
Setelah selesai makan, Arka mengajak Aluna dan Santi untuk pulang.
Santi duduk didepan dengan sekertaris Frans. Sedangkan Aluna dan Arka duduk di kursi belakang. Suasana didalam mobil itu sangat hening, hanya bunyi mesin mobil dan suara klakson dari mobil lain. Tidak ada seorangpun yang angkat suara.
Mereka melanjutkan perjalanan ketika tadi sudah mengantar Santi. Didalam mobil Arka seperti gelisah dan suhu tubuhnya mulai panas. Bahkan ia bisa merasakan kalau kepalanya mulai pening. Arka sudah tahu, ini gejala Alergi dari makanan yang dia makan tadi.
Setelah sampai di rumah Arka tiba - tiba sesak nafas, dia merasa mual, pusing dan akhirnya jatuh ke lantai. Frans dan Aluna sontak kaget. Frans dan dua pengawal yang berdiri didepan pintu langsung mengangkat tubuh Arka dan membawanya ke ranjang.
"Sekertaris Frans apa yang terjadi? " Tanya Aluna kuatir.
"Aku juga tidak tahu nona. Aku akan menghubungi dokter Adit. " Frans kemudian menghubungi dokter Adit. Frans tahu jika Arka alergi makanan tertentu. Tapi Frans tidak tahu apa yang dimakan tuan mudanya itu waktu di Restoran tadi.
***
Setelah beberapa saat dokter Adit datang dan memeriksa Arka.
"Apa Arka memakan daging mentah atau ikan mentah? " Tanya dokter Adit dengan wajah kuatir nya.
"Iya dok. Tadi di restoran dia memakannya. " Jawan Aluna.
" Memang kenapa dok? " Tanya Aluna penasaran apa yang menyebabkan Arka tiba - tiba pingsan.
__ADS_1
"Arka Alergi dengan daging mentah. Arka sudah tahu hal itu tapi kenapa dia masih memakannya. " Pernyataan dokter Adit, membuat Aluna membulatkan matanya. Aluna bahkan tidak tahu jika Arka alergi dengan jenis makanan yang tadi dia makan.
"Ini semua gara - gara aku dok. " Gadis itu merasa bersalah. Aku yang menyebabkan dia seperti ini. " Menyalahkan dirinya sendiri. Seharusnya Arka tidak memakan makanannya. Tho, Aluna hanya perlu pura - pura ke toilet dan memuntahkan kembali makanannya, jika memang dia terpaksa memakannya.
"Frans tolong panggil pengawal kesini. Kita harus membawanya ke rumah sakit. " Seru dokter Adit membuat Aluna semakin takut dak kuatir. Frans langsung berlari mencari kedua orang pengawal yang tadinya mengantar Arka ke kamar.
Aluna menggenggam tangan Arka dalam perjalanan ke rumah sakit. Bahkan dia terus menangis karena merasa bersalah kepada Arka. Aluna bahkan masih ingat betapa lahapnya Arka makan tadi. Aluna tahu, Arka melakukan semua itu hanya untuk menolongnya. Menggantikan dirinya.
***
Sesampainya di rumah sakit dokter Adit dan juga dokter yang biasa menangani Arka langsung masuk keruangan dan memberikan pertolongan kepada Arka. Setelah kondisi Arka sudah mulai membaik, dokter Adit memanggil Aluna yang menunggu diluar ruangan.
"Masuklah Arka sudah sadar. " Ucap Adit kepada Aluna yang mondar mandir didepan ruangan.
terlihat lemah dengan wajah pucat nya.
"Maaf " Ucap Aluna lirih. Namun Arka hanya menggelengkan kepalanya. Seolah dia ingin berkata ini bukan salahmu.
"Apa kamu baik - baik saja sekarang? " Tanya Aluna dan Arka menggeleng. Aluna semakin kuatir dan cemas.
"Apa yang sakit? " Tanya Aluna
__ADS_1
"Semuanya. " Jawab Arka pelan.
"Maaf semua ini salahku. " Ucap Aluna dan lagi - lagi Arka menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Apa ada yang bisa aku lakukan untuk menghilangkan rasa sakit mu? " Tanya Aluna dan Arka mengangguk.
"Cium. "Arka menunjuk bibirnya untuk sekedar menggoda Aluna. Namun Aluna benar - benar melakukannya. Aluna menempelkan bibirnya di bibir Arka. Arka bahkan kaget dengan apa yang dilakukan Aluna. Walaupun Aluna hanya menciumnya sekilas namun Arka sangat bahagia.
"Luna aku yang alergi tapi kenapa wajahmu yang memerah? " Tanya Arka membuat Aluna menepuk nepuk wajahnya. Wajahnya merona karena malu.
"Aku merasa lebih baik sekarang. Jadi berhenti menyalahkan dirimu sendiri." Ucap Arka meraih tangan Aluna dan menggenggamnya.
"Pulang dan istirahat. Biar Frans yang menjagaku disini dan jangan beritahu ayah. "
"Aku akan tetap disini. Jika kamu pulang, aku juga akan pulang. " Aluna masih merasa bersalah dengan apa yang menimpah Arka.
"Baiklah aku akan mengijinkan mu disini. Tapi dengan satu syarat. " Arka menutup matanya karena sepertinya dunianya terbalik.
"Apa? " Tanya Aluna penasaran apa yang diinginkan Arka.
"Berhentilah membenciku. " Arka tidak suka Aluna membencinya. Arka mengingat bagaimana Aluna pernah mengatakan membencinya hingga dia mati.
__ADS_1
"Baiklah aku tidak akan membencimu lagi. " Arka sangat senang mendengar apa yang diucapkan Aluna. Tidak apa - apa dirinya sakit seperti ini. Asalkan Aluna sudah bisa bersikap baik dan tidak membencinya lagi.