Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
RESEPSI PERNIKAHAN


__ADS_3

Besok adalah hari yang ditunggu - tunggu oleh Arka dan Aluna. Arka dan Aluna saat ini sudah berada di hotel dimana resepsi pernikahannya akan dilaksanakan.


" Besok adalah hari bahagia kita tapi kenapa wajahmu masih sedih begitu? Apakah kau tidak bahagia dengan pesta besok? " Tanya Arka kepada Aluna yang seperti memikirkan sesuatu.


"Bukan begitu sayang. Hanya saja aku berharap mama bisa melihatku mengenakan baju pengantin. mama pasti bukannya tersenyum senang, tapi mama pasti menangis sepanjang acara berlangsung. " Arka akhirnya mengerti mengapa sedari tadi Aluna murung.


" Tidurlah besok hari bahagia kita. Mama akan bahagia jika kamu juga bahagia. " Seru Arka yang mulai menyelimuti Aluna dengan kain. Setelah itu keduanya tidur untuk persiapan besok.


Keesokan harinya, Arka dan Aluna sudah berada dikamar yang berbeda untuk dirias. Aluna terlihat cantik dengan baju pengantin berwarna putih cerah dengan model terbuka dibagian punggungnya. Untuk bagian bawah gaun pengantinnya memanjang dan butuh seseorang mengangkatnya jika Aluna nantinya berjalan menuju pelaminan.


Arka mengetuk pintu kamar yang ditempati Aluna ketika keduanya sudah siap menuju pelaminan. Arka melongoh dan tidak bisa berkata apa - apa melihat kecantikan Aluna. Aluna memang jarang menggunakan make up. Makanya setelah di poles make up membuat Aluna tampak sangat cantik.


" Tuan bisa sudahi dulu acara tatap menatapnya. Acaranya akan segera dimulai. " Perkataan Santi menyadarkan Arka yang mematung melihat kecantikan istrinya. Sedangkan Aluna yang mendengar perkataan Santi hanya tersenyum.


Arka mengangkat lengannya, memberi tangan Aluna ruang untuk merangkulnya. Keduanya berjalan menuju tempat dimana resepsi pernikahan mereka diadakan. Setelah mendekati tangga untuk turun menuju pelaminan mereka. Aluna terlihat mengatur nafasnya melihat dari tempatnya banyaknya tamu undangan yang sudah berdiri menyambut keduanya. Dari sekian banyaknya orang yang melihat kearah keduanya, ada seorang yang tersenyum namun air matanya tetap mengalir deras dikedua pipinya. Aluna menangkap sosok tersebut ketika dia mulai menuruni anak tangga yang disisi kiri dan kananya dihias dengan menggunakan bunga mawar putih.


"Mama. " Seru Aluna melihat kearah wanita yang tersenyum padanya. Aluna menatap kearah suaminya yang juga tersenyum disampingnya.


"Tante Ira, Om Ben, nenek Ami, Mira, Nara." Aluna tidak percaya semua keluarga hadir saat ini tersenyum kearahnya. Mira dan Nara terlihat melambaikan tangan padanya. Aluna berusaha menahan air matanya, namun gagal. Untung saja makeup yang dia pake tidak akan luntur walaupun kena air.


Acara pernikahannya sudah dimulai, keduanya terlihat bahagia. Ardian juga sangat bahagia melihat putranya akhirnya menyadari perasaanya pada Aluna dan ingin memulai rumah tangga mereka tanpa kebohongan lagi. Wartawan diberi kesempatan untuk mengambil gambar dengan sopan. Petugas keaman terlihat dimana - mana menjaga keamanan pesta penguasaha muda berbakat tersebut.


"Aku tidak akan menjanjikan apapun untuk istriku. Karena bagiku kebahagiannya adalah tujuan dan hidupku. " Kata - kata yang diucapkan Arka ketika dirinya diminta menyampaikan isi hatinya kepada mempelai wanita.


"Terima kasih telah memberi banyak cinta untukku. Aku tidak akan berjanji menjadi istri yang sempurna untukmu tapi aku akan berjanji menjadi istri yang melengkapi kekuranganmu dan mencintai kelebihanmu. " Ucapan Aluna ketika dirinya diminta menyampaikan isi hatinya seperti yang mempelai pria ucapkan.


"Kak Luna" Mira dan Nara mendekati Aluna dan memeluk Aluna ketika acara inti sudah selesai. Alunapun membalas pelukan kedua sepupu yang sudah sangat lama dirindukannya tersebut.

__ADS_1


"Kak Luna, Mira kangen sama Kak Luna. Kenapa kak Luna tidak kerumah waktu kak Luna pulang kampung. " Tanya Mira yang mendengar dari ibunya bahwa Aluna baru saja pulang dari kampung halamannya.


"Nara juga kangen sama ka Luna. "


Arka hanya tersenyum melihat sepupu istrinya.


" Kak Luna, apakah suami kak Luna tidak punya adik atau kembaran? " Tanya Mira yang sekali kali mencuri melihat Arka.


"Ngga ada. Emang kenapa? " Tanya Aluna penasaran.


" Aku juga mau nikah sama pangeran tampan kayak suami kak Luna. Kak Luna beruntung sekali. " Ucap Mira yang tersenyum. Arka yang mendengarnya hanya tersenyum.


"Mama" Aluna memeluk ibunya yang juga sudah mendekatinya. Ibunya memeluk Aluna dengan berurai airmata seperti yang dikatakan Aluna sebelumnya.


"Nenek ami. " Aluna kembali memeluk nenek Ami yang sudah sangat baik padanya.


"Maaf untuk waktu itu. Aku hanya diminta Ka Arka. " Bisik Dita adiknya Adit pada Aluna. Aluna hanya tersenyum mengiyakan.


Akhirnya acara telah selesai. Keluarga Aluna sudah diantar Santi ke kamar hotel mereka masing - masing.


Arka sudah terlebih dulu membersihkan dirinya dikamar mandi. Setelah itu Aluna karena Aluna harus lebih dulu membuka gaun pernikahannya yang terbilang sulit.


Butuh waktu yang lama untuk Aluna membersihkan dirinya karena dia harus membersihkan make up terlebih dulu hingga bersih. Setelah beberapa saat akhirnya dia keluar dari kamar mandi mengenakan baju tidur pink senada. Arka sudah tiduran diranjang membaca setiap ucapan selamat dari kolega dan rekan bisnisnya yang berada di luar negeri. Kamar mereka juga didekorasi dengan sangat indah bahkan ranjangnyapun ditaburi kelopak bunga mawar.


Aluna naik keatas ranjang dan memeluk Arka.


"Terima kasih karena sudah menghadirkan keluargaku dihari bahagiaku. " Ucap Aluna tulus pada suaminya.

__ADS_1


"Apakah kau bahagia hari ini?" Tanya Arka.


"Sangat. Hari ini hari paling bahagia dalam hidupku. Terima kasih. " Lagi - lagi Aluna berterima kasih pada Arka. Arka menyimpan ponselnya dan memegang kedua tangan Aluna.


" Luna seperti yang ku katakan tadi. Aku tidak akan menjanjikanmu apapun. Namun kebahagiaanmu adalah tujuan dan hidupku. Jadi selama aku hidup, aku akan membahagiakanmu. " Aluna yang mendengarnya merasa terharu.


"Aku mencintaimu. " Ucap Aluna dengan tulus karena hanya itu yang bisa dia berikan kepada Arka, yaitu rasa cintanya.


"Aku juga mencintaimu. " Ucap Arka kemudian mencium dengan lembut bibir Aluna. Keduanya pun menyalurkan perasaan mereka melalui ciuman yang semakin dalam tersebut.


Arka kemudian menidurkan Aluna dan tidak menghentikan ciumannya. Arka beralih mencium leher jenjang Aluna, Aluna hanya menutup matanya membiarkan suaminya. Arka kemudian beralih mencium area telinga Aluna membuat Aluna merespon kaget dan seperti mendorong Arka.


"Aku tidak akan memaksamu. " Seru Arka mulai berdiri dari ranjang. Namun Aluna menariknya dan mencium bibir Arka. Arka kembali mencium leher Aluna dan beralih kebelakang telinga Aluna. Kali ini Aluna menutup matanya sambil bibirnya mengeluarkan suara - suara kecil seperti desahan karena sentuhan bibir Arka disetiap inti kulitnya.


Arka membuka kaos yang dipakainya dan membuangnya kesembarang arah. Arka kembali mencium dengan lembut bibir Aluna. Tangan Arka mulai tidak terkondisikan, membuka satu persatu pakaian yang melekat ditubuh istrinya. Ciumannya beralih pada bagian dada istrinya, Arka menyingkirkan dengan lembut tangan Aluna yang berusaha menutupi bagian dada yang sama sekali sudah tidak tertutup apapun. mencium dengan lembut dada Aluna. Aluna hanya mencekam rambut suaminya yang masih terus menjelajah setiap inti kulitnya.


"Aku akan melakukannya sekarang. Ini mungkin akan sedikit sakit. " Bisik Arka di telinga Aluna. Aluna hanya menganguk mengiyakan. Arka menggenggam jemari kedua tangan Aluna dan mulai menyatukan tubuh mereka. Aluna berurai air mata ketika Arka sudah berhasil mengambil kesuciannya. Aluna mencekam erat tangan Arka menahan rasa sakit di daerah kewanitaannya.


"Maafkan aku. " Bisik Arka menghapus airmata Aluna. Namun tetap melanjutkan apa yang telah dimulainya.


Rasa sakit yang dirasakan Aluna perlahan lahan mulai tergantikan dengan rasa nikmat karena Arka melakukannya dengan sangat lembut dan atas dasar cinta. Akhirnya Keduanya mencapai puncaknya. Sesuatu yang baru sama - sama mereka rasakan.


"Terima kasih. " Ucap Arka yang sudah menutupi tubuh Aluna dengan selimut. Aluna hanya tersenyum menatap suaminya yang mandi keringat. Arka kemudian meraih tubuh Aluna dan memeluknya, mencium kening Aluna dan menyadarkan kepala Aluna didadanya. Setelah beberapa saat keduanyapun tertidur.


----__----


Jangan Lupa di vote, dilike dan di koment. Udah dikasih tuh MPnya.

__ADS_1


__ADS_2