Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
MELEPASKAN


__ADS_3

Setelah selesai sarapan pagi tadi, Maura meminta waktu untuk bicara dengan Alka. Sebelum laki - laki itu berangkat bekerja.


"Abang Al, Maura hanya minta waktu 5 menit saja dan Maura minta selama Maura bicara, tolong Abang Al jangan menyela. " Ucap Maura ketika keduanya duduk ditaman samping rumah. Alka hanya mengiyakan. Alka tidak akan membantah lagi.


" Maura jadi ingat taman belakang rumah Maura. " Menerawang kemasa remaja mereka. Masa dimana Alka begitu menyayanginya. Alka yang mendengar ucapan Maura, juga ikut menerawang kemasa dimana dirinya mencium pipi gadis itu sambil berjanji untuk menjemputnya kelak ketika dia dewasa nanti. Janji yang belum ia tepati hingga kini. Tapi tujuan Maura mengajak Alka bicara bukan untuk mengingatkan laki - laki itu tentang semua kenangan mereka, bukan itu tujuannya. Walaupun memang ucapannya itu sudah membuat laki - laki itu, mengingat. Bukan diingatkan tapi Alka memang mengingatnya.


"Abang Al, " Menatap Alka lekat. "Abang Al pria kedua yang Maura cintai setelah ayah. " Alka tahu itu, karena dari yang didengarnya, Maura tidak pernah dekat dan menjalin hubungan dengan laki - laki manapun. Alka tahu karena sampai saat ini, Maura selalu menanyakan dirinya kepada sang bunda. Walaupun dia sudah mengabaikan gadis itu beberapa tahun terakhir.


Menarik nafas perlahan, Maura kali ini tidak mampu menatap Alka. Kalimat yang akan diucapkannya berikut ini, mungkin sangat menyakiti hatinya.


" Tapi mulai hari ini, Maura berjanji ... " Menatap lagi kearah Alka yang juga menatapnya. " Maura akan melepaskan Abang Al. " Kalau saja ini tidak berada dirumahnya, Alka sudah membungkam mulut gadis itu dengan bibirnya.


Jangan menjanjikan hal itu Maura.


" Maura mungkin akan mencoba membuka pintu hati Maura untuk laki - laki lain dan mencoba melupakan perasaan Maura untuk Abang Al. " Kali ini Alka menunjukan wajah tidak sukanya mendengar perkataan gadis itu.


"Karena pada dasarnya, melupakan itu bukan perlu waktu, tetapi perlu pengganti. " Ucap Maura lagi.

__ADS_1


"Maura. " Alka tidak mau mendengar ucapan Maura lagi. Alka menyela.


" Jika kamu sudah menemukan pengganti Abang Al, tolong bawa pria itu menemui Abang Al terlebih dulu. " Sebenarnya bukan ini yang ingin Alka katakan. " Jika dia baik, Abang Al akan mengijinkan kalian pacaran. "


"Maura tidak membutuhkan persetujuan Abang Al untuk menentukan dengan siapa Maura dekat dan menjalin hubungan. " Protes gadis itu.


"Abang Al berhak Maura. Ingat, kau sendiri yang meminta Abang Al untuk menganggapmu seperti Giska, adiknya Abang Al dan kau juga pernah mengatakan bahwa, kau sudah menganggap Abang Al seperti kakak kandung sendiri. Jadi kau tidak harus membantah jika nantinya Abang Al tidak mengijinkan laki - laki yang menurut Abang Al tidak baik untukmu. Jika dia tidak baik menurut Abang Al, maka jangan harap Abang Al akan mengijinkan laki - laki itu dekat denganmu. " Setelah mengatakan itu Alka meninggalkan Maura. Alka tidak ingin lagi mendengar sepatah katapun keluar dari bibir gadis itu.


***


Alka bahkan tidak bisa kosentrasi dengan pekerjaannya saat dikantor.


Suara ketukan pintu terdengar mengalihkan pikirannya.


Sang sekertaris yang bernama Lisa masuk kedalam ruangannya ketika sebelumnya meminta ijin masuk padanya.


"Ada apa? " Tanya Alka melihat kearah Sekertarisnya.

__ADS_1


" Maaf Pak, didepan ada tamu. " Sekertaris itu menunjuk kearah pintu.


"Siapa? " Tanya Alka. Karena memang hari ini seingatnya tidak ada jadwal pertemuan dengan klien.


" Aku. " Muncul pria dengan setelan jas berwarna navi.


"Ya ampun, Rama! " Alka berdiri dari duduknya, berjalan mendekat kearah pria yang tersenyum kearahnya. Memeluk sebagai luapan rindu pada sosok sahabat. Sahabatnya yang dua tahun terakhir mengambil study lanjutan diluar negeri.


" Kamu gimana kabarnya? " Sudah mengajak sahabatnya itu duduk. Sekertaris tadi sudah pergi meninggalkan keduanya. Lalu kembali membawa dua gelas kopi.


"Baik bro. " Jawab pria yang bernama Rama itu.


"Kamu sendiri gimana? " Tanyanya balik.


" Baik juga bro. Oh yah, udah kecantol pasti sama gadis - gadis di Jerman. " mengakhirinya dengan tawa, Alka yakin tidak ada satupun gadis yang akan menolak Rama. Sudah baik, sukses, tampan lagi.


" Haha sejauh ini belum ada yang bisa membuat jantungku berdebar. " Kelakar Rama.

__ADS_1


"Kamu ini ada - ada aja. " Sontak keduanya tertawa bersamaan. Merekapun kembali bercerita tentang kehidupan masing - masing selama beberapa tahun terakhir. Alka juga mengundang Rama untuk makan malam dirumahnya dan Rama bersedia.


__ADS_2