Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
WANITA YANG DINIKAHI TUAN ARKA


__ADS_3

Perusahaan


Setelah jam istirahat makan siang, Aluna hendak pamitan pada suaminya. Karena seperti yang dikatakannya tadi pagi, dia akan menemui Santi sahabatnya.


"Sayang aku pergi sekarang yah." Sudah meraih sling bag miliknya dan paper bag dibawah meja dan mulai berjalan kearah pintu ruangan yang ditempatinya.


" Luna mau kemana? Apa aku sudah mengijinkanmu? " Terpaksa berbalik mendengar ucapan Arka yang menatapnya kesal.


" Bukankah tadi pagi aku sudah minta ijin untuk menemui Santi ditempat kerjanya, apa kau lupa sayang? " Sudah duduk dikursi depan meja kerja suaminya. Sambil meletakkan kembali tas yang dibawanya tadi.


" Aku tidak lupa. " Jawab Arka yang masih sibuk dengan laptop didepannya.


"Lalu kenapa masih bertanya lagi sayang. " Sudah mulai kesal. Namun tetap tersenyum.


" Kau habisnya main pergi saja. " Sudah menutup laptop dan mulai menatap istrinya.


"Kan tadi aku sudah bilang, sayang aku pergi sekarang yah. " Ucap Aluna mengikuti ucapannya tadi disaat dia akan pergi. Arka terlihat mulai berdiri dan menghampiri istrinya.


"Lalu? " Tanya Arka mulai menyadarkan tubuhnya dimeja dekat Aluna.


"Lalu apa sih sayang? " Tidak mengerti dengan pertanyaan suaminya yang ambigu.


" Lalu setelah kau bilang sayang aku pergi sekarang yah, lantas kau langsung pergi begitu saja? " Tanya Arka mengikuti ucapan Aluna dan tangannya mulai menyingkirkan anak rambut yang mengenai mata istrinya.


"Iya maaf. " Menyadari kesalahannya karena main pergi begitu saja.


"Yah udah sekarang aku ulangi. Sayang aku pergi dulu yah, aku mau menemui Santi di hotel tempatnya bekerja. " Membuat mimik seimut mungkin sambil mengedip - edipkan kedua matanya secara bersamaan. Arka melihatnya malah terbahak.


" Iihh kenapa malah tertawa " Sudah memajukan bibirnya. Melihat suaminya tertawa, terdengar begitu renyah ditelingannya.


" Pergilah. Sampai disana jangan lupa makan siang, jangan tebar pesona dimana - mana. jangan .... " Sudah mengijinkan tapi seperti biasa banyak larangannya. Sebelum berlanjut Aluna sudah memotongnnya.


"Siap bos. " Sudah mulai berdiri meraih kembali sling bag miliknya.


"Aku pergi yah. " Mencium suaminya sebelum pergi. Namun disaat dia melangkah Arka masih menahan tangannya, seperti enggan melepaskan Aluna pergi.


"Apa tidak bisa makan siang dulu bareng aku. " Hendak menahan dengan alasan makan siang bersama, membuat Aluna kembali menatapnya.

__ADS_1


"Aku pengen makan siang bareng Santi sayang. Udah lama nggak makan siang bareng. " Tersenyum sambil mengelus pipi suaminya.


"Baiklah pergilah. " Sudah melepaskan tangan Aluna, Aluna kembali mencium pipi suaminya. Dipikiran Arka juga tidak ingin egois, Aluna juga butuh bicara dengan sesama wanita. Berbicara banyak hal mungkin mengenai masalah wanita. Karena hanya Santi sahabat wanita yang Aluna miliki di kota itu. Makanya Arka mengijinkannya.


Disaat Aluna mulai membuka handle pintu dan mulai keluar, langkahnya kembali terhenti mendengar suaminya memanggil namanya.


" Iya sayang. " Jawabnya memutar sedikit tubuhnya melihat kearah suaminya.


"Jangan pulang malam dan kabari aku setiap saat. " Aluna hanya mengangguk.


" jangan lupa " Arka kembali mengingatkan.


"Iya sayang. Aku pergi sekarang dan aku tidak akan berbalik lagi. Sekertaris Frans sudah menungguku." Setelah mengatakan itu Aluna benar - benar pergi. Jika dia meladeni suaminya bicara bahkal panjang nanti urusannya.


***


Akhirnya Aluna pergi menemui Santi di hotel tempat Santi bekerja. Sebelumnya dia meminta salah satu karyawan hotel yang mengenal Santi untuk menyuruh Santi menemuinya di restoran hotel.


Setelah beberapa saat Santi sudah terlihat memasuki pintu Restoran. Santi bahkan merasa tidak enak melihat karyawan lain yang menatap kearahnya.


Semenjak diadakan resepsi pernikahan Arka dan Aluna, hampir seluruh karyawan dibawah naungan perusahaan Arka tahu bahwa wanita yang tengah duduk menunggu Santi adalah istri Arka, pemilik hotel yang menjadi tempat mereka bergantung rezeki untuk menyambung hidup ataupun menabung untuk masa depan mereka dan yang pasti wanita yang tersenyum ramah itu adalah nyonya mereka juga.


"Nggak apa - apa " Ucap Aluna tersenyum seperti biasa.


"Duduklah. " Menyuruh Santi duduk. Karena semenjak datang ke restoran Santi hanya berdiri saja. Santi terlihat tidak nyaman ketika semua mata memandangnya. Biar bagaimanapun statusnya dan Aluna sekarang hanya sebatas istri pemilik hotel dan karyawan hotel. Walaupun Santi sering menghabiskan banyak waktu dengan Aluna selama ini tapi itu didalam kamar yang ditempati Aluna selama dia berkunjung ke hotel dan juga dirumah Arka. Ini pertama kalinya Aluna mengajak Santi bertemu di restoran dan tempat umum yang bisa dilihat oleh karyawan lain. Makanya Santi sedikit tidak nyaman.


"San kenapa kau tidak duduk. Duduklah. " Ucapnya sedikit tegas karena Santi tidak duduk saat pertama kali Aluna menyuruh dia untuk duduk.


"Maaf yah semuanya. Santi ini sahabat saya dan kalian juga bisa menganggap saya sebagai sahabat kalian. Jadi kalian tidak perlu merasa sungkan kepada saya. " Ucap Aluna yang berdiri dari kursinya memandang kearah karyawan yang ada direstoran yang sementara makan siang. Semua karyawan memang diberi tunjangan makan siang di restoran oleh pemilik hotel. Makanya bersamaan dengan Aluna datang mereka baru saja masuk ke restoran dan ada juga yang sudah duduk dengan makanan mereka masing - masing. Karena Aluna merasa Santi tidak nyaman jadi dia berbicara seperti itu.


"Kecuali jika saya datang bersama tuan Arka. " Tambah Aluna masih tersenyum hangat kepada semua orang yang ada direstoran tersebut.


"Ternyata nyonya orangnya bersahabat. " Ucap karyawan yang satu kepada temannya.


"Ia. Dia terlihat baik dan sederhana. Senyumnya bahkan tidak dibuat - buat. " Rasa penasaran karyawan hotel selama ini tentang wanita yang dinikahi tuan Arka akhirnya mulai terjawab. Kesimpulannya wanita yang menjadi istri bos mereka adalah wanita cantik, baik, bersahabat dan tulus.


Setelah mengatakan hal itu Aluna kembali duduk dan menyerahkan paper bag yang dibawanya. Semua mata masih menatap keduanya. Walaupun yang lainnya hanya sekedar mencuri pandang saja.

__ADS_1


"Apa ini Lun? " Tanya Santi menerima paper bag dari tangan Aluna.


"Oleh - oleh dariku. Aku bulan madu ke Bali bersama suamiku. " Setengah berbisik malu - malu.


Setelah bicara beberapa saat, ponsel Aluna berbunyi. Satu pesan dari suaminya.


"My Wife jangan lupa makan siang. Aku mengingatkanmu karena setelah kau bertemu sahabatmu kau pasti lupa makan siang. " Aluna tersenyum membaca pesan dari Arka suaminya. Yang membuat Aluna tersenyum ketika suaminya tahu saat ini dirinya belum makan siang dan sementara asyik mengobrol tentang bulan madunya. Aluna kembali memasukkan ponselnya didalam tas tanpa membalas pesan suaminya yang sementara makan siang tidak jauh dari perusahaannya.


"Luna... " Pesan berikutnya. Yang Aluna tahu jika dia tidak membalas pesan suaminya, suaminya akan terus mengirimnya pesan. Aluna akhirnya membalas pesan suaminya. Kerena mungkin jika dia tidak membalasnnya lagi, maka suaminya pasti sudah ada di hotel itu dan menjemputnya.


"Iya sayang. Ini sekarang lagi makan pake tangan. Makanya ngga bisa balas pesan yang pertama " Terpaksa berbohong walaupun kemudian Aluna memesan makanan di restoran tersebut bersama Santi.


***


Sore hari sebelum magrib, Aluna sudah menghubungi Frans untuk menjemputnya. Aluna sengaja menyuruh Frans kembali ke perusahaan karena Arka mungkin lebih membutuhkannya dari pada Aluna yang hanya menghabiskan waktu di hotel bersama Santi sahabatnya.


Aluna sudah pamitan dengan Santi dan juga karyawan lain, setelah tadi Frans sudah memberi kabar bahwa sebentar lagi dia akan sampai.


Sebelum Aluna keluar hotel, tiba - tiba ada suara wanita yang memanggilnya.


Aluna menghentikan langkahnya ketika wanita itu mendekatinya dan kembali menyebut nama Aluna seperti memastikan bahwa wanita yang dipanggilnya benar bernama Aluna.


Bersambung


_____________________


Hanya mau bilang...


Saya mengarang pure karena hobi, suka dan belajar karena disini awal saya menulis sepajang dan sebanyak ini. hehehe tanpa ada embel-embel untuk mendapatkan hasil. Buktinya saya belum tanda tangan kontrak sejauh ini, walaupun novel ini sudah dikontrak.


Karena bagi saya, menulis atas keinginan sendiri karena pas dapat inspirasi itu yah enak. Tapi kalau udah harus cepat - cepat karena ngejar target dan timer, hasilnya malah nggak dapet. wkwkwkwk Padahal awal novel ini ancur yah.


Jadi novel ini disukai dan diterima pembaca saya sudah bersyukur. Bisa mendapat teman yang baru di grup chat, saling tukar nomor Wa jadi teman dunia nyata eh salah dunia maya yang baik udah bersyukur.


Terima kasih yang selalu suport dan selalu dukung dan selalu ngelike, berkomentar baik, memberi saran yang saya rasa demi perbaikan dikarya - karya selanjutnya. Walaupun saya tidak yakin seterusnya akan menjadi penulis. Karena ketika pandemi global ini berakhir, kita semua pasti kembali disibukan dengan rutinitas masing - masing (yuhuu kayak saya orang penting saja. "


Makasih juga yang selalu sabar menunggu next chapternya. Semoga sabarnya tidak berubah kelain hati.

__ADS_1


Udah itu aja. hehehe


__ADS_2