Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
MASA LALU


__ADS_3

Seorang laki - laki dengan balutan kemeja biru dan celana panjang hitam yang sedari tadi sudah melihat bagaimana Aluna diperlakukan di hotel miliknya sendiri. Sempat terbesit dihatinya untuk tidak menghampiri Aluna karena tidak seorangpun tahu kalau dirinya kini sudah menikah dengan gadis yang kala ini telah dituding sebagai penggoda suami orang.


Entah mengapa juga hatinya tidak terima jika gadis yang sudah menjadi istrinya itu dipeluk oleh pria lain. Rasa ingin menahan diri untuk tidak menghampiri istrinya, tidak mampu dia tahan walaupun sekertaris Frans sudah mencoba menahannya. Frans pun hanya mengikuti langkah kaki tuannya yang sudah melangkah kedalam gedung dan akhirnya membuat para tamu undangan menatap kearah laki - laki tampan yang terkenal dikalangan bisnis itu.


"Bukankah itu presdir Arxian gruop? " Seru seorang pria berjas hitam menunjuk kearah Arka yang sudah melangkah mendekati beberapa orang yang sudah menjadi pusat perhatian sedari tadi.


"Wah ternyata dia lebih tampan jika menatapnya langsung. " Seru beberapa gadis - gadis yang selalu menonton tv apabila Arka diminta untuk wawancara dibeberapa saluran televisi.


"Aku bisa pingsan setiap hari melihat ketampanannya. Dia benar - benar pangeranku." Sahut gadis yang lain sambil memeluk dirinya sendiri.


"Aku rela diperkosa dirinya. Habis dia sudah tampan, sukses, tajir, dan pemimpin perusahaan nomor satu di negara ini. Siapa sih yang tidak tergila - gila padanya. Dia sempurna. Beruntung banget jadi pacarnya." Tambah gadis lain sambil berhayal dan mendampatkan sentilan dijidatnya oleh salah satu temannya agar dia tersadar.


"Siapa yang memberikan hak kalian untuk mengusir istriku." Serunya yang sudah berada tidak jauh dari Indra Wijaya, Hendra, Fiona, Bryan dan juga Aluna yang baru saja ingin diseret dua orang petugas keamanan. Semu orang digedung itu sontak menatapnya bingung. Seakan mereka bertanya siapa yang dimaksud Arka sebagai istri, apakah pemimpin perusahan ternama itu sudah menikah. Begitu kira - kira jabaran sederet pertanyaan orang - orang digedung itu.


Hendra langsung melihat kearah suara yang tidak asing ditelinganya itu. Betapa bahagianya dia melihat seorang Arka bisa datang menghadiri pesta pernikahan putrinya. Suatu nilai plus dimata pembisnis lain karena seorang Arka yang terkenal tidak perduli dengan acara seperti itu, kini bisa hadir diacara yang diselenggarakan oleh keluarga Trijaya. Setelah tadi Hendra sempat kecewa karena sampai acara akan berakhir Arka tidak pernah muncul. Kini dia begitu bahagia melihat sosok yang diharapkan untuk hadir sudah berada didepan matanya. Dia berharap Arka tidak melihat drama tadi, dimana anaknya dipermalukan oleh ulah laki - laki yang sudah menjadi suaminya memeluk perempuan lain didepan tamu undangan. Hendra bahkan tidak mendengar kata - kata Arka tadi.


Kemudian Hendra dengan mengubah ekpresi kesalnya diwajahnya, seketika mengukir senyum mulai mendekati Arka hendak menjabat tangan pria yang tidak pernah mengalihkan pandangannya dari gadis yang hanya tertunduk dengan bekas merah akibat tamparan Fiona.


Hendra harus menahan tangannya ketika Arka tidak menjabat uluran tangannya dan mulai berlalu dari Hendra.


Arka kemudian mendekati Aluna dan mengelus dengan lembut pipi Aluna yang memerah.

__ADS_1


"Apa yang pria ini lakukan. Semua mata pasti menatapnyakan? Pergilah tuan dari sini atau seperti biasa berpura - puralah tidak mengenal aku." Gumam Aluna dalam hati.


"Sayang apa mereka tidak memperlakukanmu dengan baik?" Pertanyaan Arka sontak membuat semua orang menatap heran dengan panggilan Arka kepada gadis yang masih menundukan wajahnya.


Kemudian Arka beralih menatap pria yang sudah dilepaskan tangannya oleh ayahnya. Pria itu tak lain adalah Bryan. Dari semua orang digedung itu Bryanlah orang yang paling kaget mendengar panggilan sayang dari Arka kepada gadis yang dicintainya itu.


"Siapa pria ini? Berani - beraninya dia memeluk istriku." Gumam Arka dalam hati menahan amarahnya kepada pria yang juga menatapnya tidak suka.


Hendra kemudian mendekati Arka dan berharap Arka hanya berakting dan mencoba mempermainkan perempuan yang sedikitpun tidak menjawab pertanyaan Arka padanya. Meyakinkan Hendra bahwa Arka hanya sedang bermain - main. Hendra kemudian mengisyaratkan matanya kepada kedua pengawal untuk kembali menyeret keluar gadis itu dan langsung diangguki oleh kedua petugas keamanan yang sudah mulai menarik kasar pergelangan Aluna.


" Apa kalian ingin kehilangan kedua tangan kalian? Berani - beraninya kalian menyentuh istriku dengan tangan kotor kalian." Suara Arka setengah berteriak membuat nyali petugas keamanan yang sengaja disewa Hendra itu menciut. Mereka melepaskan tangan Aluna.


Kembali kata - kata yang dilontarkan Arka membuat semua orang yang mendengarnya kaget dan tidak percaya bahwa Arka sudah menikah.


"Apa aku terlihat bercanda sekarang. Akan aku buktikan jika dia adalah istriku." Arka kemudian mendekati Aluna mengangkat wajah gadis itu agar menatapnya. Kemudian Arka mendaratkan bibirnya kebibir Aluna. Arka ******* dengan lembut bibir Aluna bahkan Aluna melebarkan kedua matanya kaget dengan apa yang dilakukan Arka. Aluna bahkan tidak bergeming dan menutup rapat bibirnya. Semua mata terpaku menatap Arka yang masih mencium Aluna.


"So sweet." Ucap gadis - gadis yang mengagumi Arka tadi. Sedangkan Hendra, Fiona bahkan Indra Wijaya menatap kaget dengan apa yang Arka lakukan. Arka bahkan tidak pernah terlihat memamerkan kemesraannya dengan mantan pacarnya dulu, jauh sebelum menikah dengan Aluna. Tapi sekarang Arka bahkan mencium bibir Aluna didepan banyak orang dan beberapa wartawan bersorak senang mengambil beberapa gambar untuk dijadikan topik dalam berita yang akan mereka buat. Wartawan juga turut hadir dalam acara pernikahan Bryan dan Fiona untuk mengambil beberapa gambar atas suruhan Hendra yang ingin pernikahan anaknya menjadi topik utama berita dan diingat semua orang.


Bryan yang sudah sangat marah melihat gadis yang tidak pernah disentuhnya sekalipun selama mereka pacaran langsung menarik Arka.


"Jangan sentuh dia." Ucap Bryan menatap kesal kearah Arka. Sementara Arka juga menatap kesal kepada Bryan. Kedua pria itu sama - sama memelototi dengan tajam masing - masing pandangan mereka yang beraduh.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan Bryan. Aluna istri orang sekarang." Ucap Fiona menarik Bryan kearahnya.


" Aku tidak percaya dengan ucapan pria itu. Dia pasti berbohong. Aluna tidak mungkin sudah menikah." Bryan kemudian mendekati Aluna dan memegang kedua sisi pipi Aluna agar gadis itu menatapnya.


"Luna katakan kepada mereka, bahwa pria itu berbohong. Kamu tidak mungkin menikah dengannyakan?" Ucap Bryan lirih, dia bahkan tidak menyadari jika saat ini dirinya juga sudah menikah dengan Fiona.


Arka yang melihat gadis yang perlahan - lahan telah membuatnya mulai jatuh cinta itu, sedikit memberi Aluna kesempatan untuk menjawab pertanyaan Bryan.


"Awas saja jika kau tidak mengatakan kita sudah menikah." Gumam Arka dalam hati berusaha menahan amarahnya ketika Bryan menyentuh istrinya.


"Apa yang dikatakannya benar. Aku telah menikah dengannya." Seru Aluna tanpa menatap Bryan yang mengacak - acak rambutnya frustasi.


"Kau pasti berbohong Luna. Kau hanya menghindariku sajakan? " Seru Bryan lagi.


" Aku sudah menikah Bryan. Jadi kumohon berhentilah mencariku dan jalani hidupmu dengan bahagia. Karena aku juga bahagia sekarang." Aluna sudah mengangkat wajahnya berusaha menatap Bryan yang hanya percaya dengan sorot mata gadis itu.


"Aku tidak bisa Luna. Aku hanya bahagia bersamamu. Kumohon jangan lakukan ini padaku." Bryan bahkan mulai berlutut dan memegang tangan Aluna. Arka yang sudah berusaha menahan amarahnya, kini sudaj tidak bisa menahan lagi. Dia menghempaskan kasar tangan Bryan dan juga mengenai tangan Aluna. Aluna bahkan menahan sakit dipergelangan tangannya yang tadi juga sempat digenggam erat oleh petugas keamanan.


"Sudah kukatakan jangan menyentuh istriku. Hei kau, siapapun kau hanyalah bagian masa lalu istriku." Seru Arka menunjuk Bryan dengan jarinya dan kemudian menarik Aluna pergi dari gedung itu.


Sebelum dia benar - benar pergi dia sempat berbalik seperti ada hal yang ingin dia sampaikan dan dia baru ingat apa yang ingin dikatakannya sedari tadi itu "Frans siapkan pemutusan kontrak kerja dengan siapa saja yang sudah memperlakukan istriku dengan buruk bila perlu beli saham mereka." Ucap Arka dengan lantang kearah Frans yang mengikutinya dari belakang dan diiyakan oleh sekertarisnya itu. Sengaja Arka mengeraskan suaranya agar didengar semua orang digedung itu.

__ADS_1


Bahkan Hendra sudah gemetar mendengar setiap ucapan Arka.


Kemudian Arka, Frans dan Aluna benar - benar berlalu meninggalkan gedung itu.


__ADS_2