
Pusat perbelanjaan sudah menjadi tujuan utama Aluna dan Arka mencari oleh - oleh untuk keluarganya. Tak lupa keduanya juga mengajak Mira dan Nara bersama. Arka bahkan menyuruh Mira dan Nara mengambil apapun yang mereka mau. Keduanya bersorak kegirangan dan mulai memilih apa saja yang mereka inginkan.
Arka tidak pernah sedikitpun melepaskan genggaman tangannya dari wanita cantik yang ada disampingnya saat ini. Kecuali jika wanita cantik itu sedang memilih oleh - oleh.
"Belilah juga keperluanmu. Aku tinggal sebentar. " Ucap Arka kepada Aluna.
"Mau kemana? " Tanya Aluna kepada suaminya yang sudah melangkah meninggalkan dirinya.
"Ke toilet sebentar. " Ucap Arka kemudian berlalu meninggalkan Aluna. Alunapun kembali memilih oleh - oleh untuk keluarganya. Aluna mengajak mereka ke toko distro yang menjual aneka batik. Aluna membeli batik pasangan untuk om Ben dan tante Ira. Tak lupa dia juga membeli untuk nenek Ami dan ibunya.
Setelah itu dia mengajak Mira dan Nara ke toko aneka kue kering dan cemilan. Aluna menyuruh Mira dan Nara mencari cemilan yang mereka suka.
"Kak Luna kak Arka kemana? " Tanya Mira dan Aluna baru menyadari jika memang suaminya itu sudah terlalu lama pergi.
" Tadi bilangnya ke toilet. " Sahut Aluna. Aluna mulai merongoh ponsel yang ada didalam tas kecilnya, hendak menghubungi suaminya. Namun belum sampai telponnya tersambung Arka sudah terlihat memasuki toko.
" Apa tidurmu nyenyak? " Tanya Aluna ketika suaminya itu sudah mendekatinya.
" Aku kan dari toilet sayang. " Sahut Arka tidak mengerti ucapan istrinya.
"Kali aja kamu tertidur di toilet. " Seru Aluna sedikit ketus membuat Mira dan Nara cekikilan.
" Apa kamu ke toilet rumah kita? hingga harus butuh waktu berjam - jam untuk pergi dan kembali. " Tambah Aluna semakin kesal. Arka hanya tersenyum melihat istrinya itu sedang merajuk.
"Gimana belanjanya udah oleh - olehnya? " Tanya Arka mengalihkan pembicaraan agar Aluna tidak membahas toilet lagi.
" Aku sudah tidak berselera lagi untuk belanja. Mira, Nara ayo kita pulang. " Ajak Aluna kepada kedua sepupunya dan diiyakan oleh keduanya yang memang sudah tidak ingin membeli apapun lagi. Karena tadi barang yang mereka pilih sudah sangat banyak.
__ADS_1
Arka juga tidak ingin berdebat dengan istrinya. Setelah Arka membayar semua barang, Arka menyuruh Frans dan juga pengawal yang selama ini mengikuti Aluna diam - diam untuk membawa barang belanjaan ke dalam mobil. Aluna sudah jalan duluan tanpa menunggu suaminya.
"Mira kau duduk didepan sama kak Arka. Kak Luna sama Nara saja yang dibelakang. " Ucap Aluna pada Mira. Arka memang membawa sendiri mobilnya sedangkan Frans dan pengawalnya mengikuti dengan mobil lain dari belakang. Mira seperti ingin bertanya kepada Arka apakah dia boleh duduk didepan dan Arka hanya tersenyum mengiyakan.
Sepanjang perjalanan hanya Mira dan Nara yang sesekali bicara mengajak kedua orang yang saling diam itu bicara. Keduanyapun menjawab seadanya, apalagi Aluna.
Sesampainya dirumah Aluna sudah memisahkan oleh - oleh untuk tante Ira sekeluarga dan untuk ibunya. Didepan keluarganya Aluna tidak menunjukkan bahwa saat ini dirinya tengah mendiami suaminya. Dia bersikap seperti biasa ketika bersama keluarganya. Namun ketika berdua dengan suaminya dia kembali bersikap jutek.
Sore hari sebelum jam keberangkatan keluarga Aluna sudah sampai di bandara. Arka dan Aluna mengantar mereka. Sementara mereka menunggu diruang tamu, Frans dan seorang pengawal datang dengan membawa dua bingkisan besar dengan tulisan keluarga tante Ira dan satunya lagi mama Asmita.
" Apa ini nak? " Tanya Asmita kepada Arka.
" Ini oleh - oleh Arka buat mama dan juga buat keluarga tante Ira. " Jawab Arka tersenyum kepada ibu mertuanya.
"Bukankah tadi siang Luna sudah memberi kami oleh - oleh. " Ucap Asmita pada menantunya.
"Makasih nak. " Seru Asmita memeluk Arka menantunya. Tante Ira sekeluarga juga mengucapkan terima kasih untuk Arka yang telah perhatian kepada mereka.
Arka berusaha menenangkan Aluna yang sedang menangis ketika ibu dan keluarganya sudah berjalan menaiki lift yang membawa mereka ke pesawat yang mereka tumpangi. Arka sebenarnya sudah menyuruh Frans mengantar mereka menggunakan pesawat pribadinya namun keluarga Aluna menolak, tidak ingin merepotkan Arka walaupun Arka sama sekali tidak merasa direpotkan.
Keduanya kembali pulang kerumah. Namun lagi - lagi Aluna mendiami Arka.
Aluna lebih memilih rebahan di tempat tidur. Sedangkan Arka dia memilih keluar kamar entah ia pergi kemana.
Setelah beberapa saat Aluna bangun dari tidurnya karena dering pesan ponselnya. Aluna membaca pesan yang ternyata dari suaminya itu.
"Tolong aku. " Pesan yang dikirim Arka membuat Aluna takut, takut terjadi sesuatu yang buruk pada suaminya. Aluna membalas pesan Arka menanyakan dimana keberadaan Arka saat ini.
__ADS_1
"Aku diatap, naiklah kesini. " Tanpa berpikir panjang Aluna berlari menaiki anak tangga ke lantai tiga kemudian naik lagi menggunakan tangga kecil menuju balkon atap rumah suaminya. Dalam hatinya berfikir apa yang Arka lakukan disana. .
"Arka. " Seru Aluna membuka handle pintu yang terhubung dengan balkon atap rumah Arka. Bahkan jantungnya berdetak cepat karena kekuatirannya.
Aluna menghentikan langkahnya ketika melihat balkon yang sudah terhias dengan lampu - lampu warna warni bahkan lilin berwarna senada telah menyala membentuk jalan untuk Aluna menuju meja yang tersedia makanan dan minuman. Arka yang tengah duduk mengenakan jas senada berjalan menghampiri istrinya yang mematung. Arka mengajak Aluna menghampiri meja dimana mereka akan menikmati makan malam romantis.
Keduanya pun menikmati makan malam romantis mereka. Bahkan Aluna sudah tidak bersikap jutek lagi pada suaminya. Yang sekarang dia permasalahkan adalah suaminya terlihat rapi dan tampan sedangkan dirinya entahlah.
Setelah selesai dengan makan malam, Arka merongoh sakunya dan mengeluarkan kotak berwarna merah.
"Dengarkan penjelasanku sebentar dan aku minta jangan memotong pembicaraanku sampai aku mengijinkannya. " Ucap Arka dan diangguki Aluna.
"Aku tadi sebenarnya tidak pergi ke toilet. Aku membelikanmu ini. " Tunjuk Arka kepada kotak yang berisi kalung berlian yang disisinya berbentuk kupu - kupu kecil dan buah kalungnya berbentuk kelinci dengan ukiran Huruf A.
Aluna menghapus air mata bahagianya dan menyesali sikapnya terhadap Arka.
"Jangan menangis, jelek. " Arka mulai mendekati Aluna dan memasang kalung tadi dileher istrinya. Kemudian mencium sedikit lama kening istrinya. Aku juga punya sesuatu yang lainnya untukmu.
Arka mulai berjongkok dihadapan Aluna, Arka mengeluarkan cincin berlian yang bertulis nama Arka didalam lingkaran cincin tersebut dari kantongnya.
"Maukah kau berjanji menjadi istriku seumur hidupmu? " Tanya Arka dengan cincin masih dipegangnya.
" Iya aku mau." Aluna lagi - lagi berurai air mata, air mata bahagia.
Arka kemudian meraih tangan istrinya dan memasukkan cincin itu dijari manis istrinya. Arka kembali mencium punggung tangan Aluna.
"Aku mencintaimu. " Aluna memeluk suaminya yang sudah berdiri.
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu. " Arka mengusap rambut Aluna memeluk erat wanita yang dicintainya itu.