian.
Setelah itu, dia bergegas menuju ke tenda milik Pangeran Shi. Karena kekuatan Pangeran Shi jauh di bawah Cao Tian Jun, dia juga bernasib sama dengan adiknya, dan dimasukkan ke dalam Dunia Jiwanya, satu tempat dengan adiknya yang dipenjara di dalam Pagoda Penjara.
Kemudian, Cao Tian Jun menggunakan wajah Pangeran Shi. Dia segera menuju ke Hutan Lingkaran Bulan. Segala perbuatannya dengan jelas dilihat oleh Tim Phoenix, mereka hanya bengong melihat kekasihnya seperti pembunuh profesional, gerakannya cepat dan akurat saat melumpuhkan lawan.
Tim Phoenix, akhirnya paham ucapan Cao Tian Jun yang membalas ancaman Pangeran Shi setelah pertarungan antara generasi muda dimenangkan oleh pihak Benua Timur.
"Jika kalian tidak sibuk ...!" Inilah ucapan balasan Cao Tian Jun kepada Pangeran Shi. Yang artinya, menyibukkan pihak Dinasti Cao yang mencari keberadaan dua Putra Mahkota Kekaisaran Cao.
__ADS_1