Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
KING AND QUEEN


__ADS_3

Keluarga Aluna sudah datang ke rumah Aluna, setelah Frans menjemput mereka di hotel. Aluna mengajak semua keluarganya menuju meja makan yang sudah tersedia berbagai menu makanan disana. Hari ini Arka meminta pelayannya untuk menyiapkan hidangan terbaik, untuk menyambut keluarga istrinya.


Keluarga Aluna sudah berkumpul di meja makan. Aluna sesekali melirik kearah tangga menunggu suaminya yang belum juga turun untuk makan bersama. Aluna berinisiatif menyusul suaminya namun suaminya sudah terlihat menuruni anak tangga dengan tersenyum kearah semua mata yang melihatnya.


"Wah suami kak Luna benar - benar tampan yah? " Seru Mira diiyakan Nara.


"Apalagi sehabis mandi gitu, bikin meleleh aja. " Tante Ira menjitak kepala Mira, Mira meringis dan ingin protes namun om Ben meliriknya agar Mira tidak berkata apa - apa lagi karena Arka sudah mendekati meja makan. Aluna malah tertawa melihat Mira yang sudah memajukan bibirnya, sambil sesekali mengelus kepalanya.


" Maaf saya terlambat. Soalnya tadi saya harus memberi makan kelinci. " Ucap Arka santai, namun Aluna malah menatapnya kesal. Karena sebenarnya yang Arka maksud kelinci adalah dirinya.


"Kak Arka emang disini ada kelinci? " Tanya Nara antusias.


"Ada. Kelincinya sangat imut, apalagi kalau dia lagi ngambek. " Jawab Arka sesekali melirik istrinya yang menatapnya semakin kesal.


"Apakah Nara bisa melihat dan bermain bersamanya kak? " Tanya Nara kembali.


" Ayo kita makan. Luna sudah sangat lapar. " Aluna memotong pembicaraan Nara dan juga Arka. Karena dia tahu tidak ada kelinci dirumah tersebut, yang Arka maksud adalah dirinya.


Semua sudah memulai makan mereka, setelah Arka mempersilakan mereka.


"Kau bisa melihat dan bermain dengan kelinci itu jika kau mau. " Arka malah membahas tentang kelinci tadi di sela makannya.


"Benarkah kak ? " Tanya Nara memastikan dan Arka hanya mengangguk mengiyakan. Aluna terus melirik suaminya yang makan dengan santai.


"Apa dia benar - benar akan menunjuk aku, ketika Nara menanyakan keberadaan kelinci itu? " Gumam Aluna dalam hati sambil tangannya tetap menggerakan sendok dipiringnya.


Arka memeringkan tubuhnya mendekati Aluna dan berbisik "Kamu kenapa sayang? makanlah yang benar. Kamu sudah tidak makan semalam. "

__ADS_1


Acara makan telah selesai. Semua keluarga sudah duduk berbincang diruang keluarga rumah Arka. Membicarakan kepulangan mereka pada esok hari. Aluna berusaha menahan mereka, namun karena pekerjaan om Ben dan ijin sekolah Nara dan Mira telah berakhir maka mengharuskan mereka tetap harus pulang secepatnya. Aluna juga ingin membujuk ibunya, namun Asmita memang lebih nyaman tinggal dirumahnya di kampung. Akhirnya keputusan final keluarga Aluna dan juga ibunya tetap akan pulang esok hari. Walaupun Aluna masih ingin bersama keluarganya, namun dia juga tidak mau egois menahan keluarganya.


"Kak Arka Ayo kita lihat kelincinya? " Ajak Nara yang ternyata masih mengingat percakapan di meja makan. Aluna menatap Arka seakan ingin bertanya apa yang hendak kau lakukan sekarang. Arka malah tersenyum dan mulai berdiri dari duduknya. Nara langsung mengikuti langkah kaki Arka yang mulai berjalan menuju taman disamping rumahnya. Mira juga mengikuti Arka dan Nara.


Aluna karena penasaran, dia juga meminta ijin meninggalkan keluarganya menuju samping rumah suaminya. Suara Nara, Mira dan Arka yang tertawa senang sudah terdengar ketika Aluna mulai mendekati taman.


" Apa dia sudah jujur kepada Nara dan Mira kalau yang dia maksud kelinci itu adalah diriku?" Aluna berspekulasi sendiri. Namun ketika dia sampai ditaman, matanya membulat melihat Nara yang tengah menyuapi wortel kepada kelinci putih dan Mira pada kelinci hitam.


"Dari mana asal kelinci - kelinci itu? Selama aku duduk ditaman ini, aku belum pernah melihat mereka sama sekali. " Aluna terlihat komat kamit sendiri. Arka tersenyum melihat istrinya yang menyusul mereka karena penasaran pastinya.


" Kalian tahu Kak Arka juga punya kelinci yang tak kalah lucu dari kelinci - kelinci itu" Tunjuk Arka pada kedua kelinci yang tengah diberi makan oleh Mira dan Nara.


"Dimana kak? " Tanya Nara yang matanya sudah berkeliling mencari keberadaan kelinci yang dimaksud Arka.


" Kalau kelinci itu hanya kak Arka yang boleh melihatnya. " Sahut Arka melihat kearah Aluna yang tersipu malu.


"King" Tunjuk Arka pada Kelinci hitam yang berjenis kelamin jantan.


"Queen" Tunjuk Arka pada kelinci putih yang berjenis kelamin betina.


"Kalau kelinci yang satunya lagi yang hanya kak Arka yang bisa melihatnya, kak Arka kasih nama siapa? " Kali ini Mira yang bertanya.


"Lovely. " Jawab Arka tersenyum. Aluna yang mendengarnya juga ikut tersenyum.


***


"Sayang apakah semenjak aku datang kesini, kelinci - kelinci itu sudah ada ditaman? " Tanya Aluna ketika mereka sudah berada didalam kamar. Setelah melihat kelinci tadi, keluarga Aluna dan ibunya sudah masuk dikamar masing - masing untuk istirahat. Begitu juga dengan Arka dan Aluna.

__ADS_1


" Aku menyuruh Frans membelinya, ketika kau pergi dari rumah ini. Jika aku merindukanmu dan tidak menemukanmu waktu itu, aku akan ke taman ini untuk sekedar bicara dengan kedua kelinci itu. Mengobati sedikit rinduku padamu. " Jelas Arka pada istrinya yang dengan serius mendengar penuturan suaminya.


"Jadi kau menyamakan aku seperti d


seekor kelinci? " Protes Aluna pada Arka.


"Apa kau lupa sayang, kalau kau memang kelinci kecil kesayanganku." Arka tertawa melihat wajah cemberut istrinya. Arka merangkul Aluna dan mengelus pucuk kepala istrinya. " Tenang saja kau kelinci yang paling manis yang pernah ku kenal. " Arka menahan tawanya ketika Aluna mulai mencubit pinggangnya.


"Sayang malam ini aku tidur bersama mama yah" Tanya Aluna pada Arka ketika keduanya sudah tiduran. Arka masih merangkul istrinya.


"Apa? tidak boleh. " Sahut Arka.


"Kenapa? " Tanya Aluna yang mengangkat kepalanya menatap suaminya.


" Kalau kau tidur sama ibumu, lalu aku tidur dengan siapa? Ngga mungkin aku mengajak Frans untuk menemaniku tidur? " Arka berusaha mencari alasan, alasan tidak masuk akal menurut Aluna. Toh selama ini Arka juga tidur sendiri sebelum menikah.


"Kau bisa mengajak kelinci - kelinci yang kau anggap sepertiku itu menemanimu tidur. " Kali ini Aluna yang tertawa.


"Pokoknya tidak yah tidak. Aku ingin kau tidur disini bersamaku. " Arka menarik Aluna lebih dekat lagi dengannya.Aluna bahkan sudah tidak bisa bernafas karena Arka mendekapnya sangat erat.


"Sayang ku mohon malam ini saja. Besok mama sudah akan kembali ke kampung halamanku. Aku tidak tahu kapan lagi aku bisa mengunjunginya. Hanya malam ini aku bisa tidur dengan mama. Esok dan esoknya lagi aku akan selalu tidur denganmu. " Aluna membuat mimik wajah sedih membuat Arka menghembuskan nafasnya.


"Baiklah aku akan mengijinkanmu. Tapi dengan satu syarat? " Seru Arka.


"Apa syaratnya? " Mata Aluna berbinar ketika Arka mengijinkannya.


"Olahraga malam kita, bisa kita lakukan sekarang. " Ucap Arka tersenyum genit kearah istrinya. Aluna ingin protes namun Arka sudah menyerangnya bahkan tidak membiarkan Aluna berbicara. Karena bibir Aluna sudah ditutup rapat oleh bibir suaminya. Akhirnya syarat Arka pun terlaksana.

__ADS_1


__ADS_2