
Hari ini keduanya masih bermalas malas ditempat tidur. Aluna sebenarnya sudah ingin bangun sedari tapi Arka malah menindih Aluna dengan sebelah kakinya.
Suara ketukan pintu membuat Arka harus melepaskan Aluna. Dengan sedikit jengah Arka membuka sedikit pintu kamarnya.
"Ada apa? " Tanya Arka kepada pelayan pria yang tadi mengetuk pintu.
"Tuan maaf saya mengganggu. Di pintu utama ada seorang pria yang mencari nona muda" sahutnya ragu - ragu. Arka yang mendengarnya sedikit penasaran siapa pria yang mencari istrinya hingga nekat datang ke rumahnya.
"Turunlah dan suruh pengawal membawanya ke rumah belakang." Setelah mengiyakan, pelayan itupun berlalu meninggalkan pintu kamar dan menemui pengawal yang bertugas membuka pintu utama rumah Arka dan mengatakan sesuai perintah Arka. Arka kembali masuk ke kamarnya.
Setelah beberapa saat Arka sudah terlihat menuruni anak tangga. Sedangkan Aluna memilih membersihkan tubuhnya setelah Arka keluar dari kamarnya.
Dirumah belakang Bryan sudah duduk dan menunggu Aluna. Namun wajahnya berubah kesal ketika melihat pria dengan menggunakan baju hitam dengan celana selutut mulai berjalan mendekatinya. Arka langsung menjatuhkan tubuhnya disofa berwarna hitam, sambil menyilangkan kakinya. Arka menyentikkan jarinya agar pelayan dan juga pengawal yang sedari tadi berdiri di belakangnya dapat meninggalkan mereka berdua. Sedangkan Frans semalam sudah di hubungi Arka untuk menghandle perusahaan karena hari ini Arka tidak akan pergi ke perusahaan.
" Kau ternyata punya nyali juga untuk datang kerumahku. " Arka mengatakannya dengan tersenyum sinis kepada laki - laki yang duduk didepannya saat ini.
"Aku kesini bukan untuk menemuimu, aku ingin menemui Aluna. Dimana Aluna? " Ucap Bryan yang sudah berdiri dari duduknya, menatap tidak suka kearah Arka.
" Aluna tidak ingin menemuimu dan aku minta sama kamu jangan sekali kali menggangu Aluna lagi. Jika kau berani menemuinya dibelakangku, aku tidak akan segan - segan menghancurkanmu menjadi serpihan debu. " Ucap Arka penuh penekanan pada setiap kalimatnya. Bryan yang mendengarnya merasa kesal. Arka kemudian berlalu meninggalkan Bryan. Lalu dia kembali berbalik menatap Bryan.
__ADS_1
" Satu lagi kau sebaiknya menjaga istrimu. Kalau sekali lagi dia mencoba mencelakai Aluna, aku tidak akan segan - segan menghancurkannya. " Ucap Arka membuat Bryan kaget.
Arka kembali kerumah utama, sedangkan Bryan sudah diantar keluar oleh pengawal.
" Kamu dari mana? " Tanya Aluna yang baru saja keluar dari ruang ganti. Sepertinya Aluna baru selesai mandi dan ganti baju. Entah mengapa setiap bertemu Bryan, Arka selalu merasa sakit hati. Apalagi saat ini pikirannya sangat kalut karena Bryan berani datang kerumahnya hanya untuk mencari Aluna.
Arka mendekati Aluna, lalu sekilas mencium bibir Aluna dan kembali keluar kamar tanpa menjawab pertanyaan Aluna. Aluna bingung dengan sikap Arka yang mendiaminya.
"Ada apa dengannya? " Gumam Aluna dalam hati.
Arka bahkan tidak terlihat sama sekali setelah kepergiannya tadi pagi. Namun setelah dia hendak pergi untuk sekedar mengusir rasa bosan karena hampir seharian ini di dalam rumah, akhirnya Aluna memutuskan untuk menikmati udara di sore hari.
"Apa tuan Arka sudah pulang? " Aluna melihat mobil Arka ditempat parkiran dan akhirnya Aluna bertanya kepada pengawal yang berada didepan pintu.
Aluna naik ke lantai tiga siapa tahu saja Arka ada disana. Benar saja Arka tengah tiduran di sofa dekat mini bar lantai tiga. Aluna kemudian mendekatinya dan membangunkannya.
"Arka... Arka bangun. Kenapa kau tiduran disini? "
"Lihat siapa ini, istriku yang cantik. " Akhirnya Arka bangun dan bau Alkohol bisa tercium dari mulutnya.
__ADS_1
"Ayo kita turun kebawa. " Ucap Aluna mulai menarik lengan Arka. Namun Arka menghempaskan tangannya.
"Pergilah aku butuh sendiri. " Ucapnya kembali meraih gelas yang sudah diisinya dengan minuman berwarna biru. Aluna mengambil gelas itu sebelum Arka meminumnya.
"Kembalikan Aluna. " Seru Arka namun Aluna membuang isinya membuat Arka kesal. Arka kemudian meraih botol minuman dan langsung meminumnya tanpa menggunakan gelas. Aluna kembali merebutnya, namun Arka mempertahankannya dan akhirnya botolnya jatuh, pecahannya berserahkan dilantai.
Arka kembali mengambil minuman dari botol yang lain.
"Jangan minum lagi, tidak baik untuk kesehatanmu. " Aluna kembali ingin merebut botol minuman itu dari tangan Arka.
"Aluna apakah kamu tuli, aku bilang aku butuh sendiri. Pergilah... Jangan campuri urusanku. " Teriak Arka keras membuat Aluna sontak mundur, tubuhnya bergetar karena Arka memandangnya dengan tatapan marah. Aluna bahkan tidak tahu apa salahnya.
Aluna lari meninggalkan Arka. Setelah beberapa saat Arka menyadari kesalahannya. Arka turun mencari Aluna dikamar. Namun wajah Arka berubah pias ketika tak ditemukannya Aluna dikamar. Arka mencarinya hingga lantai satu namun tidak ada Aluna disana.
"Apakah kalian melihat istriku? " Tanya Arka kepada kedua pengawalnya.
"Nona tadi pergi tuan dengan membawa koper. " Jawab salah satu pengawalnya.
"Apa? Kenapa kalian tidak mencegahnya" Arka kelihatan panik karena yang ditakutinya akhirnya terjadi. Bahkan mabuknya hilang seketika tergantikan rasa takut.
__ADS_1
"Maaf tuan, kami sudah melarang nona. Tapi nona bilang tuan sudah mengijinkan nona pergi. " Ragu - ragu pengawal itu menjawab.
Mendengar penuturan pengawal membuat Arka tambah panik. Arka kemudian mengambil mobilnya dan langsung mengejar Aluna. Namun gadis itu seperti hilang ditelan gelapnya malam.