Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
Sisi lain Arka


__ADS_3

Ya ampun kemarin masih di posisi 95. Tapi hari ini sudah ada di posisi 800san.Sedih aku..__________


Setelah jam pulang kantor, seperti biasa Arka langsung membereskan meja kerjanya. Memisahkan dokumen yang akan dia kerjakan di rumah.


"Tuan ada seseorang yang ingin bertemu dengan tuan. " Arka mengerutkan dahinya, perasaan hari ini dia tidak ada janji temu dengan klien. Apalagi sekarang, dia harus segera pulang karena tadi istrinya minta dibelikan soto. Arka tahu istrinya akan terus merengek jika permintaannya belum dipenuhi.


"Siapa? " Tanyanya namun matanya tetap fokus pada dokumen yang ada diatas meja.


" Bryan Wijaya. " Mendengar nama itu membuat Arka menghentikan aktivitasnya. Menduga - duga apa yang diinginkan rivalnya itu. Walaupun dia pernah mengatakan kepada Aluna bahwa dia tidak akan cemburu lagi. Namun dia tetap harus waspada pada pria itu, pria yang diyakini Arka masih menginginkan istrinya. Jadi tiada salahnya dia menempatkan Bryan sebagai rival yang harus dia waspadai bukan?


" Baiklah, suruh dia masuk. " Jawabnya kemudian. Namun disaat Frans sudah diambang pintu, Arka berubah pikiran.


***


Disinilah mereka rumah makan sederhana yang menjual soto. Awalnya Arka ingin membelinya direstoran tapi si bumil berpesan harus membelinya ditempat yang biasa dia makan waktu bersama Santi.


"Sayang pokoknya belinya disitu yah, ngga boleh ditempat lain. Awas aja kalau rasanya lain, aku ngga bakal makan. " Isi pedan istri tetcintanya.

__ADS_1


"Jadi apa yang hendak ingin kau katakan? " Tanya Arka pada Bryan, setelah tadi dia memesan pesanan istrinya.


" Apakah Aluna bahagia? " Bryan mencoba menanyakan hal itu, diawal pembicaraannya dengan Arka. Walaupun dia sendiri yakin Aluna bahagia, namun tidak ada salahnya dia menanyakan hal itu pada suami Aluna. Seharusnya dia menanyakan hal itu pada Alunakan?


Arka yang mendengar ucapan Bryan barusan, merasa kesal sendiri. Baginya pertanyaan Bryan sama seperti keraguan Bryan kepadanya.


"Dia sangat bahagia, kau tidak perlu kuatir akan hal itu. Walaupun sekarang kau tidak punya hak ikut campur dengan kehidupan dan kebahagiaannya tapi aku akan mencoba mengerti bahwa semua perhatian yang kau berikan pada istriku adalah dasar bahwa kau juga perduli padanya. Jadi aku menghargai itu. " Kalau Aluna mendengar ucapan Arka ini, mungkin dia berfikir bahwa dengan menjadi calon ayah Arka lebih dewasa dan berpikir bijak. Tidak emosi seperti biasanya.


" Aku memang perduli padanya. Kau tahu bagaimana hubungan kami dulu bukan? " Mencoba menerawang jauh ke masa lalu yang pernah dijalaninya dengan gadis itu.


"Aku tahu tanpa kau harus mengatakannya. " Gumam Arka dalam hati.


"Tapi itu dulu. " Tambah Bryan.


"Sekarang aku tahu dan sadar bahwa cinta itu bukan lagi untukku. Sepenuhnya telah menjadi milikmu. " Walaupun terdengar lirih, tapi Arka yakin Bryan mengatakannya dengan tulus. Arka membiarkan Bryan menyampaikan apa yang dia sampaikan. Sejauh ini dia akan menjadi pendengar.


" Aku akan melepaskannya kali ini. Aku berharap kau akan selalu menjaganya, selalu buatlah dia tersenyum bahagia dan cintai dia lebih dari aku mencintainya. Aku doakan kalian berdua bahagia. " Mendengar keseluruhan ucapan Bryan, membuat Arka sadar satu hal. "Bryan mencintai Aluna dengan tulus. " Jadi mulai hari ini Arka akan bertekad menjadikan pria didepannya ini teman bukan lagi rival yang harus dia waspadai.

__ADS_1


"Terima kasih. " Ucap Arka tulus.


"Kau bisa memegang janjiku, aku tidak akan pernah meninggalkan Aluna dan aku akan menghiasi harinya hanya dengan kebahagiaan saja dan yang perlu kau tahu aku mencintainya lebih dari mencintai diriku sendiri. " Bryan tersenyum mendengar ucapan Arka.


"Oh yah, apakah waktu kalian pacaran dulu dia memiliki kebiasaan yang buruk? " Bryan terkejut mendengar ucapan Arka barusan. Bahkan Arka mengatakannya sambil terkekeh sendiri. Dia hanya ingin mengoda istrinya jika dia tahu kebiasaan buruk istrinya.


Bryan akhirnya berpikir mengingat apa kebiasaan buruk gadis itu sewaktu mereka bersama dulu.


Bryan menggeleng. Sepertinya Aluna sama sekali tidak memiliki kebiasaan buruk selama pacaran dengannya. Apa Aluna seperti gadis lain? Menyembunyikan sisi terburuk mereka dari sang pacar. Tapi sepertinya Aluna tidak seperti itu, dia selalu apa adanya. Tidak ada yang dia tutupi dari sikapnya.


"Yah kok nggak ada. " Arka bahkan terlihat kecewa, membuat Bryan bisa melihat sisi lain pria itu. Arka juga sudah mulai berbicara arkab tidak seperti sebelumnya. Tentu saja sikapnya kali ini membuat Bryan terkejut.


"Tapi sama aku, dia banyak maunya. Kemarin dia menyuruh aku mencuri mangga muda."


"Luna? Menyuruh mencuri mangga? " Bryan bertanya dengan terkejut.


"Iyalah siapa lagi. Awalnya itu masukan dari pengawal aku tapi mantan pacar kamu itu menyetujuinya dengan riang. " Bryan kali ini tersenyum, melihat ketidakberdayaan Arka. Tapi yang Bryan tahu pasti laki - laki itu sangat mencintai Aluna.

__ADS_1


Mereka pun banyak menghabiskan waktu ngobrol bersama.


__ADS_2