
Hari itu Arka sudah kembali ke perusahaan, karena ada begitu banyak pekerjaan yang sudah tertundah karena hampir sebulan ini Arka hanya mempercayakan perusahaannya kepada Frans.
"Aku bosan dirumah. Aku ke hotel menemui Santi yah." Chat dari Aluna untuk Arka. Setelah mendapat persetujuan Arka, Aluna pun pergi ke hotel diantar pengawal Arka yang memang diminta Arka untuk menyopiri Aluna sekaligus menjaga Aluna.
Sesampainya dikamar hotel milik Arka, Santi menuntut Aluna untuk cerita apa yang terjadi dan kemana Aluna pergi selama sebulan ini. Aluna pun menceritakan kepada Santi semua yang terjadi dan kemana dia pergi selama ini.
Setelah merasa hari sudah mulai sore, Alunapun pamitan dengan Santi dan iyakan Santi. Arka memang memberi Aluna ijin untuk pergi keluar, namun Aluna harus pulang sore hari. Kecuali jika pergi bersama Arka.
Belum sampai didepan mobil, Bryan tiba - tiba muncul menarik pergelangan tangan Aluna. Pengawal yang hendak menarik Bryan, namun diberi isyarat oleh Aluna agar tidak apa - apa membiarkan Aluna dan Bryan.
Pengawal tersebut memberi kabar kepada Arka bahwa sekarang Aluna tengah bertemu Bryan di cafe depan hotel Arka. Arka berusaha menguasai perasaannya dan mengajak Frans untuk pulang.
***
"Luna kemana saja kau selama ini, aku mencarimu. " Seru Bryan mulai memegang tangan Aluna namun Aluna menghindari dan menarik tangannya.
"Aku waktu itu kerumahmu dan Suamimu bilang kau tidak ingin menemuiku. Apakah benar itu Luna? " Kata - kata Bryan membuat Aluna kaget dan Aluna tahu apa penyebab Arka minum waktu itu.
"Luna kau masih mencintaikukan? " Tambah Bryan lagi. Aluna mulai menatah hatinya dan mencari kata - kata yang tidak menyakiti Bryan.
__ADS_1
"Maafkan aku Bryan. Aku sepertinya telah mencintai Arka suamiku. Awalnya pernikahan kami memang tidak dilandaskan atas dasar cinta. Tapi seiringnya waktu kami bersama, cinta itu tumbuh dengan sendirinya. Aku juga bisa melihat cinta dimatanya untukku. Jadi kumohon biarkan aku bahagia bersamanya. " Jelas Aluna berharap Bryan akan mengerti.
"Tidak Luna. Aku akan mati tanpamu. " Bryan kembali meraih tangan Aluna. Namun Aluna lagi - lagi menarik tangannya.
"Aku juga bisa mati tanpa Arka. " Seru Aluna membuat Bryan kaget.
"Luna... " Bryan seakan tidak percaya dengan apa yang diucapkan Aluna. Aluna kemudian membuka kalung yang diberikan Bryan dulu padanya dan menaruhnya diatas meja didepan Bryan. Bryan langsung mengingat kata - katanya disaat dulu dia memakaikan kalung itu pada Aluna.
"Pokoknya kalungnya jangan pernah dilepas, kalau sampai kamu lepas berarti kamu sudah tidak menginginkanku lagi. " Bryan menggeleng kepalanya mengingat ucapannya dulu.
"Nggak Luna, jangan lakukan ini. " Bryan menatap sambil memohon pada Aluna.
***
Arka sudah duduk sambil menyadarkan tubuhnya disandaran ranjang.
" Kenapa kau baru pulang jam segini sayang. " Seru Arka ketika melihat Aluna yang sudah masuk kedalam kamar. Arka sebenarnya sangat marah mengingat Aluna bertemu Bryan tanpa sepengetahuannya. Namun kali ini Arka menahan semuanya karena dia tidak ingin Aluna pergi meninggalkannya lagi.
"Aku ketemu Bryan tadi. " Arka yang mendengarnya terlihat kaget. Yang membuat Arka kaget bukan karena Aluna bertemu Bryan, yang sudah diketahuinya. Yang membuat Bryan kaget, Aluna sudah berani jujur padanya.
__ADS_1
" Apa yang dia bicarakan" Tanya Arka berharap kali ini Aluna juga jujur.
"Dia ingin kembali denganku. " Jawab Aluna santai. Namun Arka yang mendengarnya menjadi kesal.
"Lalu...? " Tanya Arka penasaran.
"Lalu apa, kau sudah tahu jawabannya. " Kali ini Arka salah menyimpulkan kata - kata Aluna. Arka kemudian mendekati Aluna dan memegang kedua tangan Aluna.
"Luna jika kau memang ingin kembali padanya. Berjanjilah padaku untuk hidup lebih bahagia setelah ini. Aku akan berusaha merelakanmu untuknya karena biar bagaimanapun dia cinta pertamamu dan aku tahu kau masih mencintainya. " Arka menatap dalam mata gadis yang hanya tersenyum mendengar ucapan pris didepannya.
"Kau yakin bisa merelakanku dengannya? " Tanya kembali Aluna namun kali ini Arka tidak menatap mata Aluna dan tidak menjawab Aluna.
"Kalau begitu aku akan melihat seberapa yakin kau melepaskanku. " Aluna kemudian mencium bibir Arka dan kali ini Arka yang diam dan memelototinya, saking kagetnya dengan sikap Aluna saat ini. Aluna kemudian menghentikan ciumannya.
"Jika aku menciummu, lakukan dua hal. Pertama, buka mulutmu dan kedua tutup matamu. " Aluna mengikuti kata - kata Arka dan gaya bicaranya dia buat seperti saat Arka mengatakan hal itu padanya.
Setelah mengatakan hal itu Aluna kembali mencium bibir Arka sangat lembut, akhirnya Arka membalas setiap ciuman Aluna. Ciuman mereka sudah mulai memanas. Arka memeluk erat tubuh gadis yang menciumnya dengan penuh cinta. Memang ciuman yang dilandaskan cinta itu jauh lebih nikmat dibandingkan hanya nafsu semata.
Keduanyapun menghentikan ciuman mereka, karena nafas mereka yang sudah tersengal.
__ADS_1
"Coba relakan aku sekarang. " Teriak Aluna yang berlari kearah kamar mandi. Arka hanya tersenyum menatap gadis yang terlihat malu karena baru kali ini Aluna berinisiatif menciumnya lebih dulu.