Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
SALING MERINDU


__ADS_3

Arka bersimpuh dibawa kaki istrinya.


"Sayang maafin aku. Pasti kau menderita selama ini. Tapi sayang aku benar - benar tidak tahu kalau kamu masih hidup. " Arka masih menggenggam tangan istrinya.


"Waktu itu aku orang yang paling menyangkali kematianmu. Aku mengatakan kepada semua orang kalau jasad itu bukanlah istriku. Aku tahu Lunaku tidak akan meninggalkan aku seorang diri disini. " Menghapus air mata yang sudah lolos dari pelupuk matanya. "Tapi saat aku berusaha meyakinkan semua orang, meyakinkan diriku kalau jasad itu bukanlah kamu, tapi kenyataannya begitu menyakitkan ketika aku menemukan cincin pernikahan kita jatuh dari tangan jasad itu. Aku hancur Luna, duniaku seakan ikut runtuh bersama keyakinan yang aku pertahanin. Keyakinan bahwa kau masih hidup. " Ucap Arka lirih.


Aluna meraih tangan suaminya, menyuruhnya duduk disampingnya. Aluna menggenggam tangan itu dengan erat. Dia tidak mau lagi terpisah dari suaminya. Cukup lima tahun terakhir dia hidup tanpa tahu siapa dirinya, tanpa mengingat Arka suaminya.


"Lalu kenapa kamu memilih pergi? Setelah aku sadar waktu itu, aku sangat senang dan secepatnya datang ke rumah kita. Tapi dari jauh rumah itu tampak sepi dan benar saja pintu gerbangnya bahkan digembok . Aku menangis didepan gerbang minta dibukakan pintu sambil memanggil namamu. Tapi hingga malam berganti pagi, kau tidak pernah muncul membukakan pintu untukku. " Aluna menangis mengingat hari itu. Arka memeluk istrinya, sembari berucap maaf dan sesekali mengelus pundak istrinya yang terisak.

__ADS_1


"Aku sebenarnya ingin bertahan disini. Tapi ayah kuatir dengan keadaan aku. Aku bahkan sampai dilarikan ke rumah sakit. " Aluna melepaskan pelukkannya. "Memang kamu kenapa? Kenapa sampai dilarikan kerumah sakit? " Aluna bertanya sembari menatap mata suaminya.


" Aku hampir gila saat kehilanganmu Lun, Aku selalu ingat semuanya tentang kamu. Pagi, siang, malam dan bahkan berganti pagi lagi, aku sedetikpun tak pernah melupakan semua tentang kamu dan tentang calon anak kita. Aku terpaksa meminun obat penenang dan obat tidur kalau aku masih terjaga. Aku overdosis Lun dan aku dilarikan kerumah sakit. " Ya Tuhan, Aluna menutup mulutnya tidak percaya. Kalau saja Arka tidak tertolong bagaimana menyesalnya dia dan bagaimana nasibnya tanpa pria itu. Bukan hanya dirinya yang menderita, suaminya jauh lebih menderita.


"Maaf sayang. " Ucap Aluna dan Arka mengangkat satu jarinya dan meletakkan dibibir mungil istrinya.


Arka sangat penasaran bagaimana istrinya itu bisa selamat. Bukankah waktu itu mobil yang membawanya kecelakaan dan terbakar. Lalu siapa jasad wanita yang dimakamkan itu? Sungguh Arka sangat penasaran. Tapi dia tundah semua itu dulu. Rasa rindunya lebih besar dari rasa penasarannya.


Dia memeluk wanita yang sudah melahirkan anak - anaknya itu. Mencium seluruh wajah dan terakhir bibir wanita itu. Ciuman itu bahkan berlangsung lama. Arka rindu semua itu, semua yang ada pada istrinya.

__ADS_1


Siang itu menjadi saksi bagaimana dua insan itu saling melepas rindu. Bahkan rasanya jauh lebih nikmat dari saat mereka dulu bersama. Mereka beberapa kali tenggelam dalam rindu yang menyatuh. Menyalurkan perasaan yang mendambah dan saling menginginkan satu sama lain membuat mereka melupakan semua penderitaan yang sudah mereka lalui beberapa tahun terakhir.


"Aku mencintaimu Luna, jangan tinggalin aku lagi. " Ucap Arka masih dengan peluh yang membasahi tubuhnya.


"Aku juga mencintaimu. Jangan pergi lagi. " Aluna tersenyum malu, disaat Arka masih menatapnya. Arka terkekeh melihat istrinya yang sedang merona malu. Mereka memang sudah lama tidak bersama seperti saat ini. Dibawah selimut yang sama, disaat senja hampir tergantikan malam.


_________


Ini dulu yah. Flashbacknya besok yah.

__ADS_1


__ADS_2