Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
KEMARAHAN


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Arka sama sekali tidak bicara, begitu juga dengan Aluna. Mereka sedang bergelut dengan pikiran mereka masing - masing. Arka memikirkan bagaimana dia bisa merasa begitu marah ketika ada laki - laki lain yang menyentuh Aluna. Mengapa hatinya terasa sakit melihat Aluna diperlakukan tidak baik oleh orang lain. Arka mulai menyadari bahwa dia telah jatuh cinta pada gadis yang ada disampingnya saat ini. Namun karena dia pernah dikecewakan oleh seseorang dimasa lalunya Itulah sebabnya dia selalu mengingkari perasaannya sendiri.


Itulah sebabnya ada rumor yang mengatakan bahwa Arka suka menjalin hubungan dengan beberapa wanita. Semua itu Arka lakukan karena dia tidak ingin berkomitmen dengan seorang wanita. Setiap dia mulai menaruh rasa pada seseorang dia akan memutuskan hubungan mereka. Agar dia tidak terlanjur sayang dengan wanita itu. Karena dulu dia pernah sangat menyayangi seseorang, namun seseorang itu memilih pergi dengan pria lain. Bahkan Arka mengepalkan tangannya ketika mengingat kejadian itu.


Sedangkan Aluna dia berfikir bagaimana bisa Bryan memeluknya didepan Fiona istrinya, keluarganya bahkan didepan banyaknya tamu undangan yang hadir dipernikahannya. Yang lebih membuat Aluna terkejut dipesta tadi yaitu kedatangan Arka yang tiba - tiba mengumumkan bahwa Aluna adalah istrinya. Bahkan dia berani mencium Aluna didepan banyak orang termasuk didepan Bryan.


"Dia bahkan berakting sangat baik." Gumam Aluna dalam hati. Karena yang Aluna pikir Arka hanya berakting.


"Tapi dia tidak harus menciumku juga kan?"

__ADS_1


"Tuan, nona kita telah sampai." Suara Frans membuyarkan lamunan keduanya. Tanpa menunggu Frans membuka pintu mobil, Arka dan Aluna sudah turun dari mobil dan masuk kedalam rumah Arka.


"Baru kali ini aku melihat tuan Arka begitu perduli dengan seorang wanita setelah nona Aneta." Gumam Frans mengingat bagaimana tuan mudanya mengepalkan tangan setelah melihat seorang pria memeluk Aluna di pesta pernikahan tadi.


" Aku rasa tuan muda telah jatuh cinta pada nona Aluna." Terka sekertaris Frans yang sudah berjalan menuju rumah belakang.


Sementara Arka dan Aluna sudah masuk didalam kamar dan Arka mulai merebahkan dirinya diranjang. Aluna lebih memilih duduk di sofa.


"Kenapa kau tidak menjawab aku? Apa jangan - jangan kau berfikir aku serius dengan semua yang kukatakan di pesta itu? atau kau sekarang telah jatuh cinta karena ciumanku tadi?" Aluna merasa kesal dengan semua yang diucapkan Arka padanya.

__ADS_1


"Apa yang harus aku jawab? aku tahu kau hanya berakting tadi. Kau bilang aku jatuh cinta karena ciumanmu? Cih aku bahkan jijik ciuman pertamaku denganmu. Dengar baik - baik tuan Arka yang terhormat aku bahkan tidak tahu bagaimana lagi rasanya jatuh cinta. Jadi tuan tenang saja, aku tidak akan jatuh cinta padamu. " Aluna bahkan berani mengatakan semua itu pada Arka. Arka yang mendengar semua yang dikatakan Aluna langsung duduk menatap kesal Aluna. Sedangakan Aluna membuang wajahnya ketika Arka melihatnya. Arka kemudian menghampiri Aluna yang sudah berdiri dari sofa yang didudukinya.


"Apa tadi yang kau bilang? Kau jijik dengan ciuman pertamamu?" Arka mendorong tubuh Aluna hingga dia kembali terduduk di sofa.


"Kalau begitu aku akan semakin membuatmu merasa jijik bukan hanya dengan ciuman pertamamu." Seru Arka kemudian dia mendorong tubuh Aluna hingga Aluna tiduran di sofa. Arka kini sudah berada diatas tubuh Aluna. Arka kemudian merobek bagian atas gaun Aluna. Aluna berusaha mendorong Arka, namun kekuatannya kalah jauh dengan kekuatan Arka. Arka yang begitu marah langsung mencium dengan kasar leher jenjang Aluna. Meninggalkan beberapa bekas merah kebiruan disana, kemudian Arka turun kebagian dada Aluna yang hanya tertutup dengan pakaian dalam dengan kasar kembali Arka merobeknya dan dengan kasar Arka ******* benda yang masih padat itu. Aluna hanya menangis sambil memohon untuk Arka menghentikan semua kegilaannya.


Tangan Arka kemudian beralih mengangkat bagian bawah gaun Aluna yang memang gaun itu terbuka dibagian bawah sehingga tanpa merobeknya Arka dengan gampang mengangkatnya. Arka yang baru memasukkan tangannya kedalam dalaman Aluna langsung menghentikan tangannya ketika Aluna mengatakan " Aku membencimu Arka." Air mata yang begitu deras di pipi Aluna yang tanpa sengaja kedua mata mereka bersitatap, membuat Arka tidak tega dan menyesali apa yang barusan dia lakukan. Arka kemudian bengun dari posisinya dan berlalu meninggalkan Aluna.


Setelah Arka pergi Aluna langsung berlari kekamar mandi. Dia mengguyur tubuhnya dengan air shower dan bahkan dia terduduk dibawah air shower dengan gaun yang sudah tidak utuh itu. Aluna menangis sejadi - jadinya. Perkataan ibunya melintas ditelinganya bahwa jika dia jauh dari ibunya, ibunya tidak dapat melindunginya. Aluna menangis memanggil - manggil ibunya.

__ADS_1


Sementara Arka keluar dari kamar Langsung menuju dapur dan mengambil sebotol air mineral dingin dan meminumnya hingga habis. Bahkan sesekali dia mengusap wajahnya dengan kasar. Apa yang dikatakannya kepada Aluna semuanya hanya menutupi perasaan sesungguhnya pada Aluna. Tetapi jawaban Aluna sangat menyakiti hatinya. Arka kemudian lebih memilih pergi kekamar tamu untuk menata kembali perasaannya.


__ADS_2