
Setelah memasuki restoran tadi ternyata ada beberapa pegawai hotel yang berkumpul dan bergosip tentang kedatangan pria tampan yang merupakan pemilik hotel dimana mereka bekerja. Pria yang menjadi impian semua wanita termasuk semua pegawai wanita yang sudah antusias ketika mengetahui dari salah satu resepsionis yang bertugas didepan bahwa pemilik hotel itu datang berkunjung saat ini.
Mereka semua kegirangan walau hanya menatap dari jauh pesona pria yang saat itu masuk kedalam restoran. Mereka bahkan mengintip dari balik pintu pria yang tersenyum ramah kepada gadis didepannya. Pegawai dan pelayan restopun mulai berspekulasi sendiri tentang gadis yang beruntung saat ini bisa menemani pria idaman mereka. Ada yang cemburu, ada juga yang kagum bahkan merasa iri. Bahkan bertanya siapa gadis yang masih mengenakan baju tidur yang makan dengan lahapnya didepan pria yang hanya menatap kearahnya.
Salah seorang pegawai yang tengah sibuk membereskan kamar yang telah kosong seketika menatap para teman sekerjanya yang masih setia dibalik pintu restoran.
"Ada apa " Tanyanya yang ingin melihat kebalik pintu namun tidak lagi kebagian tempat karena sudah ada beberapa temannya yang masih mengintip seperti penguntit saja.
"Pemilik hotel ini sedang makan didalam. " Tunjuk salah satu temannya kearah pintu.
Gadis itu tiba - tiba bersorak senang karena dia juga sangat menganggumi pria tampan itu.
"Aku harus mendapatkan fotonya. Biarku tunjukan pada sahabatku bahwa ada pangeran tampan dinegri ini. " Ucapnya. Namun ketika mendapat giliran untuk melihat dibalik pintu tiba - tiba semua teman sekerjanya berlari karena pria itu tengah berjalan menuju pintu dengan memegang tangan gadis yang ada disampingnya. Mereka pura - pura bekerja bahkan ada yang membersikan handle pintu dengan seragam yang mereka pakai. Mereka sama sekali tidak menatap kearah pria sudah berdiri didepan lift dan setelah lift terbuka keduanya langsung masuk kedalam. Karena penasaran salah satu pegawai yang tidak berkesempatan melihat idolanya dari balik pintu memberanikan diri melihat kearah pria dan wanita yang sudah memasuki salah satu dari ketiga lift disitu.Mata pegawai itu membelalak ketika samar - samar dia melihat gadis yang memakai baju tidur pink itu.
__ADS_1
"Luna? " Akhirnya pegawai itu memberanikan diri setelah tadi dia memutuskan untuk mengejar idolanya dan gadis yang seperti dikenalnya itu. Setelah Arka dan aluna masuk kedalam salah satu lift, pegawai itupun langsung bergegas masuk kelift lainnya dan menekan angka 25 seperti tujuan kedua orang tadi. Dengan ragu - ragu ia memanggil nama sahabatnya berharap kali ini dia tidak salah orang dan jika dia sampai salah orang tamatlah riwayatnya.
Yang merasa punya nama yang dipanggil langsung menoleh ketika tadi dia hendak masuk kedalam ruangan itu. Arka juga menoleh ketika ada suara seorang wanita memanggil nama gadis disampingnya.
"Santi. " Aluna kaget karena ternyata sahabatnya bekerja dihotel dimana saat ini dirinya berada. Arka juga kaget ketika Aluna juga mengenal salah satu pegawainya. Walaupun Arka tidak tahu latar belakang pegawainya karena sekertaris Frans yang mengurus semuanya. Arka tahu jika gadis yang terlihat kaget didepannya ini adalah salah satu pegawai hotelnya karena seragam yang dipakainya.
Aluna tiba - tiba berlari dan memeluk sahabat yang sudah beberapa hari ini tidak bisa ditemuinya. Arka tambah heran dan bingung karena dia tidak tahu wajah sahabat yang pernah disebutkan Frans bahwa Aluna hanya tinggal dikontrakan bersama sahabatnya yang bernama Santi. Frans bahkan tidak mengatakan jika sahabat Aluna bekerja dihotel miliknya karena Arka dulunya tidak tertarik dengan apapun mengenai Aluna.
"Apa kau selingkuh dari suamimu? " Tanya Santi pelan kepada Aluna namun masih bisa didengar Arka. Arka hanya tersenyum mendengar pertanyaan sahabat istrinya. Karena setahu Santi Aluna menikah dengan pria yang sudah berumur sesuai penuturan Aluna waktu itu.
"Kamu bicara apa San. Aku tidak selingkuh. " Aluna juga setengah berbisik pada sahabatnya.
"Tapi kenapa kau ada bersama tuan Arka pemilik hotel ini? " Santi bahkan melirik pakaian yang dikenakan Aluna saat ini. Seolah dia ingin mengatakan kenapa kau bisa ada dihotel dan akan masuk keruangan khusus pemilik hotel dengan baju tidur itu.
__ADS_1
"Suami tuamu mana? " Tanyanya lagi seperti menuntut untuk Aluna segera menjelaskan padanya apa yang sebenarnya terjadi dengan pernikahannya. Arka yang mendengar Santi menyebutkan suami tua membuat Arka bergumam " Apa kau menceritakan kepada sahabatmu kau menikahi pria tua. "
"Apa kau tidak memperkenalkan sahabatmu padaku? " Akhirnya Arka bersuara bahkan dia tersenyum dan sudah berdiri disamping Aluna.
"Oh yah San kenalin ini..... " Aluna belum menghabiskan kata - katanya namun Arka langsung menyodorkan tangannya "Arka suami Aluna" Ucap Arka dengan bangga.
Santi yang mendengarnya kaget sangat kaget. Aluna hanya tersenyum kearah Santi yang lagi - lagi minta penjelasan padanya lewat sorot matanya.
"Sayang bisakah kita istirahat sekarang? " Tanya Arka membuat Santi semakin kaget dengan panggilan Arka pada Aluna. Lagi - lagi Aluna hanya tersenyum canggung pada Santi. "Kenapa dia memanggil aku seperti itu, lagi - lagi dia berakting. Tapi biarlah dengan begitu Santi tidak akan kuatir mulai sekarang.
"San nanti aku jelaskan padamu. " Ucap Aluna setengah berbisik kepada Santi.
"Itu harus. " Sahut Santi pelan dan akhirnya Santi berpamitan karena dia tidak ingin mengganggu waktu istirahat tuannya. Kalau hanya Aluna pasti dia sudah ikut masuk keruangan itu dan bercerita sampai terlelap seperti kebiasaan mereka dikontrakan.
__ADS_1