
Beberapa saat Aluna melihat taman kecil yang pernah didudukinya bersama Bryan. Dia menghentikan langkahnya dan menuju taman itu. Aluna menangis sesegukan disitu. Aluna kecewa dengan perlakuan Bryan padanya dan lebih memilih mengantar Fiona yang jelas - jelas tidak berusaha menyatukan Bryan dan Aluna.
Setelah mengantar Fiona di hotel. Bryan mengarahkan mobilnya menuju rumah nenek Ami yang ditempati Mira sekeluarga dan Aluna tentunya.
Sesampainya di pintu rumah nenek Ami, Bryan menekan bel dan Mira yang membuka pintu.
" Eh kak Bryan, sudah pulang dari dinnernya? " Tanya Mira sambil matanya menyisir mencari seseorang.
" Kak Aluna mana? " Tanya Mira yang tidak melihat sosok sepupunya turun dari mobil Bryan.
"Loh Aluna belum pulang?" Tanya Bryan kaget dengan wajah yang merasa kuatir.
"Bukannya kak Luna pergi sama kak Bryan? " Jawab Mira yang tahu jika sepupunya pergi dengan Bryan.
" Kalau begitu Kak Bryan pergi dulu. Kak Bryan pergi mencari kak Luna dulu. Kak Bryan jelaskan nanti. " Bryan langsung lari kearah mobilnya yang membuat Mira bingung dengan apa yang terjadi.
Bryan merutuki kebodohannya dan merasa bersalah dengan membiarkan Aluna pulang sendiri.
"Apa yang aku lakukan." Sambil memukul setir mobilnya.
Bryan menyusuri jalanan dan juga beberapa tempat mencari Aluna. Tapi tak kunjung dia temukan gadis itu. Dia juga beberapa kali menelpon Mira untuk menanyakan apakah Aluna sudah pulang. Tetapi Mira mengatakan bahwa Aluna belum juga pulang.
"Dimana kamu sayang? " gumam Bryan menatap jalanan yang sudah mulai sepi. Bryan mencoba menelpon Aluna tapi tak pernah diangkat Aluna.
__ADS_1
Setelah beberapa jam Mira akhirnya menelpon Bryan mengabarkan bahwa Aluna sudah pulang. Bryan mendengar hal itu merasa lega dan melajukan mobilnya menuju kediaman Mira.
Sesampainya di rumah Mira, Mira kembali yang membuka pintu. Aluna memang sengaja meminta Mira untuk tidak memberitahu Tante Ira, om Ben dan juga nenek Ami mengenai dirinya yang pulang sendiri dengan mata yang sembap. Sesampainya di rumah Aluna langsung masuk ke kamar yang ia tempati bersama Mira sepupunya. Setelah kedatangannya Mira langsung menghubungi Bryan yang juga sedang mencarinya.
"Dimana Luna? " Tanya Bryan kepada Mira.
"Kak Luna udah masuk ke kamar dan tidak pernah keluar lagi. Ada apa sebenarnya Kak? " Tanya Mira yang juga tidak mendapat penjelasan dari sepupunya.
Kemudian Bryan mengajak Mira bicara di taman mengenai kejadian tadi di Restoran. Mira membulatkan mata tak percaya dengan penjelasan Bryan.
"Kenapa kak Bryan tega membiarkan kak Luna pulang sendiri? " Ucap Mira yang berdiri dari duduknya.
" Jadi Kak Bryan sudah memiliki perempuan lain sebagai calon pendamping kak Bryan? " Tanya Mira yang sudah meninggikan nada suaranya.
Aluna menghampiri Bryan dan Mira. Aluna masih mengenakan dress yang dipakai ke restoran tadi.
Bryan yang menyadari kedatangan Aluna langsung menghampirinya, meraih tangan Aluna dan Aluna menepisnya.
"Mir, bisa tinggalkan kami sebentar. " Pinta Aluna kepada sepupunya dan diiyakan oleh Mira. Mira meninggalkan keduanya untuk menyelesaikan masalah diantara keduanya.
"Pulanglah Bryan. " Ucap Aluna yang hanya berdiri di posisinya tadi.
"Tapi Aluna? " Seru Bryan yang tidak ingin meninggalkan Aluna.
__ADS_1
"Pergilah dia lebih membutuhkanmu sekarang? " Aluna memotong kata - kata Bryan yang hendak melanjutkan kata - katanya.
"Ayolah, jangan seperti ini Aluna. Kita harus menyelesaikan masalah diantara kita. " Pinta Bryan yang kembali meraih tangan Aluna. Aluna kembali menepis tangan Bryan yang membuat Bryan sangat frustasi.
"Ok. Aku minta maaf jika aku salah. Tapi Aluna, Fiona satu - satunya jalan keluar kita. Dia akan membatalkan perjodohan ini dan membujuk papa untuk merestui hubungan kita. Seru Bryan dengan suara yang ia tahan agar jangan sampai meninggi.
"Seharusnya kau berlaku baik padanya. Ini hanya sementara sampai dia kembali ke Jakarta." Bryan melanjutkan kata - katanya tanpa menatap Aluna.
"Apakah kamu yakin dia akan membatalkan perjodohan kalian? " Aluna yakin dan sangat yakin Fiona tidak akan melakukan hal itu.
"Apakah kamu yakin dia benar - benar akan membujuk orangtuamu untuk menerima hubungan kita?" Tanya Aluna yang sudah mulai meninggikan suaranya.
"Dia tidak sebaik itu Bryan " Seru Aluna lagi.
" Jangan bicara seperti itu Luna. Kenapa kamu jadi histeris seperti ini. Apakah kamu cemburu dengan Fiona. Jika iya, kuharap kamu membuangnya jauh - jauh. Karena aku hanya mencintaimu. Fiona hanya meminta aku menemaninya selama liburan disini, itu saja." Seru Bryan yang juga semakin meninggikan suaranya.
" Kalau begitu pulanglah dan temani dia." Sahut Aluna dan mulai beranjak dari posisinya meninggalkan Bryan. Bryan mengejar dan menahan pergelangan tangannya.
"Lepaskan. Sakit Bryan. " Pinta Aluna kepada Bryan.
"Jika itu ma kamu, aku akan menemaninya malam ini. " Bryan menghempaskan tangan Aluna dan meninggalkan Aluna yang tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Aluna lebih memilih masuk dan membersikan tubuhnya sebelum dia tidur.
__ADS_1