Aku Ternyata Sangat Mencintainya

Aku Ternyata Sangat Mencintainya
MENJEMPUT MAURA


__ADS_3

Alka sedang bertemu Vio disebuah kafe, disaat sang bunda menghubunginya.


" Hallo bun. "


" Abang masih dikantor? "


" Udah pulang kok bun. Tapi ini mampir dulu. "


"Oh gitu, bunda bisa minta tolong? "


" Bisa bun, bunda mau nitip dibeliin apa? " Biasanya sang bunda menitipkan sesuatu untuk dibeli.


" Tolong jemput Maura. " Hening sesaat. Alka menatap Violin yang masih sibuk dengan ponselnya.


" Suruh Giska atau Ardian aja bun, buat jemput dia. " Alka menolak.


" Giska ada pemotretan sore ini. Ardian masih di kampus, katanya ada kelas sore. " Mengaruk kepalanya yang tidak gatal, Alka masih mencoba menolak.


"kalau ayah bun? "


"Ayah nggak bisa. Ayah katanya mau nemanin bunda dirumah aja. " Alasan yang dibuat - buat sang bunda.


" Tolong yah Abang. Pokoknya langsung otw aja. " Aluna sedikit memaksa.


"Tapi bun... "


"Hallo bun. " Aluna sudah memutuskan sambungan telpon.


"Kenapa sayang? " Violin kali ini menatap Alka, yang terlihat gusar.


"Nggak apa - apa. Oh yah, kamu pulang minta dijemput manager kamu aja yah! " Mau tidak mau, Alka harus menjemput Maura. Padahal sehabis ini, dia mau mengajak Violin nonton di Bioskop.


"Lho kenapa emang? " Padahal tadi Alka yang menghubunginya, minta ketemuan dan mengajaknya untuk nonton di Bioskop. Violin bahkan sudah menyempatkan sisa waktu istirahatnya buat ketemu dan berduaan dengan Alka.


" Aku mau jemput Maura. " Jawab Alka jujur.


"Maura? " Tanya Violin yang baru mendengar nama itu.


" Nanti aku jelasin. Sekarang aku harus jemput dia dulu. " Gadis itu menatap Alka dengan wajah memelas.


" Nggak boleh. Aku masih mau berduaan sama kamu. " Berujar manja sambil melingkarkan tangannya dilengan Alka.

__ADS_1


" Jangan gini dong. Nanti kamu mau minta apa aja, aku beliin. " Alka mencoba membujuk. Biasanya cara yang dia lakukan selalu berhasil.


" Beneran? " Menatap Arka dengan mata berbinar.


"Iya. Kapan sih aku pernah bohong. " Alka selalu menepati kata - katanya.


"Kalau begitu, aku pengen dibeliin mobil baru. Keluaran terbaru tapi. " Alka mengerutkan dahinya. Bukan dia tidak bisa membelinya, tapi kalau dia mengeluarkan uang sebanyak itu untuk membeli mobil, sang ayah pasti akan bertanya untuk apa uang sebanyak itu.


Baru sebulan lalu, Violin minta dibelikan cincin berlian, Alka harus menggunakan tabungannya untuk membeli cincin yang diminta Violin.


" Kho diam? " Alka masih bergeming. Menimbang - nimbang kemauan Violin.


"Baiklah. " Jawab Alka pada akhirnya.


" Terima kasih sayang. Kamu yang terbaik. " Tambah merangkul Alka yang terseyum kearahnya.


***


Maura sudah menunggu didepan pintu masuk bandara. Pesawat yang ditumpanginya sudah mendarat 30 menit yang lalu.


"Kata tante Aluna, sebentar lagi aku dapat jemputan. " Melihat jam dipergelangan tangannya. Sesekali matanya melihat ke depan.


"Apa dia sudah pulang kerumah naik taxi? " Menduga - duga. Syukur disaat yang sama sang bunda menghubunginya. Sekalian dia bisa bertanya pada sang bunda, kalau Maura sudah dirumah.


"Hallo Abang, udah ketemu sama Maura? " Itu berarti gadis itu masih di Bandara. Begitu Alka menyimpulkan dari pertanyaan sang bunda tadi.


" Ini Al lagi cari bun. "


"Yah ampun Abang. Belum ketemu? Maura udah setengah jam yang lalu hubungin bunda. " Karena tadi Violin minta diantarin ke tempat pemotretan, Alka sedikit terlambat datang ke Bandara.


"Yah udah, bunda kirim no ponselnya biar Al hubungin dia. "


"Lho emang Abang nggak ada nomor Maura? "


"Udah kehapus bun." Dapat Alka dengar bundanya berdecih. Memutuskan sambungan telpon, Aluna lantas mengirim nomor Maura kepada putranya.


Maura ingin menghubungi Aluna, menanyakan siapa yang menjemputnya, namun ponselnya sudah kehabisan daya. Aluna memang tidak mengatakan kepada Maura kalau Alka yang akan menjemputnya.


Alka menghubungi nomor yang diberikan ibunya, namun hanya suara operator yang terdengar diujung sana. Menghubungi kedua kalinya, namun tetap sama.


"Maura kamu kemana? " Mulai kuatir. Alka bahkan mencari kedepan, namun tidak ditemuinya sosok seperti Maura yang ada dalam ingatannya.

__ADS_1


Alka belum menyerah, dia pergi kebagian informasi untuk meminta tolong memanggil nama Maura Wijaya keruang informasi. Namun sudah sepuluh menit, tidak ada yang datang kebagian informasi.


Alka memutuskan mencari lagi kedepan. Sampai dia tidak sengaja menabrak seorang gadis.


"Maaf. " Ucap Alka menatap gadis cantik yang menatapnya, seperti mengingat - ngingat.


"Gadis yang cantik. " Gumam Alka dalam hati.


Setelah mengatakan maaf, Alka berjalan lagi masih mencari Maura. Maura yang baru mengingat kalau itu Alka, berteriak memanggil nama Alka dan membawa kopernya mengejar Alka yang sudah tidak terlihat.


***


Alka pulang kerumah tanpa Maura. Aluna bahkan sudah menunggunya didepan pintu.


"Lho Maura mana Abang?" Tanya Aluna dengan wajah kuatirnya.


"Nggak ketemu bun. " Jawab Alka dengan wajah lesuhnya.


"Yah ampun Abang, Maura kemana? " Disaat mereka sedang bicara. Sebuah Taxi tiba - tiba masuk kedalam halaman rumah mereka. Seorang gadis yang Alka tabrak tadi di Bandara, baru saja turun dari dalam taxi.


" Yah Tuhan, Maura. " Aluna langsung menghampiri Maura dan memeluk gadis itu. Alka menatap Maura yang masih dalam pelukan sang bunda. Pantas saja, dia tidak menemukan Maura, diingatanya Maura memiliki rambut panjang. Tapi Maura yang sekarang, berambut pendek dan terlihat sangat cantik.


" Kamu kok tahu rumah tante? " Seingat Aluna, Maura datang kerumah itu, disaat dia kecil dulu.


"Aku ngikutin mobil Abang Al, tante. " Disaat Maura mengejar Alka tadi, Alka sudah memasuki mobilnya. Disaat mobil Alka mulai meninggalkan bandara, Maura langsung mencari taxi dan mengejar mobil milik Alka. Syukur, taxi yang membawanya, tidak kehilangan jejak mobil Alka dan akhirnya Maura bisa sampai dirumah Aluna.


"Abang Al. " Sapa Maura dan dibalas senyum oleh Alka.


"Maaf, tadi aku..." Alka berucap gugup.


"Tidak apa - apa Abang." Maura tersenyum. Sudah lama dia ingin bertemu Alka.


"Yah udah, sekarang kita masuk. Maura pasti sudah lapar kan? " Aluna berucap.


Maura mengangguk.


Aluna kemudian membawa gadis itu kedalam rumah. Alka juga ikut masuk kedalam rumah.


______


🙏

__ADS_1


__ADS_2