Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
RAGU


__ADS_3

Selesai jalan - jalan Arka menyuruh Frans mengantar keluarga Aluna ke hotel untuk istirahat. Sedangkan dia dan Aluna pulang ke rumah malam itu. Sepanjang perjalanan Arka hanya diam saja, tidak bicara sepata katapun.


Setelah sampai dirumah Arka lebih memilih Mandi terlebih dulu. Sedangkan Aluna dia memilih melihat pelayan yang sedang menyiapkan makan malam untuk dirinya dan Arka.


Setelah semua menu makanan sudah tersaji diatas meja, Aluna pergi ke kamar untuk memanggil Arka.


"Sayang ayo kita makan malam, aku sudah sangat lapar. " Ajak Aluna kepada Arka yang sedang duduk menyadarkan kepalanya disandaran ranjang sambil membaca email dari kliennya. Sebenarnya mereka sudah ingin makan malam tadi waktu jalan - jalan. Namun karena Arka tidak berselera makan, Aluna juga tidak ikut makan bersama keluarganya.


Arka bahkan tidak mendengarkan Aluna yang mengajaknya makan malam. Dia tetap fokus pada ponselnya. Aluna mendekatinya dan hendak menariknya namun dengan lembut Arka menyingkirkan tangan Aluna.


"Makanlah lebih dulu, aku belum lapar. " Ucap Arka namun tetap fokus pada layar ponsel.


"Kamu kenapa sih, semenjak ketemu Bryan kamu diam aja. Aku tanya ini itu jawabnya seadanya aja. " Tanya Aluna yang memang sedari tadi memperhatikan perubahan sikap suaminya.


"Aku tidak apa - apa. Aku hanya lelah saja. " Jawab Arka dengan tersenyum, senyum yang ia paksakan.


"Kalau begitu ayo qta makan. " Ajak Aluna kembali.


"Pergilah Luna. Aku belum lapar. " Sahut Arka tetap tidak mendengarkan ajakan istrinya. Aluna tetap berusaha membujuk suaminya, Aluna meraih lengan Arka hendak menariknya namun kali ini Arka menghempaskan tangan Aluna dengan sedikit keras.


"Luna sudah ku katakan aku belum lapar. Luna kita baru melangsungkan resepsi pernikahan kita, tapi kenapa kamu sudah memaksaku untuk mengikuti keinginanmu. Aku bukan Bryan yang selama kalian pacaran mungkin selalu mengikuti apa yang kau mau. Jadi tolong jangan memaksaku. Jika aku bilang tidak yah tidak. " Arka mengatakannya dengan tegas, seperti membentak. Aluna langsung memundurkan tubuhnya karena kaget setelah mendengar ucapan Arka. Jantungnya berdegub kencang mendengar semua penuturan Arka.


"Maaf jika aku sudah memaksamu. Maaf... " Aluna berlari keluar kamar dengan menahan sesak didadanya. Arka ingin mengejar Aluna. namun Arka mengurungkan niatnya.

__ADS_1


Dua jam telah berlalu, Aluna belum juga kembali ke kamar. Arka turun dari ranjang hendak menuju lantai dasar mencari Aluna. Namun sebelum dia sampai di pintu kamar, pintu tersebut sudah ada yang membuka dari luar. Aluna masuk kedalam kamar, matanya sedikit sembab. Belum juga Arka mengajaknya bicara, Aluna sudah berlalu menuju kamar mandi. Aluna bahkan mandi sangat lama.


Setelah beberapa saat, Aluna sudah keluar dengan memakai baju tidur. Aluna langsung naik keatas ranjang dan tidur membelakangi Arka yang tengah duduk menunggu dirinya.


"Apakah kau sudah makan? " Tanya Arka.


"Sudah. " Jawab Aluna datar. Arka tidak bertanya lagi karena dia tahu Aluna akan tetap menjawab seperti itu. Arka memilih keluar kamar menuju dapur untuk makan malam.


"Loh tuan kenapa makan sendiri? Apa nyonya tidak makan? " Tanya pelayan kepada Arka yang sudah mulai makan di meja makan. Arka yang mendengar ucapan pelayannya merasa kaget.


"Apa dia belum makan? " Arka bertanya balik.


"Setahu saya nyonya belum makan tuan. Maaf tuan, tadi nyonya hanya membantu kami membuat makan malam. Nyonya juga membuat menu itu khusus untuk tuan. " Tunjuk pelayan pada menu yang Aluna hias dengan berbentuk hati. Arka menghentikan aktivitas makannya dan berlari menuju kamar.


Sesampainya dikamar Aluna sudah tertidur memeluk bantal guling. Bahkan garis airmatanya masih terlihat jelas diraut wajahnya. Arka merutuki kebodohannya. Tidak seharusnya ia berkata seperti itu kepada Aluna. Entah mengapa Arka selalu seperti itu jika bertemu Bryan. Apalagi tadi Aluna berusaha melepaskan pelukannya ketika melihat Bryan. Arka sampai saat ini merasa Aluna masih mencintai Bryan.


Keesokkan harinya disaat Aluna membuka matanya, Arka baru saja masuk ke kamar membawa nampan berisi susu, jus dan roti isi. Arka sengaja bangun pagi untuk menyiapkan sendiri sarapan untuk istrinya. Sesuatu yang belum pernah ia lakukan sama sekali.


"Pagi sayang. " Ucap Arka dengan tersenyum kearah istrinya yang sudah duduk mengikat rambutnya di tepi ranjang. Aluna hanya diam saja. Tidak mengerti dengan perubahan sikap suaminya.


Arka menyodorkan segelas susu untuk Aluna. namun Aluna hanya menatap Arka dan tidak mengambil gelas yang disodorkan Arka padanya.


"Sabar Arka, istrimu sedang balas dendam sekarang. " Gumam Arka dalam hati.

__ADS_1


" Ayo minum susunya. " Seru Arka mendekatkan gelas berisi susu itu ke mulut Aluna. " Aku bisa sendiri. " Aluna meraih gelas ditangan Arka dan menaruhnya di nakas.


"Mau roti? " Tanya Arka menunjuk roti isi yang dibuatnya.


"Tidak. " Jawab Aluna.


"Aku suapin yah. " Arka tetap berusaha membujuk Aluna.


" Arka tolong jangan seperti ini. Jangan bersikap baik padaku. Agar suatu saat jika kita berpisah rasanya tidak akan terlalu sakit. " Ucapan Aluna membuat Arka kaget.


"Kenapa kau berkata seperti itu? Apakah kau ingin berpisah denganku? Apakah kau ingin kembali dengan laki - laki yang sudah menyakitimu itu? " Seru Arka yang sudah menggenggam jemarinya menahan amarahnya.


"Aluna dengarkan aku baik - baik, aku tidak akan membiarkanmu kembali dengan pria itu dan jangan pernah sekalipun berpikir untuk berpisah dariku. " Tambah Arka.


"Kenapa kau tidak ingin aku kembali dengan Bryan, Arka. Bukannya semalam kau bilang kau bukan Bryan yang mungkin selalu mengikuti kemauanku. Kenapa kau selalu marah padaku, ketika bertemu Bryan. Apa aku salah jika tanpa sengaja aku bertemu dan berpapasan dengannya? Kenapa tidak sekalian kau ikat aku diranjang agar kau puas." Seru Aluna mengeluarkan semua yang sudah tertahan dalam hatinya semenjak semalam.


"Sudah marahnya? " Tanya Arka menghapus airmata istrinya. Arka menarik Aluna memeluknya.


"Maafkan aku sayang. Aku tidak cukup percaya diri dengan cinta yang kau beri untukku. Aku hanya terlalu cemburu dengan hubunganmu yang terbilang lama dengan pria itu. Aku tidak bermaksud menyakitimu. " Ucap Arka. Aluna melepaskan pelukan suaminya dan menatap Arka.


" Apakah kau masih meragukan rasa cintaku padamu? Aku bahkan telah menyerahkan semua milikku padamu yang tidak pernah kuberikan pada siapapun termasuk Bryan sekalipun. Karena hanya itu yang ku punya, hanya dengan cara itu aku menunjukkan rasa cintaku padamu. " Seru Aluna.


" Maafkan aku, mulai sekarang aku tidak akan meragukan cintamu padaku. Maukan kau memaafkan suamimu yang bodoh ini. " Ucap Arka memegang kedua sisi wajah Aluna. Aluna mengangguk memaafkan Arka.

__ADS_1


Arka mencium dengan lembut bibir istrinya.


Setelah itu dengan sabar dia menyuapi roti dan juga susu yang dibawanya tadi.


__ADS_2