
Setelah membersihkan dirinya dan menemani istrinya makan malam, Arka menyuruh Aluna istirahat dikamar. Aluna mengangguk ketika suaminya meminta ijin menemui Frans untuk membahas pekerjaan. Lagi pula Aluna sekarang tengah fokus menonton drakor yang direkomendasikan Santi saat mereka berada di hotel. The world of the merried kata Santi setelah Aluna kembali menghubunginya menanyakan judul drakor yang dilupakannya itu. Aluna sudah stay didepan layar laptop diatas ranjang. Ia memilih tengkurap dan meletakkan laptop didepannya dan mulai menonton, menontonnya dengan mulai kesal - kesal sendiri karena adegan yang ditontonnya.
***
Frans meringis sambil menunduk mengelus tulang kakinya yang baru saja ditendang pria yang sedang menatapnya geram dan dengan kedua tangan dipinggangnya. Seperti seorang ayah yang sedang memarahi anak lelakinya yang membuat kesalahan.
"Kenapa tadi kau tidak mengangkat telponku Frans? " Tanyanya kemudian disaat Frans sudah kembali berdiri dan menatapnya.
"Karena saya sudah berjanji dengan nona Aluna, kalau saya tidak akan memberitahu tuan tentang nona Aneta yang menemui nona Aluna di hotel." Jawab Frans ragu - ragu.
"Lalu kenapa kau memberitahu aku jika kau sudah berjanji pada Aluna? " Pertanyaan Arka membuat Frans bingung. Kalau dia nggak kasih tahu pasti Arka akan marah besar jika tahu dari orang lain, tapi kalau dia kasih tahu juga serba salah tetap marahkan sekarang.
"Karena saya lebih takut sama tuan Arka dari pada nona Aluna. " Jawaban Frans membuat Arka tertawa bahkan raut wajah geramnya sudah berubah santai.
"Frans Luna saja tidak takut sama aku masa kamu takut sama aku? " Masih terkekeh.
Memang dia menakutkan jika marah saja.
"Iya nona Aluna tidak takut padamu. Karena kau yang takut padanya. " Kata - kata itu hanya dalam hati Frans lho, mana berani dia mengatakan itu.
"Frans sepertinya kau pikir - pikir dulu sebelum bicara. Kau tidak tahu aja kalau Luna lebih menyeramkan jika marah. " Kembali tertawa bahkan sudah memegang perutnya.
Disatu sisi Frans senang karena baru kali ini Arka tertawa karena jawaban jujur darinya. Bahkan sudah lama Frans tidak melihat Arka tertawa seperti ini dengannya.
"Tapi aku senang kalau kau selalu melaporkan semua hal padaku, walaupun kau harus mengingkari janjimu pada istriku. " Sudah bersikap normal dan menepuk lembut pundak Frans.
"Tapi aku tidak suka jika sekali lagi kau mengabaikan telponku Frans. " Kembali menatap Frans dengan ketus dan Frans kembali berucap maaf dan tidak akan mengulangi kesalahannya.
" Duduklah. " Menepuk ruang kosong disebelahnya. Saat ini keduanya berada diruang kerja Arka. Frans pun mendekati sofa panjang yang diduduki arka saat ini.
"Mana rekaman videonya Frans? " Mengulurkan tangannya dan Frans secepatnya menyerahkan ponselnya dan memutar video yang diambilnya secara diam - diam.
***
__ADS_1
" Kamu Aluna kan? " Aluna menghentikan langkahnya ketika suara wanita yang mulai mendekatinya kembali menyebut namanya.
Aluna tidak lupa dengan wajah wanita yang memeluk suaminya sewaktu di Bali, wanita yang sama divideo yang Arka putarkan waktu didalam kamar dimalam ulang tahun ayah Ardian.
Aluna kembali melangkahkan kakinya meninggalkan wanita yang tidak ingin dilihatnya itu. Aluna bukan cemburu hanya saja dia merasakan sakit hati suaminya ketika dengan teganya wanita itu meninggalkan Arka disaat tersulit hidupnya.
"Hei Aluna. " Kembali wanita itu memanggil Aluna, bahkan tubuh wanita itu sudah menghadang langkah Aluna keluar hotel. Aluna bisa saja memanggil security hotel untuk mengusir wanita itu, hanya saja itu tidak perlu selama wanita ini masih bersikap normal.
" Kenapa kau main pergi begitu saja? tidakkah kau dengar aku memanggilmu sedari tadi." Ucapnya kesal.
"Maaf aku tidak dengar, telingaku sedang terkilir sejak 2 menit yang lalu. " Ucap Aluna santai.
"Sial itu disaat aku memanggil namanya." Batin Aneta.
" Kau mengenalkukan? " Ucap Wanita itu yang masih tidak menjauhkan tubuhnya dari Aluna. Seakan dia takut Aluna pergi disaat dia belum mengeluarkan uneg - uneg yang dihatinya.
"Emang kamu siapa? Artis? atau model iklan? "Pura - pura mengingat - ingat dan kembali mendapatkan ingatannya "Oh yah kamu model iklan pembalut wanita itu yah? " Pura - pura kegirangan seperti seorang fans ketemu idolanya. Aneta kesal dengan jawaban nyeleneh kembali terlontar dari bibir mungil Aluna.
"Maaf yah saya harus secepatnya pulang. Karena suami saya pasti sudah menunggu saya diranjang biasa malam jumat. Pasti dia mintah jatah. " Aluna bahkan tersenyum mengatakan itu, membuat Aneta semakin kesal. Disaat Aluna mulai berlalu mengambil jalan disebelah Aneta, Aneta kembali berucap dan menghentikan langkah Aluna.
"Arka menemuiku semalam. " Aneta tersenyum karena akhirnya Aluna menghentikan langkahnya. Membuat Aneta kembali mendekatinya.
"Kau tahu apa yang kami lakukan semalam? " Aluna diam saja, biarkan saja Aneta itu menerawang jauh menembus awan dan disambar petir dan jatuh lagi kedasar bumi yang paling dalam.
" Aku tidak tahu. Apakah kalian tidur bersama? Di hotel mana? Aku sakit banget dengarnya. " Lagi - lagi jawaban nyeleneh keluar dari bibir Aluna ditambah mimik sedih yang dibuat - buatnya.
"Kau pikir aku berbohong. " Lagi - lagi Aneta menatap serius kearah Aluna yang sedari tadi tidak pernah serius menanggapi ucapannya.
"Kau tidak berbohong, semalam Arka memang menemuimu karena aku tahu itu benar. " Sudah mulai serius dengan ucapannya.
"Baguslah kalau kau tahu kalau Arka menemuiku dan mengajakku kembali karena dia masih mencintaiku." Aneta tersenyum, sambil melipat kedua tangannya didada.
"Kau tidak ingin bertanya dari mana aku tahu jika suamiku menemuimu semalam? " Tantang Aluna dan akhirnya Aneta terpancing.
__ADS_1
"Memang kau tahu dari mana kalau Arka menemuiku semalam? " Tanya Aneta akhirnya.
"Aku tahu semuanya dari suamiku. Kau pikir dengan mengatakan hal buruk tentang suamiku lantas membuat aku langsung percaya begitu saja! Berfikirlah seratus kali karena aku tidak percaya. " Menjeda ucapannya.
"Oh yah Apa kau simpan koin yang dibuang suamiku semalam? " Deg Wanita ini bahkan tahu soal koin itu. Apa Arka benar - benar sejujur ini pada wanita ini. Mungkin begitu isi kepala Aneta.
"Kau seharusnya menyimpan koin itu. Karena itu pantas kau miliki dan harga yang harus kau bayar, karena kau telah menukarkan sebuah berlian hanya untuk sebuah koin perak." Kali ini wajah Aneta memerah karena perkataan Aluna sangat merendahkannya. Dia meninggalkan Arka hanya demi Alex begitu kira - kira yang ditangkap Aneta dari perkataan Aluna.
"Aku tahu semuanya Aneta. Aku tahu kau meninggalkan Arka disaat terberat dalam hidupnya. Kau selingkuh dengan sepupunya hanya karena kau pikir Arka telah kehilangan segalanya kan? " Lagi - lagi Aneta seperti ditampar keras dengan ucapan Aluna barusan.
"Kau jangan munafik Aluna. Jika kau di posisi aku, kau pasti akan melakukan hal yang sama dengan aku. Kau tidak inginkan hidup susah? " Tuduhan dan pembelaan diri dari Aneta benar - benar membuat Aluna jijik.
" Seekor burung yang hinggap disebuah pohon tidak pernah takut pada ranting yang diinjaknnya akan patah. Karena ia lebih percaya pada sayap - sayapnya. Begitupun aku Aneta, Aku tidak akan pernah takut hidup susah selama itu dengan Arka laki - laki yang mencintaiku dan yang kucintai. Karena kami akan berjuang bersama dari titik terendah sekalipun. " Aluna berlalu ketika selesai mengatakan hal itu. Aluna memegang dadanya ketika sudah berjalan keluar hotel, dia tidak menyangkah bawah dia bisa sekeren itu. Sampai dia melihat Frans yang sudah berdiri menunggunya didepan mobil.
***
Arka bahkan tidak bisa berkata apa - apa setelah selesai menonton video itu.
Yang harus dia lakukan sekarang adalah menemui istrinya memeluk dan mencium. Arka mengembalikan ponsel milik Frans dan mulai meninggalkan Frans berjalan ke kamarnya dimana dunianya ada disana.
Sesampainya dikamar, Aluna sudah tertidur dengan layar laptop yang menyalah. Arka mematikan laptop istrinya, menaruhnya diatas nakas. Setelah itu Arka langsung memeluknya, mencium setiap inti wajahnya. Aluna menggeliat kaget ketika ia merasakan ada seseorang yang menciumnya.
"Sayang. " Ucapnya membuka pelan matanya. Arka hanya terus menatapnya dengan senyum.
"Aku ketiduran yah. " Mulai mengubah posisi tidurnya, memberi ruang untuk suaminya yang akan tidur. Arka tidur disamping Aluna dan kembali memeluk dan mencium Aluna.
"Kamu kenapa sih sayang? Kok tumben? " Tanya Aluna walaupun sebenarnya Arka selalu seperti itu.
"Aku hanya ingin seperti ini malam ini, esok dan seterusnya. Aku cinta kamu Luna, terima kasih... "
______________
Mau bikin Aluna hamil tapi nggak tahu mulai dari mana. Ngga ada pengalaman sampe disitu. Pokoknya sabar yah, besok nanya - nanya dulu sama yg ahli.
__ADS_1