Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
MASIH SEPERTI DULU


__ADS_3

Lima tahun lalu


Alex memukul setir mobil sambil memaki Aluna. Pasalnya laki - laki itu tidak menyangkah bahwa selain Arka tiba di lokasi, polisi juga datang ke lokasi kejadian.


"Shit... " Umpatnya sambil tetap melajukan mobilnya.


"Kau perempuan sialan. Aku sudah memperingatkanmu kan, jangan sampai Arka tahu. " Aluna yang berada dikursi penumpamg hanya memohon untuk Alex membebaskannya. Aluna hanya takut, Alex akan bertindak kasar padanya dan akan berimbas pada janin yang ada diperutnya.


"Alex, kumohon hentikan mobilnya atau setidaknya jangan membawa mobil seperti ini. Kumohon hati - hatilah menyetir" Pinta Aluna pada pria yang tersenyum menyerigai itu. Aluna takut mereka akan kecelakaan. Mengingat Alex yang membawa mobil ugal - ugalan. Karena berusaha kabur dari kejaran polisi.


" Jangan mengajariku dan tutup mulutmu. Kau pikir aku bodoh. Jika aku memelankan laju mobilku, bisa - bisa suami sialanmu itu dan juga polisi - polisi itu dapat mengejar mobilku. "


Disaat yang bersamaan ponsel milik Alex berdering.


"Kenapa? " Jawabnya datar.


"Kamu dimana? " Suara seorang wanita diujung telpon itu menanyakan keberadaan Alex.


"Aku dijalan. "


"Apakah kau menyekap ibunya Aluna? "Tanya wanita itu.


"Awalnya iya. Tapi sekarang aku membawa Aluna. " Jawab Alex tersenyum puas.


"Serahkan dia padaku Lex, aku sangat membencinya. " Mendengar nama Aluna disebut, membuat Aneta ingin sekali menjambak rambut Aluna.


Alex menatap Aluna dan dia ingat bagaimana keluarga Arka dulu mengusirnya dan ayahnya. Arka bahkan tidak memberikan uang yang diminta ayahnya. Sejenak berfikir untuk membalas Arka dengan menyakiti Aluna, Alex mengiyakan permintaan wanita itu dan menyuruh wanita itu menunggu dijalan yang akan dia lewati.


Setelah beberapa saat wanita itu sudah terlihat diujung jalan. Alex menepikan mobilnya sambil melihat jalanan dibelakangnya.


"Cepat... " Teriaknya dari dalam mobil. Wanita itupun berlari kecil kearah mobil, disaat bersamaan Aluna berusaha melarikan diri namun Alex dengan cepat menahan pergelangan tangannya.


"Jangan berani kabur kakak ipar. Aku akan mengejarmu sampai ke ujung dunia. "


Ketika wanita yang tak lain adalah Aneta telah masuk kedalam mobil, Alex kembali melajukan mobilnya.


"Hai Aluna. " Ucapnya menarik rambut Aluna dari belakang. Karena posisi Aneta yang duduk dikursi penumpang belakang, sehingga dengan mudah ia menarik rambut panjang Aluna yang duduk tepat didepannya. Aluna meringis, sambil menahan rambutnya.


" Apa yang akan kau lakukan pada wanita ini? " Tanya Alex yang masih fokus dengan jalanan yang ada didepannya.


"Tolong lepaskan aku. " Aluna masih memohon. Namun Aneta semakin kuat menarik rambutnya.


" Aku akan menyiksanya dan menyuruh beberapa pria menidurinya. Dengan begitu dia akan tampak menjijikan dimata Arka. " Aneta seketika melepaskan rambut Aluna dan tersenyum melihat raut wajah Aluna yang mulai ketakutan.


" Kemudian kau akan kembali lagi dengan Arka? " Tanya Alex dengan kesal. Begitu kan tujuan Aneta, pikirnya


" Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu. Aku hanya ingin membalas Arka atas perlakuannya malam itu padaku. " Kilah Aneta.


Sambil tetap memohon dalam hati, Aluna menangis. Bukan karena dirinya tapi karena nasib calon bayinya yang bahkan belum dia ketahui jenis kelaminnya. Bagaimana kalau Aneta benar - benar akan menyuruh beberapa pria menodainya, bagaimana nasib calon bayinya. Aluna memanggil nama suaminya dalam hati. Dia sangat takut.

__ADS_1


"Aneta, kumohon. Kau seorang wanita bukan? Kau telah melakukan kesalahan dimasa lalu, jangan melakukan kesalahan yang sama dimasa mendatang. Kau ingat bagaimana Arka memperlakukanmu dulu?" Aneta menerawang kemasa - masa dulu disaat dia masih menjadi kekasih Arka. Apapun akan Arka lakukan demi kebahagiaannya. Arka mencintainya dengan tulus, tanpa memandang latar belakang Aneta.


"Bukan Arka yang menghianatimu, tapi kamu. " Tambah Aluna membuat Aneta meneteskan airmatanya.


"Kau tahu, bahkan setelah putus denganmu Arka menutup hatinya rapat - rapat. Dia bahkan menolakku waktu itu. Dia menjaga jarak denganku, karena luka yang kau torehkan masih membekas dihatinya. Dia takut memberikan hatinya pada wanita manapun, dia pikir semua wanita hanya menginginkan hartanya saja. " Aneta berteriak agar Aluna menghentikan apa yang dia ucapkan. Namun Aluna yakin, Aneta sudah mulai terpancing dengan ucapannya. Jadi Aluna tidak akan berhenti.


" Aku bahkan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menempati hatinya. Itu semua karena apa? Karena walaupun sedikit kau mungkin masih mengisi hatinya. Dia tetap menemuimu kan waktu itu? Walaupun dia mengatakan sesuatu yang menyakitkan tapi itu hanya sebagai tindakan dia untuk mengajarimu dan menasehatimu supaya suatu saat nanti, jika ada pria yang begitu tulus mencintaimu kamu tidak akan melakukan sesuatu yang nantinya akan kau sesali lagi. " Aluna menoleh ke belakang, menatap Aneta yang juga menatapnya.


"Aku tahu kau masih sayang padanya. Iyakan? " Aneta tersenyum, seperti meledek ucapan Aluna barusan.


" Kalau aku masih sayang, aku tidak mungkin meninggalkannya. " Kali ini pandangan Aneta beralih pada sosok pria yang sesekali menatapnya. Seperti menunggu jawaban Aneta.


"Kau berbohong Aneta. Aku tahu kau masih sayang padanya. Buktinya disaat kau melihatnya di Bali waktu itu kau langsung memeluknya, kau merindukannya. " Ucapan Aluna benar, Aneta memang masih menyayangi Arka. Dia rindu laki - laki itu. Dia menyesal pernah meninggalkan Arka demi Alex. Bukan semata - mata karena Aneta tidak mendapatkan harta dari Alex tapi lebih kepada bagaimana Alex memperlakukannya, kasar dan tidak menghargainya. Berbeda dengan Arka yang selalu lembut dan menghargainya.


"Jadi kau bertemu Arka waktu itu di Bali? " Kali ini Alex menatap Aneta dengan sorot mata yang tidak bisa diartikan.


"Aku tidak sengaja bertemu dengannya. " Ucap Aneta takut - takut.


"Sialan. Aku akan membunuh istrimu Arka. " Teriak Alex. Sebelah tangannya dia gunakan untuk mencekik leher Aluna. Sedangkan sebelahnya lagi dia masih gunakan untuk memegang setir mobil.


" Alex hentikan. Kau bisa membunuhnya. " Aneta berusaha membuka cengkraman tangan Alex.


"Kenapa? bukankah kau tadi bilang kau akan menyiksanya? Kenapa kau berubah pikiran? " Alex menatap Aneta yang masih berusaha menahan tangan Alex.


"Aku tidak ingin melakukan kesalahan yang sama Alex. Cukup sekali aku menyakiti hati Arka dan membuatnya menderita. Kali ini tidak, Wanita ini kebahagian Arka. Aku bisa melihat itu. Aku tidak ingin Arka menderita lagi. Bebaskan dia Lex, sebagai gantinya aku akan selalu bersamamu. " Alex berdecak. Aluna tidak percaya, ucapannya sedari tadi membuka hati Aneta.


Namun Alex yakin Aneta masih mencintai Arka buktinya Aneta tidak ingin melihat Arka menderita. Alex kembali mencekik leher Aluna, sampai Aluna sudah terbatuk - batuk. Aneta yang melihat itu langsung menggigit tangan Alex dan cengkraman tangan Alex dileher Aluna terlepas dan disaat bersamaan Alex sudah tidak fokus dengan jalanan didepannya. Melihat mobil itu sebentar lagi mengarah ke pom bensin, Aluna hendak membuka pintu mobil, disaat dia akan melompat Alex mampu meraih tangannya dan lagi - lagi Aneta berusaha melepaskan tangan Alex yang memegang tangan Aluna. Alhasil Aneta berhasil memisahkan tangan Alex dan tanpa Aluna sadari, cincin pernikahnnya terlepas digenggaman Aneta.


Masa Sekarang.


Kalau mengingat hal itu, Aluna masih ketakutan dan sesekali tubuhnya gemetar.


" Kau pasti sangat ketakutan waktu itu sayang. " Ucap Arka sambil tetap memeluk Aluna, Aluna mengangguk. Membuat Arka merasa bersalah.


"Maaf..." Aluna menaruh satu jarinya dibibir suaminya. Semuanya sudah terjadi, tidak perlu ada yang merasa bersalah disini. Yang patut mereka lakukan adalah bersyukur. Bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bisa bersama seperti saat ini.


"Berarti jasad itu adalah Aneta? " Aluna lagi - lagi mengangguk. Arka menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.


"Setidaknya dia telah melakukan hal yang baik diakhir hidupnya. " Kalimatnya terdengar lirih. Mungkin karena dia masih mengingat wanita itu.


"Terima kasih Anet, telah menolong istriku. Berbahagialah disana. Aku sudah memaafkanmu" Gumamnya dalam hati.


Aluna hendak bangun untuk membersihkan tubuhnya, Arka yang melihat istrinya mulai menarik tubuhnya dari dekapannya, langsung meraih lagi tubuh itu.


"Mau kemana? " Tanyanya.


"Mandi sayang. Sebentar lagi pasti Giska sama Al nyariin aku. " Jawab Aluna.


"Sebentar lagi, aku masih rindu seperti ini. Aku masih rindu bersamamu. " Menyusupkan kepalanya dibagian leher istrinya.

__ADS_1


"Masih aja manja seperti dulu. " Ucap Aluna sambil mengelus kepala suaminya.


"Biarin. Sudah lama aku tidak mendapatkan kasih sayang dari seorang wanita. " Ucapannya membuat Aluna tertawa geli.


" Kenapa waktu itu tidak mencari satu orang wanita untuk memberimu kasih sayang. "


"Aku tidak mau satu, aku mau dua atau lebih juga boleh. " Arka sebenarnya ingin menggoda istrinya itu.


" Waktu itu aku bahkan hampir mencari ayah baru untuk Al dan Giska. Tetanggaku itu juga tampan dan perhatian sama aku. Suka ngantar makanan dan kadang aku titipin Al dan Giska sama dia. " Mengangkat kepalanya Arka menatap kesal kepada Aluna.


" Kau mau mencari ayah baru untuk Al dan Giska? " Tanyanya dengan dahinya yang mengerut. Menatap Aluna dengan penuh selidik.


"Iya. Kan jaga - jaga kalau kamu nggak bakal balik lagi kesini. Aku nggak mungkin dong, jadi janda seumur hidup. Sayangkan, wajah cantik aku dibiarin menua tanpa ada yang menatapnya diranjang. " Sumpah Arka sudah terlihat marah. Aluna ingin tertawa namun dia masih bisa menahannya.


"Mulai besok, bereskan semua barang - barangmu disana dan tinggal disini. " Terlihat berfikir dan akhirnya bersuara lagi.


" Biarkan Frans yang mengurusnya. Kamu sudah tidak boleh pergi kesana. " Arka mengatakannya dengan tegas.


"Kenapa? " Aluna pura - pura bertanya, padahal dia sudah tahu bahwa suaminya ini sedang cemburu dan tidak ingin Aluna bertemu lagi dengan tetangganya itu.


"Pokoknya tidak boleh, yah tidak boleh. " Nadanya terdengar ketus.


"Aku bahkan lima tahun ini tidak pernah berfikir untuk mencari wanita lain. Tapi kamu malah ingin mencari ayah baru untuk Al dan Giska. " Sudah membelakangi Aluna, bahkan ucapnnya terdengar lirih. Aluna tahu, suaminya kini sedang merajuk.


" Kenapa membelakangiku? Katanya tadi butuh kasih sayang. Kok akunya malah dicuekin. " Aluna tersenyum dibalik punggung sang suami. Arkanya masih seperti dulu, cemburuan.


"Aku pergi lagi nih, kalau aku tetap dicuekin. Aku balik kerumah aku aja, kalau gitu. " Cepat - cepat Arka membalik tubuhnya, memeluk lagi istrinya. Kali ini dia memilih diam, karena dia masih kesal.


"Daddy.. " Panggil Aluna namun hanya dijawab hhmm oleh suaminya itu.


" Hei lihat aku dong. " Tapi laki - laki itu masih tetap bergeming dan tidak ingin menatap Aluna.


"Bodoh. " Aluna tersenyum sambil mengelus pucuk kepala Arka.


"Daddy kesayangannya bunda, lihat bunda dong... " Sepertinya suaminya benar - benar merajuk. Aluna harus mencari cara agar suaminya itu tidak lagi marah dan merajuk.


"Mau ronde kedua nggak? " Tanya Aluna sambil mengelus tengkuk suaminya. Kali ini Arka mengangkat kepalanya demi menjangkau pandangannya kepada sang istri yang tersenyum karena berhasil menggodanya.


"Emang mau? " Kali ini suaminya itu bersuara. Cara seperti itu selalu berhasil menaklukan kemarahan dan kecemburuan suaminya.


"Mau dong. Apa sih yang nggak buat daddy. " Akhirnya ronde dua pun dimulai.


____________


Kejadian lima tahun lalu, belum semuanya diceritakan yah. Mungkin part berikutnya.


Tetap sabar yah nunggu kelanjutannya.


Aku lagi persiapin soal buat ujian Akhir Semester. Jadi memang fokusnya disitu dulu. Kalau sempat yah, aku bahkal nulis. Jadi sabar - sabar aja yah.

__ADS_1


🙏


__ADS_2