
"Nona ini ada sedikit hadiah dari tuan Arka. karena Anda tuan Arka bisa menemukan istrinya." Frans menyerahkan selembar cek pada Nita yang hanya menunduk dan sekali kali mencuri pandang kepada Aluna yang masih dirangkul Arka.
"Ambillah dan gunakan uang itu untuk membeli keperluanmu. Tampillah cantik didepan tuan Alan. " Ucap Aluna yang mendekati Nita. Mendengar ucapan Aluna Nita meraih tangan Aluna.
"Kau bahkan tidak membenciku dengan apa yang telah aku lakukan padamu selama ini. " Seru Nita yang merasa bersalah dengan perlakuannya selama ini pada Aluna.
" Tidak ada alasan bagiku untuk membencimu. " Aluna tersenyum menepuk punggung tangan Nita.
"Terima kasih Aluna, kau benar - benar gadis yang baik. Wajar saja kau mendapat hal yang baik dalam hidupmu. " Nita menatap kearah Arka yang sedang berterima kasih kepada Alan.
" Baiklah aku pergi dulu. Kabari aku tentang perkembangan hubunganmu dengan tuan Alan. " Ucap Aluna sedikit pelan pada kalimat terakhirnya karena ada tuan Alan yang sedang bicara dengan Arka. Nita hanya tersenyum mengiyakan. Frans kembali menyodorkan cek itu kepada Nita dan Nita akhirnya mengambil sambil melihat Aluna yang menganggukan kepalanya.
Aluna memeluk Nita dan setelahnya Aluna masuk kedalam mobil yang sudah ada Arka dikursi penumpang dan Frans yang membukakan pintu untuk Aluna.
Nita dan juga Alan melambaikan tangan kepada Aluna yang juga melambaikan tangan kepada keduanya. Setelah mobil yang membawa Aluna sudah tidak terlihat lagi. Nita kemudian melihat cek yang ada ditangannya. Mulutnya terbuka sendiri bahkan dia hampir jatuh melihat jumlah uang yang tertera dicek tersebut.
"Astaga walaupun seumur hidup aku bekerja aku tidak akan bisa mengumpulkan uang sebanyak ini. Tuan Arka benar benar kaya raya. Aluna kau gadis yang beruntung. Semoga kalian selalu bahagia. " Gumam Nita sambil melipat kedua tangannya.
__ADS_1
"Frans kita cari tempat makan dulu. Aku sangat lapar sekarang. " Seru Arka dan hanya diiyakan Frans.
"Kau ingin makan apa sayang? " Tanya Arka kepada Aluna yang duduk disampingnya.
" Aku ingin makan es krim. " Jawab Aluna dan Arka hanya tersenyum kearah gadis yang berbinar mendengar Arka mengiyakan keinginannya.
Setelah mereka menikmati makanan yang dipesan Arka. Aluna sedikit kesal karena Arka memaksanya untuk terlebih dulu makan nasi dan juga ayam panggang yang dipesannya. Bahkan tidak ada eskrim diatas meja makan yang dibawa pelayan tadi.
Mata Aluna kembali berbinar ketika pelayan membawa eskrim dengan ukuran jumbo dan meletakannya didepan Aluna.
"Silakan menikmati. " Ucap pelayan itu dengan tersenyum kearah Aluna yang sudah tidak sabar menyantap eskrim didepannya.
Aluna langsung menyantap eskrim didepannya. Arka yang menatapnya hanya tersenyum.
" Pelan - pelan saja makannya, aku tidak akan tega merebutnya dari anak kecil. " Ucap Arka menggoda Aluna. Aluna hanya tersenyum mendengar perkataan Arka padanya.
"Apakah kau senang. " Ucap Arka yang sudah berjalan menggandeng Aluna. Arka bahkan tidak perduli dengan semua mata yang tertuju kepada keduanya.
__ADS_1
"Iya aku sangat senang. Eskrimnya enak sekali. " Aluna sudah masuk kedalam mobil dan disusul Arka.
"Apa sebegitu enaknya? " Tanya Arka dan diiyakan Aluna.
"Sayang sekali kau tidak mencicipinya tadi. " Seru Aluna kepada Arka yang menatapnya.
" Kalau begitu biarkan aku mencicipinya sekarang. " Arka tersenyum kearah Aluna. Kata - katanya membuat Aluna bingung, karena sama sekali tidak ada eskrim dimobil itu dan Aluna berfikir jika mereka akan kembali kedalam dan kembali memesan eskrim untuk Arka.
Arka kemudian mendaratkan ciuman dibibir Aluna, merasai rasa eskrim yang tadi dimakan Aluna. Aluna hanya memelototi Arka yang masih menciumnya dengan lembut. Arka kemudian menghentikan aktivitasnya dan kembali tersenyum menatap wajah Aluna yang memerah.
"Rasanya manis. " Arka merasai bibirnya sendiri sambil tersenyum menatap Aluna yang sudah memalingkan wajahnya menatap jalanan dibalik kaca mobil.
Aluna sudah tertidur sepanjang perjalanan. Arka mengangkatnya ketika mobil sudah sampai dirumahnya.
Setelah mengantar barang Aluna, Arka menyuruh Frans untuk istirahat diruang tamu karena hari sudah sangat malam.
Arka dengan hati - hati membaringkan tubuh Aluna diranjang. Mengambil selimut dan menyelimuti Aluna hingga bagian dadanya. Kamar itu sudah terlihat sangat bersih karena Frans sudah menyuruh pelayan membersikan dan mengganti seprei Arka setelah kepergian mereka mencari Aluna.
__ADS_1
Setelah membersihkan tubunya, Arkapun ikut tidur disamping Aluna. Kali ini Arka tidur sangat nyenyak. Karena beberapa malam setelah kepergian Aluna Arka bahkan pernah tidak tidur sama sekali.