Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
LIMA TAHUN LALU


__ADS_3

Setelah memberitahu Giska tentang ayahnya, sekarang waktunya Aluna menceritakan bagaimana dia selamat dari kecelakaan itu. Apa yang diceritakannya kepada Arka waktu dikamar, Aluna ceritakan lagi kepada ayah Ardian dan juga ibunya. Mereka mendengar, sesekali menutup mulut karena terkejut.


"Jadi wanita itu adalah Aneta? " Tanya ayah Ardian yang memang mengenal mantan kekasih anaknya itu. Bukan hanya mengenal, tapi Arka sudah memperkenalkan Aneta sebagai calon istrinya waktu itu. Sebelum Aneta menghianatinya bersama Alex.


"Iya ayah. Aneta yang nolongin Luna. Awalnya dia juga berniat mau mencelakai Aluna. Tapi dia berubah pikiran setelah Luna nasehatin dia. " Aluna bersyukur waktu itu ucapannya membuat hati Aneta tergerak. Walaupun sangat disayangkan Aneta harus mengalami kecelakaan tragis bersama Alex.


"Lalu siapa yang nolongin kamu nak? " Kali ini ibu Asmita yang bertanya.


" Mereka pasangan suami istri bu. " Ingatan Aluna menerawang kemasa itu.


Flashback.


"Ya ampun, sayang itu apa? " Tanya sang istri kepada suaminya.


"Ya Tuhan, itu jasad seorang wanita. " Pria yang ternyata berprofesi sebagai seorang dokter itu, langsung mendekat dimana Aluna terbaring tak sadarkan diri. Memeriksa nadi dan juga meletakkan dua jarinya dileher Aluna. "Sayang dia masih hidup. Namun kondisinya sangat lemah. " Istrinya ikut mendekat.


"Ya Tuhan, sayang cepat telpon ambulans. Wanita ini harus segera ditolong. Dia kehilangan banyak darah. Kepalanya mungkin terbentur batu itu. " Menunjuk kearah batu yang berlumuran darah yang sudah mulai mengering. Dengan cepat istrinya menghubungi ambulans rumah sakit dimana suaminya bekerja. Tidak butuh waktu lama, mobil ambulans pun datang dan Aluna segera dibawah kerumah sakit.


"Suster, tolong segera panggilkan dokter kandungan kesini. Sebelum kita memulai operasi kepada pasien. " Ucap dokter yang menolong Aluna tadi.


" Benar dugaanmu, pasien ini sedang mengandung. Aku akan melakukan USG untuk mengetahui kondisi janin yang ada dikandungannya. Tapi apakah pasien mengalami pendarahan saat tadi temukan? " Tanya dokter kandungan itu.


"Sepertinya tidak. Hanya kepalanya saja yang terluka parah."


"Kalau begitu, silakan lakukan operasi penyelamatan pasien terlebih dulu. Jika tidak terjadi pendarahan, ada kemungkinan janin yang ada dikandungannya baik - baik saja. " Akhirnya operasi dibagian kepala Aluna dilaksanakan.


Pihak rumah sakit bahkan tidak bisa menghubungi keluarga Aluna karena tidak ada kartu identitas milik Aluna di lokasi kejadian. Jadi mereka menunggu Aluna sadar dan menanyakan nomor suami atau nomor keluarganya agar bisa segera datang kerumah sakit. Menunggu dan terus menunggu. akhirnya Aluna sadar.


Aluna membuka matanya perlahan, kepalanya masih sedikit sakit. Tapi yang membuat dia heran, mengapa perutnya sedikit membesar.


"Nona, syukurlah anda sudah sadar. " Ucap dokter yang menolongnya waktu itu. Semenjak Aluna dibawah kerumah sakit, dokter itu telah menjadi walinya selama keluarganya belum datang kerumah sakit. Istrinya juga sesekali datang menengok Aluna yang belum sadarkan diri.


Aluna melihat sekelilingnya, ada infus yang masih terpasang ditangannya. Bau khas rumah sakit tercium di indera penciumannya. Namun Aluna lupa kenapa dia bisa ada dirumah sakit. Dia terlihat linglung.

__ADS_1


"Nona bisakah nona memberitahu kami, identitas nona. " Aluna bingung, siapa dirinya?


"Aku tidak tahu. " Jawabnya sembari memegang kepalanya. Dokter itu menduga karena benturan cukup keras dikepalanya, membuat Aluna kehilangan ingatannya.


"Dokter ada apa dengan perutku. " Aluna merasa ada yang salah dengan perutnya.


"Kenapa perutku membesar? " Bertanya lagi.


" Perut nona wajar membesar seperti itu. Karena usia kandungan nona sudah berjalan enam bulan. " Sumpah, Aluna terkejut.


"Aku hamil dok? " Mungkin wanita itu juga melupakan hal itu.


"Kalau aku hamil berarti aku memiliki suami dok, lalu dimana suamiku dok? " Tanyanya yang terdengar frustasi


Dokter pun bingung bagaimana menjelaskannya, wanita itu kehilangan ingatan.


Sudah diperbolehkan pulang dan selama Aluna ilang ingatan, dokter Hermawan dan istrinya yang merawat Aluna dirumah mereka, hingga akhirnya Aluna melahirkan anak kembar. Bahkan dokter Hermawan sudah menganggap Aluna seperti anaknya sendiri


Ketika usia Giska dan Alka empat tahun lebih, Aluna mendapat kembali ingatannya. Dia ingat semuanya, dia ingat terakhir ia jatuh didorong oleh Aneta. Aneta yang menyelamatkannya. Aluna ingat suaminya, suaminya bernama Arka Arya Wiguna.


Malam itu, Aluna mencium Alka dan Giska bergantian, akhirnya dia tahu kenapa ada janin waktu itu diperutnya, sebelum kecelakaan itu terjadi, dia tengah mengandung buah cintanya dengan Arka. Ia bersyukur, mereka selamat.


Menunggu hingga kondisinya benar - benar stabil, Aluna akan pulang kerumah suaminya.


Beberapa hari kemudian, saat yang ditunggunya akhirnya tiba, Seminggu setelah Aluna mendapat kembali ingatannya, dia sudah diijinkan kembali menemui keluarganya, oleh dokter yang menolongnya. Aluna sangat berterima kasih kepada dokter Hermawan dan istrinya. Kalau bukan karena kebaikan mereka, Aluna tidak tahu harus kemana karena dia melupakan semua tentang dirinya.


Karena tidak bisa mengantar Aluna kerumahnya, dikarenakan harus menangani pasien, maka dokter Hermawan hanya bisa menghubungi taxi online untuk mengantar Aluna. Dia juga memberi Aluna pegangan uang, buat jaga - jaga. Aluna bersyukur masih ada orang sebaik dokter Hermawan yang menolongnya.


Aluna sangat bahagia ketika mendekati rumah dimana ada ibunya dan juga suaminya yang mungkin sudah sangat merindukan dan mengkuatirkannya. Mengajak kedua buah hatinya Aluna yakin, suaminya akan sangat bahagia melihat kedua anaknya Namun disaat Aluna turun dari taxi, biasanya dia sudah bisa melihat beberapa pengawal suaminya yang berjaga didepan gerbang utama, namun kali ini mereka tidak terlihat.


Turun dari dalam Tadi, Aluna menghampiri pintu gerbang utama. Giska dalam pelukannya, sementara Alka ada disampingnya.


"Digembok." Aluna mulai cemas sendiri, mendapati pintu gerbang utama itu terkunci.

__ADS_1


"Arka.... Ma, mama, Frans ... " Teriaknya dari balik gerbang.


"Mereka kemana? " Aluna sudah menangis. Kedua anaknya hanya bisa menatap bundanya, tidak mengerti apa yang terjadi. Aluna hanya mengatakan mereka akan menemui ayah.


"Apa mereka kerumah ayah Ardian? " Aluna langsung memesan taxi online, menuju kediaman ayah mertuanya. Tapi sayang, lagi - lagi rumah ayah Ardian terkunci.


"Apa yang sebenarnya terjadi selama aku hilang ingatan dan tidak kembali? " Aluna kali ini pergi menemui Santi.


Sesampai di kontrakan milik sahabatnya itu, Aluna berucap doa, semoga Santi belum pindah kontrakan. beberapa kali Aluna mengetuk pintu, namun tidak ada sahutan dari dalam sana.


"Santi sudah pindah, dia ikut kerumah suaminya. " Aluna terkejut. Santi sudah menikah? Begitu kata tetangga Santi waktu masih di kontrakan. Aluna bersyukur, karena tetangga sahabatnya itu memiliki alamat rumah Santi bersama suaminya.


Aluna kembali mengajak kedua anaknya ke alamat yang diberikan tetangga Santi tadi. Sesekali Giska tertidur di mobil, mungkin putrinya itu terlalu lelah.


Sesampainya dikediaman Santi, Aluna menekan Bel rumah yang lumayan besar. Itu artinya sahabatnya itu mendapat suaminya yang cukup mapan. Aluna bersyukur untuk itu. Dia menggendong Giska dipelukannya, sedangkan Alka bocah kecil itu mengikuti bundanya.


Usahanya tidak sia - sia, Aluna mendengar suara sahutan dari dalam rumah. Suara seorang pria yang sepertinya tidak asing ditelinga nya.


"Luna. " Bryan yang membuka pintu. Aluna sangat terkejut. Jadi Santi dan Bryan? Bukan Aluna yang lebih terkejut melainkan Bryan yang langsung berjalan mendekat kearah Aluna.


"San..." Bryan memanggil istrinya dengan hebo. Santi segera keluar dan dia sama terkejutnya dengan Bryan.


"Ya Tuhan, Lun kamu masih hidup? " Santi memeluk penuh haru kepada Aluna. Tunggu? Aluna baru sadar dengan ucapan Santi barusan. Masih hidup? Oke jadi setahu mereka dia sudah meninggal?


"Lun, mana mungkin. " Kali ini Bryan yang memandangnya tidak percaya.


" Sebelum kalian terkejut lebih lanjut, tolong ajak aku kedalam, aku sangat kerepotan. " Kedua orang itu baru sadar dengan keadaan Aluna yang sangat kesulitan memeluk Giska dan juga tas kecil milik mereka.


Setelah menaruh Giska diranjang, Aluna kemudian menjelaskan apa yang terjadi pada Santi dan Bryan.


"Kalian? " Aluna bahkan tidak tahu, mulai dari mana dia bertanya. Tapi itu tidaklah penting. Kedatangannya kesini hanya untuk menanyakan suaminya. Secara dari pernyataan Santi tadi, dia bisa menyimpulkan bahwa semua orang pasti sudah menganggapnya meninggal dalam kecelakaan itu.


Tapi apakah Arkanya juga menganggapnya sudah meninggal? Oh tidak, Aluna harus segera bertemu dengan suaminya itu.

__ADS_1


Setelah mendengar penjelasan Santi dan Bryan, Aluna bahkan harus menerima kenyataan bahwa suaminya itu telah pergi ke Jerman hampir 4 sampai 5 tahun yang lalu dan Aneta bahkan dimakamkan atas namanya.


Flashback end


__ADS_2