Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
Menikmati Bulan Madu


__ADS_3

"Apakah kamu senang jelek. " Tanya Arka pada Aluna yang duduk dalam bat up kamar mandi dan Arka yang sementara berdiri menyiram dan memberi shampo pada rambut Aluna.


"Sayang mataku perih. " Arka mulai mengambil posisi didepan Aluna, membasuh mata Aluna dengan air.


" Sayang bisakah kau singkirkan itu sedikit menjauh. Mataku akan tambah perih melihatnya. " Aluna yang mencoba membuka matanya sedikit melihat pemandangan yang ada didepannya. Arka hanya tersenyum mendengar penuturan istrinya.


"Bilang aja kalau kau ingin. " Goda Arka pada Aluna yang masih tidak ingin membuka matanya.


"Apakah masih perih? " Arka mulai menjajarkan wajah tepat diwajah Aluna. Meniup dengan lembut mata istrinya yang kena shampo. Arka kembali meniupnya dengan hati - hati. Disaat Arka menghembuskan nafasnya meniup lagi, namun Aluna menutup mulut Arka dengan bibirnya. Merasai bibir laki - laki yang sudah memperlakukannya dengan baik, mengutamakan kebahagiaannya diatas segala - galanya. Arka membalas ciuman istrinya, merekapun melakukan kewajiban mereka sebagai suami istri dikamar mandi tersebut. Setelah itu mereka mandi bersama.


" Aluna keluar kamar mandi masih melingkarkan handuk sampai menutupi bagian dadanya. Sedangkan Arka sudah lima menit yang lalu keluar terlebih dulu.


"Sayang kenapa kamu masih mengenakan handuk? Kenapa tidak pakai baju. Aku akan mengambilkannya untukmu. " Aluna menghampiri almari yang menyimpan pakaian keduanya. Aluna menghentikan tangannya memilih baju suaminya, ketika Arka Memeluknya dari belakang. Menjatuhkan handuk yang dipakainya dan membuka lingkaran handuk yang dipakai istrinya.


"Sayang. " Aluna berbalik memelas. Namun Arka menaruh jarinya didepan bibir Aluna. Mencium wangi sabun yang masih menempel dikulit leher istrinya. Aluna hanya memejamkan matanya menikmati sensasi dari sentuhan suaminya yang sudah turun dibagian sensitifnya. Arka mengangkat tubuh Aluna, menidurkannya diranjang dan kembali mencium mulai dari bibir hingga ujung kaki Aluna.


"Jangan mencium kakiku. " Ucap Aluna terbata - bata. " Kamu akan kehilangan harga dirimu sebagai seorang pria jika mencium kaki seorang wanita. " Namun Arka tidak mendengarkan kata - kata Aluna.


"Aku sudah kehilangan harga diriku, semenjak mencintaimu. Jadi jangan beritahu siapapun. " Ucap Arka yang sudah mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Aluna. Mereka pun melakukan sekali lagi.

__ADS_1


" Sepertinya akan ada anggota baru pulang dari bulan madu ini. " Ucap Frans yang disuruh menyiapkan teh sore oleh Arka namun sudah berjam - jam keduanya belum keluar dari dalam kamar.


"Sayang... " Panggil Aluna pada suaminya yang sudah memejamkan mata disampingnya.


"Hemm" Sahut Arka namun masih menutup matanya.


" Kita baru sehari bulan madu, tapi kamu sudah kayak gini. Bisa - bisa belum seminggu sudah ada Giska disini. " Aluna mengelus perutnya, Arka tertawa dan membuka matanya melihat tangan istrinya yang masih mengelus perutnya.


Arka mendaratkan satu ciuman diperut istrinya. " Aku akan sangat bahagia jika hal itu terjadi. Aku ingin secepatnya memiliki keturunan darimu. " Ucap Arka sudah menaruh kepalanya diatas perut istrinya.


"Jadi aku akan sering - sering membuatnya selama kita bulan madu disini. "Arka bahkan tertawa kecil mengatakannya.


***


Sudah tiga hari mereka menikmati bulan madu mereka. Kali ini Aluna mengajak suaminya untuk membeli sovenir sebagai oleh - oleh buat Santi sahabatnya, papa Ardian dan seluruh penghuni rumah belakang.


"Aluna kamu tunggu disini sebentar. Ingat jangan kemana - mana. " Ucap Arka berlalu meninggalkan Aluna yang masih memilih sovenir. Arka melihat sosok yang mirip Aneta, makanya dia mengejarnya.


"Kenapa kamu lama sekali. Kamu sama sekali tidak berguna. " Seorang pria mendorong wanita itu hingga jatuh. Wanita yang di kejar Arka yang ternyata benar adalah Aneta mantan pacarnya dulu. Pria itu kemudian masuk kedalam hotel meninggalkan wanita yang berusaha berdiri namun tidak bisa karena kakinya sedikit terkilir. Arka sebenarnya tidak ingin membantuhnya namun karena dia meringis kesakitan dan bahkan tidak bisa berdiri, Arka mulai mendekatinya ingin membantunya. Namun langkahnya terhenti ketika dia melihat ada seseorang yang membantuh Aneta. Arka pun membalikkan badannya mulai meninggalkan Aneta namun Aneta tanpa sengaja melihatnya.

__ADS_1


"Ar...ka. " Aneta yang hendak mengejar Arka namun terhenti karena sakit dikakinya.


***


Arka mencari Aluna di tempat tadi, namun Aluna tidak ada disana. Arka masuk ke toko lainnya namun tidak ditemukannya Aluna.


"Bodoh bodoh kenapa aku meninggalkannya. " Arka menarik rambutnya frustasi. Kembali dia membawa kakinya ke setiap toko dan sudut jalan dan langkahnya berhenti ketika melihat yang dicarinya tengah berdiri dibawah pohon dengan memegang paper bag ditangannya sambil matanya tidak henti memandang kesana kemari yang Arka tahu sedang mencari sosok dirinya.


Arka menghampiri Aluna yang sudah berdiri seperti lega melihat kedatangan dirinya.


Aluna memeluk suaminya bahkan dia menangis didekapan suaminya.


"Aku pikir kau telah meninggalkan aku disini. " Ucapnya masih memeluk erat suaminya.


Arka pun mempererat pelukannya.


"Bodoh. Sudah kukatakan jangan kemana - mana dan singkirkan pikiranmu bahwa aku akan meninggalkanmu, karena itu tidak akan terjadi dan tidak akan pernah terjadi. Kecuali aku hilang ingatan atau mati. " Setelah merasa tenang Arka melepaskan pelukan istrinya.


"Luna maafkan aku. " Arka menghapus sisa airmata dimata dipipi istrinya. Aluna hanya mengangguk. Keduanya pun memutuskan kembali ke resort tempat mereka menginap.

__ADS_1


__ADS_2