Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
MAKAN


__ADS_3

Arka bisa bernafas lega ketika dokter Adit mengatakan bahwa Aluna baik - baik saja. Hanya luka kecil disela bibirnya karena tamparan pria yang menculiknya.


Dalam perjalanan, Arka memang menghubungi Adit untuk bisa datang kerumahnya. Setelah merasa semua baik - baik saja akhirnya Adit berpamitan dengan Arka. Arka mengantar Adit sampai kedepan rumahnya, dimana mobil Adit terparkir disana.


Setelah kepergian Adit, Arka kembali kekamar dimana ada Aluna yang sudah tertidur diranjangnya. Bahkan dalam keadaan tidur, Aluna masih terlihat ketakutan. Arka menghampiri Aluna dan tidur disampingnya. Arka menggenggam lembut tangan Aluna. Hingga dirinyapun ikut terlelap disamping Aluna.


Pukul 03 dini hari Aluna sudah membuka matanya. Perutnya begitu lapar karena dari kemarin dia belum makan apa - apa. Aluna menatap tangan yang masih digenggam Arka.Aluna beralih menatap wajah lelap pria yang saat ini ada disampingnya.


"Terima kasih telah datang menolongku. " Ucap Aluna pelan. Aluna kemudian turun dari ranjang dan menuju dapur. Aluna merasa kecewa karena tidak ada makanan yang ditemuinya didapur megah itu. Peraturan dirumah utama ialah jika jam makan malam telah selesai maka pelayan akan membereskan semua makanan yang disajikan untuk makan malam dan membawanya ke rumah belakang. Arka tidak ingin ada makanan yang dipanaskan lagi besok harinya. Sama halnya dengan rumah belakang. Walaupun yang ditinggal disana hanya pelayan dan pengawal tuan rumah namun mereka juga dilarang keras memanaskan makanan semalam dan memakannya.


***


Arka mengeliat dan mulai membuka pelan matanya. Arka seketika membulatkan matanya ketika tidak didapatinya Aluna dikamar itu. Rasa cemas mulai terukir lagi diwajah tampannya. Kejadian kemarin membuatnya takut, takut terjadi sesuatu pada Aluna. Arka mulai mencari dikamar mandi, berharap Aluna disana. Namun kecemasan lagi - lagi menghampirinya ketika tidak didapatinya gadis itu disana. Arka kemudian keluar dari kamarnya. Dia bahkan setengah berlari menuruni anak tangga. Kekuatirannya hilang seketika ketika gadis yang dicarinya dilihatnya sedang berjongkok didepan pintu lemari es yang terbuka. Entah apa yang gadis itu lakukan disana.


"Apa yang kau lakukan disitu? " Sapanya membuat Aluna mengusap dadanya karena kaget dengan kehadiran Arka.

__ADS_1


"Aku hanya ingin mengambil air saja. " Aluna meraih sebotol air dibalik pintu lemari es itu. Arka hanya tersenyum ketika perut Aluna berbunyi seperti mengajak berperang.


"Apa kau lapar? " Aluna mengangguk dan memegang perutnya. Arka meraih tangan Aluna dan mengajaknya kedalam mobil.


"Kita mau kemana? " Tanya Aluna namun tetap masuk kedalam mobil yang dibuka Aluna.


Arka tidak menjawabnya dan Alunapun tidak bertanya lagi.


Setelah beberapa saat mobil mereka berhenti disalah satu hotel bintang lima. Arka melirik kearah spion mobilnya ternyata mobil pengawalnya sudah berhenti beberapa meter dari mobil Arka. Walaupun tidak diminta pengawal Arka akan selalu mengikuti tuannya, memastikan keamanan tuannya sesuai dengan intruksi dari Frans.


"Ada apa? " Tanya Arka membuka pintu mobil Aluna. Aluna seperti menatap baju tidur berkain satin dengan warna pink polos yang di kenakannya saat ini. Apa kata orang melihat aku dan dia dengan baju tidur ini. Itulah mungkin yang ada dipikiran Aluna dan Arka bisa menebak apa yang ada dipikiran


Aluna. Kali ini sepertinya Aluna tidak banyak membantah.


Arka kemudian meraih tangan Aluna dan kembali berjalan kedalam hotel setelah tadi dia sudah menyerahkan kunci mobil kepada pria berbadan kekar dengan mengenakan pakaian putih yang bertuliskan security. Pria itu bahkan tersenyum dan menunduk hormat.

__ADS_1


Arka menekan angka 23 ketika keduanya sudah berdiri didepan lift. Setelah sampai dilantai 23 Arka kembali berjalan dan sampai didepan ruangan yang bertuliskan restaurant 24 jam. Beberapa pegawai diresto itu seketika menunduk hormat dan mulai terlihat panik setelah melihat siapa yang datang.


Beberapa tamu yang sudah sedari tadi direstoran itu juga menatap kearah Aluna dan Arka. Bagaimana tidak mereka masih mengenakan baju tidur untuk datang ke restoran itu. Ada juga yang berpendapat bahwa mereka tamu hotel yang sedang honeymoon dan hanya ingin menghabiskan waktu berdua. Ada juga tamu yang mengenal Arka bahkan berbincang kepada teman semejanya bahwa pria yang baru masuk itu adalah Arka Arya Wiguna pemimpin perusahaan nomor satu dinegara ini,sekaligus pemilik hotel mewah ini.


"Tuan ada yang bisa kami bantu? " Ragu - ragu salah satu pelayan itu datang menghampiri meja yang diduduki Arka dan Aluna.


"Kami akan makan disini. " Ucapnya tanpa menunggu lama pelayan itu undur diri. Pelayan itu bahkan tak lagi bertanya bahkan tidak memberikan buku menu untuk Arka dan Aluna memilih apa yang ingin mereka makan.


Beberapa saat kemudian pelayan tadi beserta chef datang menghidangkan beberapa menu makanan yang istimewa dari restoran itu. Setelah para pelayan dan juga chef undur diri Arka mulai memotong steak dan memberikannya kepada Aluna. Karena lapar Aluna bahkan bisa menghabiskan hampir setengah dari beberapa menu yang ada dimeja. Namun tidak dengan makanan yang berbau sayur mentah. Arka hanya tersenyum melihat gadis yang sepertinya tidak berusaha menjaga berat badannya karena gadis itu terlihat sangat lahap memakan semua yang diingininya.


Setelah beberapa saat keduanya mengakhiri aktivitas makan mereka. Arka kemudian menggenggam kembali tangan Aluna. dan mulai meninggalkan restoran dan lagi - lagi para pelayan menunduk hormat padanya.


"Tuan apakah tuan tidak membayar makanan yang sudah kita makan tadi? " Tanya Aluna karena dia tidak melihat arka mengeluarkan uang bahkan tidak terlihat menghampiri kasir. Aluna juga tidak tahu bahwa hotel dan juga restoran itu adalah milik suaminya. Arka hanya tersenyum dan mulai menekan tombol 25 ketika mereka berada didepan lift.


Setelah sampai dilantai 25 terlihat hanya satu pintu kamar disana. Tidak seperti lantai lainnya yang memiliki beberapa pintu kamar dan ada beberapa ruangan. Bahkan pintunya dibuka dengan kata sandi. Arka mulai mengajak Aluna kedalam. Namun Aluna lagi - lagi mematung didepan pintu kamar itu. Arka bisa menangkap apa yang ada dipikiran Aluna.

__ADS_1


"Aku tidak akan menyentuhmu. "Ucap Arka membuat Aluna merasa lega. Belum juga Aluna melangkah masuk, namun suara seorang wanita yang sangat dikenal Aluna tiba - tiba memanggil namanya. Dengan ragu - ragu wanita itu menyebut nama Aluna karena mungkin dia takut salah orang.


__ADS_2