
Alka beberapa kali memandang sebuket bunga yang dia beli tadi. Alka tidak ingin kehilangan Maura. Alka akan mengutarakan semua isi hatinya pada gadis itu.
Menancapkan pedal gas mobilnya, Alka ingin segera sampai ke rumah. Beberapa kali Alka menghubungi Maura, namun Maura tidak pernah menjawab panggilan itu.
Saat hendak meletakkan ponselnya, kembali ponselnya berdering. Nama Violin tertera di layar ponselnya. Alka mengabaikan panggilan itu. Fokusnya saat ini hanya menemui Maura dan mengatakan bahwa dia mencintai gadis itu.
Sudah ke empat kali Violin menghubunginya, namun Alka tetap mengabaikannya. Hingga notifikasi pesan masuk ke ponsel Alka yang membuat Alka menghentikan mobilnya. Pesan dari Manager Violin yang mengatakan bahwa Violin saat ini tengah di larikan ke rumah sakit karena mencoba mengakhiri hidupnya dengan mengiris pergelangan tangannya.
Alka menghubungi sang manager menanyakan keadaan Violin, manager Violin memohon untuk Alka segera datang ke rumah sakit untuk melengkapi setiap prosedur yang di perlukan. Karena Violin tidak memiliki siapa - siapa di kota itu, hanya Alka dan manager nya.
Alka memutar balik mobilnya, menuju rumah sakit di mana Violin di bawa. Bagaimana pun Violin pernah mengorbankan nyawa untuk menolongnya.
__ADS_1
****
Setelah mendengar penuturan dokter tentang kondisi Violin, Alka dan manager Violin mengucap syukur. Mereka tinggal menunggu Violin siuman. Luka di tangannya tidak terlalu dalam dan beruntung tidak mengenai nadinya. Begitu kata dokter yang menangani Violin.
Setelah menunggu beberapa saat Violin akhirnya sadar. Wanita itu meringis saat merasakan nyeri di bagian tangannya. Namun hatinya bahagia saat mendengar suara Alka yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.
" Bagaimana keadaan mu? " Tanya Alka.
"Kamu masih mencintaiku kan ? " Bukannya menjawab Violin bertanya balik. Violin yakin Alka masih sangat mencintai nya. Buktinya laki - laki itu ada di sini masih mengkuatirkan dirinya.
" Aku tidak perduli Al, aku hanya perduli dengan hubungan kita. " Wanita itu tetap keras kepala. Harus dengan cara apa untuk meyakinkan dirinya bahwa Alka tidak pernah mencintainya selama ini.
__ADS_1
" Hubungan mana yang kamu bicarakan Vi? hubungan yang kamu bicarakan itu, sudah berakhir beberapa jam yang lalu. Aku datang ke sini, bukan berarti hubungan kita akan kembali seperti semula. Aku datang ke sini, karena aku merasa bertanggung jawab dengan apa yang terjadi. " Alka memang harus tegas kepada wanita itu.
"Berarti kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang terjadi beberapa tahun yang lalu Al. Karena dirimu aku tidak bisa mengandung. " Selalu cara itu yang Violin gunakan untuk mengikat Alka dan selalu berhasil.
"Aku tidak perlu bertanggung jawab akan hal itu Vi, aku tidak menyuruh kamu untuk menolong aku waktu itu. Jika aku boleh memilih, aku lebih memilih di tabrik mobil itu dari pada aku terus - terusan di kekang dan di buat merasa bersalah akan kejadian itu. " Karena kejadian itu, Alka harus mengorbankan cinta nya pada Maura. Kalau waktu bisa di putar, Alka lebih memilih dia yang di tabrak waktu itu. Jika mungkin dia beruntung, dia akan selamat dan dia tidak akan kehilangan waktu bersama Maura. Dia tidak akan mengabaikan gadis itu bertahun tahun. Dia tidak akan menyakiti Maura.
" Al, kamu. " Violin hendak berbicara namun Alka memotongnya.
"Aku sudah capek selama ini, aku tertekan dengan hubungan kita. Aku berusaha semampu aku buat cinta sama kamu Vi, tapi maaf, aku tidak bisa. Aku selalu mengorbankan perasaan aku terlebih perasaan Maura. Kali ini tidak lagi Vi. " Alka sudah bertekad sebelum semuanya terlambat.
Violin terdiam, dia tidak bisa berkata-kata lagi. Yang bisa dia lakukan saat ini hanya mencabut selang infus.
__ADS_1
"Aku tidak mau hidup lagi. " Ucapnya dengan mendorong besi penyangga infus. Saat bersamaan sang manager yang menunggu di luar masuk ke dalam ruangannya karena mendengar suara Violin dan suara dentuman keras yang jatuh ke lantai. Violin juga membanting benda apa saja diatas nakas.
" Cukup Vi, apapun upaya yang kamu lakukan itu tidak akan mengubah apapun dan tidak akan membuat aku bertahan. " Setelah mengatakan itu Alka keluar dari dalam ruangan itu. Alka sudah tidak perduli lagi. Sudah cukup.