Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
SADAR


__ADS_3

Setelah beberapa saat Ardian akhirnya sadar. Orang yang pertama Ardian lihat adalah Arka. Melihat ayahnya sadar membuat Arka sangat bahagia.


" Syukurlah ayah sudah sadar. " Arka masih dengan posisi menggenggam tangan ayahnya. Sambil bersyukur kepada Tuhan karena sudah membuat ayahnya sadar.


"Nak.." Ardian mencoba mengangkat tangannya hendak meraih puncak kepala Arka. Namun Arka dengan lembut menurunkan tangan ayahnya.


"Jangan banyak bicara dan bergerak dulu." Arka menatap mata ayahnya masih terukir kepanikan di wajah tampannya.


"Ada yang ingin ayah sampaikan. " Ardian berkata masih dengan terbata - bata.

__ADS_1


"Jika yang ingin ayah sampaikan tentang pernikahan, maka sembuh lah dulu. Jika ayah sembuh Arka akan menikah dengan siapapun pilihan ayah. " Arka akan mengalah demi kesehatan ayahnya sesuai dengan yang disarankan dokter Adit. Arka hanya memiliki Ardian ayahnya. Arka tidak ingin kehilangan satu - satunya orang yang sangat berarti dalam hidupnya.


"Benarkah?" Mendengar jawaban Arka membuat Ardian mengembangkan senyumnya dan hal ini yang diinginkan Arka bisa melihat ayahnya tersenyum dan bahagia. Sedangkan Ardian rasa - rasanya dia ingin sembuh disaat itu juga.


"Sekarang ayah istirahat. Arka akan tetap disini menemani ayah." Ucap Arka sambil menaikan selimut sampai di dada ayahnya. ardian mengiyakan dan kemudian memejamkan matanya berharap jika dia bangun, dia sudah sehat dan bisa pulang. Perasaannya sudah sedikit tenang karena Arka sudah berjanji padanya dan setahunya Arka adalah orang yang menepati janji.


Setelah jam kerjanya Aluna pergi mengunjungi Ardian dan akan minta maaf soal pertengkarannya dengan Arka membuat Ardian sedih. Sekalian Aluna minta maaf karena semalam tidak berpamitan dengan Ardian.


Aluna langsung berpamitan dengan Asisten Rumah Tangga Ardian, setelah ia telah mengantongi nama rumah sakit dan no kamar rumah sakit Ardian.

__ADS_1


Aluna kembali memesan Taxi online karena baru kali ini dia akan pergi ke rumah sakit yang tidak pernah dikunjunginya sebelumnya. Setelah pesanan taxi online datang Aluna langsung masuk. Sementara dalam perjalanan Aluna juga berdoa untuk kesembuhan Ardian yang sudah sangat baik kepadanya. Sesampainya di rumah sakit Aluna mencari ruangan Ardian Aluna sedikit kebingungan, karena rumah sakit ini sangat besar tidak seperti yang ada di kampungnya.


Akhirnya Aluna sudah menemukan ruangan dimana Ardian dirawat atas bantuan salah satu perawat rumah sakit. Aluna menatap ruangan itu dari kaca kecil yang ada di pintu. Setelah menyusuri ruangan kamar Ardian, Aluna tiba - tiba berbalik dan tidak ingin mengunjungi Ardian karena Aluna melihat Arka juga ada di ruangan Ardian. Aluna tidak ingin memperburuk suasana dan akhirnya memperburuk kondisi Ardian. Makanya Aluna lebih memilih pulang.


"Aku bisa kesini lagi besok." Ucapnya sambil mulai melangkah dari pintu ruang yang ditempati Ardian. Langkahnya tiba - tiba berhenti ketika ada suara seorang pria menegurnya dari belakang.


"Apa kamu tidak akan masuk menemui ayah?" Tanya Arka. Tadi dia hendak mencari dokter Adit untuk mengajaknya sekedar minum kopi di kantin rumah sakit. Namun dia melihat Aluna yang berjalan meninggalkan pintu ruangan ayahnya. Arka tahu bahwa Aluna hendak mengunjungi ayahnya karena di lorong itu hanya ada satu ruangan dan itu ruangan khusus keluarga Arka.


"Sepertinya Om Ardian sedang istirahat. Jadi aku tidak jadi masuk." Aluna berbalik menatap Arka.

__ADS_1


"Kalau begitu temani saya minum kopi. Ada beberapa hal yang perlu saya bicarakan denganmu." Ucap Arka mendahului Aluna.


"Bahkan dia tidak menunggu aku menjawab dulu." Gumam Aluna pelan dan dengan langkah berat dan perasaan kesal Aluna tetap mengikuti Arka dari belakang.


__ADS_2