Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
GISKA DAN Al


__ADS_3

"Abang Al kenapa sih nggak sopan gitu? Paman tadi baik kok. " Giska berusaha menyamakan langkahnya dengan sang kakak.


" Giska, kamu itu masih terlalu kecil. Diluar sana banyak orang jahat, yang pura - pura baik. " Sambil menarik tangan adiknya.


" Kalau begitu abang Al juga anak kecil. Bunda bilang kita lahir dihari yang sama, tanggal yang sama dan tahun yang sama. " Protes Giska pada kakaknya.


"Tapi abang Al yang lahir duluan. " Tidak mau mengalah.


"Itu karena Giska yang nendang abang Al. " Itu sih kata bundanya. Kalau ditanyain kenapa abang Al lahir duluan.


" Giska waktu itu, buru - buru pengen ketemu bunda. Makanya Giska nggak sengaja nendang abang Al. Jadi abang Al yang lahir duluan. " Begitu kata bundanya.


"Apa kamu juga lupa bunda bilang apa? " Giska mengingat apa lagi yang dikatakan bundanya.


"Karena abang Al yang lahir duluan, jadi Giska harus dengarin kata abang Al. Karena abang Al abangnya Giska. "


"Nah itu tahu." Bocah laki - laki itu mengacak - ngacak rambut adiknya dan berlari kearah rumah mereka yang ternyata tidak jauh dari taman bermain tadi. Giska ikut berlari kecil mengikuti kakak laki - lakinya, sambil merapikan rambutnya yang diacak - acak kakaknya.


***


"Frans, ingatkan aku untuk besok ke taman bermain tadi. Entah mengapa yah Frans, aku senang liat gadis kecil tadi. Matanya itu lho Frans seperti pernah lihat dimana gitu. " Mulai banyak bicara, wajahnya juga tidak datar seperti lima tahun belakangan ini. Frans bersyukur, Arka bisa bangkit lagi dari keterpurukannya. Mengikuti keinginannya untuk kembali ke sini adalah pilihan yang benar.


" Kalau bocah laki - laki itu? Tuan suka tidak? " Wajah Arka berubah kesal.


"Apanya yang disukai dari dia. Mulutnya itu loh Frans, kayak mulut orang dewasa saja. Bisa - bisanya dia ngancam mau mukul aku. " Mengebu - ngebu. Frans hanya bisa menahan senyumnya mendengar penuturan Arka. Bisa - bisanya Arka terlihat kesal dengan anak kecil.


" Sesibuk apa sih orangtuanya sampe nggak bisa ajarin anaknya sopan santun. " Masih urusan anak laki - laki tadi rupanya.


"Tapi anak kecil itu juga imut dan tampan tuan. Beda tipislah sama tuan muda. " Frans tersenyum mengatakannya. Biarlah dia membuat kesal tuan mudanya. Sudah lama juga dia tidak berdebat dengan majikannya itu.


" Tampan Iya, imut nggaklah. Nyebelin kayak gitu. " Masih dengan suara kesalnya.

__ADS_1


"Apa mereka saudara kembar yah Frans? " Bertanya masih seputaran anak kecil yang baru ditemuinya itu.


"Mungkin saja tuan. "


" Kalau Luna masih hidup dan dia lahiran, mungkin anak kami sudah sebesar itu. " Kali ini suaranya terdengar lirih.


" Apakah tuan tidak mencoba membuka hati tuan, untuk wanita lain? " Frans memberanikan diri menanyakan hal itu. Waktu di Jerman saja, ada beberapa wanita yang menyukai Arka namun laki - laki itu selalu bersikap dingin dan cuek. Terserahlah serta menanyakan hal ini dia akan marah - marah atau memukul kepala Frans, setidaknya Frans sudah mencari tahu jawaban dari pertanyaannya. Walau dia juga tidak yakin kalau Arka akan menjawabnya.


" Hati aku hanya buat Luna Frans. Aku tidak yakin aku bisa jatuh cinta lagi. Hati aku sudah tertutup Frans dan hanya dia yang memiliki akses untuk membukannya. " Frans tidak menyangkah Arka tidak marah atau memukul kepalanya saat ditanyakan hal itu. Dia malah menjawabnya dengan sendu.


***


"Kalian dari mana saja? Kok baru pulang jam segini? " Tanya sang bunda kepada kedua anaknya.


"Kita main ditaman bermain Mom. " Jawab abang Al, yang baru saja ingin mengambil kue buatan bundanya.


"Cuci tangan dulu. "


"Giska kenapa sayang? Kok cemberut? " Semenjak masuk kedalam rumah, Giska terlihat manyun.


"Abang Al nggak sopan bunda. Sama paman itu? " Ups Giska menutup mulutnya. Bisa marah bundanya, kalau tahu dia makan eskrim bersama orang asing.


"Paman? " Tanya bundanya menyelidik.


"i.. iya bunda. " Jawab Giska takut - takut.


"Paman siapa? " Masih dengan wajah menyelidik.


"Paman tukang eskrim mom. Al marahin dia karena dia salah kasih eskrim buat Giska. Giska maunya rasa vanila, paman itu kasihnya rasa strobery. Iya kan Giska? " Ah walaupun mengesalkan abang Al penyelamat hidupnya.


"Iya bunda." Menjawab dengan cepat.

__ADS_1


"Abang Al lain kali nggak boleh gitu. Biar bagaimana pun, paman itu tetaplah orangtua. Nggak boleh yah nak, marahin orangtua. Harus bersikap sopan dan hormat. Mungkin pamannya bingung karena banyak yang beli eskrimnya. Makanya pesanan Giska ketukar sama anak lain. " Menasehati anaknya dengan lembut.


"Ini bukan hanya berlaku bagi abang Al yah, tapi buat Giska juga. Bunda mau kalian jadi anak yang baik. " Tambahnya sambil mengelus kedua anak itu.


"Apa Al harus sopan dan hormat pada daddy yang udah ninggalin dan lupain kita mom? " Tanya abang Al.


"Daddy nggak ninggalin kita. Daddy hanya belum menemukan kita. Mungkin aja daddy lagi nyari kita sekarang. " Walaupun menjelaskannya dengan tersenyum, namun jika orang dewasa yang mendengarnya mungkin itu hanya sekedar jawaban yang menggantung.


" Benarkan dad kata bunda, daddy bakal datang cari bunda dan anak kita kan? " Bergumam dalam hati.


"Daddy emang dimana bun, kok lama sih pulangnya. Giska pengen ketemu. " Ada apa dengan kedua anak ini. Tidak biasanya mereka menanyakan ayahnya barengan kayak gini.


" Daddy kayaknya lagi ngurus kerjaan diluar negeri. Kalau kerjaannya udah selesai daddy bahkal segera pulang dan cari kita. Sudah kalian mandi dulu. Bunda mau ganti baju dulu. " Berlalu meninggalkan kedua anak itu.


"Kenapa sih daddy nggak pulang - pulang. Apa daddy nggak merasa kalau bunda masih hidup. pulang dad, bukan hanya anak - anak yang pengen ketemu daddy, tapi bunda juga. "


Menangis tanpa isak didalam kamar.


"Mom ada tamu didepan. " Ucap abang Al sambil mengetuk pintu.


"Mommy masih ganti baju? Kalau begitu abang Al bukain yah pintunya. " Berlari kerah pintu depan.


Nampak sosok pria dengan setelan jasnya.


"Hai Alka. " Sapa pria itu.


"Eh paman Bryan."


____________


Maaf yah, kayaknya belum tamat - tamat nih. Padahal aku bilangnya tinggal dua bab yah. Tapi lebih sedikit nggak apa - apalah. hahaha

__ADS_1


Jangan lupa tinggalin jejaknya yah.


__ADS_2