
Setelah meninggalkan Arka diruang tamu, Aluna pergi ke kamar dia menangis di kamar Itu sejadi - jadinya. Sedangkan Arka dia lebih memilih kembali ke perusahaan.
Setelah kejadian tadi sore Aluna sudah tidak kembali lagi ke cafe. Bagaimana dia bisa pergi dengan mata sembabnya. Aluna hanya mengirim pesan kepada bosnya untuk meminta maaf atas kejadian yang terjadi di cafe dan meminta cuti selama dua hari karena Aluna ingin menenangkan hati dan pikirannya. Beruntung bos Aluna orangnya sangat baik dan juga karena keuletan dan kerajinan Aluna selama ini membuat bosnya memaafkannya dan memberi ijin cuti kepada Aluna.
Setelah malam tiba dan waktu telah menunjukkan pukul delapan malam, Arka kembali kerumahnya. Arka menduga kalau Aluna telah pulang ke kontrakannya karena pertengkaran tadi. Tetapi salah seorang penjaga rumah yang ditanyainya mengatakan bahwa Aluna tidak pernah meninggalkan rumah setelah pulang bersama Arka tadi.
Setelah sampai di depan kamarnya Arka sedikit ragu untuk membuka knop pintu. Didepan pintu dia mencari cara bagaimana menghadapi Aluna ketika keduanya berada satu ruangan. Apakah dia akan menegurnya atau pura - pura tidak melihat gadis itu yang mungkin saat ini tengah duduk di sofa kamarnya. Setelah beraduh dengan pemikirannya akhirnya Arka memutuskan untuk bersikap dingin seperti biasanya.
Arka membuka pelan knop pintu dan ternyata Aluna tengah tertidur di sofa.
"Syukurlah kalau dia sudah tidur. Tapi apa ini dia masih mengenakan baju tadi? Itu artinya dia tidur tanpa membersihkan tubuhnya. " Arka menggeleng - geleng kepalanya sambil memandang wajah sedih gadis yang sudah menjadi istrinya itu.
Kemudian Arka menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa sangat lengket karena beraktivitas seharian.
Setelah selesai mandi dan mengganti pakaiannya diruang ganti samping kamar mandi, Arka menghubungi Frans untuk membeli perlengkapan mandi wanita dan beberapa baju wanita.
Setelah beberapa saat Frans sudah datang dengan membawa beberapa tas plastik dan beberapa paper bag yang isinya keperluan wanita sesuai permintaan tuannya.
__ADS_1
Setelah Frans menaruh semua yang dibawahnya dikursi dekat sudut kaki ranjang milik Arka. Frans sepintas melihat Aluna yang sedang tidur di sofa. Frans ingin menanyakan mengapa Aluna tidur di sofa kepada Arka namun dia menahan rasa penasarannya dan lebih memilih meninggalkan kamar Arka dan menuju rumah belakang untuk sekedar melihat para pelayan dan pengawal yang berganti menjagai setiap sudut rumah Arka. Semua pelayan dan pengawal semua sangat menghormati Frans karena Frans merupakan majikan kedua mereka. Pelayan dan pengawal Arka adalah pilihan langsung sekertaris Frans yang dipilihnya dengan sangat hati - hati demi keamanan dan kenyamanan tuannya.
Sementara dikamar Arka masih menatap Aluna. Setelah Arka melihat Aluna menggerakkan tubuhnya bertanda Aluna telah bangun, Arka langsung menutup matanya dan pura - pura tidur.
Aluna membuka matanya pelan, bahkan matanya terasa semakin mengecil karena sedari tadi dia menangis ditambah dia juga baru bangun tidur. Aluna kemudian duduk di sofa tempat tidurnya tadi. Aluna menatap kearah ranjang dimana Arka sedang tidur disana. Aluna ingat kejadian tadi dimana dia dengan berani berdebat dengan pria dingin itu.
Tiba - tiba handpon milik Aluna berdering dan Aluna langsung mengangkat telpon itu karena dia tidak ingin mengganggu tidur Arka dengan suara dering ponselnya.
"Hallo ma." Ternyata yang menelpon Aluna adalah Asmita ibunya.
"Hallo nak, Ada apa dengan suaramu? Apa Luna baik - baik saja? " Tanya ibu Asmita yang sedari tadi perasaannya tidak enak.
"Oh yah ma, Luna sudah kirim setengah gaji Luna bulan ini buat mama. Sisanya buat bayar kontrakan dan uang makan Luna selama sebulan. Luna juga sudah sisikan untuk panti asuhan tuna netra dekat kontrakan Luna. Walaupun tidak banyak, tapi setidaknya Luna sudah berbagi rejeki dengan orang yang membutuhkan." Aluna memberitahu ibu Asmita perihal uang gajinya.
"Kamu pakai aja uangnya nak, untuk keperluan kamu. Mama masih ada simpanan uang. Kamu tinggal di kota pasti lebih butuh nak." Tolak Asmita karena tidak ingin anaknya kesusahan di kota karena tidak memiliki pegangan uang.
"Tidak apa - apa ma. Lagian Luna kerjakan juga buat mama. Mama pakai aja uang itu untuk keperluan mama yah ! " Aluna memang sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk bisa membahagiakan orangtua satu - satunya tersebut. Walaupun uang yang dikirimnya tidak begitu banyak, namun Aluna merasa senang karena setidaknya dia sudah bisa memberi uang kepada ibunya.
__ADS_1
"Ya sudah. Luna jaga diri disana yah. Jangan lupa makan dan jangan lupa tetap berdoa memohon perlindungan Tuhan." Pungkas ibu Asmita dan diiyakan Aluna. Kemudian kedua anak dan ibu itu mengakhiri obrolan mereka di telpon.
Setelah itu Aluna keluar kamar menuju dapur untuk memasak makan malam karena dia sangat lapar. Aluna sangat kaget ketika dimeja makan sudah tersaji beberapa menu makanan.
"Siapa yang masak? " Gumam Aluna karena selama ini dia belum pernah berpapasan dengan pelayan dirumah Arka. Arka memang menyuruh pelayan rumah untuk membersihkan rumahnya disaat Arka tidak ada dan juga menyediakan makanan setelah Arka sampai dirumah. Jadi setahu Aluna yang tinggal dirumah itu hanya dirinya, Arka dan kedua pengawalnya.
Setelah Aluna keluar dari kamarnya, Arka kembali membuka matanya dan duduk ditepi ranjangnya. Karena dia hanya pura - pura tidur, jadi dia mendengar percakapan antara Aluna dan ibunya.
"Apa dia setulus dan sebaik itu?" Gumam Arka memikirkan gadis yang bahkan sudah kesusahan menerima hinaan orang - orang ditempatnya bekerja tapi tetap mengutamakan kebahagian orang lain.
Sementara Aluna didapur mulai menyantap makanan yang sudah tersedia di meja makan. Karena sedari tadi siang perutnya belum terisi makanan.
"Hhhmmm" Arka berdehem ketika dia melihat Aluna yang tengah makan dengan lahapnya di meja makan tanpa dirinya.
Kemudian Arka duduk di samping Aluna mengambil makanannya seperti tidak terjadi pertengkaran diantara keduanya. Sementara Aluna menghentikan aktivitas makannya setelah melihat Arka duduk disampingnya. Aluna hendak beranjak dari duduknya karena Aluna tahu Arka masih marah padanya perihal kejadian tadi sore. Aluna sudah tidak memiliki tenaga lagi kalau nantinya mereka berdebat lagi. Jadi Aluna memilih menghindari Arka.
Belum juga Aluna beranjak dari tempatnya Arka sudah menahan pergelangan tangannya.
__ADS_1
"Duduklah dan habiskan makananmu. Ingat diluar sana masih banyak orang yang belum beruntung seperti dirimu yang bisa makan setiap hari. " Arka bahkan mengatakannya dengan sangat lembut membuat Aluna menuruti Arka. Aluna kemudian duduk menghabiskan makanannya. Mereka selesai dengan makanannya masing - masing tanpa bicara apapun. Setelah itu Arka kembali ke kamar sementara Aluna membersihkan piring bekas keduanya makan. Setelahnya Aluna lebih memilih duduk di sofa ruang tamu Arka.