Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
DITEMANI SANTI


__ADS_3

Pagi itu seperti biasa Arka sudah siap - siap ke perusahaan.


Aluna menatapnya dengan sedikit memajukan bibirnya.


"Kamu kenapa? " Tanya Arka mendekati Aluna yang masih duduk ditepi ranjang.


"Tidak apa - apa. Aku hanya berfikir aku akan sendirian sehari ini. " Arka sejenak berfikir membenarkan apa yang dikatakan Aluna.


Arka kemudian membuka dasinya kembali, membuat Aluna bingung.


"Loh kenapa dibuka dasinya, apakah tidak cocok? " Tanya Aluna menatap suaminya.


"Aku tidak jadi pergi bekerja. Aku akan menemanimu di rumah. " Aluna yang mendengarnya memicingkan matanya.


" Jangan seperti itu. Kau sudah banyak meninggalkan perusahaan karena aku. " Aluna merasa bersalah ketika Frans menceritakan padanya bagaimana Arka mencarinya selama ini.


"Aku tidak apa - apa sendiri disini. " Aluna meyakinkan Arka agar pria itu tidak lagi meninggalkan perusahaan hanya karena dirinya. Akhirnya Arka pergi ke perusahaan karena Aluna sudah mendorong tubuhnya sampai di depan mobil.


"Kamu yakin? " Tanya Arka yang sudah duduk didalam mobil menurunkan kaca jendela mobil melihat Aluna yang masih berdiri didepan pintu.


"Aku yakin. Pergilah dan cepat kembali. " Setelah mendengar hal itu dari Aluna, akhirnya Arkapun pergi ke perusahaan bersama Frans.


Satu jam telah berlalu semenjak kepergian Arka dari rumah. Yang Aluna lakukan adalah menonton tv, bermain ponsel dan uring - uringan di ranjang. Aluna langsung menyambar ponselnya ketika ponselnya berdering.


"Hallo San. " Seru Aluna ketika nama Santi tertera di layar pemanggil.


"Hallo Lun, Aku ada didepan pintu rumah utamamu. Tolong jemput aku kesini. " Mendengar ucapan Santi, Aluna langsung berlari menuju pintu utama rumah suaminya. Benar saja gadis itu masih berdiri disana dengan kedua pengawal Arka yang banyak menanyakan tentang siapa dirinya, apa tujuannya datang kerumah tersebut dan lain - lainnya. Semenjak kedatangan Bryan kerumahnya, Arka memang menyuruh pengawalnya memeriksa siapa saja yang hendak datang ke rumahnya terlebih menemui istrinya.


"Pak biarkan dia masuk, dia sahabatku. " Ucap Aluna dan diiyakan kedua pengawal yang sudah membuka pintu sambil menunduk memberi hormat kepada Aluna.


"Kau kenapa bisa datang kesini? Kau tahu dari mana alamat rumah Arka? memang kau tidak pergi bekerja San? " Aluna melontarkan beberapa pertanyaan kepada sahabatnya ketika keduanya sudah duduk di ruang tamu.

__ADS_1


"Aku kerja kok. Makanya aku kesini untuk bekerja." Aluna yang mendengar ucapan Santi menjadi bingung.


"Aku tidak mengerti yang kau katakan San. " Sahut Aluna.


" Tadi sebelum ke perusahaan suamimu dan sekertarisnya mengunjungi hotel. Suamimu memintaku untuk menemanimu sampai dia pulang bekerja agar kau tidak merasa kesepian dan aku dibayar dua kali lipat dari gaji biasa. " Jelas Santi membuat Aluna merasa bersyukur bahwa Arka tetap saja memikirkannya.


"Aku senang banget San kau menemaniku. " Ucap Aluna tersenyum sambil menggenggam tangan sahabatnya.


"Iya aku juga senang. Ini pekerjaan yang sangat menyenangkan." Keduanyapun tertawa.


"Lun rumahmu besar sekali. " Santi tak henti - hentinya mengagumi setiap sudut rumah Arka yang tertata bak istana tersebut.


"Ini bukan rumahku tapi rumah suamiku. " Sahut Aluna.


"Sama saja. " Balas Santi. Aluna kemudian mengajak Santi untuk berkeliling rumahnya.


Mereka masak bersama, membuat kue, berkaraoke ria dan terakhir yang mereka lakukan adalah berenang. Aluna terlihat bahagia.


"Apakah harimu menyenangkan sayang. " Ucap Arka ketika sudah memasuki kamarnya.


"Aku sangat senang hari ini. Makasih yah... " Arka hanya mengangguk tersenyum kepada Aluna yang duduk ditepi ranjang melihat suaminya yang sedang membuka ikatan dasi didepan cermin.


Setelah itu Arka masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah beberapa saat, Arka pun keluar kamar mandi dengan hanya memakai handuk melingkar dipinggangnya. Aluna yang melihatnya hanya menutup kedua matanya.


"Kenapa kau tidak ganti baju. " Seru Aluna masih menutup kedua matanya.


"Kenapa kau menutup matamu. Bukankah kau pernah melihatku lebih dari ini sebelumnya. " Arka tertawa kecil disela ucapnnya.


Arka kemudian tidur diranjang.


"Luna aku sangat lelah hari ini. Tolong pijitin aku. " Aluna awalnya menolak namun dia mengingat bahwa Arka telah sangat baik padanya bahkan hari ini Arka menyuruh Santi menemaninya membuat Aluna akhirnya menuruti sedikit permintaan suaminya yang memang terlihat sangat lelah.

__ADS_1


Aluna kemudian memposisikan tubuhnya disamping Arka dan mulai memijat mulai dari punggung hingga bagian belakang perut Arka.


Setelah beberapa saat Arka sudah tertidur dengan posisi tersebut. Alunapun menghentikan pijatannya dan meraih selimut menutupi tubuh suaminya. Alunapun ikut tidur disamping Arka.


Waktu menunjukkan pukul 06 pagi ketika Aluna mulai bangun dari tidurnya. Aluna berteriak ketika dia melihat Arka yang memeluknya tidak mengenakan apapun. Handuk yang melingkar semalam sudah terbuka karena pergerakan Arka yang tengah tertidur semalam.


Arka langsung bangun dan duduk menatap bingung Aluna yang sudah mengambil posisi duduk menutupi kedua matanya.


"Ada apa? Apakah kau mimpi buruk? " Tanya Arka tidak melihat keadaannya saat ini.


" Bisakah kau memakai bajumu. " Arka langsung melihat tubuhnya dan tertawa.


"Aku pikir apaan" Ucap Arka santai dan mulai berlalu meninggalkan Aluna menuju ruang ganti dan mengambil celana santai dan kaos kemudian memakainya.


"Sekarang kau bisa membuka matamu. " Seru Arka.


"Apakah kau sudah berpakaian? " Tanya Aluna memastikan.


"Sudah sayang. " Aluna membuka sela jarinya melihat sedikit kearah Arka. Setelah dia melihat Arka sudah berpakaian, barulah dia membuka matanya dan mengelus dadanya yang berdegub kencang.


"Belajarlah melihatnya karena mungkin suatu saat aku pasti khilaf. " Seru Arka membingungkan Aluna.


"Apa maksudmu. " Seru Aluna dan Arka hanya tersenyum berlalu meninggalkannya.


"Arka apa maksudmu. " Aluna mengejar Arka hingga ke dapur.


"Aluna aku ini suamimu, apa aku tidak berhak memilkimu seutuhnya? " Kata - kata Arka lagi - lagi membuat Aluna tidak mengerti.


"Apa maksudmu. " Tanya kembali Aluna sambil menatap Arka yang sedang membuka botol minuman yang dia ambil dari dalam lemari es.


"Kau kenapa bodoh sekali sih. Sudahlah lupakan. " Arka berlalu meninggalkan Aluna yang hanya mematung mencerna ucapan Arka.

__ADS_1


__ADS_2