Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
MENUNGGU


__ADS_3

Sudah tiga tahun ini Tante Ira, Mira dan Nara pindah ke kota dan tinggal bersama suaminya Om Ben. Diliburan terakhir nenek Ami memang meminta Tante Ira untuk pindah ke kota dan akhirnya Tante Ira sekeluarga pindah ke kota. Setelah mendengar kabar dari Aluna kemarin lewat telepon. Mira meminta ijin kepada ibu dan ayahnya untuk bisa datang ke kampung halaman mereka dulu dan dia diijinkan oleh Ibunya untuk datang menemui Aluna.


"Hari ini kak Luna sangat cantik."


Puji Mira kepada aluna yang sekarang sedang duduk di depan meja riasnya. Dia memang sedikit berdandan hari ini dibantu sang ibu tentunya. Karena Aluna tidak terlalu pintar untuk berdandan.


Kemudian Aluna bangun dari duduknya menghampiri Mira dan memencet hidung sepupunya dan berkata "Kamu juga cantik".


"Oh yah Kak, jam berapa Ka Bryan datang?" tanya Mira.


"Entahlah. Dia belum menghubungi kak Luna. Tapi ka Luna yakin Bryan pasti datang. "


Awas aja kalau kamu ngga datang Sayang. Batin Aluna.

__ADS_1


Waktu terus berlalu. Bahkan beberapa kali Aluna berdiri di depan pintu rumah mereka berharap Bryan muncul dari seberang jalan rumahnya. Dia sudah beberapa kali menghubungi Bryan tapi tak kunjung mendapat jawaban di sana.


Dimana kamu Bryan. Kumohon jangan mengecewakanku. Batin Aluna.


Mira berusaha menenangkan Aluna karena sepupunya itu hanya mondar mandir di depan pintu.


" Bagaimana kalau dia tidak datang Mir? Apa yang harus aku katakan pada ibu. " Aluna menggigit kuku jarinya sepintas ada kecemasan tergambar diraut wajahnya.


"Dia pasti datang." Jawab Mira mencoba menghibur sepupunya itu.


"Iya Kak Luna ingat. Tapi sekarang perasaan Kak Luna tidak enak. Kak Luna sudah berusaha meyakinkan diri Kak Luna, agar percaya dan yakin kalau Bryan akan datang menemui Ibu. Tapi perasaan Kak Luna bertolak belakang dengan kepercayaan diri kak Luna. " Jelas Aluna panjang lebar.


"Kita tunggu saja Kak, lagian ini belum terlalu malam dan mungkin Kapal yang ditumpangi Kak Bryan, terlambat berlayarnya atau ada kendala lain. " Mira mencoba menenangkan sepupunya.

__ADS_1


"Luna? " Panggil Ibu Asmita, ibu kandung Aluna.


"Iya ma. Jawab Aluna.


"Sudah sampai dimana Bryan? " tanya Ibu Asmita. Ibu Asmita sudah mengenal Bryan karena Bryan sering mengunjungi Aluna di kampungnya, jika Aluna tidak bisa ke kota. Walaupun hanya beberapa kali Bryan datang ke rumah Aluna selama enam tahun hubungan mereka. Tapi Ibu Aluna tahu Bryan anak yang baik dan Bryan sangat mencintai anaknya.


"Luna ngga tahu ma. Bryan tidak mengabari Luna. Luna juga sudah menghubungi Bryan tapi nomornya ngga aktif Ma. Mungkin dia sudah dalam perjalanan. " Walaupun Aluna sendiri tidak yakin.


"Baiklah. Kalaupun hari ini Bryan tidak datang melamarmu, kamu jangan bersedih. Karena mama akan selalu mendukungmu. Mungkin Bryan memang ada pekerjaan yang tidak bisa dia tinggalkan. " Ibu Asmita mencoba memberi pandangan kepada Aluna, agar supaya anaknya tidak kecewa jika nanti Bryan tidak kunjung datang melamarnya hari ini.


"Lagiankan masih ada hari esok dan seterusnya jika dia hari ini tidak bisa datang untuk melamarmu. Mama akan tetap menerima lamarannya, walaupun dia melamarmu dua tahun kemudian. " Canda ibu Asmita sambil terkekeh.


"Lagi pula umurmu masih sangatlah muda dan mama juga masih ingin tidur dengan anak gadis mama. " Tambah Ibu Asmita sambil tersenyum.

__ADS_1


"Iya Ma Luna tahu, umur Luna masih 22 tahun, tapi kan ini baru lamaran, mungkin kita tunangan dulu. Jadi mama bisa tidur sepuasnya dengan Luna. Sampai mama bosan. " Luna tersenyum kearah ibunya, disertai tawa Mira dan Ibu Asmita.


__ADS_2