Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
PINGSAN


__ADS_3

Setelah beberapa saat berfikir, Arka memutuskan untuk meminta maaf kepada Aluna. Walaupun dia tahu Aluna tidak akan pernah memaafkannya. Arka kemudian keluar dari kamar tamu dan berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Arka menghentikan langkahnya tepat didepan pintu kamarnya yang masih terkunci. Kata - kata Aluna yang mengatakan membencinya membuatnya tidak berani menatap lagi gadis itu.


"Lagi pula ini kamarku. Aku tidak perlu alasan untuk masuk kedalamnya." Akhirnya Arka dengan pelan membuka pintu kamarnya. Jika Aluna masih duduk di sofa dia hanya perlu berpura - pura tidak melihat kearah sofa pikirnya. Sampai didalam kamar Arka tidak melihat Aluna. Arka merasa lega karena doa tahu Aluna sedang membersikan tubuhnya jadi dia bisa pura - pura tidur. Arka kemudian menarik selimut menutupi semua tubuhnya. Bahkan rambutnyapun tak terlihat.


Sudah hampir sejam berlalu Aluna tak kunjung keluar kamar mandi. Arka kemudian menghampiri pintu kamar mandi dan mengetuknya.


"Apa kau masih didalam? Cepatlah perutku sangat sakit." Arka membuat alasan. Namun Aluna tidak menjawab dan tidak kunjung keluar dari kamar mandi. Arka kembali mengedor - ngedor pintu, namun hasilnya tetap sama. Arka semakin merasa cemas dan akhirnya dia memilih mendobrak pintu kamar mandi dan alhasil pintunya terbuka.


Arka kaget melihat Aluna yang tiduran dilantai kamar mandi. Dengan wajah yang sudah memucat. Entah berapa lama gadis itu sudah pingsan. Bahkan air shower masih membasahi tubuhnya. Arka mengangkat tubuh Aluna ke ranjang. Dia menutupi tubuh Aluna dengan selimut dan menghubungi dokter Adit sepupunya. Kemudian Arka hendak menghubungi Frans untuk menyuruh pelayan wanita kekamarnya namun Arka mengurungkan niatnya setelah dia mengingat kondisi tubuh Aluna yang memiliki tanda merah akibat ulahnya tadi. .


Arka kemudian mengambil handuk Aluna didalam kamar mandi. Dia mengambil gunting dan mengunting gaun yang masih dikenakan Aluna. Setelah mengeringkan tubuh Aluna dengan handuk, Arka memakaikan baju Aluna yang diambilnya dari dalam lemari.

__ADS_1


Setelah beberapa saat akhirnya dokter Adit sampai dirumahnya dan diantarkan oleh Frans kedepan pintu kamar Arka.


Setelah mengetuk pintu dan mendapat ijin masuk Adit san Frans masuk kedalam kamar Arka.


"Kenapa dengan nona Aluna? Bukannya tadi dia baik - baik saja." Gumam Frans dalam hati.


Sementara Adit mulai memeriksa pasiennya.


"Apa dia baik - baik saja?" Tanya Arka kuatir karena Aluna tidak kunjung sadar.


"Frans suruh pelayan membuatkan bubur dan susu hangat untuknya." Ucap Arka dan langsung diiyakan Frans.

__ADS_1


"Memang siapa gadis ini?" Tanya Adit karena dia tidak tahu kalau Arka sudah menikah. Dia sempat mendengar kabar dari Ardian namun dia tidak percaya.


"Dia istriku." Jawab Arka masih memandang kearah Aluna. Adit yang mendengarnya merasa kaget.


"Kau bahkan tidak mengundang sepupumu untuk hadir diacara pentingmu itu." Adit menatap kesal Arka.


"Maaf. Waktu itu aku menikahinya karena terpaksa. Kau ingat waktu ayah sakit dan dirawat dirumah sakit? Itu semua karena aku menolak dinikahkan dengan dia. Sesuai saranmu waktu itu untuk tidak membuat ayah banyak pikiran jadi aku memutuskan untuk mengabulkan keinginan ayah dan akhirnya kami menikah. Dia juga terpaksa menikah denganku karena ayah yang memintanya." Jelas Arka panjang lebar membuat Adit mengerti.


"Tapi sepertinya ada yang sudah jatuh cinta." Adit tersenyum kearah Arka. Karena setahu Adit sepupunya tidak terlalu peduli dengan orang lain dan melarang yang namanya mahkluk perempuan untuk masuk kekamarnya. Bahkan untuk membersihkan kamarnya adalah pelayan laki - laki. Tapi sekarang Aluna bahkan tidur diranjangnya.


"Sepertinya ucapanmu benar Dit. Aku mungkin telah jatuh cinta padanya." Jawab Arka jujur dan Adit hanya menepuk lengannya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Sepertinya dia gadis yang baik dan dia sangat cantik. Jika saja kamu menolak menikah dengannya dulu. Maka aku yang akan meminta om Ardian untuk menjodohkan aku dengan dia." Adit tertawa melihat ekpresi kesal Arka saat dia mengatakan itu.


"Dia hanya milikku. " Ucap Arka dengan tegas.


__ADS_2