
Akhirnya mobil Arka sampai dilokasi. Arka gemetar melihat istrinya ditodong oleh Alex sepupunya.
"Sialan. " Umpatnya mulai mendekat kearah Alex dan Aluna.
"Satu langkah lagi kamu mendekat, peluru ini akan menembus organ tubuh istrimu. " Arka berhenti, dia tidak boleh gegabah. Sedangkan ibu Asmita sudah menangis histeris, disamping pengawal yang mengantar Aluna tadi.
"Bawa mama Asmita pulang. " Perintah Arka diiyakan oleh pengawalnya.
"Lex, aku mohon, lepasin istri aku. " Mengatupkan kedua tangannya sambil menurunkan tubuhnya Arka berlutut sambil memohon.
"Kamu mau minta apa saja, bahkal aku kabulin. Sekalipun itu nyawa aku. " Ucapnya lirih. Aluna yang melihat suaminya, menetaskan air mata. Laki - laki itu begitu mencintainya.
Alex tertawa melihat ketidak berdayaan Arka. Ini yang dia inginkan dari dulu.
"Aku akan melepaskan dia tapi ceraikan dia sekarang juga. " Arka menatap tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar. Menceraikan Aluna? Itu tidak ada dalam catatan harapannya.
"Aku..." Arka bahkan tidak bisa meneruskan kata - katanya.
"Kenapa kamu tidak bisa? " Alex mencemoh.
"Aku akan menceraikannya. Jika itu yang kau inginkan. " Alex tertawa tergelak.
"Lihat kakak ipar, dia akan menceraikanmu. " Aluna menggeleng. Bagi Arka keselamatan istrinya lebih penting. Dia bisa menikah lagi dengan Aluna jika memang mereka sampai bercerai.
" Sayangnya, aku lebih butuh uang dari pada perceraian kalian. " Apakah Aluna dan Arka boleh bersyukur sekarang? Tidak. Selama Aluna masih ditangan laki - laki itu, mereka belum boleh bersyukur.
" Aku mau semua uangmu. Sebagai tebusan istri tercintamu. " Uang bisa dicari lagi menurut Arka. Yang penting dia bisa memulai dari nol, bersama Aluna tentunya.
"Baiklah jika itu yang kau inginkan. Tetapi kau harus menepati kata - katamu Alex. Karena aku juga akan menepati kata - kataku. "
__ADS_1
"Aku berjanji demi nama almarhum ibuku. Aku akan membebaskan istrimu, asal kau benar - benar menepati kata - katamu soal uang itu. " Arka bersyukur Alex mata duitan, setidaknya dia hanya akan kehilangan uangnya bukan istri dan calon anak yang bahkan Alex sendiri tidak tahu.
" Kau mau mengambilnya dirumah atau Frans yang akan mengantarnya kesini." Tawar Arka. Membuat Alex sejenak berfikir.
"Kau yang harus membawanya kesini. " Tidak, Arka tidak mungkin meninggalkan istrinya disini. Dia harus tetap berada didekat Aluna saat ini. Memastikan sendiri keadaan istrinya yang ketakutan itu.
" Aku tidak akan meninggalkan tempat ini Alex. " Tolaknya.
" Oh, kau mencoba mengingkari kesepakatan kita? Kau ingin aku mengores wajah cantik istrimu agar kau tahu aku sedang tidak ingin main - main sekarang. " Sudah mengangkat pisau, mengarahkan kewajah Aluna yang menangis.
"Baik... baiklah, jangan lakukan itu. Aku akan mengambilnya sekarang. " Disaat Arka mulai memasuki mobilnya, terdengar suara sirene polisi.
Ini bukan saatnya, setelah Arka sudah bisa membujuk Alex.
Alex yang mendengar sirine polisi terlihat panik.
"Sialan. " Umpatnya. Sambil menarik Aluna kearah mobilnya. Alex melajukan mobilnya dan hal itu membuat Arka panik.
"Tuan mobil polisi sedang mengejar mobil Alex. " Salah satu pengawal Arka yang mengendarai motor memberi kabar kepada Frans.
"Frans hubungi pihak kepolisian, jangan mengejar Alex. " Perintah Arka dan diiyakan Frans.
"Apa? " Teriak Frans diujung telpon.
"Kenapa bisa? dimana kejadiannya? " Frans menoleh pada Arka yang terlihat penuh tanda tanya menatap kearahnya yang sudah menutup sambungan telpon.
"Ada apa Frans? " Tanya Arka.
Frans bungkam, tidak tahu dengan cara apa dia harus mengatakan hal ini pada Arka.
__ADS_1
"Frans ada apa? " Kali ini Arka mencekam kerak baju yang dipakai Frans.
"Mobil Alex kecelakaan tuan. " Jawab Frans takut - takut.
"Bagaimana keadaan istriku Frans. " Arka yakin polisi yang dihubungi Frans tadi, ada ditempat kejadian sekarang. Jadi dia lebih tahu keadaan Aluna sekarang.
"Tuan... " Frans ingin mengatakannya namun sebaiknya Arka yang harus melihat langsung keadaan istrinya.
"Lokasinya tidak jauh dari sini tuan. sebaiknya kita kesana. " Sumpah, perasaan Arka sudah sangat tidak enak. Frans bahkan tidak mengatakan bagaimana keadaan Aluna sekarang.
Frans membawa Arka ke lokasi kejadian. Arka menggeleng, seraya menepis bahwa yang dilihatnya bukan mobil yang membawa istrinya tadi.
"Bukan itukan Frans? " Tanyanya lirih. Bahkan airmata laki - laki yang sudah terlihat kacau itu, mengalir begitu deras melewati pipi dan berhenti diperpotongan lehernya. Arka mulai turun dari dalam mobil, bahkan saat berjalan Arka sudah tidak mampu melangkahkan kakinya.
"Maafkan saya tuan. " Frans tidak bisa berkata apa - apa, dia bahkan ikut menetaskan air mata melihat Arka.
Mobil yang dibawah Alex menabrak pon bensin dan terbakar.
"Korbannya satu orang wanita dan satu orang pria. " Ucap salah satu polisi di lokasi kejadian. Sumpah demi apapun, dunia Arka hancur seketika mendengar penuturan polisi itu pada temannya.
"Tuan Arka, maaf kami tidak bisa menyelamatkan istri anda. " Ucap polisi tadi.
------------
Buat yang ngga sabaran dan koment dikit banget thor. Kalian itu kalau baca satu bab itu cepat, buat yang ngarang itu berjam - jam. Jadi banyakin sabarnya.
Yang vote aja diam dan menunggu kelanjutannya dengan komen yang ngasih semangat gitu.
Apalagi pas baca part ini, pasti pada demo. hahaha.
__ADS_1
ini hukuman bagi kalian yang ngga sabaran. hahaha