
Frans akhirnya tiba dilokasi dimana mobil Arka sudah terparkir disana. Frans memang sedikit lama karena ada yang dia bereskan sebelumnya.
Sementara didalam gudang kedua pria itu merasa senang karena bisa melihat pemandangan yang bahkan tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Arka masih berlutut memohon kebebasan Aluna.
"Baiklah kami akan membebaskan gadis ini. Tapi alangkah baiknya kami menikmati dulu tubuhnya. Kau bisa ikut jika kau mau, Jika kau tidak mau maka kau bisa jadi penonton. " Pria itu kembali tertawa. Kata - katanya semakin membuat Aluna takut. Arka terlihat menggenggam jemarinya kuat menahan amarah yang memuncak.
Jam ditangan Arka tiba - tiba berbunyi, diikuti dering ponsel yang ada di saku jaketnya.
"Baiklah aku akan bersenang - senang dengan kalian. " Arka kemudian berdiri dan tertawa. Bahkan suara tawanya menggelegar diruangan itu.
Aluna menatapnya dengan tatapan pilu, tidak percaya dengan apa yang diucapkan Arka barusan.
"Seharusnya aku tahu, dia benar - benar tidak datang untuk menolongku. Lagi pula aku selalu membencinya dan selalu menyinggungnya. " Gumam Aluna, tangisannya bahkan sangat terisak saat ini.
__ADS_1
"Tapi sebelum kita bersenang - senang ijinkan aku mengangkat ponselku dulu, karena deringnya sangat mengganggu dan sepertinya telepon ini sangat penting untuk kalian. " Ucap Arka dengan santai kemudian dia mengangkat panggilan video dari salah satu bawahannya atas perintah sekertaris Frans. Kedua pria itu sepertinya menunggu dengan siapa Arka berbicara, hingga dalam situasi seperti ini dia masih dengan santai mengangkat panggilan telepon.
Arka kemudian menunjukkan siapa yang ada dibalik panggilan video yang berlangsung kepada kedua pria itu.
"Bagaimana sekarang apakah kita akan bersenang - senang. " Seru Arka membuat kedua pria itu berkeringat dingin.
"Lakukan sekarang. " Seru Arka lagi bahkan kali ini dia berkata dengan serius. Terlihat pria yang ada dilayar ponselnya merobek baju dua orang gadis yang posisinya juga terikat seperti Aluna. Kedua gadis itu merupakan anak dari kedua pria itu. Sedangkan istri kedua pria itu hanya menangis meminta pria dengan badan kekar itu menghentikan aksi mereka yang mulai menyentuh anak gadisnya.
Kedua pria itu tiba - tiba berlutut memohon kepada Arka. Bahkan pisau yang tadi dipegang salah satu pria, jatuh sendirinya ke lantai.
"Hei bukankah kita akan bersenang - senang sekarang. Kau bahkan menyentuh istriku dengan tangan kotormu. " Seru Arka kemudian meraih pisau yang jatuh tadi menancapkannya ketangan kedua pria yang bersimpuh dihadapannya. Kedua pria itu berteriak kesakitan. Bahkan mereka kaget mengetahui fakta bahwa gadis yang mereka culik adalah istri Arka. Darah bahkan mengalir dari kedua tangan pria itu, membuat Arka berhenti ketika dia melihat Aluna semakin ketakutan.
"Bebaskan keluarganya. " Ucap kembali Arka dan iyakan oleh pria kekar yang ada dibalik layar ponselnya. Kemudian Arka mengakhiri panggilan video itu.
__ADS_1
"Tuan..." Seru Frans yang sudah mulai masuk kedalan gudang.
"Tetaplah berada diposisimu Frans. " Seru Arka karena tidak ingin Frans melihat Aluna dalam kondisi hanya mengenakan baju dalam.
"Baik tuan. " Seru Frans yang dia yakini Arka sudah mengatasi masalah yang terjadi diruangan itu.
Arka menghampiri Aluna dan membuka ikatan tangan dan kakinya. Arka bahkan bisa melihat dengan jelas tubuh Aluna bergetar karena ketakutan. Arka memakaikan tubuh Aluna dengan jaket yang dipakainya. Kemudian dia mengangkat tubuh Aluna, Aluna menyembunyikan wajahnya didada Arka karena dia sangat takut melihat kedua pria yang sudah bersimbah darah dihadapannya.
"Tidak apa - apa, kau aman sekarang. " Ucapnya sambil menghembuskan nafasnya kasar. Arka seperti bernafas lega karena dia tidak datang terlambat untuk menolong Aluna. Dalam dekapannya Aluna mulai bernafas dengan stabil ketika tadi jantungnya berdetak dengan sangat cepat karena takut.
Arka menghampiri Frans yang masih setia menunggu di depan pintu gudang.
"Bereskan kedua orang itu. Aku tidak ingin melihat mereka dihadapanku lagi. " Arka berkata pelan kepada Frans agar Aluna tidak mendengarnya. Setelah itu Arka melajukan mobilnya menuju rumahnya. Sedangkan Frans dan beberapa pengawal Arka masih tinggal digudang itu. Hanya satu mobil pengawal yang mengikuti Arka dari belakang mobilnya.
__ADS_1
Jangan lupa divote. Biar tetap semangat 😍😍😍😍