
"Sayang sedang apa? "
"Udah tidur? "
"hello"
" Udah tidur yah? "
"Aku ngga bisa tidur nih. "
"Benaran udah tidur? "
"Kelinci? "
" Selamat tidur sayang "
Itulah sederet chat yang Arka kirim untuk Aluna istrinya, yang memang diijinkan Arka untuk tidur bersama ibunya, setelah melaksanakan syarat yang Arka berikan tadi. Syarat yang belum diiyakan Aluna, namun sudah terlaksana karena suaminya yang tidak memberi Aluna kesempatan untuk menolaknya.
__ADS_1
Arka tidur sambil uring - uringan dari sisi ranjang yang satu, kesisi lainnya.
"Seharusnya aku tidak mengijinkannya untuk tidur bersama ibunya. Dia bahkan tidak membalas pesanku. " Gerutu Arka sambil sesekali melirik ponselnya, berharap istrinya membalas pesan darinya.
"Arka turun dari ranjang mengambil air didapur, padahal dikamarnya sudah Aluna sediakan air untuknya sebelum Aluna pergi ke kamar ibunya dilantai bawah. Tujuan utama Arka turun adalah berharap istrinya juga keluar kamar sekedar mengambil air atau lainnya. Arka mengendap - ngendap seperti seorang maling dirumahnya sendiri.
"Kak Arka lagi apa? " Tanya Mira yang memperhatikan Arka yang mondar mandir di dapur. Arka yang mendengar suara Mira kaget setengah mati.
"Kak Arka lagi ambil minum, nih. " Tunjuk Arka pada gelas yang ditarunya diatas meja dekat dispenser.
"Kamu juga mau ambil minum? " Tanya Arka kepada Mira.
" Oh yah. maukah kau menemani kak Arka sebentar? Kak Arka belum ngantuk. " Pinta Arka dan iyakan Mira yang memang juga belum ngantuk. Sedangkan teman sekamarnya yaitu Nara adiknya, sudah tidur sedari tadi. Arka mengajak Mira ketaman samping rumahnya.
" Oh yah kak, kak Arka ketemu kak Luna dimana sih? " Tanya Mira penasaran setelah keduanya sudah duduk di kursi taman.
Arka pun menceritakan bagaimana awalnya dia bertemu Aluna. Bagimana ayahnya menyuruh dia mencari gadis yang sudah menolong ayahnya dan akhirnya ayahnya meminta dirinya untuk menikahi gadis tersebut sampai akhirnya mereka menikah.
__ADS_1
Arka tidak memberitahu Mira bahwa dirinya dan Aluna terpaksa menikah dan bagaimana awal keduanya menjalani pernikahan.
" Apakah kak Arka mencintai kak Luna? " Tanya Mira kembali.
" Kak Arka sangat mencintai sepupumu itu. "
"Apa yang membuat kak Arka cinta padanya? Pasti karena kak Luna cantik yah? " Tanya Mira yang memang sangat penasaran dengan hubungan Arka dan Aluna. Arka padahal tipekal yang tidak suka ada yang ikut campur urusannya. Namun karena dia percaya Mira sangat menyayangi Aluna, itulah sebabnya dia menjawab semua pertanyaan Mira.
" Kecantikan wajah itu relatif. Orang yang memiliki uang bisa operasi plastik atau perawatan untuk mengubah wajah mereka lebih cantik lagi sebagai seorang wanita. "
"Bukan kecantikan wajah yang membuat kak Arka cinta sama Luna. Walaupun kak Arka tahu cinta itu tidak butuh alasan. Namun yang pasti Kak Arka cinta semua yang ada pada Luna. Entah itu kelebihannya atau kekurangannya. Jawab Arka tersenyum mengingat betapa dia sangat mencintai Aluna.
"Makasih yah kak karena sudah mencintai dan menjaga kak Luna selama ini. Mira berharap kak Arka tidak akan menyakiti kak Luna seperti yang kak Bryan lakukan dulu. " Ucap Mira dengan tulus, namun kalimat terakhirnya membuat Arka penasaran. Pasti Mira tahu banyak bagaimana masa lalu Aluna dengan Bryan.
"Oh yah, ceritakan kepada kak Arka bagaimana kak Luna dan pria itu bertemu dan akhirnya berpisah? " Walaupun masa lalu Aluna dan Bryan sudah sepenuhnya Arka tahu dari Frans tiada salahnya dia mendapat informasi yang lebih akurat dari orang terdekat Aluna.
Mirapun akhirnya menceritakan semuanya pada Arka. Walaupun sepenuhnya semua bukan salah Bryan, namun Bryan tidak sepenuhnya memperjuangkan cintanya bersama Aluna. Mira bahkan ingat jelas bagaimana Aluna pergi tengah malam menggunakan motornya setelah mendapat telpon dari Richo mengabarkan bahwa Bryan tengah menginap di hotel bersama seorang wanita. Bagaimana Aluna mengiklaskan Bryan untuk bertanggung jawab dengan apa yang telah dilakukannya dengan wanita itu. Mira bahkan sedih menceritakan bagaimana Aluna hadir diacara pertunangan Bryan dan dengan lapang dada menyerahkan cincin pertunangan Bryan yang jatuh tepat dikakinya. Bagaimana akhirnya Aluna memutuskan pergi meninggalkan semua kenangannya dengan Bryan di kota tersebut, merelakan Bryan dengan wanita lain.
__ADS_1
"Tapi Mira bersyukur dengan kak Luna datang ke kota ini, kak Luna bisa bertemu kak Arka. Walaupun Mira tahu, akhirnya kak Bryan juga menikah di kota ini. " Cerita tentang masa lalu Aluna yang diceritakan Mira tidak semuanya Arka tahu. Arka bersyukur malam ini Arka tahu semuanya dari Mira.
"Luna aku tak menyangkah kau bisa setegar ini, setelah semua yang terjadi. Kau sudah banyak berkorban dan menderita. Kau layak mendapat kebahagiaan dalam hidupmu. "