Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
BERITA


__ADS_3

Seorang wanita membanting remot tv ketika tak satupun media memberitakan tentang pernikahannya. Wanita itu tak lain adalah Fiona.


Ayahnya bahkan Indra Wijaya dan juga Ningsi yang menginap dirumahnya ikut keluar kamar mendapati Fiona di depan tv ruang keluarga rumahnya dengan remot yang sudah berserahkan di lantai.


"Ada apa nak? " Tanya Hendra ayahnya, tidak mengerti apa yang membuat suasana hati anaknya menjadi kesal di pagi hari.


"Ayah tahu tidak ada satu media beritapun yang memuat tentang pernikahan aku. Padahal jelas - jelas kemarin banyak media yang meliput pernikahanku. Yang ada hanya berita pemimpin perusahaan ternama Arxian grup yang datang kemarin itu. " Jelas Fiona kepada Hendra perihal kekesalannya.


Setelah kejadian di pesta itu para reporter stasiun tv dan juga para wartawan memang lebih tertarik dengan berita mengenai presdir Arxian grup. Karena menurut mereka ini berita yang langkah. Presdir Arxian grup mengumumkan kabar dirinya telah memiliki seorang istri adalah berita yang menjadi topik trending di layar tv, media sosial, majalah dan koran harian. Walaupun gadis yang menjadi istri dari pemimpin perusahaan nomor satu itu tidak dipublikasikan identitas dan gambar yang mereka ambil juga telah dihapus sesuai dengan intruksi sekertaris Frans kepada para media yang meliput di gedung hotel dimana pernikahan Fiona dan Bryan diselenggarakan. Para media menuruti permintaan Frans karena mereka tidak ingin membuat masalah dengan sekertaris Frans yang terlihat tidak banyak bicara namun bisa melakukan apa saja demi melindungi kenyaman tuan mudanya. Para media memang diperbolehkan untuk membuat berita tentang Arka yang telah menikah namun tidak mempublikasikan nama dan foto Aluna selaku istri Arka.


Bryan ternyata juga membaca berita lewat sosial media yang ada diponselnya " Apa benar kau telah menikah Luna? Apa secepat itu kau melupakan aku?" Bryan kemudian menggeleng kepalanya " Tidak, pria itu pasti berbohong. Aluna tidak mungkin menikah secepat ini. Aluna tidak mungkin secepat ini melupakan aku. " Ucap Bryan yang masih duduk di sofa panjang dikamar yang masih bertaburan bunga diranjang.


Bryan memang tidur sekamar dengan Fiona tapi Bryan lebih memilih tidur di sofa yang berada dikamar Fiona. Fiona awalnya tidak setuju dengan keputusan Bryan. Namun karena Bryan mengancam akan tidur di hotel makanya Fiona membiarkan Bryan tidur di sofa kamarnya.

__ADS_1


***


Aluna langsung turun dari ranjang dengan buru - buru setelah dia melihat jam yang ada di dinding kamar Arka menunjukkan pukul 09 : 15.


"Aku sangat terlambat. Kenapa aku bisa ketiduran lagi sih? " Gumam Aluna sembari membersihkan tubuhnya dengan sangat cepat.


Beberapa saat kemudian Aluna sudah turun dari lantai dua dengan rambut yang masih sangat basah. Aluna bahkan berlari - lari kecil menuruni anak tangga. Arka yang masih duduk di sofa ruang tamu langsung menuju tangga dimana tadi dilihatnya Aluna turun dengan tergesa - gesa. Benar saja dianak tangga terakhir Aluna hampir jatuh dan syukur Arka bisa menangkap tubuhnya.


"Apa yang kau lakukan. Kenapa kau berlari - lari menuruni anak tangga? Kalau aku tidak menangkapmu, aku tidak tahu apa yang terjadi padamu. " Arka terlihat kesal dengan apa yang dilakukan Aluna.


" Kau bisa saja menjatuhkan dirimu tapi tolong jangan lakukan itu didepanku. " Arka kemudian meninggalkan Aluna. Bahkan dia lupa memberitahu Aluna bahwa Frans sudah meminta izin kepada pemilik cafe.


Aluna memesan taxi online agar dirinya lebih cepat sampai dicafe tempatnya bekerja. Karena dia sudah sangat - sangat terlambat.

__ADS_1


"Sita tolong handle dulu pekerjaanku. Aku masih dalam perjalanan. " Aluna mengirim pesan singkat kepada salah satu teman kerjanya.


"Lho kenapa kamu datang bekerja? Bukannya kamu sakit dan bos sudah memberi kamu ijin untuk tidak masuk sampai kamu sembuh. " Sita membalas pesan yang membuat bingung Aluna.


" Aku tidak mengerti apa yang kau katakan. " Aluna kembali membalas pesan Sita. Kali ini Sita yang bingung.


"Tadi ada seorang pria datang ke cafe menemui bos. Pria itu bilang kamu sakit dan dia minta ijin untuk kamu tidak masuk sampai kamu baikan dan bos juga mengijinkanmu untuk tidak masuk. Bukankah dia walimu? " Tanya Sita kepada Aluna masih dengan pesan singkat.


"Itu pasti sekertaris Frans. " Gumam Aluna.


"Iya dia waliku. Aku lupa kalau aku yang menyuruhnya untuk meminta ijin kepada bos. Hahaha maaf merepotkanmu dan teman - teman yang lain. " Terpaksa Aluna berbohong.


Aluna lebih memilih pergi ke taman, dari pada dia harus kembali kerumah dimana ada Arka disana.

__ADS_1


Pergi ke kontrakan Santi juga percuma karena Santi pasti sedang bekerja di hotel sekarang. Itulah kira - kira yang dipikirkan Aluna.


Aluna tidak menyadari ada dua orang pria yang mengawasinya sedari tadi. Setelah taman itu terlihat sepi, kedua pria itu mendekati Aluna dan membiusnya.


__ADS_2