
Bab 163. Kesetiaan Fang Yin.
Apa yang dialami oleh Cao Tian Jun adalah ujian kedua setelah berhasil melewati Jembatan Batu Melayang, yaitu mampu melawan tekanan gravitasi bumi. Dua ujian ini bertujuan agar tidak banyak orang yang berhasil masuk ke dalam Hidden Palace.
Melihat sosok berjubah yang mampu mengendalikan banyak binatang mistik telah mendahului siapapun, para pimpinan segera berinisiatif untuk menyusulnya.
Dengan tali yang diikatkan di pinggang, Kaisar Cao melompat ke bebatuan yang melayang, dengan hati-hati dan teliti setiap kali menginjakkan kakinya di batu. Setiap tumpuan kakinya selalu acak karena bebatuan itu juga bergerak tak beraturan.
Kaisar Cao tidak sendirian, Kaisar Dao segera menyusulnya, melangkahkan kakinya dengan hati-hati. Lalu disusul dengan pesaingnya, satu demi satu melompati bebatuan melayang.
Setiap berhasil berdiri di bebatuan melayang yang tepat, mereka tidak segera melompati batu berikutnya, tetapi memilih batu yang tidak menjatuhkan dirinya. Setelah yakin pada batu pilihannya, maka mereka segera melompat dan berdiri di batu melayang.
Sedangkan Cao Tian Jun, masih berjuang keras untuk menuju ke pintu Hidden Palace yang tampak kecil saat dilihat dari lereng gunung, setiap langkah kakinya meninggalkan jejak telapak kaki yang terbungkus sepatu.
Keringat membasahi seluruh pakaiannya karena menahan tekanan medan gravitasi. Setiap kali kelelahan, dia segera duduk dan melihat ke belakang, melihat pesaingnya.
Dia tersenyum tipis melihat pesaingnya saling menyerang untuk menjatuhkan rivalnya saat berusaha melewati Jembatan Batu Melayang. Seperti saat ini, di mana Kaisar Cao menyerang Kaisar Dao dengan melepaskan tinju berenergi. Di atas jembatan, mereka saling membalas serangan.
Dengan seringai jahat, Cao Tian Jun mengeluarkan busurnya, lalu membidik kepala Kaisar Cao. Kemudian, muncul tiga anak panah energi di jari tangan kanannya, menarik tali busur, dan melepaskannya setelah target terkunci.
Kaisar Cao merasakan bahaya dari arah puncak gunung, segera dia melompat setinggi mungkin sebelum tiga anak panah mengenai kepalanya. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Kaisar Dao yang menyerangnya.
Akan tetapi, Kaisar Cao dengan sigap menangkis serangan lawan dengan tinju berenergi. Sayangnya, batu yang menjadi tumpuan kakinya telah bergerak, dan digantikan dengan batu tanpa memiliki simbol Formasi Array. Akibatnya, batu yang dipijaknya langsung tenggelam.
Untung saja pinggangnya diikat tali, dan bawahannya segera menarik talinya agar tidak terjatuh ke dalam Jurang Roh Binatang. Kaisar Dao tertawa puas melihat rivalnya kembali ke awal.
Namun, tawa Kaisar Dao seketika menghilang karena Cao Tian Jun menyerangnya dengan anak panah. Kali ini, tidak hanya tiga anak panah yang akan mengenainya, melainkan anak panah datang berkali-kali.
Karena gangguan dari Cao Tian Jun, nasib Kaisar Dao tidak jauh dari Kaisar Cao, dirinya selamat setelah tali pengaman ditarik oleh bawahannya sebelum terjatuh ke jurang.
Melihat mereka, Cao Tian Jun tertawa puas yang suaranya sangat keras. Kedua kaisar itu sangat marah, hingga di kepalanya mengeluarkan asap dan wajahnya memerah.
Bai Guan dan rombongannya menahan tawa karena keusilan Cao Tian Jun. Mereka tahu siapa sosok yang telah melewati Jembatan Batu Melayang karena melihat jubah penyamarannya.
Yang menjadi pertanyaan semua orang, apakah ada jalan lain yang tersembunyi di Jurang Roh Binatang tanpa harus melewati Jembatan Batu Melayang?
__ADS_1
Mereka sebenarnya ingin memeriksa Jurang Roh Binatang, namun niat itu diurungkan setelah mendengar kabar tewasnya beberapa jenderal dan prajurit Kekaisaran Xia di Lembah Semut Api.
Fang Yin segera bertanya mengenai Cao Tian Jun kepada Bai Guan dan semua anggota Akademi Merpati Putih kelas dua, namun mereka selalu bungkam, dan dengan kompak mengatakan bahwa Cao Tian Jun telah tewas. Bahkan saat bertanya kepada keluarga besar dari Tim Phoenix, Fang Yin selalu mendapatkan jawaban yang sama.
Mereka kompak berbohong karena Fang Yin selalu bersama dengan Pangeran Zeming. Demikian juga dengan Xue Li Xia dan Xue Delun Hai yang bertanya, hasilnya juga sama, Bai Guan dan semua rombongannya mengatakan bahwa Cao Tian Jun memang telah tewas di Pegunungan Lima Jari.
"Kalian sudah tua, biarkan generasi muda yang menggantikannya," kata Cao Tian Jun yang suaranya menggema hingga terdengar oleh semua orang yang berada di seberang Jurang Roh Binatang.
"Lihat saja kau, jika tertangkap, aku akan menyiksamu!?" bentakan Kaisar Cao.
"Kau... Lihat saja kau, aku pasti akan merebus tubuhmu di dalam api penyiksaan!?" ancaman Kaisar Dao sambil jarinya menunjuk ke arah Cao Tian Jun.
"Coba saja jika mampu!" tantangan Cao Tian Jun dan segera melanjutkan perjalanan menuju ke Hidden Palace karena Kaisar Yao hampir sampai di ujung jembatan.
Tubuh Fang Yin gemetaran saat mendengar suara Cao Tian Jun yang tidak disamarkan. Dia tiba-tiba melompati bebatuan melayang tanpa tali pengaman.
Perbuatannya membuat Patriark Fang, Fang Guotin, Pangeran Zeming dan semua keluarganya kaget. Namun mereka terlambat mencegahnya. Akan tetapi, mereka tercengang karena Fang Yin selalu menginjak kakinya di bebatuan melayang dengan tepat, tanpa melihat dan memilih bebatuan.
Fang Guotin dan Patriark Fang segera menyusul Fang Yin setelah mengenakan tali pengaman. Mereka mengikuti bebatuan yang dipijak oleh Fang Yin. Sayangnya, pijakan yang sama justru hampir membuat mereka akan terjatuh ke jurang.
Dengan kata lain, batu yang sama tidak bisa dipijak oleh orang di belakangnya, harus memilih batu yang lain. Hal ini sudah diketahui oleh siapapun, tetapi Fang Guotin dan Patriark Fang mengikuti langkah Fang Yin karena khawatir.
Kaisar Yao terdiam sambil melihat punggung Fang Yin, dia berpikir jika sosok berjubah hitam itu adalah Cao Tian Jun. Lalu dia memikirkan bebatuan melayang yang tidak membuat Fang Yin terjatuh.
"Putraku bukan pilihannya!" gumam Kaisar Yao setelah melihat Fang Yin yang mampu melewati Jembatan Batu Melayang.
Dia segera menyusul Fang Yin dan memutuskan untuk mengetahui siapa sosok berjubah hitam itu yang membuat Fang Yin menjadi seperti sehebat ini. Jika tebakannya benar, dia tidak akan memaksa Fang Yin untuk menikah dengan putranya.
Fang Yin bisa melewati ribuan bebatuan melayang karena dipikirnya hanya ada cinta terhadap Cao Tian Jun, tidak ada pikiran lain. Ujian Jembatan Batu Melayang memang tentang pilihan yang tepat dan terfokus. Keberhasilan Fang Yin, dikarenakan cintanya hanya untuk Cao Tian Jun yang menjadi pilihannya semenjak pertama kali bertemu.
Intinya di ujian pertama ini, pijakan kaki pada pilihan yang tepat dengan satu tujuan, adalah kunci keberhasilan melewati Jembatan Batu Melayang.
Jalan lain yang dilalui oleh Cao Tian Jun, juga memiliki makna yang tidak jauh berbeda dengan Jembatan Batu Melayang, dia harus melewati lorong sempit yang sulit dilalui oleh siapapun.
Ketika dihadapkan dengan dua lorong bercabang, itu juga ujian untuknya, pilihan pertama memang mendapatkan banyak harta dan wanita cantik, dan Cao Tian Jun hampir terbunuh karena terpesona dengan kecantikan Dewi Alam Semesta. Untung saja, dia segera sadar dan kembali pada tujuannya. Dan lorong kedua semakin sempit karena sebelumnya telah salah memilih jalan.
__ADS_1
Saat ini, Cao Tian Jun tercengang melihat Fang Yin yang tidak banyak terpengaruhi oleh tertekan medan gravitasi di gunung, mengejarnya dengan sangat cepat, bahkan Kaisar Yao terlebih dahulu menyusulnya. Mereka berdua sebenarnya juga mendapatkan tekanan gravitasi, tetapi tidak seberat Cao Tian Jun.
Tidak ingin ditangkap oleh Kaisar Yao, Cao Tian Jun mengeluarkan Kekuatan Jiwa Semesta agar mampu meringankan tubuhnya. Dan, tubuhnya sedikit lebih ringan, mampu berlari menuju pintu Hidden Palace.
Apa yang dialami oleh Cao Tian Jun saat ini, yang mana tubuh tertekan oleh medan gravitasi, itu juga hukumannya yang telah salah memilih lorong bercabang. Filosofinya, mendapatkan harta yang banyak semakin memberatkan diri.
Intinya, jangan serakah, keserakahan akan membawamu ke jurang kematian, tanpa bisa menikmati hasil jerih payahmu.
Cao Tian Jun semakin panik karena Kaisar Yao sudah sangat dekat, mendahului Fang Yin dengan jarak yang terpaut jauh. Segera dia menyembunyikan Kekuatan Jiwa Semesta. Dia kembali menjadi normal, melangkah kaki dengan sangat berat.
"Anak muda, siapa nama Anda?" tanya Kaisar Yao setelah berhasil menyusul Cao Tian Jun.
Cao Tian Jun terengah-engah sambil berhenti, dan diikuti oleh Kaisar Yao. Hatinya sedikit lega karena Kaisar Yao tidak berniat buruk kepadanya. Dalam keadaan seperti ini, dia bisa saja terbunuh. Untung saja dia tidak menargetkan Kaisar Yao.
Sebelum menjawab, dia melihat Fang Yin yang tampaknya sudah mengenalinya. Di dalam pikirannya, apakah harus mengungkapkan identitasnya atau tidak.
"Cao Tian Jun, apakah benar Anda adalah Cao Tian Jun dari Akademi Merpati Putih kelas dua?" tebakan Kaisar Yao yang tidak tersinggung karena Cao Tian Jun mengabaikannya.
Di balik topengnya, Cao Tian Jun tersenyum masam karena penyamarannya telah diketahui. "Namanya juga penyamaran, lambat laun akan diketahui juga!" batinnya.
"Benar! Maaf, saya melakukan ini agar tidak menjadi buruan orang yang tidak suka!" alasan Cao Tian Jun.
Kaisar Yao tersenyum sambil menepuk-nepuk bahu Cao Tian Jun, dia memahami alasannya. Hal wajar dan umum jika orang jenius akan memicu kecemburuan sosial, bahkan sudah banyak orang jenius terbunuh.
"Cao Tian Jun...!!" teriakan Fang Yin sambil menerjang tubuh Cao Tian Jun dan hampir saja terjatuh ke tanah.
Kaisar Yao menghela nafas panjang karena putranya kurang beruntung tidak mendapatkan cinta sejati. Dia segera melanjutkan perjalanan menuju ke pintu masuk Hidden Palace yang tidak jauh lagi.
Tetapi, dengan kejadian ini, akan memberikan pelajaran berharga bagi putranya. Sebagai putra mahkota yang akan mewarisi tahta, harus siap menerima kenyataan ini. Sebagai seorang pemimpin, harus membuang perasaan cinta pada diri sendiri, cinta hanya untuk semua rakyatnya.
Fang Yin menangis sejadi-jadinya, air matanya membasahi dada Cao Tian Jun. Sedangkan Cao Tian, tidak tahu harus berkata apa setelah mengetahui perjodohan ini, Fang Yin dan Pangeran Zeming.
"Bukankah kamu telah melepaskan Cincin Ikatan Hati karena memilih pangeran pujaan hatimu! Kenapa kamu masih memilihku?" tanya Cao Tian Jun dengan nada ketus, dan juga sindiran.
"Kamu salah paham!" ucap Fang Yin yang semakin erat memeluk Cao Tian Jun yang ingin melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Kemudian, Fang Yin pun menjelaskan tentang kesalahan pahami ini. Dia melepaskan Cincin Ikatan Hati karena tidak ingin mengkhianati Cao Tian Jun saat memberikan syarat kepada Pangeran Zeming.
Sebenarnya, setelah lamaran dari Pangeran Zeming diterima oleh keluarga besar Fang, Fang Yin selalu mendapatkan ancaman dari Pangeran Zeming karena selalu menolaknya. Karena hanya ancaman, Fang Guotin tidak melakukan tindakan apapun, sebab ancaman belum terjadi.