Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
TIDAK BISA TIDUR


__ADS_3

Arka masih bergelut dengan pikirannya. Setelah percakapannya tadi dengan Mira membuatnya semakin tidak bisa tidur.


"Aku bahkan selalu menyalahkannya setelah aku melihat pria itu ada disekitarnya. " Arka mengingat bagaimana perubahan sikapnya setelah tanpa sengaja Aluna bertemu atau hanya berpapasan dengan Bryan.


"Aku mencintaimu. "


"Maaf karena pernah menyakitimu. "


Hanya itu yang bisa Arka lakukan saat ini mengirim pesan kepada istrinya. Walaupun Arka tahu istrinya sudah tertidur saat ini.


Setelah mengirim pesan kepada Aluna, Arkapun menutup kedua matanya berharap mimpi akan segera menghampirinya. Agar malam ini cepat berlalu dan dia bisa melihat lagi istrinya.


***


" Luna kenapa kau belum tidur nak? " Tanya Asmita kepada putrinya yang masih menatap langit - langit kamar yang ditempati ibunya. Karena pergerakan Aluna yang sedari tadi mengganti posisi tidurnya seperti orang gelisa membuat ibunya yang sedari tadi tidur akhirnya terjaga.


" Pergilah temui suamimu dan tidurlah bersamanya. Luna pasti gelisa karena memikirkannya kan? " Seru ibu Asmita yang tersenyum kepada Aluna.


"Luna ingin tidur dengan mama. Luna tidak memikirkannya. " Aluna berdalih padahal dia memang memikirkan Arka.


"Yah sudah tidurlah. " Pungkas Asmita yang tidak ingin berdebat dengan putrinya ditengah malam. Ibu Asmita kembali memejamkan matanya. Aluna juga ikut memejamkan matanya. Namun bayangan Arka yang memeluknya disaat dia tidur membuatnya kembali membuka matanya. Aluna turun dengan pelan dari atas ranjang dan berjalan mengendap kearah pintu membuka handle pintu tanpa suara agar ibunya tidak terbangun.

__ADS_1


Setelah pintu kamar ibunya sudah terkunci. Ibunya membuka mata, tersenyum pada tingkah putrinya yang sudah pergi menemuk suaminya.


Aluna membuka pelan pintu kamarnya bersama Arka. Aluna juga tidak ingin membangunkan suaminya. Yang ingin dia lakukan sekarang adalah tidur disamping suaminya. Padahal tadi siang Aluna sendiri yang merengek rengek minta tidur dengan ibunya.


Aluna menyusupkan tangannya dibalik selimut yang menutupi tubuh suaminya, memeluk suaminya yang sudah tertidur. Arka yang baru saja mulai tertidur, terpaksa membuka matanya ketika dia bisa merasakan seseorang sedang memeluknya.


"Sayang. " Ucap Arka ketika dia melihat wanita yang sedari tadi membuat pikirannya tidak tenang ada disampingnya tersenyum sambil tetap memeluknya.


"Kenapa kamu bisa ada disini? " Tanya Arka mengelus lembut pipi istrinya yang tengah menatapnya.


" Aku merindukanmu. " Seru Aluna menatap mata Arka. Arka hanya tersenyum mendengar ucapan Aluna.


Arka mencium lembut seluruh bagian wajah istrinya ketika dia mengingat semua cerita Mira tadi.


" Tidurlah aku sangat ngantuk. Biarkan aku memelukmu seperti ini. " Seru Aluna mulai menutup matanya karena dia sudah sangat ngantuk. Padahal dikamar bawah bersama ibunya, dia sangat sulit untuk sekedar memejamkan matanya.


" Wah kau ingin lari dari tanggung jawab. " Arka mengangkat kepalanya menatap Aluna. Aluna membuka matanya tidak mengerti apa yang dikatakan suaminya.


" Maksud kamu apa sayang. Jangan main tebak - tebakkan deh, aku sudah ngantuk. " Aluna menatap suaminya yang tersenyum padanya.


"Kau harus bertanggung jawab karena kau sudah membangunkanku. " Jawab Arka namun Aluna tetap menutup matanya.

__ADS_1


"Maaf yah sayang, aku telah membangunkanmu. Sekarang kita tidur yah. " Ucap Aluna menarik kepala Arka untuk tidur kembali.


"Tidurlah jika kau sudah ngantuk sayang. Aku akan mengerjakan bagianku. " Arka tersenyum, ada maksud yang tersirat dimatanya. Aluna yang memang ngantuk hanya mengiyakan perkataan suaminya yang Aluna tidak mengerti artinya.


Pagi harinya Aluna yang baru saja bangun seketika kaget karena dirinya tidak memakai sehelai pakaian apapun saat ini. Pakaian yang dipakainya semalam sudah berhamburan di lantai bersama pakaian suaminya. Bahkan keduanya tengah tertidur dibawah selimut yang sama.


"Morning sayang. " Ucap Arka yang juga sudah terbangun. Arka tersenyum menatap wajah istrinya yang sedang kesal padanya.


" Kenapa sih pagi - pagi bibirnya udah manyun. Pengen dicium? Sini. " Arka hendak mendekap Aluna namun cepat - cepat Aluna menghindarinya.


"Apa yang kau lakukan padaku semalam? " Tanya Aluna pada suaminya.


"Apakah kau tidak merasakannya sayang. Aku bahkan sangat lembut melakukannya. " Arka setengah menggoda istrinya membuat Aluna semakin kesal.


" Seharusnya aku tidur dengan mama. Kenapa aku datang menyerahkan diriku pada harimau lapar sepertimu. " Aluna membuat mimik wajahnya seperti menangis tapi tidak mengeluarkan air mata. Arka malah ingin tertawa melihat tingkah istrinya.


"Kamu sih udah tahu harimaunya lagi lapar, malah dikasih daging. " Kali ini Arka terkekeh. Membuat Aluna semakin menangis histeris tapi tidak mengeluarkan air mata.


Arka merangkul istrinya dan mengusap usap rambut istrinya dengan lembut. Setelah Aluna sudah berhenti dengan tangisan yang dibuat - buatnya Arka menyuruhnya untuk segera mandi mengingat pagi ini mereka harus membeli oleh - oleh untuk keluarga Aluna yang akan pulang sore nanti.


Alunapun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2