Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
PERGI


__ADS_3

Aluna bangun pagi - pagi dan segera bergegas pergi ke cafe. Aluna membawa serta beberapa pakaiannya. Aluna ingin memberitahu Arka bahwa hari ini seluruh karyawan cafe akan berwisata ke salah satu pantai dipinggiran kota. Namun karena Arka masih tidur, Aluna tidak memberitahu Arka. Aluna juga ingat Arka paling tidak suka ada yang mengganggu istirahatnya. Setelah sampai di cafe, ternyata semua karyawan cafe sudah berkumpul menunggu bis wisata yang akan mengantar mereka ke pantai. Semuanya bersorak senang ketika bis yang mereka tunggu sudah datang.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih enam jam, akhirnya bis tersebut sampai di salah satu resort tak jauh dari pantai. Sudah ada mobil pemilik cafe yang terparkir disana. Sengaja pemilik cafe datang lebih awal karena harua mempersiapkan segala hal disana. Berhubung hari ini adalah ulang tahun pemilik cafe makanya dia mengajak seluruh karyawan yang sudah membantunya selama ini untuk liburan ke pantai.


Sebenarnya ada beberapa tempat wisata yang dia rekomendasikan kepada karyawannya. Namun karena voting terbanyak ingin pergi ke pantai, maka akhirnya hari ini mereka pergi ke pantai.


***


Arka bangun dari tidurnya, Aluna sudah tidak ada disampingnya membuat Arka gusar dan mulai bangun dari ranjang. Pergi ke kamar mandi, berlari kecil menuju dapur berharap Aluna masih berada dirumah. Namun nihil, gadis itu tidak tampak batang hitungnya.


" Kenapa denganku. Aluna pasti sudah pergi ke cafe. " Begitulah kira - kira Arka membuang jauh kekuatiran dihatinya. Kekuatiran jika mengingat apa yang dikatakannya semalam kepada Aluna, gadis itu benar - benar akan meninggalkannya.


Setelah berusaha meyakinkan dirinya bahwa Aluna hanya pergi bekerja dan akan kembali lagi, Arka akhirnya bersiap - siap menuju perusahaan, bekerja seperti biasa.

__ADS_1


Hari ini setelah menemui beberapa klien, Arka memutuskan untuk pulang ke rumah, ketika dilihatnya jam menunjukkan waktu biasa Aluna pulang dari cafe.


Lagi - lagi kekuatiran melandanya ketika Aluna tidak berada dirumah. Arka masih tetap menunggu hingga jam sudah menunjukkan pukul 11: 30, sudah hampir tengah malam dan Aluna tidak kembali kerumah.


Akhirnya Arka sudah berspekulasi sendiri bahwa Aluna telah pergi meninggalkan dirinya. Untuk apa Aluna bertahan dengannya, ketika Aluna sudah tahu bahwa ayah Ardian telah mengetahui bahwa pernikahan mereka hanya pernikahan kontrak saja. Aluna bertahan selama ini karena Aluna tidak ingin membuat ayah Ardian sakit.


"Aku harus merelakannya sekarang. Mungkin dia tidak pernah bahagia selama ini bersamaku. " Arka mulai merebahkan diri diranjangnya. Arka bertekad akan melupakan Aluna, sebelum rasa cintanya terlalu dalam kepada gadis itu. Namun ketika dia menutup matanya, entah mengapa wajah Aluna yang ketakutan waktu mati lampu, ketika digudang, ketika tidur terlelap disampingnya dan semua tentang gadis itu selalu terbayang dimatanya.


"Sepertinya sudah sangat terlambat untukku mengendalikan perasaanku. " Arka menutup matanya dan mengacak rambutnya frustasi. Arka kembali membuka matanya, menatap kasur yang ada disampingnya, dimana Aluna yang beberapa kali tidur disana karena ulah Arka. Padahal semalam Arka baru memintanya untuk tidur seranjang dengannya.


***


Karena perjalanan jauh ditambah macet di ibu kota membuat bis yang ditumpangi Aluna Dan juga karyawan lain, agak sedikit terlambat sampai di kota. Aluna bahkan hampir tidak menemukan taxi online menuju rumah ketika bis tadi menurunkan semua penumpang di cafe.

__ADS_1


Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya Aluna berayukur Karena masih Ada taxi online dijam yang hampit menunjukan pukul 01:00 sudah lewat Dari tengah Malam.


Aluna memasuki kamar dengan membuka pelan handle pintu, karena dia tidak ingin membangunkan Arka yang saat ini mungkin sudah tidur seperti Biasa. Namun Aluna Tidak mendapati Arka dikamar tersebut.


"Apa dia belum pulang? " Gumam Aluna yang sudah menaruh semua barang yang dibawanya disamping meja. Aluna kemudian membersikan dirinya dikamar mandi.


Setelah menata hatinya akhirnya Arka kembali kekamarnya. Disaat dia membuka handle pintu dan mulai berjalan masuk, Aluna juga baru saja keluar dari kamar mandi. Keduanya bersitatap, Arka menepuk - nepuk wajahnya "cih sepertinya aku berhalusinasi sekarang. " Arka tidak perduli dan mulai berjalan kearah ranjang. Arka berfikir Aluna yang dilihatnya saat ini tidaklah nyata.


"Apa tuan baru pulang? " Suara Aluna menyadarkannya bahwa yang dilihatnya tadi benar - benar Aluna. Arka menghentikan langkahnya dan mulai mendekati Aluna. Arka tanpa menjawab pertanyaan Aluna langsung memeluk Aluna, seperti seorang kekasih yang sudah lama berpisah dengan kekasihnya.


"Aku pikir kau telah pergi. " Ucapnya sambil tetap memeluk Aluna.


"Kau kemana saja ha? " Arka melepaskan pelukannya dan bertanya kepada Aluna.

__ADS_1


"Aku pergi bersama karyawan yang lain ke pantai." Jawab Aluna


"Ku mohon jangan tinggalkan aku lagi. " Arka kembali memeluk Aluna. Membuat Aluna bingung dengan sikap Arka. " Padahal semalam dia akan melepaskanku jika aku tidak bahagia tapi sekarang dia memintaku untuk tidak meinggalkannya. Ada apa denganya? " Gumam Aluna dalam hati, bingung dengan sikap Arka.


__ADS_2