Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
Mama diculik 2


__ADS_3

Kalau waktu bisa diputar, Arka lebih memilih tidak pergi ke Bandung kemarin. Dia yakin Aluna sangat membutuhkannya saat ini.


"Kumohon jaga dirimu sayang. " Yang bisa Arka lakukan saat ini, hanya mendoakan keselamatan istri dan calon anak mereka. Perasaannya sudah tidak enak semenjak kemarin meninggalkan Aluna. Apalagi kata - kata istrinya yang tidak biasanya waktu mereka berpisah kemarin.


Dengan kecepatan tinggi Frans melajukan mobil. Karena beberapa kali Arka membentaknya. Katanya Frans terlalu lambat membawa mobil. Tadi Arka bahkan ingin menggantikan Frans untuk menyetir. Namun Frans berusaha menenangkan Arka. Jika Arka yang membawa mobil itu, bisa dipastikan mereka tidak bisa menolong Aluna. Namun merekalah yang membutuhkan pertolongan.


Andai jarak tempuh Jakarta dan Bandung seperti dulu, mungkin mereka hanya membutuhkan waktu hanya dua jam saja. Tetapi tidak dengan sekarang, mereka mungkin akan membutuhkan waktu lebih dari dua jam.


***


Sementara dirumah, Aluna sudah mulai keluar pintu dengan membawa kedua tas ukuran besar ditangannya.


"Nona saya yang akan mengantar nona. "


Ucap salah satu pengawal yang ikut mengangkat tas yang berisi uang dari kamar Aluna. Entah dari mana pengawal itu tahu jika Aluna akan pergi. Tapi Aluna mengikuti saja. Karena waktunya juga tinggal beberapa menit lagi.


"Tolong jaga suamiku baik - baik. Setialah selalu padanya. " Ucap Aluna lirih. Saat dirinya sudah berada dalam mobil.


"Baik nona. " Pengawal itu menjawab tanpa memalingkan wajahnya dari jalan didepannya.


Bunyi ringtone ponsel Aluna berbunyi, tertera nama mama dilayar ponselnya. Aluna mengangkatnya dengan cepat karena dia tahu yang menghubunginya adalah si penculik ibunya.


" Apakah kau sudah mendapatkan uangnya, kakak ipar? " Tanya si penelpon.


"Aku udah bawa uangnya, dimana mama aku? " Tanya Aluna.


"Luna, kamu jangan kesini nak. Mama..." Itu suara ibunya.


" Ma. "


" Bawa uangnya ke alamat ini..." Menyebutkan lokasi dimana Aluna harus membawa uang tebusan itu.

__ADS_1


" Nona itu di daerah puncak. " Ucap pengawal setelah Aluna memberitahu tujuan yang harus mereka tuju.


Sementara Arka semakin kuatir melihat GPS di ponsel Aluna sudah mulai keluar dari jalan raya. Tapi Arka sedikit bersyukur karena sepertinya lokasi yang Aluna tuju, tidak terlalu jauh dari lokasinya dan juga Frans.


Sementara fokus dengan GPS di ponsel milik Frans, tiba - tiba ponsel pribadinya berdering.


Arka langsung cepat mengangkatnya, ketika melihat nama sih pemanggil.


"Ya Tuhan bunda, bunda mau kemana? "


"Bunda baik - baik saja kan? "


"Aku udah dijalan sayang. Luna, kamu tenang ya "


Tidak terdengar suara disana.


"Bunda, sayang. " Arka ingin sekali mendengar suara istrinya itu. Sampai Arka bisa mendengar ada isakan diujung sana.


" Kamu tenang ya, sayang. Aku udah hampir sampai. " Berusaha menenangkan istrinya.


" Aku takut. Pria itu nggak ngijinin aku bilang sama kamu. " Arka sejenak mencerna ucapan Aluna sampai dia menyadari sesuatu.


"Tunggu, berarti penculiknya kenal aku? " Terdengar tarikan nafas disana.


"Aku nggak tahu. Tapi dia manggil aku kakak ipar dan dia juga bilang kalau kamu banyak uang. " Tunggu, yang biasa manggil Aluna kakak ipar hanya dokter Adit. Tapi tidak mungkin itu dokter Adit. Arka berfikir keras, sampai dia ingat ada seseorang yang memanggil Aluna dengan sebutan kakak ipar, dia adalah Alex sepupunya.


"Aku akan membunuhmu. " Arka bersumpah dalam hati. Jika terjadi sesuatu pada istrinya, dia akan membunuh sepupunya itu.


"Sayang kamu tenang. Luna... " Sambungan itu terputus.


"Frans, mama Asmita diculik dan aku yakin Alex dan paman dalang dari penculikkan ini. " Arka terlihat mengepalkan tangannya.

__ADS_1


***


"Ternyata kau. " Aluna kini tahu siapa yang menculik ibunya.


" Mama? " Aluna memutuskan sambungan telpon karena mereka sudah sampai dilokasi. Aluna bisa melihat ibunya terikat disalah satu kursi. Sedangkan pria yang menculik ibunya yang tak lain adalah Alex berdiri disamping ibunya dengan senyum liciknya.


"Hallo kakak ipar. Sepertinya kau masih mengingat aku rupanya. " Tersenyum sambil menunjukan sebuah pisau yang sesekali dia tempelkan dileher ibu Aluna.


"Kumohon jangan sakitin mama saya. Saya sudah bawah uangnya. " Terlihat pengawal Arka turun dari dalam mobil membawa satu persatu, tiga tas besar yang berisi uang.


"Kenapa kau membawa laki - laki itu? " Sudah mengambil sebuah pistol dari dalam jaket yang dipakainya. Ketika melihat pengawal Arka menghampiri Aluna.


"Aku tidak bisa menyetir dan aku butuh seorang mengantarku kesini. " Ucap Aluna.


" Mana uangnya? Lemparkan kesini. " Alex sepertinya sudah tidak sabar ingin memiliki uang sebanyak itu.


" Aku tidak akan percaya padamu. Aku akan memberikan uangnya setelah kau melepaskan mama terlebih dulu. " Dengan takut Aluna mengatakannya.


Alex tertawa, Aluna bahkan takut dengan tawanya itu. " Kakak ipar ingin melawan saya rupanya. " Pisau yang ada ditangan kirinya, dia gores dileher ibu Aluna. Walaupun hanya sebuah goresan kecil, namun Aluna dapat melihat darah dileher ibunya. Aluna gemetar dan menangis.


"Tolong jangan sakitin mama aku. " Ingat Aluna sudah kehilangan ayahnya, dia tidak ingin kehilangan satu - satunya orangtuanya.


"Baiklah jangan menangis kakak ipar, kakak ipar bawah uangnya kesini dan saya akan membebaskan perempuan tua ini. Aku berjanji. " Aluna pun mengikuti keinginan pria itu. Walaupun ibunya sudah menggeleng dan pengawal Arka sudah mengingatkan namun Aluna tetap berjalan mendekati Alex. Aluna tidak ingin Alex menyakiti ibunya lagi. Alex dia sudah membuka ikatan ibu Aluna.


Disaat Aluna mengantarkan satu persatu tas itu, Alex menahan pergelangan tangannya dan mendorong ibu Aluna.


" Pergilah wanita tua. Aku tidak butuh kau lagi. " Ibu Aluna tersungkur dan pengawal tadi cepat - cepat menolong ibu Aluna.


"Ma. " Kini Aluna lah yang menjadi sandera Alex.


Alex menodong senjata dikepala Aluna, Ibunya yang melihat itu berteriak histeris.

__ADS_1


"Katakan pada semua pengawal Arka untuk segera mundur, kalau tidak saya akan menembak istrinya. " Karena Alex pernah jadi orang kepercayaan keluarga Arka, jadi Alex tahu dalam keadaan seperti ini pengawal Arka sudah pasti ada disekitar sini. Tinggal menunggu waktu untuk Alex lengah, maka mereka mungkin akan menembaknya. Itulah sebabnya Alex menggunakan Aluna untuk melindungi dirinya.


__ADS_2