Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
AKHIR


__ADS_3

Malam ini sepertinya Arka harus menundah kembali untuk mencari seorang adik untuk Giska dan abang Al. Pasalnya malam ini, kedua anaknya ingin tidur bersama mereka.


Arka tidak keberatan. Toh, dia juga ingin menidurkan kedua anaknya. Hal yang bahkan tidak pernah dilakukannya. Arka pikir dia sudah kehilangan moment ini disaat istrinya dinyatakan meninggal waktu itu. Arka harus lebih lagi berterima kasih kepada Tuhan, karena dia masih diberikan kesempatan seperti saat ini.


"Oh yah sayang. Ayah minta abang Al manggil bunda aja, jangan mommy. Kasian kan kalau bundanya jadi bingung. " Memang seharusnya seperti itu bukan? Dulu Aluna tidak mempersalahkan anak - anaknya memanggil mommy ataupun bunda. Tapi benar kata Arka, seharusnya mereka memanggil salah satu dari kedua sebutan itu.


"Kan udah ada Giska yang manggil bunda. Al lebih suka manggil mommy dad? " Nah, Arka bahkan lupa, Giska memanggilnya ayah. Sedangkan Al memanggilnya daddy. Ini sebenarnya salah siapa sih? Arka ingat, waktu Aluna hamil. Aluna suka memanggilnya daddy dan Arka lebih suka memanggil bunda daripada mommy. Arka bahkan pernah meminta istrinya itu untuk memanggil ayah saja padanya. Tapi karena istrinya keras kepala jadilah panggilan itu terbawa sampai kepada kedua anak mereka. Yang satu suka memanngil bunda dan satu suka memanggil mommy.


"Sayang, walaupun arti sebutan mommy sama bunda itu sama, tapi orang - orang yang mendengarnya mikir kalian bukan adik kakak. Kalian nggak mau kan dibilang bukan adik kakak? " Tanya Arka dan keduanya mengangguk bersamaan.


"Jadi mulai sekarang kalian manggil bunda sama ayah yah. "


"Baiklah ayah dan bunda. " Akhirnya abang Al mau mengalah.


"Baiklah karena sekarang sudah malam, waktunya kalian tidur. " Kali ini Aluna menaikkan selimut ketubuh kedua anaknya.

__ADS_1


" Bunda kan biasanya selalu membacakan dongeng sebelum kami tidur. " Kali ini Giska menatap kearah bundanya yang memang tidur disampingnya.


"Gimana kalau malam ini ayah yang akan membacakan dongeng itu untuk kami. " Kali ini abang Al yang bersuara. Sontak saja Aluna dan Giska ikut mengiyakan.


"Baiklah ayah akan membacakan dongeng untuk kalian. Dimana bukunya bun? " Yah ampun Aluna melupakannya.


"Maaf yah, bunda sepertinya lupa membawa buku dongengnya anak - anak. " Jangan bilang Aluna kan menyuruh Arka mengingat beberapa dongeng yang dibacakan oleh ibu Kamila sewaktu dirinya kecil dulu.


"Gimana kalau ayah yang cerita. " Itukan, benar dugaan Arka.


" Giska sama abang Al setuju. Giska juga sudah sering bunda bacain buku dongeng itu. " Ini juga putrinya, nggak bisa nolong ayahnya apa. Tapi ini kali pertama Arka memenuhi permintaan sederhana mereka. Baiklah Arka akan menceritakan cerita rakyat saja tentang malin kundang. Karena dia sangat hafal cerita itu.


"Selamat tidur anak - anaknya ayah. Mimpi yang indah. " Ucapnya sambil mengelus kepala keduanya bergantian. Aluna yang melihat perlakuan suaminya tersenyum bahagia. Sudah lama dia menantikan hari ini. Hari dimana keluarga kecilnya berkumpul.


Hari berikutnya akan mereka isi dengan mendidik, mengajar dan memberikan kehidupan yang layak untuk putra dan putri mereka.

__ADS_1


Mereka akan sama - sama belajar untuk menjadi ayah dan bunda yang bukan hanya menjadi orangtua bagi kedua anak mereka tapi juga menjadi seorang sahabat untuk selalu ada untuk Al dan Giska.


END


___________________


Entahlah ini happy ending atau nggak. hihihi


Sampai ketemu lagi disaat Abang Al dan Giska udah gede yah. Ceritanya mungkin lanjut disini atau dibuat judul baru. Nanti aku kabari lagi.


Buat teman - teman yang udah dukung dari awal hingga akhir, makasih banyak suportnya. Buat my Amore, Irawati, Allesia Darma, Rizka, Siti, Nazly Roni, semuanya. Anggota grup juga makasih selalu bagi koin. hehehe


Kalian pokoknya yang terbaik.


Oh yah jangan lupa mampir di Novelku yang berjudul " Perjuangan Emely. " Kali aja kalian suka. Oke, sampai bertemu lagi.

__ADS_1


Salam sayang Rani Sara


Arka, Aluna, Abang Al dan Giska.


__ADS_2