
Yang belum bergabung dengan grup rani sara silakan bergabung. karena visualnya sudah dikirim ke grup. Grupnya ada didepan karya ini. thanks .Jangan lupa tinggalkan jejak dan masukan kalian. Terima kasih buat yang selalu ngevote. . .
Setelah Aluna masuk kedalam kamar mandi, Arka turun menemui pengawal tadi yang mengantar Aluna. Pengawal itu kemudian menyerahkan ponselnya dan Arka mulai memutar video didalamnya. Arka tersenyum dan merasa sangat bahagia melihat Aluna menolak Bryan dan mengatakan bahwa Aluna telah mencintainya. Arka kembali menyerahkan ponsel pengawalnya dan mulai berjalan menyusuri anak tangga rumahnya. Arka sangat bahagia dan senyum terus terukir diwajah tampannya.
Disaat Arka membuka handle pintu, Aluna baru saja keluar dari kamar mandi menggunakan piyama berwarna merah maron.
"Apakah kau sudah merelakanku pergi sekarang. " Seru Aluna menggoda Arka.
Arka kemudian mendekati Aluna yang sementara mengeringkan rambutnya didepan cermin.
"Aku tidak akan merelakanmu pergi. Kau harus tetap disini bersamaku, menemaniku sampai kau merasa bosan dan tidak berfikir untuk pergi lagi dariku. Jika kau berani pergi dariku, maka aku akan merantaimu dikamar ini. " Seru Arka dan kemudian mencium bibir Aluna. Aluna menatap Arka bingung. Baru saja ditinggal mandi, kata - katanya sudah berubah seratus persen.
" Bukannya kau telah merelakanku pergi bersama Bryan. " Ucap Aluna ingin membuat Arka kesal padanya.
"Sebenarnya aku akan merelakanmu denganya jika kau masih mencintainya. Tapi karena kau sudah tidak mencintanya dan sekarang mrncintaiku maka aku menarik kembali kata - kataku. " Ucap Arka santai.
"Kau benar - benar pede tuan Arka. Siapa bilang aku mencintaimu. " Aluna masih ingin membuat Arka kesal padanya.
__ADS_1
"Jadi kau tidak mencintaiku. " Tanya Arka dan Aluna menggeleng kepalanya.
"Baiklah jika kau tidak mencintaiku, aku akan membuatmu mencintaiku dan tidak akan melupakanku. " Arka mendekati Aluna menarik ikatan piyama Aluna dan membuangnya ke sembarang arah. Aluna berusaha menutup tubuhnya yang hanya menggunakan baju dalam. Aluna mundur ketika Arka mulai mendekatinya. Aluna akhirnya terpojok disisi ranjang.
Arka mendekati wajah Aluna yang mulai memucat. Arka mendorong Aluna ke ranjang semakin membuat Aluna gemetar.
" Katakan sekali lagi kalau kau tidak mencintaiku. " Seru Arka menahan senyumnya melihat Aluna menutup tubuhnya menggunakan tangan.
"Aku tidak mencintaimu. " Seru Aluna membuat Arka tersenyum.
"Kalau kau tetap mengatakan hal itu maka aku akan memakanmu saat ini juga. " Seru Arka mulai menyentuh leher Aluna.
"Aku tidak dengar. " Seru Arka.kali ini dia yang menggoda Aluna.
"Aku mencintaimu.
aku cinta padamu. " Ucap Aluna dengan keras. Namun Arka tetap menyentuhnya.
__ADS_1
"Sejak kapan? " Tanya Arka lagi.
"Aku tidak tahu. " Seru Aluna jujur karena dia tidak ingat jelas kapan dia mulai jatuh cinta pada Arka.
"Sejak kapan. " Arka menyentuh bibir Aluna.
"Sejak aku melihatmu dengan gadis yang dibawamu kerumah. " Arka kembali tersenyum.
"Sudah selama itu rupanya. " Arka tersenyum dan mulai mencium bibir Aluna dengan lembut. Karena Arka mencium Aluna dengan lembut Alunapun membalas ciuman Arka dan menutup matanya.
Matanya kembali dia buka ketika menyadari tangan Arka yang sudah menjelajahi setiap inti tubuhnya.
"Bukankah kau tidak akan memakanku, jika aku mengatakan aku mencintaimu. " Aluna sedikit kesal menatap Arka yang hanya tersenyum padanya.
"Ini hanya makanan pembuka. Kita bisa melanjutkannya setelah kita makan malam. " Seru Arka yang mulai bangun dari tubuh Aluna. Aluna cepat - cepat meraih selimut disampingnya dan menutup tubuhnya. Arka menyerahkan piyama tadi kepada Aluna dan turun kelantai bawah untuk mereka makan malam. Dibalik pintu kamar Arka berusaha mengatur nafasnya.
"Aku hampir saja memakannya, kalau saja dia tidak terlihat gemetar tadi. " Ucap Arka mengelus dadanya dan mulai berjalan kearah dapur. Setelah beberapa saat Aluna pun menyusulnya kebawa. Aluna hanya menunduk dan tidak berani menatap Arka. Sedangkan Arka dia terlihat santai menghabiskan makan malamnya.
__ADS_1
"Kamu kenapa? " Tanya Arka dan Aluna hanya menggeleng kepalanya.
"Makanlah. Setelah ini kita tidur. " Seru Arka membuat Aluna sedikit tenang.