Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
CIUMAN SEBELUM TIDUR


__ADS_3

Makan malam telah berakhir. Sebelum mereka mengistirahatkan tubuh mereka dari segala rutinitas disepanjang hari ini, Arka menggenggam tangan Aluna dan mengajaknya ke taman samping rumah. Cahaya lampu taman yang berwarna warni membuat keduanya merasa nyaman duduk dikursi panjang taman tersebut.


Sudah hampir sejam mereka menghabiskan waktu ditaman. Udara juga sudah semakin dingin membuat Arka mengajak Aluna masuk kedalam rumah. Keduanyapun menapaki anak tangga menuju kamar mereka. Aluna langsung membaringkan tubuhnya diatas ranjang. Sedangkan Arka pergi ke kamar mandi. Arka memang punya kebiasaan membersihkan wajahnya dan menggosok gigi sebelum dia tidur.


Setelah Arka selesai, Arka menyuruh Aluna melakukan hal yang sama seperti dirinya sebelum tidur. Akhirnya Aluna pun pergi ke kamar mandi untuk melaksanakan ritual yang sejak anak - anak menjadi kebiasaan Arka seperti yang selalu diajarkan Kamila ibunya. Ibu Asmita memang juga mengajarkan hal yang sama kepada Aluna. Namun jika Aluna sudah sangat ngantuk, Aluna tidak akan melakukannya.


Aluna sudah keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan wajahnya dengan handuk kecil. Aluna melihat Arka yang sudah tertidur diranjangnya. " Sepertinya dia sangat lelah. " Aluna mendekati Arka dan mengelus dengan lembut pipi kanan Arka.


" Dia benar - benar tampan. Selama ini aku tidak pernah melihatnya secara seksama. " Aluna yang sudah berbaring disamping Arka, menopang kepalanya dengan menggunakan tangan melihat kearah suaminya.


"Dia mirip papa Ardian. Sayang sekali aku belum pernah melihat ibunya, ibunya pasti baik dan juga cantik. " Aluna tersenyum sendiri masih menyentuh setiap inti wajah Arka. Arka bahkan tidak bergerak sama sekali.


Aluna mencium kening Arka sebagai ucapan selamat malam. Namun sebelum bibirnya mendarat dikening Arka, Arka kemudian bergerak memposisikan bibirnya tepat dengan bibir Aluna.


"Kau ternyata sudah sering menciumku disaat aku tidur yah. " Ucap Arka disaat Aluna sudah memundurkan tubuhnya karena kaget Arka belum tidur.


" Aa...aku baru kali ini melakukannya. " Aluna menunduk karena malu seperti maling ketahuan nyuri.

__ADS_1


" Aku tidak percaya. Sejak kapan kau melakukannya? " Tanya Arka kembali. Kali ini Arka sudah mengambil posisi duduk.


"Baru kali ini. Maaf... " Jawab Aluna tanpa memandang wajah Arka yang menahan tawanya.


" Kau mau aku memaafkanmu karena tanpa sepengetahuanku menciumku? " Tanya Aluna dan Aluna menganguk.


"Baiklah. Aku akan memaafkanmu dengan satu syarat. " Seru Arka memikirkan syarat apa yang akan dia berikan kepada istrinya.


"Bukannya kau juga sering menciumku tanpa bilang dulu padaku? " Aluna akhirnya mendapat cara untuk membalas kata - kata Arka.


" Kalau sekarang kau menciumku disaat aku tidak tahu dan tidak melihatmu memajukan bibirmu itu. " Arka menyentuh bibir Aluna. Mungkin dia sudah tidak bisa menahan gelaknya saat ini, melihat ketidakberdayaan istrinya. Kalau dia tidak tahu, mengapa dia memposisikan bibirnya tepat diatas bibir Aluna disaat Aluna hendak mencium keningnya.


"Maaf aku tidak akan melakukannya lagi. " Seru Aluna dengan menggigit ujung jarinya.


"Sudah ku bilang, aku akan memaafkanmu dengan satu syarat. " Akhirnya Aluna menyetujui syarat yang bahkan belum Arka katakan apa syarat tersebut.


"Aku akan memaafkanmu jika mulai malam ini, kau selalu melakukan hal yang sama seperti tadi setiap kita akan tidur. " Ucap Arka dengan tersenyum. Sedangkan Aluna memandangnya seolah tidak mengerti apa yang dikatakan Arka. Arka kemudian mendaratkan bibirnya diatas kening Aluna.

__ADS_1


"Lakukanlah seperti itu sebelum kita tidur. " Ucap Arka. Aluna ingin protes, namun Arka berkata lagi padanya. "Kalau kau tidak bersedia menciumku disini " menunjuk kening.


"kau bisa menciumku disini sebelum tidur. " Arka menunjuk bibirnya.


"Aku akan menciummu disini. " Tunjuk Aluna pada kening Arka. Arka hanya tersenyum penuh kemenangan.


"Lakukan sekarang. " Tambah Arka dan Aluna mendaratkan ciuman dikening Arka. Setelah Aluna selesai menciumnya, Aluna hendak tidur namun suara Arka mrnghentikan tubuhnya yang hendak ingin berbaring.


"Apa lagi? " Tanya Aluna.


"Aku belum melakukan hal yang sama untukmu. " Tanpa diiyakan Aluna Arka mencium bibir Aluna.


"Kenapa kau menciumku disitu? " Tanya Aluna menatap Arka dengan sedikit kesal.


"Karena aku ingin. " Seru Arka mengelus pucuk kepala Aluna.


"Tidurlah sayang, aku sangat lelah hari ini. " Ucap Arka dan diiyakan Aluna. Arka menarik Aluna untuk tidur lebih dekat lagi disisinya. Arka mengelus lembut pucuk kepala Aluna sampai Aluna yang tertidur lebih dulu. Arka kemudian mendaratkan satu ciuman di kening Aluna "Selamat tidur Luna. " Ucap Arka sebelum dia menutup matanya.

__ADS_1


__ADS_2