Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
PESTA PERNIKAHAN


__ADS_3

Frans menghampiri Arka yang tengah duduk di ruang tamu Ardian ayahnya. Seperti biasa Arka selalu menyempatkan diri untuk datang tiap hari minggu kerumah Ardian ayahnya. Sengaja dia tidak mengajak Aluna karena tadi sebelum dia kerumah Ardian, Aluna masih tertidur dengan pulas. Jadi Arka memutuskan untuk pergi ditemani Frans.


Frans kemudian mengatakan kepada Arka bahwa Arka di undang menghadiri pernikahan anak salah satu rekan kerjanya tak lain adalah Hendra. Waktu itu setelah berfikir panjang akhirnya Arka menerima tawaran kerja dari perusahan Trijaya dibawah pimpinan Hendra. Namun Arka memutuskan untuk tidak datang ke pernikahan itu. Arka lebih memilih mengunjungi hotel bintang lima miliknya.


Berbeda dengan Aluna. Setelah berfikir panjang Aluna akhirnya memutuskan untuk datang ke pernikahan Bryan dan Fiona. Mungkin dengan melihat Bryan dan Fiona menikah, Aluna akan secepatnya akan melupakan Bryan. Karena bohong banget jika selama ini Aluna sudah melupakan Bryan yang sudah kurang lebih enam tahun menjadi tambatan hatinya sekaligus cinta pertamanya. Mungkin Bryan juga sudah melupakannya. Buktinya Bryan sudah bersedia menikah dengan Fiona.


Aluna mengenakan gaun berwarna gold dengan memakai asesoris gelang dan juga kalung pemberian Bryan padanya. Kemudian Aluna memesan taxi online menuju hotel bintang lima dimana pesta pernikahan Bryan dan Fiona dilaksanakan.


Setelah beberapa saat Aluna sudah sampai di lobby hotel. Aluna kemudian menaiki lift dengan beberapa tamu undangan yang juga berada satu lift dengan Aluna. Aluna kemudian masuk ke gedung mewah dengan dekorasi klasik namun semua terlihat elegan dan mewah. Aluna kemudian mengambil tempat duduk kedua dari belakang.


Setelah beberapa saat, Bryan dan Fiona memasuki gedung diiringi musik romantis dan tebaran bunga. Fiona terlihat cantik dengan baju pengantin berwarna putih. Sementara Bryan juga mengenakan jas senada dengan warna baju pengantin perempuan. Fiona tampak menggandeng tangan Bryan dengan tersenyum bangga dan bahagia. Sementara Bryan hanya menatap nanar karpet merah yang dia lewati dengan Fiona. Bahkan ada kepedihan diraut wajah tampannya. Sementara mereka memasuki gedung semua tamu undangan berdiri dan bertepuk tangan sampai mereka berada dialtar pernikahan.


Setelah melewati beberapa sesi pernikahan akhirnya Fiona dan Bryan telah sah menjadi pasangan suami istri. Aluna yang menyaksikan tiap proses pernikahan Bryan dan Fiona, sesekali menghapus air mata yang tidak disadari Aluna lolos dari pelupuk matanya.


"Apa kau bahagia Bee?" Gumamnya dalam hati. Aluna bahkan tidak tahu bagaimana hancurnya hati Bryan saat ini. Bagaimana Bryan menjalani hidupnya dengan wanita yang sama sekali tidak dicintainya. Bahkan Bryan yang tidak menyadari kehadiran Aluna di pesta pernikahannya. Sementara Fiona semenjak masuk kedalam gedung tadi, dia sudah melihat Aluna.


Fiona kemudian mendekati pembawa acara dan membisikkan sesuatu kepada pembawa acara. Sementara Ningsi yang sesekali melihat Bryan merasa tidak tega dengan putranya itu. Tanpa orang lain sadari Bryan sesekali menghapus air mata disudut matanya. Dia bahkan selalu menunduk disaat duduk dikursi pelaminan yang letaknya didepan para tamu undangan itu. Sementara Indra Wijaya terlihat sangat bahagia. Apa yang diharapkannya sudah menjadi kenyataan. Rekan bisnisnya bisa menjadi besannya, Bisnis lancar dan mendapatkan menantu yang sederajat dengan keluarganya.


"Hadirin yang saya hormati, berikut ini kita akan mendengarkan sebuah lagu dari salah satu tamu undangan sebagai hadiah untuk pernikahan pasangan yang berbahagia disaat ini dan tamu undangan yang bernama Aluna untuk dapat maju ke depan membawakan sebuah lagu.


Aluna yang mendengar namanya dipanggil sempat berfikir bahwa tamu yang hadir mungkin memiliki nama yang sama dengannya. Makanya Aluna dan semua tamu seperti mencari siapa yang dimaksud pembawa acara tersebut. Sementara Bryan yang masih tertunduk, mendengar nama Aluna langsung mengangkat kepalanya mencari dimana Aluna. Bahkan dia juga seperti Aluna sempat berfikir bahwa nama Aluna hanya kebetulan sama dengan nama kekasihnya dulu.


Merasa tidak ada yang berdiri dan maju kedepan, akhirnya Fiona kembali menghampiri seseorang yang bertugas dibagian lampu sorot dan menyuruh orang itu mengarahkan lampu sorot kepada seseorang gadis yang ditunjuknya.


Setelah lampu sorot itu terarah kepada Aluna. Barulah Aluna sadar bahwa semua ini sudah diatur oleh Fiona. Semua tamu undangan akhirnya menatap kearah Aluna. Indra Wijaya, Ningsi dan Hendra yang juga menunggu nama tamu yang dipanggil tadi merasa kaget.


"Bukankah dia Aluna?" Ucap Indra Wijaya dan Ningsi bersamaan. Walaupun Ningsi ibu Bryan tidak pernah bertemu Aluna sebelumnya, namun dia yakin itu adalah Aluna kekasih anaknya. Karena ketika Bryan susah tertidur, Ningsi akan mengambil bingkai foto yang digenggam anaknya dan meletakkannya diatas nakas dan dia ingat betul bahwa gadis yang saat ini sudah menjadi pusat perhatian para tamu adalah gadis yang selalu diajak bicara oleh anaknya.


"Bukankah itu perempuan yang hampir berlutut dikakiku? Kenapa dia bisa terundang dipernikahan Fiona. " Gumam Hendra mengingat gadis yang telah sengaja menumpahkan jus diberkas pentingnya.


"Kenapa bisa perempuan itu hadir dipesta pernikahan Bryan? Apa dia sengaja datang untuk menghancurkan pernikahan Bryan." pikir Indra Wijaya.


Berbeda halnya dengan Bryan, dia yang melihat bahwa Aluna yang dimaksud adalah gadis yang dirindukannya selama ini, sontak dia berdiri dari duduknya.


"Akhirnya aku menemukanmu sayang." Gumam Bryan namun masih bisa didengar Fiona.

__ADS_1


Aluna yang merasa canggung karena menjadi pusat perhatian hampir semua orang yang ada diruangan itu. Mulai berdiri dari duduknya dan mulai melangkah kedepan. Dia menghampiri alat musik piano yang sudah tersedia.


"Bersiap - siaplah untuk mempermalukan dirimu sendiri Cinderela." Gumam Fiona dalam hati. Tujuannya untuk mengundang Aluna adalah untuk mempermalukan Aluna didepan banyak orang terlebih didepan Bryan. Karena Fiona tahu gadis kampung seperti Aluna tidak tahu bernyanyi apalagi bermain alat musik. Semua orang sudah menunggu Aluna yang dengan ragu - ragu duduk dikursi depan piano.


Beberapa saat Aluna mengatur nafasnya dan jari - jarinya kemudian mulai dia mainkan dialat musik itu dan kemudian dia mulai bernyanyi lagu dari Jorja Smith yang berjudul Dont watch me cry.


Oh, it hurts the most 'cause I don't know the cause


Maybe I shouldn't have cried when you left and told me not to wait


Oh, it kills the most to say that I still care


Now I'm left tryna rewind the times you held and kissed me back


I wonder if you're thinkin' "Is she alright all alone?"


I wonder if you tried to call, but couldn't find your phone


Have I ever crossed your thoughts because your name's all over mine


A moment in time, don't watch me cry


A moment in time, don't watch me cry


I'm not crying 'cause you left me with no warning


I'm just crying 'cause I can't escape what could've been


Are you aware when you set me free?


All I can do is let my heart bleed


Oh, it's harder when you can't see through the thoughts


Not that I wanna get in, but I want to see how your mind works

__ADS_1


No, it's harder when they don't know what they've done


Thinking it's better they leave, meaning that I'll have to move on


Oh, I wonder if you're thinkin' "Is she alright all alone?"


I wonder if you tried to call, but couldn't find your phone


Have I ever crossed your thoughts because your name's all over mine


A moment in time, don't watch me cry


A moment in time, don't watch me cry


I'm not crying 'cause you left me with no warning


I'm just crying 'cause I can't escape what could've been


Are you aware when you set me free?


All I can do is let my heart bleed.


*****


Sementara di hotel, entah mengapa pikiran Arka hanya kepada Aluna. Arka kemudian menyuruh Frans untuk menghubungi Aluna namun Aluna tidak menjawab telponnya. Sudah beberapa kali Frans menghubungi Aluna namun tetap tak dijawab Aluna.


Frans kemudian melacak GPS yang tanpa Aluna tahu sudah dipasang Frans di ponselnya atas permintaan Arka.


"Tuan nona Aluna berada dihotel ini." Frans yang sudah menemukan keberadaan sinyal dari ponsel Aluna.


"Aku akan menelpon orang yang selalu mengawasinya." Frans kembali menekan nomor orang suruhannya.


"Tuan nona Aluna menghadiri pesta pernikahan anaknya tuan Hendra yang ternyata diadakan dihotel ini." Jelas Frans kembali.


"Apa? Kenapa dia begitu bodoh. Apa Hendra sengaja mengundangnya dan masih marah dengan kejadian di cafe waktu itu? Bahkan Hendra tidak tahu bahwa aku sudah menikah dan dia adalah istriku" Arka tidak tahu jika Aluna mendapat undangan dari Fiona bukan dari Hendra. Bahkan Aluna yang berada di pesta baru tahu jika pria yang waktu itu di cafe adalah ayah Fiona.

__ADS_1


__ADS_2