Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
INGATAN


__ADS_3

Wanita itu berjalan anggun menuju pintu ruangan dimana Maura di sekap.


"Bos, gadis itu ada didalam. " Tunjuk salah satu pria yang berjaga didepan ruangan dimana Maura di sekap. Sepertinya wanita itu yang menjadi dalang penculikan Maura.


"Kalian bisa tunggu disini. " Perintahnya ketika salah satu pria berkaos hitam itu hendak mengantarnya.


"Baik Bos. Jika Bos perlu sesuatu, Bos bisa memanggil kami. " Ucap pria itu. Setelah wanita itu masuk kedalam, pria tadi langsung mengunci kembali pintu rungan itu dan setelahnya ia kembali ke tempatnya semula. Berjaga didepan pintu bersama temannya yang sudah berdiri disisi yang lain pintu itu.


Maura yang sudah sadar dari pengaruh obat bius, mulai menyesuaikan matanya dengan cahaya terang di ruangan tersebut. Sebuah kamar tidur dengan luas yang tidak terlalu besar. Hanya sebuah kasur dengan ukuran kecil yang menjadi tempatnya dibaringkan. Bersyukur mereka tidak mengikatnya. Maura mencoba mengingat mengapa dia bisa berada ditempat itu, namun ingatannya hanya sampai pada saat Violin berpamitan padanya untuk membeli air mineral untuk mereka berdua. Saat Maura sedang menikmati pemandangan kota dari atas puncak, tiba - tiba seseorang datang dan langsung membekapnya. Sampai disitu Maura mengingatnya.


Maura seketika panik, gadis itu langsung mengamati tubuhnya. Bersyukur dia masih mengenakan seluruh busana yang dipakainya terakhir kali saat dirinya dan Viona bersepeda. Bahkan dia tidak merasakan bagian sakit ditubuhnya yang lain, hanya saja kepalanya sedikit berdenyut, mungkin karena pengaruh obat bius. Disaat Maura masih memikirkan mengapa sampai dia diculik, tiba - tiba suara wanita yang seumuran ibunya itu mengagetkannya.


"Baguslah kalau kau sudah sadar. " Maura mencari asal suara itu. Sedari tadi Maura tidak memperhatikan sekeliling, jadi dia tidak menyadari keberadaan wanita itu. Wanita yang sedang duduk di kursi, dipojok ruangan sambil sesekali mengisap r*kok dan mengepulkan asapnya ke udara.


Maura refleks bangun dari tidurnya, dengan was - was.


"Kamu siapa? " Tanyanya yang langsung berdiri mendekati wanita itu.


Dengan sikap santainya wanita itu malah menunjuk salah satu kursi yang tidak jauh darinya. Kursi yang langsung berhadapan dengannya. Maura menolak, dia hanya ingin kembali sekarang. Lagi pula dia juga tidak kenal dengan wanita itu. Jika wanita itu memang yang menculiknya, setidaknya dia bisa melawannya sekarang.


"Tidak perlu basa basi tante, aku mau pulang. " Ucap Maura cuek dan hendak melangkah menuju pintu ruangan itu. Namun sepertinya pintu itu dikunci.


Mendekati wanita itu, Maura yakin kunci itu ada padanya.


"Tante mana kuncinya, Maura mau pulang. Jangan sampai Maura bersikap kurang sopan pada Tante. " Maura sepertinya tidak sabaran. Ayah dan Ibunya pasti sangat kuatir padanya.


"Duduklah dulu. Ada rahasia yang hendak aku katakan padamu. " Sekali lagi wanita itu hanya menanggapi Maura dengan cuek.

__ADS_1


Rahasia apa? Siapa sebenarnya wanita itu. Maura tidak kenal sama sekali. Apakah wanita itu salah satu kerabat ayah atau ibunya? Maura benar - benar tidak mengenalnya. Tapi Maura penasaran rahasia apa yang hendak dikatakan wanita itu. Apa dia hanya mengada - ngada. Atau tujuannya menculik Maura hanya untuk minta tebusan?


"Jika Tante menculik aku, hanya karena meminta tebusan uang. Maaf Tante, keluarga aku hanya keluarga kecil yang penghasilannya tidak seberapa." Maura berusaha mengelabui wanita itu yang langsung mengundang tawa wanita itu.


"Bukannya perusahaan ayahmu maju pesat beberapa tahun terakhir? " Maura terdiam. Bagaimana wanita itu tahu. Apakah wanita itu hanya menduga - duga, bahwa dirinya adalah anak seorang pengusaha.


"Ayo duduklah dulu, aku akan menceritakan sebuah kisah padamu. Kisah aku dan ayahmu pernah menikah dan akhirnya ibumu datang sebagai perusak rumah tangga kami. " Benar Maura memang tidak pernah tahu kalau sebelumnya ayahnya pernah menikah. Orangtuanya sepakat tidak memberitahukan hal itu pada Maura. Karena memang pernikahan itu, hanya pernikahan terpaksa bagi Bryan ayahnya.


"Mungkin Tante salah orang. Ayahku hanya menikah dengan ibuku. Ayah tidak pernah menikah sebelumnya dan ibuku tidak seperti yang Tante tuduhkan barusan. "


"Jadi orangtuamu tidak pernah memberitahukan hal ini padamu? Sudah kuduga. " Wanita itu, kemudian mematikan sisa Rokok yang ada ditangannya. Membuangnya ke sembarang tempat, lalu kemudian menatap Maura dengan senyum kecil di ujung bibirnya.


"Bryan Wijaya. Itu nama ayahmu kan? " Maura kaget, matanya membulat sempurna. Apakah memang wanita ini mengenal ayahnya? Dan apakah benar yang dikatakannya tadi? Atau mungkin ada Bryan Wijaya yang lain diluar sana.


"Ini ayahmu bukan? " Wanita itu menunjukan sebuah foto yang ada di dalam galeri ponselnya.


Apa benar ayahnya pernah menikah sebelumnya? Maura seperti tertampar keras saat ini. Dia bahkan tidak tahu hal sebesar ini.


" Jika kau tertarik dengan ceritaku ini, duduklah dulu. Setelah itu kau bisa pergi. " Maura yang memang ingin tahu masa lalu ayahnya dan kebenaran dari semua cerita wanita itu memilih menuruti apa yang dikatakan wanita itu.


" Apa kamu juga tidak tahu kalau Ayahmu dulu adalah kekasih Aluna? " Maura mengerutkan dahinya, sungguh apakah semua ini benar? Apakah itu Tante Aluna, ibunya Al?


Untuk meyakinkan apa yang dikatakannya wanita itu, kembali membuka galeri ponselnya dan menunjukan beberapa foto Aluna dan Bryan. Mereka terlihat bahagia dan saling mencintai. Berbeda halnya dengan foto Bryan dan Viona saat pernikahan mereka, Bryan tidak terlihat bahagia. Apa benar tante Aluna dan ayahnya pernah punya hubungan sedekat itu? Lalu ibunya? Bukankah ibunya sahabat Tante Aluna? Maura sungguh tidak mengerti semua ini.


"Bryan sangat mencintai Aluna begitu juga sebaliknya. Mungkin sampai saat ini mereka masih saling mencintai. " Apa benar semua itu? Setelah Maura ingat - ingat saat ayahnya menatap tante Aluna itu memang berbeda. Seperti ada cinta dihati ayahnya untuk tante Aluna.


" Itu tidak benar tante. Jika pun ayah pernah ada hubungan sama tante Luna, itu udah masa lalu tante. Tante Aluna sekarang cintanya sama paman Arka. Begitu juga ayah, ayah sekarang cintanya sama ibu. " Benarkan seperti itu.

__ADS_1


" Kamu jangan naif. Aluna itu masih cinta sama ayah kamu. Buktinya dia selalu berusaha menjodohkan Al sama kamu, biar dia juga bisa terus dekat sama ayah kamu. "


'Itu nggak benar tante. Tante Aluna nggak seperti itu. "Bela Maura.


" Ayah kamu itu cinta pertamanya Aluna, begitu juga sebaliknya dan asal kamu tahu, mereka pacaran sudah sangat lama dan hampir menikah. Tapi syukurlah ayah kamu waktu itu milih tante dari pada Aluna gadis kampung itu." Kalimat terakhir Viona ucapkan dengan penuh kebencian.


"Lalu bagaimana ibu dan ayahku bisa menikah? " Apa benar Maura harus menanyakan hal ini pada wanita itu. Apa wanita itu mengatakan sebenarnya atau bisa saja wanita itu berbohong dan mengarang cerita. Tapi foto yang dia tunjukan, itu terlihat tidak direkayasa. Ya Tuhan Maura benar - benar bingung sekarang.


"Sebenarnya ibumu juga turut andil dalam rusaknya rumah tangga aku dan Bryan. Waktu Bryan terpuruk karena kematian ayahnya, ibumulah yang selalu menemani Bryan. Ya dari situlah Bryan dan ibumu dekat. Mungkin aja Ayahmu itu, merasa berutang budi pada ibumu dan akhirnya memilih meninggalkan aku dan menikahi ibumu. Walaupun aku tahu ayahmu menikahi ibumu terpaksa, karena waktu itu Aluna sudah memilih pria lebih kaya dari ayahmu."


"Tante bohong kan? Tante cuma mengarang ceritakan? " Maura hendak beranjak dari kursi yang didudukinya. Cukup sudah dia mendengarkan perkataan wanita itu.


"Semua yang aku ceritakan ini adalah kenyataan. Kau bisa menanyakan hal itu pada Bryan ayahmu. Jadi aku sarankan padamu, untuk berhenti mengejar Alka dan membatasi hubungan antara keluargamu dan keluarga Alka. Karena dengan itu, kamu bisa menyelamatkan keluargamu. " Ucap wanita itu penuh penekanan.


"Maura tidak percaya pada tante. " Walau pada dasarnya Maura sebenarnya hampir sepenuhnya percaya apa yang dikatakan Viona padanya.


"Terserah padamu, aku hanya berusaha mengingatkanmu. Dan satu rahasia lagi yang perlu kau tahu dan yang tidak diketahui siapa pun termasuk ayahmu, aku memiliki seorang putri hasil hubunganku dengan ayahmu. " Jantung Maura seperti berhenti.


Dia punya saudara perempuan?


Maura tertawa, menutupi kegugupannya.


"Tante terlalu banyak nonton sinetron. Maura tidak akan percaya. " Setelahnya Maura langsung mengambil kunci yang ternyata berada diatas meja dekat dengan tempat duduk Viona. Berjalan mendekati pintu dan membukanya.


Dua orang yang berdiri didekat pintu tadi, menyadari bukan Bos mereka yang keluar langsung segera menangkap Maura.


"Lepaskan aku. " Maura mencoba melawan namun karena tubuh kekar keduanya yang langsung mengunci pergelangan tangannya, membuat Maura kesulitan. Ditambah lagi kepalanya yang masih sedikit pusing.

__ADS_1


"Kurung dia sehari lagi, setelah itu lepaskan dia. " Perintah Viona yang baru saja keluar dari ruangan itu, berlalu meninggalkan Maura dan kedua bawahannya.


__ADS_2