
Bab 182. Keputusan Selir Sha Demi Keinginan Long Yung Putrinya.
...****************...
Di wilayah Kerajaan Naga, tepatnya berada di dekat Bukit Padang Rumput Naga, sisi Timur Laut dari wilayah kerajaan.
Ada sebuah gua tersembunyi. Gua itu adalah tempat Selir Sha menjalani kultivasi tertutup, sekaligus tempat yang sangat cocok untuk bersembunyi. Bibir gua hanya bisa dilewati oleh dua orang, tinggi tidak lebih dari 190 cm, di depannya tertutup semak belukar lebat.
Dan, di pintu gua itu juga dipasangi Formasi Array tingkat Heavenly King tahap menengah. Agar lebih aman, setiap jalur gua menuju ke ujungnya diberi mantra sihir ilusi.
Di dalam gua, bukan seperti gua. Setiap dinding jalur gua dipoles agar halus, demikian juga dengan pijakan kaki yang terpasang rapi menggunakan batu marmer. Tetapi, di dinding gua itu tersembunyi mekanisme jebakan.
Jalur gua sepanjang 100 meter. Saat berada di ujung gua, orang yang melihatnya akan dibuat terkagum-kagum karena bukan seperti berada di dalam gua, melainkan berada di dalam sebuah kubah besar.
Di dalam gua itu terdapat matahari buatan sebagai penerangan, adanya matahari karena di dalamnya ditumbuhi sayuran, pohon buah dan padi. Ada sungai kecil yang airnya berasal dari rembesan, sungai kecil itu tertuju ke dalam tanah.
Di ujung gua, dibangun sebuah rumah kayu, memiliki tiga kamar tidur, ruang tamu, gudang harta, satu kamar mandi dan ruang dapur. Siapapun orangnya yang tinggal, sudah pasti akan betah bertahan lama di gua. Ini seperti halnya hidup di dunia buatan berukuran kecil.
Semua itu dibuat oleh Selir Sha seorang diri. Selain seorang kultivator sihir, dia juga seorang ahli Formasi Array tingkat Heavenly King tahap menengah. Untuk membuat dunianya sendiri, dia telah menghabiskan banyak biaya yang didapatkan dari jatah seorang selir.
Di gua ini, Selir Sha menjalani kehidupan. Dia akan menemui Raja Long setiap satu bulan sekali hanya untuk memenuhi kewajiban sebagai seorang selir, sekaligus mengambil jatahnya. Dia mengawasi putrinya juga dari dalam gua melalui Cermin Sihir.
Satu-satunya orang yang mengetahui gua ini adalah Putri Long Yung. Selir Sha sudah seringkali meminta putrinya agar menyimpan hasil rampokan di tempat ini, tetapi putrinya selalu menolak dengan alasan ingin mandiri.
Putri Long Yung tidak pelit harta, dia juga sering memberikan sebagian hasil rampokan untuk ibunya dalam membangun gua ini. Bahkan menitipkan sebagai hasil rampokan kepada ibunya yang akan digunakan untuk mendirikan suatu pemerintahan impian.
Saat ini, putrinya berbaring lemah di ranjang. Putri Sha dengan lembut merawat putri satu-satunya. Dia telah memberikan Pil Pemulih Energi dan Pil Penyembuh agar kondisi putrinya segera pulih. Dia juga menggunakan mantra sihir pemulih agar semakin cepat menyembuhkan putrinya.
Perlahan kedua mata Putri Long Yung terbuka. Selir Sha tersenyum bahagia melihat putrinya telah lepas dari masa kritis, ingin rasanya memeluk putrinya jika tidak terluka.
Putri Long Yung meneteskan air mata saat melihat ibunya. "Maafkan aku, Ibu!" ucapnya dengan nada lemah dan menyesal, ia memegang erat tangan ibunya yang lembut.
"Kamu tidak salah, tidak salah! Hanya kurang cermat memilih lawan," kata Selir Sha sambil membelai rambut putrinya yang sebagian terbakar akibat Kekuatan Jiwa Semesta.
Putri Long Yung masih teringat jelas bagaimana dirinya seperti ini. Dia juga tidak menyangka orang yang ditargetkan menyembunyikan kekuatan yang sangat mengerikan. Jika tahu kejadiannya seperti ini, dia akan lebih berhati-hati untuk menyerang Tian Jun.
"Cao Tian Jun... Aku pasti membalasnya!" tekad Putri Long Yung setelah sepenuhnya sembuh total.
"Buang pikiranmu itu, kamu bukan lawannya! Dia adalah suami dari Ratu Shima!" ungkap Selir Sha.
Putri Long Yung jelas tidak peduli dengan Ratu Shima yang Infomasi ini sudah diketahui dari Bao Dong. Hatinya sangat sakit karena Tian Jun mengambil hartanya.
"Ibu, buat aku cantik melebihi Ratu Shima, aku ingin membalas dendam dengan cara yang lebih elegan! Aku ingin membuatnya merasakan lebih dari yang kurasakan...," Putri Long Yung mengungkapkan isi hatinya yang penuh dengan dendam.
Selir Sha tersenyum tipis karena hafal dengan sifat putrinya yang keras kepala. Tapi, keinginan dari putrinya yang ingin merubah penampilan yang cantik melebihi Ratu Shima, sulit untuk dikabulkan.
"... Ibu, tolong kabulkan permintaanku ini!" pinta Putri Long Yung setelah meluapkan emosi kepada Tian Jun.
"Nak, kamu tahu, kecantikan yang berasal dari sihir tidak mampu bertahan lama. Sejujurnya, Ibu tidak bisa mengabulkan keinginanmu secara permanen. Wajahmu saat ini sudah sangat cantik, cukup sedikit dipoles kamu akan melebihi Fang Yin. Percayalah pada dirimu sendiri, kamu itu sudah sangat cantik!" tutur lembut Selir Sha agar putrinya mengurungkan niatnya untuk membalas dendam.
Namun, Putri Long Yung terus bersikukuh untuk membalas dendam, dia terus memohon kepada ibunya agar penampilannya diubah melebihi Ratu Shima.
Selir Sha menghela nafas panjang karena putrinya yang keras kepala. Dia menatap langit-langit kamar untuk berpikir, memikirkan keinginan putrinya ini.
"... Jika Ibu tidak mengabulkannya, lebih baik aku mati!" ancam Putri Long Yung karena ibunya diam saja.
Jelas Selir Sha tersentak kaget karena baru kali ini putrinya mengancam. "Jangan lakukan itu, Ibu tidak ingin hidup sendiri!"
__ADS_1
Dia memeluk tubuh putrinya sambil menangis. Putri Long Yung meringis kesakitan karena dipeluk, tetapi ia menahan rasa sakitnya. Dia menyesal telah membuat ibunya menangis, hal yang tidak pernah dilihatnya walaupun ibunya hidup susah.
"Maafkan aku, Bu!" sesal Putri Long Yung, ia berusaha mengangkat tangan kiri dan membelai rambut ibunya, "tapi, aku tidak punya pilihan lain lagi. Daripada menjadi Iblis Hati, lebih baik aku mati jika tidak bisa membalas dendam kepadanya!" imbuhnya.
Iblis Hati merupakan masalah terbesar bagi setiap kultivator, yang terlahir dari rasa segala emosi negatif yang tidak bisa keluar dari hatinya. Jika diberikan tumbuh di hati, Iblis Hati akan menghambat peningkatan kekuatan, menjadi diri kehilangan kendali, terburuknya bisa membunuh orang-orang disekitarnya.
Selir Sha menangis sambil mengangguk kepala sebagai jawaban atas keinginan putrinya. Setelah tenang, dia mengusap air matanya, lalu berkata, "Ibu memang tidak bisa memenuhi keinginanmu...,"
Dia berhenti berbicara untuk menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan. Putri Long Yung meneteskan air mata kesedihan karena ibunya memang tidak bisa mengabulkan keinginannya yang mustahil menyamai kecantikan Ratu Shima.
"Bukan berarti Ibu tidak memiliki cara lain yang lebih baik dan aman. Tapi...!" lanjut Selir Sha dan berhenti sejenak karena keputusan yang akan dipilih membuat jati diri putrinya akan menghilang sebagian.
"Tapi apa? Cepat katakan, Bu! Aku tidak peduli dengan syaratnya yang berat dan menyakitkan. Lihat kondisiku saat ini, apakah ini tidak sangat menyakitkan?" tanya Putri Long Yung dengan semangat, dia pikir ibunya tidak mau mengabulkan keinginannya.
Selir Sha menatap mata putrinya yang penuh dengan tekad membara, dan melihat sudut matanya yang mengalir air mata.
"Ibu memiliki seorang guru wanita, kecantikannya tidak kalah dari Ratu Shima. Jika kamu bersikukuh seperti ini, Ibu bisa panggil beliau agar menyatu dengan tubuhmu. Tetapi, setelah kamu menyatu, kamu akan memiliki kepribadian ganda, dan Ibu...," Selir Sha berhenti menjawab karena tidak ingin kehilangan jati diri putrinya.
"Tidak peduli apa, aku melakukan apapun demi membalas rasa sakit ini! Katakan, Bu?" tekad Putri Long Yung, walaupun sebagian dirinya akan dikendalikan wanita itu.
Wajar jika Putri Long Yung menjadi sangat dendam kepada Tian Jun. Hasil jerih payahnya selama ini, dan dikumpulkan secara perlahan, hanya dipanen oleh Tian Jun yang tidak melakukan apapun. Menjadi perampok, juga karena ketidakadilan di dunia ini terhadap rakyat kecil yang tidak berdaya.
Seharusnya, tujuannya ini mendapatkan dukungan, bukan seperti ini. Memang dia mengakui tindakannya salah, tapi semua ini juga karena tidak ada pilihan agar para penguasa sadar diri akan nasib rakyat jelata.
Selama menjalani profesi sebagai perampok, dia dan anak buahnya tidak pernah membunuh korbannya, hanya mengambil harta dan melukai korban agar tidak melawan balik.
"Sebelum Ibu memanggil beliau, ada yang harus kamu ingat untuk selamanya... Jangan lupakan Ibu dan dirimu sendiri. Ikuti hati nurani agar tidak sepenuhnya dikendalikan. Tolong, ingat pesan Ibumu ini!" pinta Selir Sha sambil menggenggam erat tangan putrinya.
"Aku bersumpah, pesan Ibu selalu kuingat!" jawab Putri Long Yung dengan segera dan tegas, dia tidak ingin lagi mengecewakan ibunya ini, satu-satunya orang yang selalu mengerti dirinya.
Selir Sha mengecup kening putrinya sambil memeluk dengan lembut. Putri Long Yung membalas pelukan ibunya.
Selir Sha berdiri di tengah kamar putrinya, lalu mengeluarkan kertas berwarna kemerahan. Dia mengigit ujung jari telunjuk tangan kanan, lalu mengoleskan darahnya pada kertas mantera. Dia menulis mantera pemanggilan.
Setelah beberapa waktu, dia selesai menulis mantera, lalu melemparkan kertas itu ke atas. Seketika kertas mantera itu terbakar. Lalu muncul lubang dimensi.
Putri Long Yung yang melihat lubang dimensi sangat mengagumi kehebatan ibunya. Dia terkejut saat melihat wanita cantik yang lebih muda darinya keluar dari dalam lubang dimensi. Dan portal dimensi itu menghilang setelah wanita cantik ini keluar.
Wanita itu sangat-sangat cantik, rambut panjang tergerai dan berwarna hitam, tinggi badan mencapai 175 cm, dagu runcing, tubuh proporsional, usianya 17 tahun, padahal usia sebenarnya sudah tak terhitung. Intinya, wanita itu sangat cantik melebihi siapapun yang pernah dilihat oleh Putri Long Yung. Bahkan tidak kalah dari Ratu Shima.
"Guru Lao!" sapa Selir Sha sambil membungkukkan badan sebagai bentuk penghormatan kepada gurunya.
Guru Lao tersenyum melihat Sha Biming, murid yang selalu membuatnya senang karena ulet, mandiri dan juga setia. Lalu dia melihat Long Yung yang terpesona akan kecantikannya.
Sambil membelai rambut muridnya ini, Guru Lao bertanya dengan nada lembut, "yakin akan keputusanmu ini?"
Guru Lao mengetahui apa yang terjadi dengan Sha Biming dan Putri Long Yung. Sebelum dipanggil, dia juga sudah tahu keinginan Long Yung.
Selir Sha melihat putrinya. Dengan segera Putri Long Yung yang menjawab, "Guru cantik, tolong kabulkan keinginan gadis kecil ini!"
Guru Lao tertawa kecil mendengar pujian dari Long Yung, dia segera mendekatinya, duduk di tepi ranjang. Lalu memegang tangan kanan Putri Long Yung.
Putri Long Yung terkejut bukan main karena seluruh luka dalam dan luar sepenuhnya pulih total, dia juga tidak merasakan sakit sedikitpun. Dia segera bangun dan tanpa sungkan memeluk Guru Lao.
Guru Lao membalas pelukannya, lalu melihat muridnya yang berada di depan yang memberikan anggukan kepala. Dihadapan mata, Selir Sha melihat Guru Lao menyatu dengan putrinya. Tanpa sadar, ia kembali meneteskan air mata karena tidak akan lagi melihat putrinya seperti dulu...
...****************...
__ADS_1
Kembali ke Tian Jun.
Tian Jun penasaran saat melihat Leluhur Yao membuka sebuah kitab yang dikenalnya. Dia memfokuskan Mata Surgawi untuk membaca kitab tersebut. Setelah tahu jika itu adalah Kitab Tujuh Lapis Langit yang berisi tentang skill bertarung, jelas ia terkejut.
Bermunculan spekulasi dipikirannya yang tidak bisa dijawab. Menurut cerita dari Xia Junsu yang berbeda dengan cerita dari gurunya.
Menurut cerita dari Xia Junsu, ayahnya tidak pernah menurunkan kedua ciptaannya itu kepada pihak lain, kecuali dirinya dan kedua murid yang telah berkhianat.
Tetapi, Tan Cheng dan Tan Wong yang telah berkhianat itu baru belajar tahap dasar melalui bimbingan verbal dari gurunya (Tian Sun), dan mereka berdua tidak pernah diberikan satu kitab sekaligus. Bahkan Xia Junsu sendiri juga dibimbing melalui lisan.
Sedangkan versi dari gurunya (Dewa Pemelihara) hampir semua anggota Klan Tian mempelajarinya, tetapi kebanyakan hanya mampu mempelajari di skill pertama dan kedua, dan juga pelatihan melalui lisan.
Tian Jun menjadi teringat saat bertarung dengan The King Of Dark Matter di Kerajaan Bintang Laut, musuhnya itu juga menggunakan Kitab Tujuh Lapis Langit, dan lebih mahir darinya.
Karena tidak bisa menemukan jawaban, ia menepis pikirannya yang menerka-nerka karena tersebarnya dua ciptaan ayahnya.
"Buat apa dipikirkan ...! Yang penting dia jangan sampai berhasil memahami keseluruhan isi Kitab Tujuh Lapis Langit!" gumam Tian Jun yang bertekad untuk mengeliminasi leluhur Yao Han Kiew.
Dia tidak ingin ciptaan ayahnya dimiliki oleh pihak lain, sebab itu adalah identitas diri yang khas dari seorang ahli bela diri. Seperti halnya akademinya dengan ciri khas yang ahli dalam Teknik Bayangan Merpati.
Karena Leluhur Yao, tercetus ide untuk membuat perguruan khusus untuk wanita yang akan memiliki kemampuan dari Kitab Tujuh Lapis Langit dan Kitab Pelangi Surga. Tujuannya. Tujuannya agar ciptaan dari ayahnya tidak hilang begitu saja, harus diturunkan agar terus dilestarikan, serta menjadi bukti akan kehebatan ayahnya pada waktu itu.
Selain itu, karena Kitab Kekuatan Jiwa Semesta dan Batu Keabadian, dia juga sudah tidak lagi menggunakan ciptaan ayahnya. Tentang idenya ini, dia harus berdiskusi dengan Xia Junsu.
Tian Jun kembali fokus pada Leluhur Yao yang sedang memahami isi Kitab Tujuh Lapis Langit begitu serius. Karena tidak ingin musuhnya berhasil, dia kembali berteleportasi dan muncul di hutan cemara.
Setelah itu, dia mengeluarkan senjata busur membidik Gerbang Tenggara. Muncul tiga anak panah api yang mengeluarkan petir berwarna kuning. Tian Jun menggabungkan dua elemen agar memiliki daya rusak tinggi. Agar lebih dahsyat, ia juga menggunakan Kekuatan Jiwa yang membuat petir berwarna kuning.
Anak panah dilepaskan yang melesat ke arah Leluhur Yao yang sedang berada di dalam Gerbang Tenggara. Setelah melepaskan anak panah, ia segera berteleportasi dan muncul di tebing Lembah Ular bagian selatan.
Leluhur Yao merasakan serangan yang tertuju kepadanya, dia segera melihat ke luar jendela. Dia mengerutkan kening karena melihat tiga anak panah melesat ke arahnya dengan sangat cepat, kecepatannya setara dengan kultivator tingkat Half Alfa.
Boom boom boom... Boom
Tiga ledakan energi yang suaranya terdengar sangat keras. Gerbang Tenggara seketika hancur berkeping-keping, api membakar tubuh Pasukan Kegelapan yang berada disekitarnya, setelah itu petir kekuatan jiwa meledakkan tubuh mereka, dan merembet ke segala arah setelah menewaskan target.
Dan satu ledakan lagi terdengar ketika Leluhur Yao menghantam pepohonan di belakangnya. Ia berteriak keras karena api membakar tubuhnya, dan petir kekuatan jiwa mencabik-cabik tubuh serta membuatnya sakit kepala yang teramat. Salinan dari Kitab Tujuh Lapis Langit juga ikut terbakar.
Saking kerasnya ledakan energi itu, Patriark Fang dan keluarga besar yang masih berada di Jembatan Fang Yao, mereka kaget dan melihat ke arah Gerbang Tenggara. Karena penasaran apa yang sedang terjadi, mereka bergegas ke arah sumber suara ledakan.
Patriark Fang berhenti di hutan cemara dan diikuti oleh rombongannya, mereka berhenti tepat di tempat terakhir Tian Jun menyerang Leluhur Yao. Mereka melihat beberapa prajurit kegelapan tertimbun reruntuhan Gerbang Tenggara, lalu memeriksa seluruh Pasukan Kegelapan di sekitar reruntuhan yang kejang-kejang karena petir.
Melihat jembatan hancur, Gerbang Tenggara juga hancur, api masih membakar, serta adanya petir, Patriark Fang dan rombongannya yang melihat berspekulasi bahwa si penyerang lebih dari dua orang.
Mereka tersenyum puas karena jembatan penghubung dihancurkan oleh orang lain. Dengan begini, mereka memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi Leluhur Yao.
Patriark Fang melihat Leluhur Yao dengan tubuh berantakan, dia dan rombongannya segera kembali ke tempat semula dengan hati bahagia.
"Sialan kau!?" bentakan keras dari Leluhur Yao yang masih mampu menahan serangan dari Tian Jun.
Sekujur tubuhnya memang terluka, tetapi hanya luka luar saja. Pakaiannya compang-camping dan sebagian terbakar karena terkena petir dan api, rambutnya juga mengepulkan asap karena terbakar.
Boom...
Letupan energi keluar dari tubuh Leluhur Yao karena amarah. Aura kekuatannya dirasakan hingga radius 3 km lebih. Kemudian, dia melihat sekelilingnya untuk mencari pelaku yang menyerangnya.
Dia segera terbang ke arah lokasi tempat terakhir si pelaku ketika menyerangnya. Sayangnya, setelah menyusuri hutan cemara, dia tidak menemukan jejak si pelaku.
__ADS_1
Di kejauhan, Tian Jun puas melihat Kitab Tujuh Lapis Langit terbakar, dan puas lagi saat Kekuatan Jiwa Semesta bisa dipadukan dengan elemen lain memiliki daya rusak tinggi, lebih tinggi dari ekspetasinya.
Kekuatan tingkat God Sovereign level 5 mampu melukai kultivator Half Alfa level 10, merupakan prestasi yang luar biasa hebatnya. Seandainya Merpati Putih waktu itu muncul kembali, kemungkinan besar nasib Leluhur Yao lebih tragis dari Putri Long Yung.