
Pagi tadi Indra Wijaya dan istrinya sudah terbang menuju Singapura. Karena ada hal penting yang harus segera diurus Indra Wijaya. Setelah ayah dan ibunya pamit kepada Bryan, Bryan segera bersiap - siap untuk pergi menemui Aluna di kampungnya.. Dia akan minta maaf kepada gadisnya tersebut dan akan menjelaskan semuanya dengan jujur. Walaupun ayahnya berpesan untuk tidak berhubungan lagi dengan Aluna, akan tetapi Bryan tidak mendengarkan pesan ayahnya itu.
by
Setelah Bryan membuka pintu rumah, tampaklah Fiona di depan pintu dengan mengangkat satu tangannya menyapa Bryan.
"Hai teman " Sapa Fiona dengan tersenyum manis.
"Hai juga. " Jawab Bryan singkat. Dan sudah pasti ayahnya lah yang sudah memberikan alamat rumah mereka.
"Oh yah, ada apa kesini?" Tanya Bryan tanpa basa basi. Dia harus secepatnya menemui Aluna.
"Aku kesepian di hotel. Ayahku sudah balik duluan ke Jakarta. Sedangkan disini, aku hanya kenal kamu. " Jawab Fiona dengan membuat mimik wajah sedih.
"Tapi aku tidak bisa menemanimu sekarang. " Tolak Bryan. Karena hari ini dia berencana menemui Aluna di kampungnya.
"Come on Bryan, kalau kamu tidak menemaniku siapa yang akan menemaniku selama aku disini? Aku janji akan membatalkan perjodohan denganmu, " Fiona menggantungkan ucapannya, dan kemudian melanjutkannya "Asalkan kamu akan menemaniku selama liburanku di kota ini. Setelah itu, kamu bisa menemui gadis yang kamu cintai. Aku akan membujuk om Indra untuk menerima gadis pilihanmu itu." Bujuk Fiona kepada Bryan.
Aku cukup menemaninya selama liburannya disini, dia akan membatalkan perjodohan ini? dan membujuk papa untuk menerima Aluna? Batin Bryan.
Setelah berfikir panjang akhirnya Bryan memilih menemani Fiona selama gadis itu berlibur di kotanya.
Disela - sela menemani Fiona dan setelah pulang kerumahnya Bryan selalu menghubungi Aluna tapi tak satupun panggilannya di jawab Aluna.
Sudah hampir seminggu ini Bryan menemani Fiona jika gadis itu meminta jalan - jalan. Seperti biasa Bryan membawanya ke tempat - tempat wisata, Mall dan tempat lainnya.
hari ini Fiona meminta Bryan untuk menemaninya berbelanja di salah satu Mall terbesar di pusat kota.
"Bryan apakah ini cantik? " Fiona menunjukkan sebuah dress brukat berwarna pink ke arah Bryan. Dress brukat yang belahan dadanya akan sangat terbuka bagi siapa saja yang akan memakainya.
__ADS_1
"Cantik. " Jawab Bryan singkat.
"Kalau yang ini? " Fiona kembali menunjukkan sebuah gaun berwarna coklat dengan bermotif bunga.
"cantik. " Kembali Bryan menjawab singkat.
"Kok jawabnya cantik terus. " Protes Fiona.
"Lalu aku harus jawab apa Fiona. Semua pakaian itu memang cantik. " Jawab Bryan santai.
"Oh ternyata bajunya yang cantik. " Batin Fiona
Setelah Fiona membeli beberapa potongan pakaian, dia mengajak Bryan untuk makan malam di Restoran Mall tersebut. Bryan pun menurutinya karena memang dia juga sudah lapar.
Sementara mereka menikmati makanan yang sudah mereka pesan, ponsel Bryan tiba - tiba berbunyi dan Bryan kaget sekaligus bahagia karena yang menghubunginya adalah Aluna.
"Hallo sayang." Sapa Bryan
" Kamu di mana? " Tanya Aluna tanpa basa basi.
"Kenapa Luna langsung menanyakan posisiku? Aku harus jawab apa? Aku ngga mungkin berbohong dan kalau aku jujur aku sedang dinner dengan seorang teman wanita bisa bisa Luna kecewa dan marah. " Bryan.
"Hallo, Kamu di mana? " Lagi - lagi Aluna menanyakan hal yang sama karena Bryan tak kunjung menjawab pertanyaannya. Aluna seperti ingin memastikan sesuatu.
" Aku di rumah sayang. " Bryan terpaksa berbohong.
"Oh di rumah. Sama siapa? " Tanya Aluna kembali, yang membuat Bryan Frustasi karena lagi lagi dia harus berbohong kepada gadis yang dicintainya tersebut. Bahkan ini baru pertama kalinya dalam hubungan mereka Bryan membohongi Aluna.
"Aku di rumah sama pelayan, mama sama papa tadi pagi terbang ke Singapura sayang. "
__ADS_1
Jawab Bryan. Walaupun memang benar ibunya dan juga ayahnya tadi pagi ke Singapura, tapi diawal Bryan sudah berbohong. Karena dia sebenarnya tidak berada di rumahnya.
Sementara Bryan masih berbicara dengan Aluna, Fiona menggoda Bryan dengan cara mengarahkan beberapa kentang goreng ke arah mulut Bryan. Bryan tidak mungkin menolak dan mengatakan tidak, karena pasti Aluna akan bertanya dengan siapa Bryan berbicara. Jadi Bryan memili memakan beberapa kentang goreng yang disuapi tangan Fiona.
" Apakah kamu sedang makan malam sekarang? " Tanya Aluna karena dia bisa mendengar kalau Bryan sedang berusaha mengunyah sesuatu.
" Iya sayang. Aku sedang makan malam sekarang. Kamu sendiri sudah makan? " Tanya Bryan balik. Sambil dia menggelengkan kepala kepada Fiona, agar gadis itu tidak lagi menyuapinya.
"Aku sudah kenyang melihat kentang goreng yang kamu makan. " Jawab Aluna penuh penekanan.
"Oh. " Bryan tidak sadar dengan ucapan Aluna sampai dia melihat kentang goreng yang lagi - lagi disuapi Fiona. Mendengar jawaban Aluna, sontak membuat Bryan kaget. Bryan langsung menoleh ke setiap penjuru Restoran, hal itu membuat Fiona bingung, sehingga gadis itu seperti bertanya ada apa. Akhirnya tatapan Bryan terhenti di arah pintu masuk restoran.
"A. ...luna? " Bryan kaget melihat seseorang yang sudah hampir seminggu ini dia rindukan.
Aluna memang sengaja datang bersama Mira ke kota. Aluna mengatakan kepada Mira bahwa ia akan menemui Bryan besok, untuk menanyakan langsung perihal Bryan tidak datang melamarnya. Karena Aluna akan menemui Bryan besok jadi Mira mengajaknya untuk jalan - jalan di Mall. Kemudian mereka tidak sengaja melihat sosok yang mirip Bryan. Akhirnya Aluna memastikannya dengan cara menghubungi Bryan.
Bryan langsung menarik kursinya, dia langsung mengejar Aluna. Karena gadis itu sudah lari duluan meninggalkan Mira yang juga ikut mengejarnya dari belakang.
Aluna langsung menaiki Taxi yang kebetulan sedang berada di Bassment Mall tersebut, Aluna langsung pergi meninggalkan Mira dan Bryan yang mengejarnya.
" Aluna. " Teriak Bryan yang melihat Taxi yang membawa Aluna pergi. Bryan kemudian mengambil mobilnya dan mengajak Mira untuk mengejar Aluna. Sementara itu Fiona terus menghubungi Bryan. Karena Bryan tidak mengatakan apa - apa dan meninggalkannya sendiri di restoran. Bryan tidak mengangkat telpon Fiona karena dia tengah fokus melihat Taxi yang membawa kekasihnya. Bryan tidak ingin kehilangan jejak Taxi itu. Bryan juga menyuruh Mira untuk tetap fokus melihat Taxi yang ditumpangi Aluna.
Sementara di dalam Taxi, Aluna hanya menyadarkan tubuhnya di sandaran kursi belakang Taxi. Aluna berusaha menahan setiap air mata yang sudah siap membanjiri pipinya. Namun tetap saja beberapa butir seperti cairan kristal itu lolos dari matanya, Aluna langsung mengusapnya. Beberapa kali supir Taxi menanyakan lokasi tujuan Aluna, tapi Aluna hanya diam saja.
"Kita mau kemana non? " tanya supir Taxi kembali.
" Jalan aja dulu pak. " Aluna akhirnya menjawab.
Sementara di dalam mobil Bryan terlihat frustasi dan beberapa kali memukul setir mobilnya. Mira hanya berusaha menenangkan Bryan walaupun dia juga sangat marah kepada Bryan perihal Bryan yang sudah menyakiti sepupunya.
__ADS_1