Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
KONTRAK PERNIKAHAN


__ADS_3

Karena Kinerjanya selama ini bagus jadi Aluna mendapat ijin untuk pulang lebih awal setelah dia meminta ijin kepada pemilik cafe.


Aluna menatap jam tangan berwarna hitam yang melingkar ditangannya.


"Tuan bisa cepat sedikit." Aluna merasa sopir yang membawa mobil taxi online yang dipesannya sangat pelan membawa mobilnya. Padahal kecepatan yang digunakan oleh sang supir sudah sesuai dengan peraturan lalu lintas.


"Ini sudah hampir jam 5 sore. Aku bisa terlambat sampai di perusahaan pria gila itu." Gumam Aluna dalam hati.


Setelah beberapa saat akhirnya mobil taxi yang membawa Aluna sampai di loby perusahaan milik Arka. Aluna sedikit berlari setelah ia turun dari mobil dan membayar ongkos taxi yang dipesannya.


"Pak ruangan Tuan Arka dimana yah?" Tanya Aluna kepada Security perusahaan. Mengingat gedung itu sangat besar.


Security yang bernama Rudi itu sejenak melihat Aluna dari ujung kaki sampai ujung rambut. Aluna memang sedikit berantakan karena dia buru - buru dari cafe dan sedikit berlari tadi.


"Nona naik lift ke lantai 48 di depan lift nona bisa melihat meja kerja sekertaris tuan Arka dan nona bisa tanyakan kepada sekertaris itu ruangan tuan Arka." Jelas Security tersebut.


"Oh ruangan 48. Makasih pak atas informasinya." Aluna kembali berlari kecil menuju lift ketika dia kembali melirik jam tangannya. Setelah lift terbuka dilantai 48 Aluna langsung mencari dimana keberadaan sekertaris Arka.


"Apa security tadi memberi petunjuk yang salah. Setahu aku sekretarisnya tuan Arka seorang pria yang sering muncul tiba - tiba itu. tapi kenapa yang duduk di sana seorang wanita?" Aluna bicara dalam hati. Aluna tidak tahu jika Arka memiliki dua sekertaris. Sekertaris Frans merupakan sekertaris pribadi Arka. Sedangkan wanita yang Aluna lihat adalah sekertaris Arka yang hanya mengurusi urusan kantor. Walaupun juga urusan kantor kadang Arka lebih mempercayakan kepada sekertaris Frans.


"Permisi nona. Bisakah saya bertemu dengan tuan Arka?" Akhirnya Aluna memberanikan diri bertanya. Toh kalau dia bukan sekertaris Arka pasti dia juga tahu dimana ruangan Arka. Secara mereka masih satu gedung pikir Aluna.


"Apakah nona sudah membuat janji? " Tanya sekertaris tersebut dengan ramah dan sopan.


"Iya saya sudah punya janji dengan tuan Arka."

__ADS_1


"Kalau begitu silakan masuk nona. Ini ruangan tuan Arka." Sekertaris itu menunjuk pintu tak jauh dari meja kerjanya.


Setelah mengetuk pintu dan mendapat ijin masuk sekertaris yang bernama Lusi itu meninggalkan Aluna di ruangan Arka. Arka terlihat fokus membaca dokumen yang ada ditangannya tanpa sedikitpun melirik Aluna yang sudah berdiri tepat dihadapannya. Hanya meja kerja Arka yang menjadi penghalang keduanya. Sedangkan sekertaris Frans sementara mengerjakan sesuatu di laptopnya dan duduk di sofa ruangan tersebut tanpa menoleh kearah Aluna.


"Apa ini? Kemarin dia mengancam ku kalau aku datang terlambat. Setelah aku datang, dia mala sibuk." Aluna sangat kesal dengan pria dihadapannya yang hanya mendiaminya. Padahal Arka memang orang yang sangat sibuk. Secara dia pemimpin perusahaan Arxia Grup. perusahaan no satu di negara ini dan perusahaan yang sangat sukses di dalam dan diluar negeri.


"Presiden direktur Arka Arya Wiguna." Aluna sengaja membaca papan nama yang ada di meja Arka. Sontak Arka menghentikan kegiatannya dan menaruh dokumen yang dibacanya keatas meja dan memandang Aluna, Lalu melihat jam tangannya. begitu juga dengan Frans yang menghentikan pekerjaannya dan melihat kearah Aluna.


"Kamu terlambat 5 menit. " Mendengar itu Aluna merasa sangat kesal.


"Bukankah aku sudah berdiri dihadapannya dari 5 menit yang lalu."


"Tuan aku tidak terlambat. Saat aku masuk tadi aku sudah melihat jam dan jam menunjukkan pukul 16 : 59. Jadi Aku tidak terlambat. " Aluna mencoba membela diri.


"Apa sih maunya nih orang. Apa tadi dia buta dan sekarang baru bisa melihat lagi. Jelas - jelas aku sudah berdiri dihadapannya dari 5 menit yang lalu. Mungkin dia butuh dokter spesialis mata dan butuh psikolog." Aluna lagi - lagi bergumam dalam hati.


"Maaf tuan saya terlambat sedikit." Orang normal harus lebih mengalah kepada yang kurang normal. Pikir Aluna.


"Waktuku 5 menit sangat berharga nona. Apa kau tahu dalam waktu 5 menit aku bisa menghasilkan uang milyaran?"


"Mana kutahu. Jangan membual tuan. 50 Tahun saja aku bekerja bahkan mungkin tidak menghasilkan uang milyaran. Kamu terlalu melebih - lebihkan tuan." Lagi - lagi Aluna hanya bisa bergumam dalam hati. Aluna merasa Arka hanya membual dengan apa yang diucapkannya barusan. Padahal apa yang dikatakan Arka semuanya adalah benar.


"Maaf tuan saya tidak tahu." Jawab Aluna.


"Dan tidak mau tahu." Gumamnya kembali dalam hati.

__ADS_1


"Karena kau sangat antusias untuk menemui aku di sini. Dapat terlihat itu dari kacaunya penampilanmu. Maka kali ini ku maafkan." Arka melihat Aluna sama seperti security tadi.


"Antusias menemuinya? Dasar kepedean. Kalau bukan karena kau mengancam ku mana mau aku datang menemui singa sepertimu tuan."


"Frans tolong ambilkan surat kontrak yang sudah kusiapkan kemarin." Frans langsung bergegas kearah lemari yang berisi dokumen dimana dia menyimpan berkas yang sudah disiapkan tuannya.


"Kita akan menikah setelah ayahku sehat dan kemungkinan besar itu seminggu dari hari ini. "


"Apa?" Aluna yang mendengar penuturan Arka sangat kaget dan setengah berteriak.


"Aku tidak tuli nona." Ucap Arka.


"Kenapa harus secepat itu. Aku belum siap." Aluna menatap Arka dengan tatapan kesal.


"Apa yang perlu kau persiapkan. Cukup siapkan tubuhmu." Lagi - lagi Arka terlihat santai mengucapkan setiap kalimat. Sedangkan Aluna mulai menutupi tubuhnya dengan tangan.


Melihat respon Aluna menutup tubuhnya membuat Arka tertawa.


"Nona aku tidak akan menyentuhmu. Kau persiapkan tubuhmu untuk hadir dalam pernikahan. Kau jangan berfikir macam - macam. Aku masih pria normal... dan ingat kita hanya menikah pura - pura. Jadi kita berpura - pura menjadi pasangan suami istri sesungguhnya hanya didepan ayahku dan diluar ayahku kita bisa kembali seperti ini."


"Aku masih pria normal? Apa maksudnya itu. " Gumam Aluna.


Aluna meraih kontrak pernikahan yang sudah ada bahkan sebelum pernikahannya dilangsungkan. Dia membacanya dengan seksama.Agar nantinya dia tidak dirugikan. Ternyata didalam kontrak ditulis bahwa pernikahan mereka hanya akan berlangsung selama setahun. Setelah itu mereka akan berpisah.


"Jika sudah dibaca tanda tangan di situ." Ucap Arka sambil menunjuk bagian yang akan ditanda tangani Aluna. Karena tidak ada yang mencurigakan dan merugikan dirinya akhirnya Aluna menanda tangani kontrak pernikahan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2