
Setelah matahari benar - benar menghilang dan digantikan bulan barulah Aluna kembali kerumahnya. Aluna tidak melihat lagi Arka dan Frans dirumahnya. Ada kesedihan tergambar jelas diwajahnya, namun segera dia ukir sebuah senyum diwajahnya ketika ibunya memanggil namanya dari arah dapur.
Dimeja makan sudah tersedia beberapa menu makanan yang sudah dari tadi disiapkan ibu Asmita. Entah mengapa malam ini ibu Asmita terlihat sehat dan senang. Bahkan sepertinya ibu Asmita tidak bertanya tentang apa yang terjadi dengan Aluna dan pria tadi.
"Tumben mama masak banyak malam ini? syukuran buat kepulangan Luna yah? " Tebak Aluna memeluk ibunya yang masih sibuk menyiapkan piring diatas meja.
"Ma bukannya hanya kita berdua? Kenapa piringnya ada tiga? " Tanya Aluna penasaran.
"Buat anak mantu mama. " Jawab Asmita sambil menuangkan air kedalam gelas. Aluna yang mendengar ucapan ibunya kaget setengah mati. Aluna menduga - duga apa yang terjadi setelah kepergiannya tadi. Namun Aluna tidak berani menanyakan hal itu kepada ibunya.
"Panggilah suamimu untuk makan malam bersama kita. Dia belum makan apapun semenjak datang disini. " Lagi - lagi ucapan ibunya membuat Aluna kaget bahkan Aluna hampir menjatuhkan piringnya.
"Apa mama sudah tahu kalau Arka adalah suami Luna? " tanya Aluna ragu - ragu.
"Iya, mama sudah tahu. Arka sudah menjelaskan semuanya sama mama. Mama juga sudah berbicara dengan Ardian orangtua Arka. " Jelas Asmita.
Setelah kepergian Aluna tadi, Asmita keluar dari kamarnya dan mendapati Arka yang masih duduk dengan Frans. Asmitapun bertanya tentang apa yang terjadi diantara Aluna dan Arka. Arka awalnya memberi pengertian kepada Asmita, lalu menceritakan perihal dirinya adalah suami Aluna tanpa mengatakan bahwa mereka hanya menikah kontrak. Karena setelah pulang dari kampung halaman Aluna, Arka akan mendaftarkan pernikahan mereka. Dengan meyakinkan Asmita bahwa dirinya sangat mencintai dan berjanji membahagiakan Aluna membuat Asmita akhirnya menerima Arka dan tidak mempermasalahkan pernikahan mereka. Karena Asmita juga berharap jika dirinya pergi menyusul suaminya, ada seseorang yang akan menjaga dan melindungi Aluna.
" Sekarang panggilah suamimu. " Kembali Asmita menyuruh Aluna yang masih terlihat bingung dan heran dengan apa yang terjadi.
"Tapi aku tidak melihatnya ma. " Sahut Aluna yang memang tidak melihat Arka didepan atau diruang tamu rumahnya.
"Dia ada dikamarmu. " Asmita memberitahu Aluna dimana Arka saat ini. Aluna yang mendengarnya langsung berlari kearah kamarnya.
Benar saja laki - laki itu sedang tertawa senang melihat album foto Aluna dari semenjak bayi. Aluna langsung merampas album itu ketika ada foto dirinya yang masih bayi sedang dimandikan ibunya.
"Kenapa kau melihat barang pribadiku " Serunya setengah berteriak.
" Kau saja pernah melihat barang pribadiku. " Arka tersenyum mengatakannya, membuat Aluna menjadi malu mengingat kejadian dikamar mandi waktu itu.
__ADS_1
"Aku tidak melihatnya. " Bantah Aluna menatap kesal kepada laki - laki yang tengah duduk diranjangnya.
"Aku merindukanmu. " Seru Arka yang sudah mulai berdiri menatap dalam gadis yang memang dirindukannya itu.
"Aku rindu perkelahian kecil kita, aku rindu keras kepalamu, aku rindu ketakutanmu, aku rindu semua tentangmu Luna. " Arka menatap dalam mata gadis yang masih menatapnya kesal.
"Rindu? Kenapa kau merindukan aku? Bukankah kau sudah memiliki wanita lain yang kau bawa kerumah waktu itu. Yang membuatmu tidak pernah pulang semalaman. Kenapa kau datang kesini, pulang sana temui wanitamu. " Entah mengapa kemarahan Aluna semakin membuat Arka senang. Kali ini Arka benar - benar yakin bahwa Aluna telah memberi tempat untuk Arka dihatinya
"Apa kau cemburu dengan wanita itu? " Arka mendekati Aluna lebih dekat lagi. Aluna hanya memundurkan tubuhnya dan berkata bahwa dirinya tidak cemburu.
"Aluna Anggesty dengarkan aku baik - baik. " Arka berkata sambil tetap mendekati Aluna namun Aluna lagi lagi menghindari Arka dan sialnya Aluna terpojok di dinding kamarnya.
"Aku Arka Arya Wiguna dengan ini menyatakan bahwa aku... " Belum sampai dikalimat terakhir, Asmita memanggil keduanya membuat Aluna langsung berlari keluar.
"Hampir saja aku mengatakan perasaanku padanya. " Arka mengikuti Aluna ke dapur.
"Ma biarkan Aluna tidur dengan mama malam ini. " Rayu Aluna didepan pintu.
"Tidurlah dikamarmu Luna. Suamimu pasti sudah menunggumu. " Tolak Asmita karena Aluna sudah menikah, seharusnya Aluna tidur bersama suaminya. Begitu kira - kira yang dipikirkan Asmita. Dengan langkah malas akhirnya Aluna masuk kedalam kamarnya yang sudah ada Arka tiduran diranjang yang kemungkinan tidak akan muat dua orang.
"Bukankah tadi kau bilang akan tidur dengan ibumu? " Tanya Arka namun Aluna tidak menjawab.
"Kenapa kau tidak pergi saja. Kenapa kau hanya menyuruh Frans untuk kembali? " Seru Aluna dengan nada kesalnya.
Arka yang mendengarnya kemudian bangun dari ranjang menghampiri Aluna yang duduk dikursi dekat dengan meja riasnya.
"Luna lihat mataku dan katakan sekali lagi jika kau ingin aku pergi dari sini. " Aluna menatap mata Arka dan mengatakan sesuai yang dikatakan Arka. Setelah mendengar perkataan Aluna, Arka meraih jaket kulitnya dan keluar kamar.
"Kau mau kemana? " Tanya Aluna namun Arka tidak menjawabnya. Arka membuka pintu rumah Aluna dan keluar dari rumah Aluna.
__ADS_1
Aluna berusaha mengejarnya, namun Arka tidak memperdulikan Aluna.
"Pergilah jika kau mau pergi. Aku sudah tidak perduli. Aku benci padamu, aku membencimu. Kau bahkan tidak meminta maaf padaku. Biar bagaimanapun aku ini istrimu. Kenapa kau membawa perempuan itu kerumah kita, kenapa kau mengatakan padanya kalau aku bukan siapa - siapa bagimu, kenapa kau mengatakan aku hanya seekor kelinci yang setiap hari kau beri makan, kenapa kau memeluknya didepan mataku dan pulang pagi dengannya, apa kau tahu hatiku sakit. " Langkah Arka terhenti mendengar teriakan Aluna yang sudah berjongkok berurai air mata. Apa yang ditahannya beberapa hari ini akhirnya dia keluarkan. Arka mendekatinya dan menghapus air mata Aluna.
"Bodoh. Jika saya dari kemarin - kemarin kau mengatakan hal ini aku tidak harus menyuruh sepupuku untuk berpura - pura didepanmu. " Jelas Arka
"Sepupu? " Tanya Aluna yang dibantu Arka berdiri.
"Iya dia sepupuku, Adiknya dokter Adit. " Jelas Arka.
"Jadi dia bukan pacarmu? Kau tidak tidur dengannya? " Tanya Aluna kepada Arka yang hanya tersenyum padanya.
"Aku hanya pernah tidur denganmu dan hanya kau gadis yang memasuki kamarku." Jelas Arka membuat Aluna tersipu malu.
Setelah itu keduanya pun kembali kerumah. Arka menggendong Aluna dibelakangnya dan menurunkan Aluna disamping ranjang kamar Aluna.
"Ini nyaman. " Ucap Arka yang tidur sambil memeluk Aluna dari belakangnya. Karena ranjang Aluna sangat kecil membuat keduanya tidur tanpa jarak sedikitpun. Namun entah menagapa terasa nyaman bagi Arka.
" Aku akan menyuruh Frans mengganti ranjang kita seperti ini. " Ucap Arka dan sontak membuat Aluna berbalik menatapnya.
"Kenapa? " Tanya Aluna kepada pria yang juga menatapnya.
"Agar aku bisa memelukmu seperti ini. " Jawab Arka langsung meraih tubuh Aluna kedalam pelukannya dan mencium kening Aluna. Setelah beberapa saat keduanyapun tertidur.
***
Jangan lupa di vote yah. Biar semangat upnya. Jangan menuntut untuk cepat - cepat dilanjut tapi tidak meninggalkan jejak.
Makasih untuk yang selalu vote. Bergabunglah dengan grup karena visual mungkin bisa dikirim lewat grup.
__ADS_1